Cerdikawan, dalam matematikan kamu mengenal banyak  jenis bilangan. Ternyata, di pelajaran Kimia juga ada lho jenis bilangan! Namanya, bilangan oksidasi. Tentu saja bilangan ini berhubungan dengan senyawa dan unsur. Dua hal yang dipelajari dalam ilmu Kimia.

Nah, untuk memahami materi bilangan oksidasi secara tuntas, Pinter Kelas akan menyajikannya dengan uraian singkat dan jelas. Kamu akan lebih mudah memahaminya.

Pengertian Bilangan Oksidasi

Di dalam Ilmu Kimia yang telah lewat, kamu mengenal berbagai macam reaksi hingga persamaannya.

Para ahli limia mempunyai nama sendiri untuk mendefinsikan jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi kimia yang terjadi, namanya bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi.

Tingkat oksidasi atau bilangan oksidasi adalah jumlah muatan elektron suatu unsur atau atom yang disumbangkan ketika membentuk molekul atau senyawa. Jumlah muatan tersebut dapat saja berupa jumlah elektron yang diterima atau dilepaskan.

Untuk mengetahui jumlah muatan yang berkontribusi seperti dalam pengertian, kamu harus mengetahui elektron valensi dari unsur atau atom. Kamu tentu sudah mengetahui caranya ketika mempelajari konfigurasi elektron.

Dalam reaksi reduksi dan oksidasi yang dikenal dengan singkatan reaksi redoks. Unsur yang melepaskan atom, bilangan oksidasinya akan menurun ketika membentuk senyawa. Kamu menyebutnya sebagai reaksi oksidasi. Kebalikannya, dikenal dengan reaksi reduksi. Hal ini akan kamu pelajari pada bagian lain materi Pinter Kelas.

Aturan Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi disingkat dengan biloks. Beberapa buku juga menuliskannya dengan b.o.

Setiap unsur atau molekul mempunyai nilai biloks yang bereda tergantung kelektronegatifannya. Ada unsur yang mempunyai nilai biloks 0, 1, -1, -2, dan seterusnya.

Kamu dapat mengetahui nilai biloks berdasarkan aturan berikut.

Unsur Bebas Mempunyai Biloks 0

Yang dimaksud unsur bebas adalah kimia dalam bentuk molekul atau atom. Atom biasanya dituliskan dengan satu huruf besar atau satu huruf besar diiringi satu huruf kecil. Kamu dapat mengetahui berbagai jenis atom alami dan buatan di dalam tabel periodik unsur. Atom tersebut, antara lain: H, P, S, C, Na, Ca, Si, C

Molekul adalah ikatan atau gabungan dua atom yang sama. Contoh molekul, antara lain P4, O2, Cl2, O3.

Atom dan Senyawa yang Bermuatan Mempunyai Biloks Sesuai Jumlah Muatannya

Senyawa yang bermuatan sering disebut dengan ion monoatom atau ion poliatom. Muatan biasanya dituliskan dengan angka dengan tanda positif atau negatif di atasnya. Ion monoatom, atom yang bermuatan positif atau negatif. Contoh: Na+ biloksnya +1, Mg2+ biloksnya +2, Al3+ biloksnya +3, dan Cl biloksnya -1.

Ion poliatom, senyawa yang bermuatan positif atau negatif. Contoh: NH44+ biloksnya +1, SO42- biloksnya -2, dan PO43- biloksnya -3.

Unsur Golongan Logam IA, IIA, dan IIIA Mempunyai Biloks Sesuai Golongan

Unsur logam golongan IA, IIA, dan IIIA dapat kamu ketahui dengan melihat tabel periodik. Namun, selanjutnya kamu harus hafal lho!

bilangan oksidasi

Nah, di sana kamu dapat melihat bahwa golongan IA (kolom pertama dari atas ke bawah) terdiri dari H, Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr semua unsur tersebut mempunyai bioks +1.  Semua Golongan IIA mempunyai biloks +2 dan semua unsur golongan IIIA mempunyai biloks +3.

Unsur Golongan Transisi atau Golongan B Mempunyai Bilokas Lebih dari Satu Macam

Sekali lagi, untuk mengetahui golongan B kamu harus melihat tabel periodik unsur. Unsur golongan ini terletak di tengah tabel yang mencekung. Kamu akan dengan mudah menemukannya karena di atas ada tulisan huruf B.

Contoh biloks unsur golongan B, antara lain:
Biloks Cu = +1 dan +2
Biloks Au = +1 dan +3
Biloks Sn = +3 dan +4

Unsur-Unsur yang Membentuk Ion Mempunyai Biloks = Jumlah Muatannya

Ion ini sudah dibahas dalam aturan yang kedua.
NH4+ biloksnya +1.
Biloks unsur-unsurnya bukan +1
Unsur H merupakan golongan IA sehingaga biloksnya +1. Ada 4 atom H sehingga jika dijumlah menjadi 4 x 1 = +4

Biloks N + Biloks H = Biloks Ion
N + (+4) = +1
N = 1 – 4 = -3
Jadi biloks unsur N adalah -3

Unsur-Unsur yang Membentuk Senyawa Mempunyai Jumlah Biloks = 0

Senyawa di sini berbeda dengan ion. Senyawa tidak mempunyai muatan.
Contoh H2O.
Biloks H20 adalah 0.
Biloks unsur H adalah +1 karena merupakan unsur golongan IA. Ada 2 atom H dalam senyawa
sehingga 2 x 1 = +2.

Biloks H + Biloks O = 0
+2 + O = 0
O = 0 – 2 = -2
Biloks O adalah 0

Unsur Hidrogen Mempunyai Biloks +1 Jika Berikatan dengan Non Logam dan -1 Jika Berikatan dengan Logam

Pada contoh aturan 6, H2O, unsur H berikatan dengan unsur gas yang bukan atau non logam sehingga biloksnya +1.

Unsur Oksigen Mempunyai Bilangan Oksidasi -2, Kecuali Berikatan dengan F, Unsur Peroksida, dan Superoksida.

Contoh

Biloks unsur O pada H2O yang telah dbahas di aturan nomor adalah -2.
Biloks unsur O pada OF2 adalan +2.
Biloks unsur O pada senyawa peroksida H2O2 adalah -1
Biloks unsur O pada senyawa superoksida KO2 adalah -1/2.

Contoh Soal dan Pembahasan Bilangan Oksidasi

Sudah paham dengan aturan bilangan oksidasi di atas? Pinter Kelas memahami, meski kamu sudah paham dengan rumus atau aturan, ketika melihat soal masih bingung. Iya atau Iya? Itu tandanya kamu harus banyak berlatih. Beberapa contoh soal dan pembahasannya adalah sebagai berikut.

Contoh soal 1

Tentukan biloks O2, Fe3+, dan S-2!

Pembahasan

Biloks O2 adalah nol karena merupakan atom bebas sesuai aturan pertama.
Unsur Fe3+ mempunyai biloks +3 karena merupakan ion monoatolik dengan muatan 3+, sesuai aturan biloks ketiga.
Unsur S-2 mempunyai biloks -2 dan sesuai juga dengan aturan biloks ketiga.

Contoh soal 2

Tentukan biloks unsur yang terdapat dalam senyawa berikut!

  • Mn dalam KMnO4
  • N dalam NH4+
  • H dalam H2SO4
  • P dalam H3PO4
  • Al dalam Al(PO4)3

Pembahasan

Unsur di atas terdapat dalam senyawa. Untuk senyawa yang tidak mempunyai muatan berlaku aturan biloks nomor 6 dan untuk ion mempunyai aturan biloks nomor 5.

  • KMnO4
    K merupakan unsur golongan IA sehingga biloksnya +1
    O mempunyai biloks -2 sesuai dengan aturan biloks nomor 8. Ada 4 atom O sehingga 4 x (-2) = -8
    Biloks K + Biloks Mn + Biloks O4 = 0
    1 + Mn + (-8) = 0
    -7 + Mn = 0
    Mn = +7
    Jadi, unsur Mn mempunyai biloks +7.
  • NH4+
    Biloks NH4+ = +1
    H mempunyai biloks +1. Ada 4 H sehingga 4 x 1 = +4
    Biloks N + Biloks H = +1
    N + 4 = +1
    N = 1 – 4 = -3
    Jadi, unsur N mempunyai biloks -3
  • H2SO4
    Biloks H2SO4adalah -1
    Biloks H = +1. Ada 2 atom H sehingga 2 x 2 = +2
    Biloks O  = -2. Ada 4 atom o sehingga 4 x (-2) = -8
    Biloks H + Biloks S + Biloks O =1
    1 + S + (-8) = -1
    -7 + S = -1
    S = -1 + 7 = 6
    Jadi, biloks S adaah +6.
  • H3PO4
    Biloks H3PO4 adalah 0
    Biloks H adalah +1. Ada 3 atom H sehingga 3 x 1 = +3
    Biloks O = -2. Ada 4 atom H sehingga 4 x (=2) = -8
    Biloks H + Biloks P + Biloks O = 0
    3 + P + (-8) = 0
    P + (-5) = 0
    P = 0 + 5 = 5
    Jadi, biloks P adalah +5
  • Al(PO4)3
    Biloks Al(PO4)3 adalah 0
    Biloks Al adalah +3 karena merupakan golongan IIIA
    Biloks O = -2. Ada 12 atom O sehingga 12 x -2 = (-24)
    Biloks Al + Biloks 3P + Biloks O = 0
    3 + 3P + (-24) = 0
    3P + (-21) = 0
    3P = 21
    P = 21/3 = 7
    Jadi, biloks P adalah 7

Sekian ya, Cerdikawan pembahasan tentang bilangan oksidasi! Agar lebih cepat paham dan hapal aturannya, kamu dapat mencoba mengerjakan berbagai latihan soal dalam buku. Selamat belajar!

Author

A good story captivates. It moves. It inspires action.