Hai Sobat PinterKelas! Kamu sudah tahu dong ketika pada masa pembentukan dasar negara, dibentuk sebuah panitia kecil. Panitia itu disebut dengan panitia sembilan. Panitia kecil ini dibentuk secara khusus untuk membahas undang-undang. Dan kita akan membahas siapa saja anggota panitia sembilan itu.

anggota panitia sembilan
masukuniversitas.com

Panitia sembilan dibentuk setelah dilaksanakan sidang BPUPKI pertama. Agenda sidang ini untuk membentuk dasar negara. Karena ada beberapa usulan rumusan dan perlu dikaji lebih dalam, diputuskan untuk membentuk panitia kecil. Dan anggota panitia sembilan itu memiliki kapasitas untuk melakukannya.

Penasaran dengan anggota panitia sembilan? Nah, selain disebutkan anggotanya, akan dijelaskan pula mengapa kepanitiaan ini harus dibentuk. Jadi kamu harus stay tune ya!

Pengertian Panitia Sembilan

Sudahkah kamu tahu mengenai definisi panitia sembilan? Panitia sembilan adalah kepanitiaan yang dibentuk setelah berlangsungnya sidang BPUPKI I. Sidang I memiliki agenda untuk merumuskan dasar negara.

Panitia sembilan dibentuk pada tanggal 1 Juni 1945 oleh BPUPKI dengan anggota sembilan orang, sesuai dengan namanya. Peran panitia ini sangat vital lho! Tanpa dedikasi mereka, Indonesia belum tentu bisa memiliki dasar negara Pancasila yang luar biasa ini.

Sebelumnya, terdapat 3 usulan dasar negara. Yakni dari Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Mr. Achmad Subarjo. Karena usulan itu sulit ditentukan dalam ruang sidang besar, alhasil dilakukan pendelegasian untuk menuntaskan tugas.

Kemudian, dasar negara diserahkan kepada bersembilan ini. Setelah tugas tuntas, barulah sidang II dilaksanakan.

Anggota Panitia Kecil Sembilan

Panitia ini disebut pula panitia kecil. Dari total 76 anggota BPUPKI, dipilih 9 orang untuk menuntaskan tugas. Tidak heran bila disebut dengan panitia kecil karena dipecah dari 76 orang.

Panitia sembilan diketuai oleh Ir. Soekarno. Sedangkan rincian anggotanya ada pada daftar di bawah ini.

  1. Ir. Soekarno (Ketua)
  2. Drs. Mohammad Hatta (Wakil Ketua)
  3. Mr. Achmad Soebarjo (Anggota)
  4. Mr. Mohammad Yamin (Anggota)
  5. KH. Wachid Hasyim (Anggota)
  6. H. Agus Salim (Anggota)
  7. Abikoesno Tjokrosoejoso (Anggota)
  8. Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)
  9. Mr. Alexander Andries Maramis (Anggota)

Itulah anggota resmi dari panitia sembilan. Mengenai uraian profil, akan dijelaskan di bawah nanti. Yang jelas, sembilan orang itu bekerja sama untuk mendiskusikan poin penting mana yang tepat untuk dibuat dasar negara.

Sebab, dasar negara bukan perkara sepele. Negara akan berjalan dari dasar negara yang dibentuk oleh panitia kecil ini. Untuk itulah dipilih sembilan orang paling kompeten di bidang ini untuk membentuk dasar negara yang paten.

Tugas Panitia Sembilan

Ada tugas yang harus diemban oleh panitia sembilan, antara lain:

  • Bertanggung jawab atas pembentukan dasar negara untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
  • Membahas dan merumuskan dasar negara dengan mempertimbangkan usul tiap-tiap anggota
  • Menampung aspirasi dari berbagai tokoh untuk dipertimbangkan sebagai bagian dari dasar negara
  • Menyusun naskah dasar negara paling paten yang harus segera ditentukan demi mempersiapkan kemerdekaan. Naskah ini kemudian disebut dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter).

Isi Piagam Jakarta

Pancasila dulu disebut dengan Piagam Jakarta. Nah, isi dari piagam itu yakni:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk – pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Ini adalah naskah awal dari Pancasila. Kemudian atas berbagai pertimbangan, sila pertama diubah dengan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’. Hal ini untuk merefleksikan Indonesia yang bhineka.

Indonesia bukan saja menjadi negara orang Islam, melainkan bagi semua pemeluk agama yang diakui. Kemudian naskah ini diresmikan sebagai dasar negara dan dicantumkan pada pembukan UUD 1945 pada 1 Juli 1945.

Uraian Anggota Panitia Sembilan

Pasti kamu penasaran dong mengenai siapa saja sih anggota panitia ini. Lalu kamu ingin agar anggota panitia sembilan uraiannya dibahas. Tak perlu khawatir, langsung saja menyimak di bawah ini:

1. Ir. Soekarno

Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur tanggal 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta 21 Juni 1970 pada usia 69 tahun. Beliau adalah presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat sejak periode 1945-1967. Beliau menjabat sebagai ketua di kepanitian ini.

2. Drs. Mohammad Hatta

Drs. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902 dan meninggal pada 14 Maret 1980 pada usia 77 tahun. Beliau adalah tokoh pejuang, ekonom, negarawan, dan wakil presiden pertama.

3. Mr. Achmad Soebarjo

Mr. Raden Achmad Soebarjo Djojodisoerjo lahir di Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1896 dan meninggal pada 15 Desember 1978 pada usia 82 tahun. Beliau adalah tokoh perjuangan, diplomat, dan pahlawan nasional. Beliau menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama.

4. Mr. Mohammad Yamin

Prof. Mr. Mohammad Yamin S.H lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat pada tanggal 24 Agustus 1903 dan meninggal pada 17 Oktober 1962 pada usia 59 tahun. Beliau adalah sastrawan, budayawan, sejarawan, politikus, ahli hukum, dan pahlawan nasional Indonesia.

5. H. Agus Salim

H. Agus Salim lahir di Koto Gadang Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884 dan meninggal pada 4 November 1954 pada usia 70 tahun. Beliau adalah pejuang kemerdekaan dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

6. K.H Wahid Hasyim

K.H Abdul Wahid Hasjim lahir di Jombang Jawa Timur pada 1 Juni 1914 dan meninggal di Cimahi tanggal 19 April 1953 pada usia 38 tahun. Beliau adalah pahlawan nasional dan menjabat sebagai menteri negara pada kabinet pertama di Indonesia. Beliau adalah putra dari KH. Mohammad Hasyim Asyari pendiri NU dan merupakan pahlawan nasional.

7. Abdoel Kahar Moezakir

Prof. KH. Abdoel Kahar Moezakir adalah Rektor Magnificus yang dipilih oleh Universitas Islam Indonesia untuk pertama kalinya dengan nama STI. Beliau menjabat sebagai rector selama 2 periode. Beliau merupakan salah satu tokoh Islam yang menjadi anggota BPUPKI.

8. Abikoesno Tjokrosoejoso

Abikoesno Tjokrosoejoso lahir di Karanganyar, Kebumen pada tahun 1897 dan meninggal pada tahun 1968. Beliau merupakan salah salah satu Bapak Pendiri Kemerdekaan Indonesia yang ikut menandatangani konstitusi. Beliau menjabat sebagai Menteri Perhubungan pada kabinet pertama. Selain itu, beliau menjadi tokoh kunci dalam Masyumi.

9. Mr. Alexander Andries Maramis

Mr. Alexander Andries Maramis lahir di Manado pada tanggal 20 Juni 1897 dan meninggal pada tahun 1977 pada usia 80 tahun. Beliau adalah pejuang kemerdekaan dan pernah menjadi anggota KNIP. Beliau menjabat sebagai Menteri Keuangan pada kabinet pertama Indonesia.

Itulah penjelasan lengkap seputar anggota panitia sembilan. Sekarang kamu sudah paham mengenai alasan dibentuknya panitia ini. Jadi ketika ada pertanyaan seputar panitia sembilan, kamu harus bisa menjawab ya!

Baca juga :
1. Informasi Sidang BPUPKI yang Paling Penting!
2. Sejarah Pancasila Singkat dan Lengkap

Author