Halo Cerdikawan? Materi kali ini akan membahas seputar ilmu geografi. Sudahkah kalian mengenal istilah tentang ‘Konsep Geografi’? Konsep geografi merupakan beberapa unsur penting dalam penguasaan kondisi geografi yang dilihat dari alam maupun sosial. Konsep geografi secara umum terbagi menjadi 10 yang dikenal sebagai ‘10 Konsep Geografi’. 10 konsep geografi yang akan dibahas kali ini berupa pengertian dan contoh-contoh yang berkaitan dengan masing-masing 10 konsep geografi tersebut. Yuk langsung saja kita mulai!

10 Konsep Geografi

Ilmu geografi memiliki konsep pembelajaran yang terbagi dalam berbagai aspek dengan pembahasan yang beragam. Konsep ilmu geografi adalah unsur-unsur yang berkaitan dengan objek, proses, atau hal lain yang berkaitan dengan ilmu geografi. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai 10 konsep geografi pada umunya yang disertakan contoh:

1. Lokasi

Dalam urutan 10 konsep geografi, lokasi atau letak adalah daerah dimana adanya keterkaitan pada suatu objek di muka bumi. Untuk secara umum konsep lokasi dapat dibagi menjadi dua bagian yakni lokasi absolut dan lokasi relatif.

Lihat juga: https://pinterkelas.com/letak-geografis-indonesia/

10 konsep geografis
T.H. Chia at unsplash.com

Lokasi Absolut

Konsep geografi lokasi absolut adalah letak dari suatu daerah secara presisi yang ditentukan berdasarkan titik koordinat garis lintangnya dan juga garis bujurnya. Posisi lokasi absolut ini bersifat statis (tetap) dan tidak dapat berubah karena bergantung pada perhitungan garis astronomi bumi. Perbedaan lokasi berdasarkan garis astronomis ini merupakan penyebab yang menjadikan berbagai belahan bumi memiliki perbedaan iklim (garis lintang) dan perbedaan zona waktu (garis bujur).

Contoh dari lokasi absolut:

“Letak astronomis dari negara Indonesia berada pada 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan hingga 95 derajat Bujur Timur dan 141 Bujur Timur (6oLU-11oLS, dan 95oBT-141oBT)”

Lokasi Relatif

Konsep geografi lokasi relatif merupakan letak dari suatu tempat yang dapat dilihat dengan cara meninjau wilayah lain yang berada di sekitar lokasi tersebut. Berbeda dengan lokasi absolut, lokasi relatif ini dapat berganti suatu waktu sesuai dengan objek penentu yang terdapat disekitar wilayahnya. Eksistensi dari lokasi relatif dianggap sangat penting. Alasannya adalah karena lokasi ini lebih banyak terdapat pembahasan kajiannya dalam ilmu geografi. Pembahasan kajian dalam ilmu geografi tersebut dikenal sebagai Letak Geografis. Letak geografis adalah letak sebuah negara yang dilihat dari kenyataan di permukaan bumi.

Contoh konsep lokasi relatif:

“Letak geografis Indonesia terletak di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia, yang juga diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samuder Pasifik.”

2. Jarak

Jarak adalah adanya jumlah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu. Lintasan tersebut dapat berupa waktu dan panjang. Konsep geografi jarak jika dilihat berdasarkan aspek kehidupan sosial ekonomi mempunyai peran yang sangat penting. Secara umum konsep jarak bisa dibagi menjadi dua yaitu jarak absolut/mutlak dan juga jarak relatif.

Jarak Mutlak

Konsep geografi jarak absolut adalah jarak geometrik yang cara mengetahuinya dengan mengukur jumlah jarak yang dinyatakan ke dalam satuan panjang: meter (m) atau kilometer (km). Konsep gepgrafi jarak mutlak mempunyai sifat statis dan tidak bisa untuk dirubah-ubah.

Contoh konsep jarak absolut atau mutlak:

“Jarak antara bumi dan matahari adalah 149,6 juta kilometer (yaitu 92,95 juta mil)”

Jarak Relatif

Konsep geografi jarak absolut adalah jarak waktu yang cara mengetahuinya dengan mengukur jumlah jarak yang dinyatakan ke dalam satuan waktu: tahun, bulan, hari, jam, menit, detik, dll. Ruang atau sela di antara dua titik, diukur berdasarkan jarak tempuh dan dapat berbeda tergantung dari kondisi-kondisi tertentu.

Contoh konsep jarak absolut atau mutlak:

“Perjalanan dari Negara A menuju Negara Z menghabiskan waktu sekitar 1 bulan 7 hari dengan menggunakan mobil yang merupakan transportasi darat. Namun jika menggunakan transportasi udara yakni pesawat terbang, maka hanya akan memakan waktu sekitar 7 jam.

3. Keterjangkauan

Konsep geografi keterjangkauan adalah suatu bentuk kemudahan dalam mengakses jarak tempuh menuju ke sebuah titik tertentu. Dalam kata lain, keterjangkauan adalah suatu jarak tempuh yang mampu dicapai dengan waktu maksimum dari satu wilayah menujuh ke wilayah lain. Akan tetapi untuk dapat mencapai kemudahan dalam mengakses jarak tempuh tersebut, ada hal yang harus diutamakan dalam konsep keterjangkauan ini. Hal tersebut adalah sarana dan prasarana yang dapat menunjang.

Contoh konsep keterjangkauan:

“Setelah Bu Risma blusukan secara langsung ke Jembatan X, dana bantuan pemerintah akhirnya dapat dialokasikan untuk renovasi Jembatan X, agar memudahkan penyebrangan antarpulau melalui jembatan yang rusak tersebut.”

4. Pola

Konsep geografi pola adalah sebuah struktur, bentuk serta persebaran fenomena yang terjadi di dunia. Baik itu gejala alam maupun gejala sosial. Konsep geografi pola juga dapat dimaknai sebagai tatanan geometris yang memiliki aturan sebagai bentuk interaksi antara manusia dan lingkungan.

Contoh konsep pola:

“Tata letak permukiman yang berada di bawah kaki Gunung Salak cenderung curam karena mengikuti struktur tanah yang menanjak.”

5. Aglomerasi

Konsep geografi aglomerasi ialah suatu kecenderungan mengelompok dalam sebuah fenomena atau gejala yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Ada pengelompokan ini dilakukan bertujuan untuk dijadikan objek studi ilmu geografi.

Contoh konsep pola:

“Jakarta Selatan merupakan kawasan perkantoran yang memiliki kondisi jalanan yang padat setiap hari kerja. Sementara, Jababeka merupakan kawasan industri yang memiliki kondisi jalanan yang dipenuhi oleh kendaraan bermuatan berat setiap hari.”

10 konsep geografi
foto oleh NASA

6. Geomorfologi

Konsep geografi geomorfologi merupakan suatu ilmu yang khusus mempelajari seputar bentuk dari permukaan bumi. Ilmu geografi tidak luput dari berbagai bentuk permukaan bumi, seperti misalnya pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, dsb. Berbagai macam bentuk permukaan bumi tersebut adalah yang menjadikan permukaan bumi sebagai objek studi geografi.

Contoh konsep geomorfologi:

“Daerah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah perbukitan kapur (karst)”

7. Interaksi atau interpendensi

Konsep geografi interaksi atau interpendensi adalah suatu hubungan yang dapat memengaruhi antara suatu gejala dengan gejala yang lainnya dengan tujuan agar dapat saling memenuhi. Saling terpenuhinya tujuan tersebut mencakup keterkaitan dan ketergantungan dari sebuah daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

Contoh konsep interaksi interpendensi:

“Kopi Arabika Gayo Sumatra yang berasal dari Aceh didistribusikan ke Bali karena permintaan yang sangat tinggi dari kedai kopi di sana. Sementara itu, Kopi Arabika Kintamani yang berasalah dari Bali juga didistribusikan ke Aceh dan Kalimantan karena mendapat permintaan yang banyak.”

8. Nilai kegunaan

Konsep geografi nilai kegunaan adalah suatu manfaat yang diberikan oleh sebuah daerah di muka bumi (Sumber Daya Alam) kepada makhluk hidup yang hidup di sekitarnya. Oleh karena itu, manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah akan bersifat relatif. Namun memiliki potensi sebagi penunjang perkembangan wilayah atau daerah tersebut.

Contoh konsep nilai kegunaan:

“Kawasan dataran tinggi di Sukabumi dapat dimanfaatkan untuk tanah perkebunan buah stroberi yang subur. Selain itu, dataran tinggi di Sukabumi juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi wisata alam.”

9. Keterkaitan Ruang

Konsep geografis dari keterkaitan ruang adalah sebuah keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena lainnya yang memiliki hubungan satu samal lain dilihat dari aspek keruangannya. Hal ini juga merupakan pendorong untuk terjadinya sebab-akibat antara wilayah.

Contoh konsep keterkaitan ruang:

“Tsunami yang melanda Aceh beberapa tahun silam juga turut melanda Srilanka karena gelombang tsunami yang sangat tinggi dan jarak antara Aceh dengan Srilanka terbilang dekat.”

visualisasi 10 konsep geografi

10. Diferensiasi Areal

Secara umum pengertian dari diferensiasi areal adalah adanya suatu fenomena berbeda di antara suatu tempat dengan tempat yang lainnya. Diferensiasi areal dibagi menjadi dua wilayah untuk menunjukan adanya suatu perbedaan di antara kedua wilayah tersebut. Sebab, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda.

Contoh konsep diferensisasi areal:

“Di sekitar daerah dataran tinggi pemakaian baju hangat akan sangat diminati dibandingkan di daerah dataran rendah.”

Author