Halo Cerdikawan? Coba cek sekarang juga, kalian punya kulit tidak? Jawabannya 99,999999% pasti punya ya! Alasannya adalah karena kulit merupakan bagian pada tubuh yang paling penting perannya bagi manusia. Pasti seram sekali jika kita tidak memiliki kulit! Karena peran kulit sangat penting bagi manusia, kira-kira kalian sudah mengenal bagian kulit sejauh apa? Apa saja susunan yang terdapat pada bagian kulit kalian? Coba sebutkan fungsi yang dimiliki dari setiap bagian kulit! Nah, untuk menjawab semua pertanyaan dan perintah tersebut, kali ini PinterKelas mencoba merangkum pembahasan mengenai bagian kulit manusia. Yuk, disimak ya!

Fungsi Kulit

  • – Untuk memberi proteksi pada tubuh dari bermacam patogen atau organisme-organisme beracun serta penyebab infeksi
  • – Memberi perlindungan bagi struktur internal tubuh atas kerusakan mekanis misalnya trauma atau kerusakan yang disebabkan oleh sumber-sumber kurang terlihat. Misalnya pada bahaya sinar Ultra Violet.
  • – Sebagai penerima sinyal rangsangan sensorik dari unsur eksternal
  • – Membantu untuk menyimpan cairan tubuh agar terlindung dari bahaya dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh scara berlebihan
  • – Kulit sebagai pengatur suhu tubuh
  • – Kulit sebagai alat respirasi bagi tubuh
  • – Kulit sebagai media pembentukan vitamin D menggunakan bantuan daya sinar matahari pagi
  • – Kulit sebagai kontak pertama dalam panca indera untuk meraba
  • – Agen pembuangan cairan atau racun yang ada dalam tubuh lewat kelenjar keringat
  • – Kulit sebagai tempat untuk menimbun lemak tubuh agar tidak kedinginan saat suhu rendah
bagian kulit
sturktur anatomi bagian kulit. gambar oleh ruangbiologi.co.id

Struktur Lapisan Utama Kulit

Kulit manusia adalah lapisan terluar yang dimiliki oleh tubuh manusia. Berdasarkan stuktur anatomi, kulit manusia terbagi dari tiga lapisan yang paling utama. Berikut ini merupakan lapisan kulit manusia berdasarkan anatomi beserta penjelasannya:

Kulit Ari (Epidermis)

Kulit ari (epidermis) adalah lapisan paling dari kulit yang amat tipis. Manfaat kulit ari (epidermis) bagi manusia adalah sebagai pelindung tubuh dari berbagai zat kimia yang terdapat di luar tubuh, melindungi tubuh dari bahaya sinar UV (Ultra Violet), serta sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri. Kulit ari (epidermis) terdiri atas dua lapis lapisan, yakni lapisan tanduk (stratum kormeum) dan lapisan malpighi.

Berikut ini merupakan lapisan-lapisan kulit ari (epidermis) beserta penjelasannya:

Lapisan Tanduk (Stratum Kormeum)

Lapisan Tanduk (Stratum Kormeum) adalah lapisan epidermis yang paling luar dan merupakan lapisan mati yang mudah mengelupas. Lapisan tanduk tidak memiliki inti dan mengandung zat keratin. Lapisan ini akan selalu baru karena selalu terjadi pergantian pada lapisan ini. Ketika lapisan tanduk mengelupas, tidak akan terasa sakit ataupun menjadi luka karena pada lapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan saraf.

Berikut ini merupakan ciri-ciri lapisan tanduk:

– Lapisan terluar yang tersusun dari sel-sel mati

– Mudah mengelupas dan berganti dengan lapisan baru

– Tidak memiliki pembuluh darah dan saraf

Lapisan Malpighi

Lapisan malpighi adalah lapisan epidermis yang berada pada bagian bawah lapisan kulit tanduk. Pada lapisan malpighi ini terdiri dari beberapa sel hidup dan selalu membelah diri. Pada lapisan ini terdapat pembuluh kapiler yang berfungsi sebagai penyalur nutrisi. Sel hidup yang ada pada lapisan ini mengandung melanin.

Melanin merupakan pigmen yang memberi warna pada kulit dan memberi perlindungan pada sel kulit dari kerusakan yang diakibat sinar matahari. Cara kerja pigmen melanin pada kulit adalah apabila manusia terlalu banyak terpapar oleh sinar matahari, maka produksi melanin akan terus bertambah. Bertambahnya produksi melanin tersebut menyebabkan warna kulit yang menjadi semakin gelap. Selain pigmen melanin, terdapat pula pigmen keratin. Apabila keratin bergabung dengan melanin maka warna kulit akan cenderung nampak kekuningan. Lalu jika tidak memiliki pigmen pada kulitnya, maka orang tersebut memiliki kelainan pada kulit yang disebut dengan albino.

Berikut ini adalah ciri-ciri lapisan malpighi, yakni:

– Terdiri dari susunan sel-sel hidup

– Memiliki ujung saraf

– Memiliki pigmen yang berfungsi sebagai penentu warna kulit serta memberi perlindungan pada kulit dari paparan sinar matahari.

Struktur Lapisan Malpighi

Di permukaan lapisan epidermis, terdapat bagian pori-pori yang menjadi tempat terdapatnya kelenjar minyak dan tempat tumbuhnya rambut. Akan tetapi, terdapat pula lapisan epidermis yang tidak ditumbuhi rambut, yaitu pada permukaan kulit di telapak tangan serta telapak kaki. Lapisan epidermis yang terletak pada telapak tangan dan kaki ini memiliki empat lapisan.

Berikut ini merupakan susunan dari keempat lapisan malpighi yang terdapat pada telapak tangan dan kaki manusia:

animasi bagian kulit manusia

a. Stratum Korneum

Stratum korneum adalah lapisan kulit yang paling luar dari kulit telapak manusia. Lapisan ini adalah lapisan paling tebal yang terdapat pada telapak kaki. Namun pada kulit manusia, stratum korneum juga memiliki lapisan yang paling tipisnya yang terletak pada dahi, pipi dan pelupuk mata.

b. Stratum Granulosum

Stratum granulosum adalah lapisan yang terdiri dari dua atau empat lapisan sel yang disatukan oleh desmodom. Sel-sel tersebut mengandung granula keratohialin yang turut memengaruhi dalam pembentukan keratin pada lapisan atas epidermis.

c. Stratum Lusidum

Stratum lusidum adalah lapisan yang terdiri dari 2 sampai 3 lapisan sel yang tidak memiliki inti. Lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal yang terdapat pada telapak tangan dan tumit.

d. Stratum Germinalis

Stratum germinalis merupakan lapisan sel yang mengandung satu lapis sel piral yang aktif dalam membelah diri secara mitosis. Pembelahan diri secara mitosis ini dilakukan untuk menghasilkan sel-sel yang dapat dipindahkan ke dalam lapisan-lapisan atas epidermis lalu akan berakhir pada permukaan kulit.

Kulit Jangat (Dermis)

Kulit jangat atau dermis adalah lapisan kedua dari kulit. Lapisan membran basalis menjadi pembatas di antara dermis dengan epidermis. Dermis memiliki lapisan yang cenderung lebih tebal dari pada lapisan epidermis. Kulit jangat memiliki serabut elastis yang memungkinkan kulit agar dapat merenggang ketika manusia mengalami penambahan berat badan. Oleh sebab itu ketika manusia mengalami penurunan berat badan, dermis akan berubah menjadi bergelambir.

Berikut ini merupakan susunan dari lapisan kulit jangat atau dermis yang terdapat pada kulit manusia:

a. Pembuluh Kapiler

Pembuluh kapiler memeiliki fungsi sebagai media yang menghantarkan nutrisi atau zat-zat makanan yang dikonsumsi manusia ke bagian akar rambut dan sel kulit

b. Kelenjar Keringat (Glandula Sudorifera)

Kelenjar keringat letaknya tersebar di seluruh kulit mansuia dan memiliki fungsi sebagai penghasil keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit

c. Kelenjar Minyak (Grandula Sebaceae)

Kelenjar minyak ini mempunyai fungsi sebagai penghasil minyak agar kulit dan rambut tetap dalam keadaan lembab dan tidak kering atau mengerut (keriput)

d. Kelenjar Rambut

Kelenjar rambut ini mempunyai akar, batang rambut, serta kelenjar minyak rambut. Ketika manusia merasa kedinginan pada suhu yang rendah atau merasa ketakutan, rambut yang ada pada tubuh akan terangsang. Sehingga rambut-rambut tersebut akan berdiri tegap karena adanya rangsangan yang diterima oleh otot polos yang terletak di dekat akar rambut.

e. Susunan pada beberapa saraf: rasa nyeri, rasa panas, rasa dingin dan peraba

visualisasi bagian kulit manusia

Jaringan Ikat Bawah Kulit (Hipodermis)

Lapisan Hipodermis terletak tepat di bagain bawah lapisan dermis. Berbeda dengan epidermis dan dermis, di antara dermis dengan hipodermis tidak memiliki membran sebagai pembatas. Sebagai patokan untuk pembatasnya, adalah dengan terdapatnya sel lemak. Pada lapisan hipodermis ini terdapat banyak lemak. Fungsi lapisan lemak ini yaitu untuk melindungi tubuh dari benturan, sebagai sumber energi cadangan dan mempertahankan suhu panas pada tubuh.

Ciri-ciri Lapisan Hipodermis:

– Terdapat pembuluh darah

– Terdapat limfa

– Memiliki susunan saraf yang sejajar dengan permukaan kulit.

Author