Cerdikawan, kamu pasti sudah mengenal tabel periodik! Itu lho tabel yang memuat unsur-unsur kimia yang ada di alam dan buatan secara lengkap. Dengan tabel ini, biasanya kita dapat membandingkan sifat setiap unsur dengan lainnya. Sifat unsur tersebut, di antaranya jari-jari atom, keelektronegatifan, afinitas elektron, dan titik didih.

Materi yang mempelajari sifat unsur berdasarkan letaknya pada tabel periodik tersebut termasuk pelajaran awal Kimia di kelas 10. Penting kamu pahami karena merupakan dasar dan berhubungan dengan pelajaran selanjutnya.

So, untuk mempersingkat kata dan waktu, yuk perhatikan uraian dan penjelasan tentang afinitas elektron dari PinterKelas!

Pengertian Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah energi yang dibebaskan atau diserap oleh sebuah atom berwujud gas. Energi tersebut diperoleh saat atom menerima elektron.

Dalam ilmu kimia afinitas elektron mempunyai satuan KJ/mol atau KJ.mol-1 sesuai dengan satuan energi pada umumnya.

Penyerapan dan pelepasan energi ini ditandai dengan negatif. Artinya semakin negatif nilai afinitas yang dimiliki oleh sebuah unsur atau atom, makin besar kecenderungannya menyerap energi. Begitu pula sebaliknya.

Untuk hal ini berlaku kebalikan dari prinsip dasar matematika. Jika dalam matematika nilai -7 lebih kecil dari -2, untuk afinitas -7 lebih negatif dibandingkan -2 sehingga lebih cenderung menyerap energi. Afinitas nilai -7 lebih besar dibandingkan -2.

Afinitas Elektron dalam Tabel Periodik

Dalam kalimat pembuka di atas telah disebutkan bahwa sifat-sifat atom berhubungan dengan letaknya pada tabel periodik. Begitu pula dengan sifat yang menyatakan energi yang dibebaskan atau diserap.

Perhatikan tabel periodik berikut!

afinitas elektron

Pada dasarnya energi yang diserap atau dilepaskan oleh unsur dalam tabel periodik bervariasi. Namun, secara keseluruhan, para ahli kimia dapat menyimpulkan bahwa:

  • Dalam satu golongan (yang ditunjukkan oleh tabel dari atas ke bawah dalam satu kolom), afinitas cenderung berkurang.
    Sebagai contoh, kamu dapat melihat unsur golongan IA.
    Unsur tersebut dari atas ke bawah, yaitu H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr
    Afinitas elektron unsur tersebut H  Li  Na  K  Rb  Cs  fr
  • Dalam satu satu periode (yang ditunjukkan oleh tabel dari kiri ke kanan dalam satu baris) afinitas cenderung bertambah.
    Kamu dapat menjelaskan pernyatan tersebut dengab melihat unsur periode 2.
    Secara urut dari kiri ke kanan, unsur periode 2 yaitu Li, Be, B, C, N, O, F, Ne
    Afinitas elektron unsur tersebut jika digambarkan menjadi Li  Be  B C  N  O  F  Ne
  • Semua unsur golongan utama (yang ditunjukkan oleh tabel besar) mempunyai afinitas bertanda negatif, kecuali unsur alkali tanah (golongan II A) dan gas mulia (golongan VIII A).

Di bawah ini tabel energi yang diserap atau dilepaskan oleh unsur golongan utama tabel periodik.

afinitas elektron

Tabel di atas menunjukkan besar afinitas elektron unsur golongan utama pada tabel periodik.

Kamu dapat melihat bahwa afinitas H pada golongan IA lebih besar dibandingkan lainnya. Begitu pula dengan afinitas Ne pada periode 2.

Perhatikan pula bahwa golongan IIA dan VIII A mempunyai nilai afinitas positif. Sementara golongan VIIA atau halogen mempunyai afinitas elektron lebih besar dibandingkan golongan lain karena golongan ini paling mudah menerima atau menangkap elektron. Chlor atau Cl merupakan unsur yang mempunyai nilai afinitas paling besar, yaitu – 349.

Pengaruh Jari-Jari Atom terhadap Afinitas Elektron

Dalam sifat-sifat unsur yang dapat dibaca pada tabel periodik, jari-jari atom mempunyai sedikit perbedaan dibandingkan lain.

Pola jari-jari atom bertentangan sendiri, yaitu:

  • Unsur-unsur yang berada dalam satu golongan, dari atas ke bawah mempunya jari-jari atom semakin besar.
  • Unsur-unsur yang berada dalam satu periode, dari kiri ke kanan, mempunyai jari-jari atom yang semakin kecil.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa unsur yang memliki jari-jari atom lebih besar mempunyai afinitas elektron lebih kecil.  Besarnya unsur atau ketebalannya membuat unsur tersebut menjadi lebih sulit melepas dan atau menerima energi.

Ibaratnya, elektron pada unsur harus menembus dinding yang tebal agar bisa menerima dan menyerap energi. Golongan IA paling bawah atau unsur Fr jarang kamu temui di alam dalam bentuk molekul atau senyawa. Unsur ini sulit berikatan.

Jenis Afinitas Elektron

Jensi penyerapan dan pelepasan energi pada atom gas, terbagi menjadi dua, yaitu afinitas pada unsur logan dan non logam.

Pembagian ini didasarkan pada pengertian bahwa afinitas terjadi pada unsur dalam bentuk gas. Unsur logam dan non logam mempunyai afinitas dengan keterangan yang berbeda.

Penjelasannya dapat kamu pahami sebagai berikut.

Afinitas Elektron Logam

Reaksi yang terjadi pada unsur yang mengandung logam adalah reaksi endoterm atau melepaskan energi.

Logam sangat sedikit kemungkinannya untuk menyerap energi karena jari-jari atomnya lebih besar dan intinya juga tidak memiliki tarikan yang kuat terhadap elektron valensi atau elektron terluarnya.

Contoh beberapa logam yang memiliki afinitas rendah dituliskan berikut.

Lithium (Li) : 60 KJ /mol
Natrium (Na) : 53 KJ /mol
Kalium (K) : 48 KJ/ mol
Rubidium (Rb) : 47 KJ /mol
Cesium (Cs) : 46 KJ /mol

Afinitas Elektron Non Logam

Reaksi unsur-unsur non loga umumnya adalah proses eksoterms karena menerima energi dari ligkungan luar dan menerima elektron.

Akibatnya, afinitas unsur-unsur non logam lebih reaktif alias selalu bernilai negatif. Unsur non logam mengandung ion negatif atau anion.

Jari-jari atom non loga lebih kecil sehingga elektron jaraknya lebih dekat ke inti. Hal ini menyebabkan gaya tarik elektron ke inti lebih besar. elektron dan ion tidak mudah dilepaskan.

Contoh afinitas non logam digambarkan oleh unsur berikut.

Fluor (F) : -328 kJ/ mol
Klorin (Cl) : -349 kJ/ mol
Brom (Br) : -324 kJ /mol
Yodium (I) : -295 kJ /mol

Contoh Soal tentang Afinitas Elektron

Sebelum PinterKelas mengakhir pembahasan tentang afinitas elektron, perhatikan beberapa contoh soal di bawah ini!

Contoh soal 1

Energi ionisasi golongan IA sangat ekcil dan afinitas elektron golongan VII A sangat negatif. Apakah unsur ini dapat tergolong stabil atau reaktif?

Pembahasan

Kedua golongan mempunyai unsur yang stabil dan reaktif. Golongan IA dikatakan reaktif karena mudah melepaskan elektron dan golongan VII A sebaliknya.

Ketika keduanya sudah saling menerima dan melepaskan elektron, maka unsur menjadi lebih stabil.

Contoh soal 2

Diketahui konfigurasi elektron beberapa unsur sebagai berikut.
A = 2 7
B = 2 8
C = 2 8 8 7
D = 2 8 8 1
Tuliskan urutan unsur dari yang mempunyai afinitas terkecil

Pembahasan

Kamu dapat mengetahui kemudahan unsur dalam menyerap dan melepas energi berdasarkan golongan dan peridodenya. Oleh karea itu, unsur di atas harus ditentukan terlebih dahulu periode dan golongannya.

A = 2 7 = 2 2 5 = Golongan VA dan periode 2
B = 2 8 -= 2 2 6 = Golongan VIA dan periode 2
C = 2 8 8 7 = 2 2 6 2 6 2 5 = Golongan VB dan periode 3
D = 2 8 8 1 = 2 2 6 2 6 1 = Golongan 1 A dan periode 3

Berdasarkan hal tersebut, usnur yang berada di golongan IA mempunyai afinitas paling kecil dan unsur yang berada pada golongan VI A mempunyai afinitas paling besar.

Jadi, afinitas ecara berurutan dari yang paling kecila dalah D, C, B, A.

So, sekian Cedikawan pembahasan tentang afinitas elektron! Sampai jumpa kembali dengan Pinter Kelas dengan pembahasan lainnya!

Author

A good story captivates. It moves. It inspires action.