Siapa yang tidak suka dengan hujan? Hampir dipastikan semua orang menyukai turunnya hujan. Tak hanya itu, turunnya hujan juga mendatangkan banyak manfaat seperti membantu perairan sawah, menyegarkan rumput yang gersang, menyuburkan tanaman, menjadi sarana berkembang biaknnya hewan air, dan banyak lagi manfaat yang lainnya. Selain mengetahui manfaat hujan, kamu juga perlu tahu, apa dan bagaimana proses terjadinya hujan.

proses terjadinya hujan
studiobelajar.com

Hal tersebut juga ada pada pelajaran IPA di sekolahmu, kan? Untuk itu, yuk, kita bahas sama-sama di sini.

Proses terjadinya hujan sebenarnya merupakan kejadian alam yang sangat mudah dipahami. Namun jika kamu tidak mempelajarinya dengan seksama, maka hal yang terlihat mudah itu justru akan menjadi sulit jika disepelekan.

Sama halnya dengan pelajaran IPA yang lainnya. Karena bagaimana pun juga, setiap pelajaran sebenarnya sangat mudah, jika kamu tahu bagaimana cara belajar yang asyik dan menyenangkan. Salah satunya yaitu belajar dengan cara online, seperti yang kamu lakukan saat ini.

Belajar online bagi sebagian orang memang cukup efektif untuk membantumu menambah pengetahuan dan mempertajam pemahaman akan materi pembelajaran yang belum kamu pahami.

Dengan bahasa yang santai dan asyik, kamu bisa belajar di mana pun juga, dengan waktu yang juga relatif lebih santai dibandingkan dengan di sekolah. Semoga penjelasan tentang proses terjadinya hujan di bawah ini bisa membantumu untuk lebih paham tentang materi ini, ya.

Pengertian Hujan

Sebelum kita masuk pada pembahasan tentang proses terjadinya hujan, terlebih dahulu kita akan bahas tentang pengertian hujan. Apa, sih, hujan itu?

Berdasarkan teori, hujan adalah proses turunnya zat cair dari atmosfer ke permukaan bumi. Peristiwa ini disebut juga dengan istilah Presipitasi. Untuk bisa sampai pada proses penurunan, hujan membutuhkan kondisi permukaan atmosfer yang tebal agar bisa mencapai suhu di atas titik leleh es dan diatas permukaan bumi.

Selain itu, hujan juga merupakan proses kondensasi, yaitu proses perubahan suatu wujud benda ke wujud lain yang lebih padat. Artinya, terjadi perubahan wujud dari uap air di atmosfer menjadi butiran air yang akan dijatuhkan ke daratan.

Kejadian tersebutlah yang akhirnya menjadikan suhu udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu terjadinya pendinginan udara atau bertambahnya uap air di udara. Butiran hujan yang turun pun memiliki ukuran yang beragam dari yang besar hingga kecil.

Jenis-jenis Hujan

Jenis hujan berbeda-beda, tergantung dari beberapa perbedaan, antara lain:

1. Dilihat dari Proses Terjadinya

Berdasarkan proses terjadinya hujan ke bumi, maka jenis hujan terdiri dari:

  • Hujan Siklonal, yaitu jenis hujan yang proses terjadinya dikarenakan suhu udara panas yang naik dan diikuti dengan angin yang berputar.
  • Hujan Senithal, yaitu jenis hujan yang banyak terjadi di daerah equator (garis yang membagi bagian bumi menjadi utara dan selatan), yang disebabkan karena terjadinya bertemunya Angin Pasat Timur Laut dan Angin Pasat Tenggara. Angin yang naik ke atas langit tersebut kemudian membentuk gumpalan awan di sekitar equator dan mengakibatkan awan menjadi penuh dan turunlah hujan.
  • Hujan Orografis, yaitu jenis hujan yang terjadi karena angin yang membawa uap air bergerak secara horizontal. Angin tersebut bergeram menuju pegunungan sehingga mengakibatkan suhu sekitar menjadi dingin dan terjadilah kondensasi, sehingga turunlah hujan orografis.
  • Hujan fornta, yaitu hujan yang terjadi diakibatkan karena adanya pertemuan antara massa udara yang dingin dan massa udara panas, pada suatu tempat yang dinamakan dengan bidang front. Massa udara dingin yang lebih berat di sekitar bidang front inilah yang kemudian menjadi proses turunnya hujan lebat, atau yang disebut juga dengan hujan frontal.
  • Hujan muson (hujan musiman), yaitu hujan yang terjadi akibat adanya angin musim (angin muson). Angin muson sendiri terjadi disebabkan karena adanya pergerakan semu matahari tahunan antara Garis Balik Utara dan garis Balik Selatan yang biasanya terjadi pada bulan Oktober Hingga April.

2. Berdasarkan Ukuran Butiran

Untuk jenis ini, terdapat beberapa macam. Berikut diantaranya :

  • Hujan gerimis. Hujan ini memiliki butiran dengan diameter kurang dari 0,5 mm.
  • Hujan salju. Hujan berupa kristal es dengan suhu dibawah 0derajat celcius.
  • Hujan batu es. Hujan yang turun berupa bebatuan es dengan suhu di bawah 0 derajat celcius dan diameter sekitar 7mm.

3. Berdasarkan Perkiraan BMKG

Terdapat 3 macam dari jenis hujan yang berdasarkan perkiraan BMKG, yaitu :

  • Hujan sedang. Hujan yang turun dengan diameter 20-5- mm per hari.
  • Hujan lebat. Hujan dengan diameter 50-100 mm per hari
  • Hujan sangat lebat. Hujan dengan diameter di atas 100 mm per hari.

Proses Terjadinya Hujan

Setelah mempelajari pengertian dan jenis hujan di atas, saatnya sekarang kita bahas tentang proses terjadinya hujan, baik itu proses terjadinya hujan sedang ataupun proses terjadinya hujan lebat.

Turunnya hujan ke permukaan bumi memerlukan beberapa proses. Inilah, 5 proses terjadinya hujan yang perlu kamu ketahui!

  1. Matahari menyinari bumi. Dari proses penyinaran matahari ini akhirnya terjadilah proses evaporasi atau penguapan di laut, danau, samudera, dan sumber air lainnya yang akhirnya menimbulkan uap-uap air.
  2. Uap-uap air yang tercipta kemudian naik hingga ketinggian tertentu dan mengalami peristiwa kondensasi, yaitu sebuah peristiwa alam yang disebabkan karena adanya suhu uap air yang lebih rendah daripada titik embun uap air.
  3. Uap-uap air yang terbentuk tersebut kemudian membentuk awan, lalu angin yang datang akan membawa butir-butir air.
  4. Butir-butir air tersebut lalu menggabungkan diri bersama awan yang disebut dengan proses koalensi, dan akan membesar disebabkan karena adanya turbulensi udara. Dibantu oleh gaya gravitasi bumi, akhirnya butir-butir air tersebut jatuh ke permukaan bumi.
  5. Saat butir-butir air tersebut jatuh ke permukaan bumi akan melewati lapisan yang lebih hangat, sehingga mengakibatkan butiran air tersebut kembali menguap ke atas dan sebagian lainnya jatuh ke permukaan bumi yang kita sebut dengan hujan.

Itulah 5 proses terjadinya hujan yang perlu kamu ketahui.

Manfaat Hujan

Selain mempelajari pengertian, jenis, dan proses terjadinya hujan, sebaiknya kamu juga perlu mempelajari, apa saja, sih, manfaat hujan?

  • Menyehatkan rambut
  • Hujan yang turun mengandung H2o2 (hidorgen peroksida)
  • Mengandung Nitrogen
  • Dapat menghilangkan racun dalam tubuh
  • Dapat menghilangkan bau amis atau anyir.

Hujan merupakan anugerah Tuhan yang perlu kita syukuri bersama. Selain mengetahui pengertian, jenis, manfaat dan proses terjadinya hujan, semoga kita semua bisa tetap menjaga kelestarian alam, salah satunya dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan, ya. Agar alam kita terjaga kelestariannya dan tidak terjadi bencana alam yang tak diinginkan.

Itulah tadi penjelasan ringkas tentang proses terjadinya hujan. Semoga penjelasan ini cukup membuatmu nyaman dalam belajar dan semakin mudah dalam memahami materi, ya. Selamat belajar, generasi cerdas!

Baca juga :
1. 9 Ciri-Ciri Makhluk Hidup Paling Lengkap
2. Fotosintesis : Pengertian, Rumus, dan Unsur Pendukungnya