Hai, Cerdikawan? Kalian pasti pernah ya dihadapkan dengan suatu konflik atau situasi di tengah konflik. Penyelesaian dari beragam konflik disebut dengan akomodasi lho. Lalu apa sih arti akomodasi sebenarnya? Selain arti akomodasi, apa ya karakteristik dari akomodasi? Lalu bagaimana bentuk kita dapat mengetahui bentuk dan contoh akomodasi? Nah kali ini PinterKelas akan bahas semua! Arti akomodasi, tujuan, karakteristik, bentuk dan contoh kasus! Untuk itu, yuk disimak terlebih dahulu arti akomodasi berikut ini!

Apa Itu Akomodasi?

Arti akomodasi adalah suatu bentuk upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah atau memecahkan suatu konflik yang terjadi di antara dua pihak atau lebih. Artinya akomodasi adalah salah satu hubungan asosiatif dan juga bentuk dari interaksi sosial. Tujuan dari adanya upaya akomodasi adalah untuk dapat mencapai mufakat dengan kondisi yang lebih kondusif. Selain dari pengertian tersebut, beberapa pendapat lain mengatakan arti akomodasi adalah sebuah langkah dalam penyelesaian masalah antara beberapa pihak tanpa memihak dengan salah satu di antara pihak-pihak yang terlibat. Dengan upaya akomodasi ini, maka diharapkan semua pihak yang terkait dengan konflik atau masalah akan mendapat kesepakatan yang saling menguntungkan satu sama lainnya (win-win solution).

Istilah akomodasi merupakan istilah yang sering dipakai para sosiolog dalam mendeskripsikan suatu kondisi dimana suatu individu maupun kelompok yang sedang bertikai atau berkonflik menyelesaikan hubungan mereka sehingga masalah yang timbul dapat diatasi.

Selain oleh para sosiolog, istilah akomodasi sering kali juga digunakan dalam istilah di beberapa bidang lainnya. Misalnya dalam bidang psikologi, pariwisata, dan kesehatan.

Selain pada bidang sosiologi, berikut merupakan istilah akomodasi dan penerapannya beberapa bidang:

a. Bidang Psikologi, istilah akomodasi erat hungannya dengan penyesuaian pola perilaku manusia.

b. Bidang Pariwisata, istilah akomodasi berkaitan dengan benefit atau keuntungan yang diperoleh dalam aspek fasilitas untuk penginapan bagi orang sedang berpergian, contohnya hotel, vila, losmen, motel, dan lain-lain.

c. Bidang Kesehatan, istilah akomodasi berhubungan dengan kemampuan penyesuaian mata untuk melihat atau memfokuskan penglihatan.

arti akomodasi
foto oleh Thomas Drouault @ unsplash.com

Tujuan Akomodasi

Jika merunut dari penjelasan secara general, akomodasi memiliki tujuan utama sebagai langkah penyelesaian atas terjadinya suatu pemrasalahan atau bentuk penekanan munculnya masalah yang semakin kompleks terhadap suatu konflik. Dalam beberapa kasus, masalah yang dihadapai terlampau sulit untuk menemukan jalan keluar. Sehingga diperlukan adanya pihak ketiga sebagai penengah, sering kali pihak ketiga inilah yang menjadi perantara dan melakukan akomodasi.

Adapun sebagai berikut beberapa tujuan dari dilakukannya upaya akomodasi:

a. Mencegah munculnya permasalahan yang semakin rumit dalam terjadinya suatu konflik antar individu atau kelompok, yang diakibatkan oleh adanya perbedaan pendapat satu sama lain.

b. Meminimalisasi akan potensi terjadinya konflik yang semakin berlarut akibat tidak menemukan titik terang yang bisa mengakibatkan perpecahan.

c. Memungkinkan terwujudnya sebuah kerjasama antara beberapa kelompok sosial yang hidup secara terpisah karena perbedaan budaya dan faktor sosial.

d. Menciptakan perdamaian dengan cara menyatukan antara kelompok-kelompok sosial dengan latar belakang yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama.

e. Mencari jalan keluar dalam sebuah konflik atau permasalahan tanpa merugikan sebelah pihak. Jalan tengah (win-win solution).

Karakteristik Akomodasi

Akomodasi umumnya diawali dengan upaya mengurangi berbagai sumber masalah oleh pihak-pihak yang sedang bertikai, sehingga masalah bisa teratasi dengan segara. Beberapa dari karakteristik akomodasi yaitu sebagai berikut ini:

  1. Kebutuhan akan akomodasi itu terjadi karena adanya masalah (konflik) atau pertentangan.
  2. Akomodasi merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus (berkesinambungan).
  3. Akomodasi merupakan perpaduan atara cinta dan kebencian.
  4. Akomodasi bersifat universal.
arti akomodasi
foto oleh Cytonn Photography @ unsplash.com

Bentuk-Bentuk Akomodasi

Kompromi (Compromise)

Kompromi atau compromise merupakan bentuk akomodasi yang dilakukan ketika ada permasalahan muncul, musyawarah dilakukan sebagai bentuk penyelesaian masalah. Tujuan dilakukan kompromi adalah untuk mengurangi tuntutan dari semua pihak agar dapat diselesaikan sesegera mungkin. Kompromi merupakan proses akomodasi yang menjadikan seluruh pihak yang berseteru saling mengurangi tuntutan atau ekspektasi masing-masing sehingga sumber ketegangan dapat mereda agar masalah atau konflik dapat segera terselesaikan.

Contoh kasus: Kompromi antara menteri A dari partai politik X dengan menteri B dari partai politik Y dalam pembagian tugas dan kewajiban di kabinet kerja, sesuai dengan perolehan suara yang diperoleh dari masing-masing partai politiknya.

Konsiliasi (Conciliation)

Konsiliasi merupakan bentuk akomodasi yang dilakukan ketika pihak-pihak yang memiliki konflik tersebut mengadakan sebuat rapat khusus untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang terjadi agar permasalahan dapat segera terselesaikan.

Contoh kasus: Pada sebuah organisasi di kampus ada perbedaan pendapat yang memunculkan perpecahan kubu yang berbeda sesuai dengan pendapat masing-masing. Untuk dapat menyelesaikan masalah perbedaan argumen atau pendapat tersebut, diadakan pertemuan besar yang melibatkan seluruh anggota organisasi tersebut. Sehingga dapat dikomunikasikan segala bentuk ketidaksesuaian yang dimiliki oleh berbagai kubu.

Stalemate

Stalemate merupakan bentuk akomodasi yang terjadi ketika keadaan membaik dengan sendirinya karena pihak-pihak yang terkait menyadari adanya kesamaan pada kekuatan atau posisi. Hal ini dapat terjadi dengan adanya kesadaran diri, lalu mempertimbangkan efek dari konflik yang akan mereka tanggung jika terus saja berlangsung. Misalnya, efek perpecahan yang tidak diinginkan, efek peperangan antarpihak, dll.

Contoh kasus: Perang dingin pada masa lalu yang terjadi di antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet.

Coercion

Coercion merupakan bentuk akomodasi yang dilakukan atas dasar paksaan atau penyelesaian konflik yang didominasi dari sebelah pihak saja. Hal ini dapat terjadi, karena alasan salah satu pihak yang terkait dengan konflik tidak memiliki kekuatan atau kedudukan atau posisi untuk dapat membela diri. Jadi, penyelesaian masalah telah ditentukan dengan tidak seimbang oleh sebelah pihak tanpa diijinkan adanya satu pun interupsi. Biasanya coercion ini terjadi karena konflik yang dilatarbelakangi pihak-pihak yang memiliki status sosial dan kekuasaan yang berbeda.

Contoh kasus: Pembatalan kontrak yang dilakukan oleh artis, karena adanya pelanggaran hak pekerja seni yang dilakukan oleh sebuah agensi terhadap artis di bawah naungan agensi tersebut (perusahaannya). Namun proses hukumnya terhalang oleh kontrak yang lebih merugikan pihak artis.

penjelasan mengenai akomodasi

Arbitrasi (Arbitration)

Arbitrasi atau arbitration merupakan bentuk akomodasi yang ketika pelaksanaannya menghadirkan pihak lain yang tidak terlibat dalam konflik sebagai pelerai perselisihan. Disebut juga dengan ‘pihak ketiga’ yang berperan sebagai penengah atau perantara dalam suatu konflik. Pihak ketiga tersebut dihadirkan atas persetujuan dari semua pihak yang memiliki konflik sehingga mereka dapat melakukan langkah-langkah penyelesaian.

Contoh kasus: Adanya perselisihan di antara anggota OSIS M dengan anggota OSIS X di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Ketua osis yang ditunjuk oleh semua anggota osis untuk dapat menengahi kedua belah pihak. Ketua osis yang berperan ganda sebagai pemimpin oragnisasi dan sebagai pihak ketiga berhak memiliki suara dalam penyelesaiannya kare telah ditunjuk sebelumnya.

Toleransi (Tolerance)

Toleransi atau tolerance merupakan bentuk akomodasi yang ketika pelaksanaannya mengandalkan kesadaran diri dari salah satu pihak yang berselisih agar memiliki pengertian lebih atas situasi yang menimbulkan ketegangan tersebut. Toleransi dilakukan oleh sebelah pihak saja tanpa adanya persetujuan dari pihak yang lain. Bentuk akomodasi ini merupakan bentuk paling cepat untuk menghindari adanya perselisihan yang lebih besar.

Contoh kasus: Mengalah, tujuannya agar menghindari dari terlibat suatu konflik.

Ajudikasi

Ajudikasi merupaka bentuk akomodasi yang dilakukan melalui proses hukum dalam penyelesaian masalahnya. Biasanya bentuk akomodasi ini dilakukan jika semua pihak yang berselisih sudah tidak dapat menemukan cara dalam penyelesaian masalahnya.

Contoh kasus:  Menuntut oknum-oknum media dan orang-orang terkait yang menyebarluaskan berita palsu tanpa adanya double check ke pengadilan negara atas tuduhan cybercrime dan pencemaran nama baik.

Author