Cerdikawan, kamu tentu mengenal apa yang dimaksud dengan panjang. Panjang adalah jarak antara dua tempat atau dua titik yang berbeda jika ditarik garis lurus dalam satuan tertentu. Di sekolah dasar kamu mengenal alat ukur panjang yang disebut penggaris atau mistar dan meteran! Satuan terkecil dari kedua alat ini mm.

Tahukah kamu jika alat ukur ini tidak hanya penggaris dan meteran? Di sekolah lanjutan kamu akan mengenal beberapa di antaranya. Tidak hanya mengukur panjang benda yang beraturan, tetapi juga benda yang berbentuk lingkaran dan tidak beraturan.

Apa sajakah alat ukur panjang yang dimaksud? Perhatikan sajian Pinter Kelas kali ini!

Alat Ukur Panjang Baku

Sebelum Cerdikawan mempelajari lebih jauh tentang alat ukur panjang, dalam fisika dikenal dua jenis alat ukur, yaitu manual dan digital.

Alat ukur manual adalah alat ukur yang menggunakan indera dalam perhitungan dan pembacaan. Sementara alat ukur digital biasanya sudah tidak memerlukan perhitungan atau pembacaan manusia lagi. Alat ukur digital secara otomatis sudah menunjukkan nilai yang diukur dan satuannya.

Pada prinsipnya, semua alat ukur panjang sama. Yang membedakan adalah ketelitiannya.

Dalam pelajaran fisika, alat ukur ini harus menghasilkan nilai yang sama di mana saja.

Depa, jengkal, atau kaki juga dapat dianggap sebagai alat ukur untuk menghitung panjang. Namun, setiap orang mempunyai langkah dan jengkal yang berbeda. Akibatnya, alat ini tidak dapat dijadikan patokan. Ini disebut sebagai alat ukur panjang tidak baku.

Pinter Kelas akan membahas alat ukur panjang baku.

Alat Ukur Panjang Mistar

Mistar berasal dari bahasa Arab. Dalam bahasa Indonesia mistar sama dengan penggaris. Keduanya menunjukkan benda yang sama.

Penggaris dapat terbuat dari besi, kayu, atau plastik. Bentuknya juga bermacam seperti lurus, segitiga, dan melengkung.

Selain untuk mengukur panjang, penggaris digunakan juga untuk menggambar garis lurus dan lengkung.

Ketelitian penggaris mencapai 0,1 cm atau 1 mm.

Untuk mengukur menggunakan penggaris kamu harus meletakkan posisi mata tepat pada garis yang tegak lurus dengan mistar. Garis tersebut ditarik dari titik yang diukur.

  • Letakkan benda sejajar mistar
  • Salah satu ujung benda harus menunjuk pada angka 0
  • Ujung lain diperhatikan sebagai panjang benda
  • Pada gambar di atas, panjang benda = 6 cm + 3 mm = 6 cm + 0,3 cm = 6,3 cm

Alat Ukur Panjang Meteran

Meteran mempunyai ketelitian yang sama denga mistar atau penggaris. Hanya saja meteran dapat mengukur benda dengan panjang hingga lebih dari 5 meter.

alat ukur panjang
ala

Alat Ukur Panjang Jangka Sorong

Jangka sorong hanya dimiliki oleh orang dengan kebutuhan tertentu. Alat ukur yang satu ini memiliki ketelitian hingga mencapai 0,1 mm.

Perhatikan gambar bagian jangka sorong di bawah ini!

alat ukur panjang

Secara umum, jangka sorong terdiri dari dua bagian utama, yaitu rahang tetap dan rahang sorong.

Pada rahang tetap terdapat sekala utama, sedangkan apda rahang sorong atau geser terdapat skala nonius. Skala utama memiliki satuan cm dan mm. Skala nonius memiliki panjang 9mm yang dibagi menjadi 10 skala.

Jangka sorong dapat digunakan untuk:

  • Mengukur panjang suatu benda dari sisi luar dengan cara mengapit sisi benda
  • Mengukur panjang sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang seperti pada pipa atau paralon, dengan cara diulur.
  • Mengukur panjang kedalamanan celah atau lubang pada suatu benda. Cara mengukurnya adalah dengan menancapkan atau menusukkan bagian pengukur ke benda.

Saat ini sudah ada jangka sorong digital yang dapat lebih mudah dibaca. Namun, kamu tetap harus tahu cara mengukurnya. Jangka sorong digital masih jarang ditemui dan lebih cepat rusak.

alat ukur panjang
  • Perhatikan angka yang ditunjukkan oleh skala utama di mana angka 0 skala nonius berada. Pada gambar di atas, skala utama menunjukkan angka 2,4 cm
  • Perhatikan skala nonius yang berimpit dengan skala utama. Pada gambar di atas, skala berimpit di angka 7, sehingga skala nonius dibaca 0,07 cm.
  • Hasil pengukuran diperoleh dengan menjumlahkan pembacaan skala utama dan skala nonius. Pengukuran = 2,4 + 0,07 = 2,47 cm.

Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup merupakan alat ukur lain yang keteletiannya mencapai 0,01 mm atau 0,001 cm.

alat ukur panjang

Pada awalnya, alat ini digunakan untuk mengukur jarak sudut antar bintang-bintang dan ukuran benda dari luar angkasa yang diamati melalui teelskop. Namun, saat ini mikrometer sekrup banyak ketebalan benda kecil, seperti ketebalan kertas dan diamater kawat.

Mikrometer mempunyai dua bagian utama. Yang pertama adalah selubung atau poros tetap yang di bagian permukaannya terdapat skala utama. Yang kedua adalan poros ulir yang dapat diputar. Di bagian ini terdapat skala nonius.

Cara membaca mikrometer sekrup, ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

alat ukur panjang
  • Perhatikan skala utama. Pada gambar, skala utama menunjukkan angka 13,5 mm
  • Perhatikan skala nonius yang berimpit dengan garis mendatar skala utama. Skala nonius menunjukkan angka 17, yang berarti 0,17 mm
  • Hasil akhir diperoleh dengan menambahkan angka pada skala utama dan skala nonius Panjang benda = 13,5 mm + 0,17 mm = 13,67 mm

Contoh Soal

Di atas kamu sudah mengenal 4 alat ukur panjang yang paling banyak digunakan. Dalam pemakaiannya, alat ukur tersebut harus dibaca dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan, khususnya jangka sorong dan mikrometer sekrup yang mempunyai skala sangat kecil.

Agar kamu dapat lebih memahami tentang alat ukur panjang, dapatkah kamu menjawb beberapa soal di bawah ini!

  1. Apa alat ukur yang digunakan untuk mengukur lingkar badan seseorang?
  2. Perhatikan 3 gambar di bawah ini! Catatlah hasil pembacaan yang ditunjukkan masing-masing gambar!
alat ukur panjang
alat ukur panjang

Dapatkah kamu mengerjakan sendiri soal di atas! Cari tahulah caranya jika diketahui jawaban nomor 1 adalah meteran baju. Sementara untuk nomor 2, penggaris menunjukkan angka 3,45 cm, jangka sorong menunjukkan angka 2,29 cm, dan mikrometer sekrup menunjukkan angka 4,8 mm.

Agar kamu lebih paham lagi, selain soal di atas kerjakanlah beberapa soal yanga da di buku paketmu! Dengan pembiasaan, kemahiran kamu dalam mengerjakan soal akan bertambah.

Di zaman yang serba modern ini, semua alat ukur di atas dapat kamu temui dalam bentuk digital. Kamu tidak perlu repot membacanya karena hasil pengukuran langsung tertera!

Meski demikian, kamu tetap harus bisa membaca alat ukur panjang secara manual lho! Ini merupakan keterampilan dasar. Apalagi jika kamu kelak ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan jurusan IPA. Semoga bermanfaat!

Author

A good story captivates. It moves. It inspires action.