Hai sobat cerdikawan, pasti di antara kalian ada yang hobi menulis kan? Di pelajaran bahasa indonesia, ketika masuk ke pembahasan sistematika penulisan ada yang dikenal dengan nama paragraf. Perlu kamu ketahui bahwa ada 13 jenis paragraf yang bisa kamu gunakan ketika menulis.

jenis paragraf
pixabay.com

Sebelum kamu menulis, pastikan kamu sudah mengetahui apa jenis paragraf yang akan kamu gunakan. Dengan metode tersebut tulisan yang kamu torehkan akan lebih terarah dan tertata secara rapi. Jangan menganggap remeh dalam menentukan jenis paragraf ya, karena berpengaruh pada antusias pembaca tulisanmu.

Sudah penasaran apa saja jenis paragraf yang bisa kamu gunakan untuk menulis?. Untuk itu baca cermat penjelasan lengkap di bawah ini agar tidak ada penjelasan yang terlewatkan sedikitpun.

Pengertian Paragraf

Tidak lengkap rasanya jika kamu langsung mengetahui jenis paragraf tanpa mengetahui apa itu paragraf. Maka dari itu di bawah ini akan dijelaskan apa itu paragraf.

Paragraf adalah gagasan utama atau inti pokok dalam serangkaian kalimat yang bisa kamu temui di artikel atau model tulisan lainnya. Dalam sebuah paragraf terdapat kalimat utama dan penjelas, kalimat utama inilah yang dijadikan gagasan utama dan kalimat penjelas sebagai pendukung.

Jenis Paragraf

Untuk jenisnya, paragraf dibedakan menurut tujuan, isi dan tata letak kalimat utama. Pembahasan pertama akan dijelaskan jenis paragraf berdasarkan letak gagasan utama terlebih dahulu.

Berdasarkan Letak Gagasan Utama

Untuk jenis ini dibedakan menjadi 4 macam. Berikut penjelasannya :

1. Paragraf Deduktif

Sesuai dengan namanya yang diambil dari pengertian deduksi sehingga paragraf ini mengandung penjelasan dari umum ke khusus. Gagasan utama dalam paragraf deduktif terletak di awal kalimat sehingga mudah ditemukan. Kalimat selanjutnya sebagai kalimat penjelas dari kalimat awal.

2. Paragraf Induktif

Berlawanan dengan deduktif paragraf ini bersifat induksi yaitu pengembangan yang menggunakan cara dari khusus ke umum. Gagasan utamanya bisa ditemukan di akhir kalimat dalam sebuah paragraf. Jadi, kalimat awal merupakan kalimat penjelas dan diakhiri dengan gagasan utama di kalimat akhir paragraf.

3. Paragraf Campuran

Sesuai dengan namanya paragraf ini menggabungkan antara induktif dan deduktif. Letak gagasan utama ada di awal kalimat dan juga akhir kalimat, jadi kalimat yang berada di tengah adalah kalimat penjelas.

Dua gagasan utama tersebut diartikan sebagai penegasan. Setelah kalimat pertama memberikan gagasan utama, di kalimat akhir dalam paragraf ditegaskan kembali gagasan utama tersebut.

4. Paragraf Ineratif

Kebalikan dari paragraf campuran, disini kamu bisa menemukan gagasan utama di tengah. Jadi kalimat utama merupakan kalimat penjelas kemudian gagasan utama di tengah lalu dilanjutkan kembali dengan gagasan utama di kalimat akhir. Kamu harus jeli dalam mencari gagasan utama di paragraf ineratif ini.

Berdasarkan Isi

jenis paragraf
pixabay.com

Sudah jelas bukan mengenai paragraf yang dibedakan sesuai dengan tata letaknya? Jadi setelah ini kamu bisa memilih akan kamu letakkan dimana gagasan utama dalam sebuah paragraf pada tulisanmu. Selanjutnya, kita akan bahas jenis-jenis paragraf berdasarkan isinya.

1. Paragraf Narasi

Arti dari paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan kejadian sesuai dengan kronologis dan urutan kejadian. Dalam paragraf ini terdapat tokoh, alur cerita yang jelas, setting tempat dan waktu serta tidak adanya kalimat utama yang tetap.

Paragraf ini memberi kemudahan kepada pembaca untuk membayangkan kejadian secara nyata bahkan ikut hanyut dalam tulisan. Sifat dari paragraf ini yang mencolok adalah cerita yang dituangkan dalam tulisan seperti contohnya novel, cerita pendek, dan prosa lainnya.

2. Paragraf Argumentasi

Persamaan kata dari argumen adalah pendapat. Sudah pasti mudah dibayangkan bahwa jenis paragraf ini bertujuan untuk memberikan info mengenai kejadian menarik serta pendapat penulis di dalamnya.

Jadi kejadian-kejadian yang ada dijadikan sebagai pelengkap untuk menuliskan pendapat dari penulis tersebut. Kebanyakan penulis akan memberikan opininya setelah data kejadian berupa isu dan fakta sudah lengkap. Sehingga opini tersebut letaknya di akhir paragraf.

3. Paragraf Persuasi

Sama-sama menuliskan pendapat penulis seperti halnya paragraf argumentasi namun di pararaf ini tidak hanya opini yang dituliskan namun juga berupa ajakan. Opini yang dituliskan harus bisa membuat pembaca ikut atau paling tidak sependapat dengan penulis. Bahasa yang digunakan harus menarik agar pembaca menerima ajakan dari penulis tersebut.

4. Paragraf Eksposisi

Jika dua paragraf sebelumnya melibatkan pendapat penulis, dalam paragraf eksposisi tidak dituliskan opini penulis. Tulisan yang dibuat hanya bertujuan memberikan fakta secara detail dan lengkap agar pembaca bisa menentukan opininya sendiri. Contoh tulisan yang menggunakan paragraf ini bisa kamu temui dalam tulisan berita.

5. Paragraf Deskripsi

Kalimat yang disusun oleh paragraf ini terdiri dari data lengkap sebuah objek yang dipilih. Hal ini bertujuan untuk menjadikan paragraf hidup sehingga pembaca bisa tahu secara detail kejadian di tulisan yang dibacanya. Penulis harus bisa membuat tulisan dengan bahasa yang baik agar paragraf ini bisa terbaca dengan lebih nyata seakan pembaca mendengar dan merasakan tulisan tersebut.

Paragraf deskripsi memiliki beberapa jenis. Berikut ini akan diberikan jenis paragraf deskripsi.

  • Paragraf Deskripsi Spasial
    Deskripsi atau penjelasan dalam paragraf ini harus melibatkan ruang dan waktu. Artinya untuk menulis paragraf ini kamu harus menjelaskan detail ruang yang akan kamu ceritakan contohnya bersih, kotor, panas, pengap dan lainnya. Kamu juga bisa menulis mengenai apa yang ada di dalam ruangan tersebut.
  • Paragraf Deskripsi Objektif
    Jika sebelumnya kamu menuliskan sesuai dengan ruang dan waktu yang kamu rasakan, untuk paragraf objektif kamu harus menuliskan sesuai fakta. Contohnya kamu bisa menuliskan tenatang sejarah candi prambanan.
  • Paragraf Deskripsi Subjektif
    Dalam deskripsi subjektif kamu boleh menuliskan opini kamu terhadap sesuatu yang ingin kamu tulis. Paragraf ini merupakan kebalikan dari paragraf objektif yang tidak memperbolehkan menulis opini di dalamnya. Contohnya kamu menulis pendapat mengenai sekolahmu.

Berdasarkan Tujuan

pixabay.com

Tidak sulit bukan untuk membedakan paragraf sesuai jenisnya satu sama lain. Selanjutnya jenis yang terakhir yaitu paragraf sesuai dengan tujuannya. Tetap simak ya sahabat cerdikawan.

1. Paragraf Pembuka

Letak paragraf pembuka berada di awal sehingga menjadi pembuka di dalam sebuah tulisan. Tujuannya adalah mengenalkan isi dari tulisan kepada pembaca agar pembaca memiliki pengantar kemana pembahasan tulisan selanjutnya.

2. Paragraf Penghubung

Karena namanya penghubung maka tujuan dari paragraf ini adalah menghubungkan antara paragraf pertama dan terakhir. Letak inti karya tulis terletak pada paragraf terhubung, jadi jika kamu membutuhkan inti dari karya tulis kamu tidak perlu membaca sampai akhir.

3. Paragraf Penutup

Paragraf penutup merupakan paragraf yang berfungsi untuk menutup sebuah karya tulis, bisa berupa ringkasan, kesimpulan dan juga saran. Jika kamu membutuhkan opini penulis di tulisannya kamu bisa langsung membuka paragraf terakhir di sebuah karya tulis.

Nah, itu tadi penjelasan lengkap mengenai jenis paragraf yang bisa kamu pelajari. Sudah siap untuk menulis? Dengan menulis kamu bisa mengenalkan diri kepada dunia dan menciptakan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh semua orang. Selamat menulis para cerdikawan!

Baca juga :
1. Jangan Salah! Ini Pengertian Paragraf yang Tepat
2. Pengertian dan Contoh Paragraf Argumentasi Terlengkap