PinterKelas kali ini membahasa mengenai langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam prosedur pencairan bilyet giro. Apa saja langkah-langkahnya? Mari simak pembahasannya di bawah ini!

Cara Mencairkan Bilyet Giro

1. Memastikan Bilyet Giro Memenuhi Kriteria Umum

Langkah paling awal untuk dapat mencairkan bilyet giro adalah memastikan terlebih dahulu bahwa bilyet giro yang hendak dicairkan memenuhi kriteria atau persyaratan umumnya atau tidak. Sebab langkah awal ini penting sekali untuk dipenuhi untuk mengantisipasi kemungkinan pencairan bilyet giro yang ditolak oleh pihak bank.

Simak juga pembahasan mengenai Jenis-jenis Bank di Indonesia!

Maka, berikut ini adalah beberapa persyaratan umum yang perlu dilengkapi sebelum melakukan pencairan bilyet giro, antara lain :

1. Nama

2. Nomor

3. Nama Bank Tertarik (bank tempat rekening giro dibuka)

4. Nama lengkap

5. Tanda tangan pemilik rekening giro

6. Perintah jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan dana dalam rekening giro

7. Nama dan nomor rekening penerima

8. Nama Bank Penerima

9. Tanggal penarikan dan tanggal efektif

2. Menaati Peraturan

Langkah berikutnya yang harus dilakukan setelah memastikan bahwa bilyet giro telah memenuhi persyaratan umunya adalah memahami peraturan yang berlaku terkait giro dan pembaruannya melalui regulasi terbaru. Berdasarkan Bank Indonesia peraturan nomor 18/41/PBI/2016 mengenai Bilyet Giro, memberikan aturan terbaru yang berlaku mengenai transaksi nontunai menggunakan bilyet giro kepada pengguna bilyet giro, termasuk penarik (pemberi giro).

3. Melakukan Prosedur Pencairan

Langkah terakhir adalah point terpentinya. Setelah selesai memastikan giro telah memenuhi persyaratan formal dan telah memahami peraturan tentang giro, langkah selanjutnya adalah melakukan pencairan. Proses pencairan giro tidak terlalu sulit. Agar dapat dicairkan, penarik perlu mendatangi bank dengan membawa giro yang hendak dicairkan pada saat giro tersebut masih dalam masa berlakunya.

Kemudian bank akan memproses pemindahan dana ke rekening giro milik penarik. Sepanjang prosedir pencairan giro, proses pemindahan dana ini adalah proses yang paling banyak memakan waktu. Terutama jika bank tertarik dan bank penerima bukan dari bank yang sama (transaksi giro antarbank).

Saat bank sudah memastikan seluruh persyaratan formal telah terpenuhi serta perintah pencairan sudah diterima, maka penarik hanya perlu menunggu sampai dana ditransfer ke rekening giro.

Peraturan Mengenai Bilyet Giro

Adapun aturan terbaru yang perlu diperhatikan oleh pembeli giro adalah :

1.Giro tidak termasuk dalam kategori surat berharga

2. Penarik harus memenuhi syarat formal giro

3. Penarik wajib memastikan dana yang terdapat di rekening giro cukup untuk pembayaran

4. Penarik harus menginformasikan pada bank tertarik saat giro akan diblokir

5. Sedangkan bagi seluruh pengguna giro, baik penarik maupun penerima, berikut ini merupakan poin-poin yang terdapat pada aturan baru terkait syarat-syarat formal yang harus dipahami:

6. Bilyet giro memiliki masa berlaku 70 hari

7. Nominal kliring giro dibatasi maksimal Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)

8. Nama penarik perlu dibubuhkan tepat dibawah tanda tangan

9. Tanda tangan penarik tidak boleh dikoreksi dan wajib bubuhkan tanda tangan basah

10. Koreksi penulisan dapat dilakukan maksimal tiga kali untuk setiap kolom isian

11. Tanggal penarikan dan tanggal efektif wajib ditulis keduanya

12. Penyerahan giro ke bank wajib dilakukan oleh penarik atau orang lain yang telah diberi surat kuasa oleh penarik

13. Proses pencairan giro tidak boleh dipindahtangankan

14. Pembatalan giro tidak dapat dilakukan

15. Format baru giro telah berlaku mulai 1 Januari 2018

Namun, dalam proses pencairan giro, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait regulasinya :

a. Tidak Dapat Dipindahtangankan

Dalam prosedur pencairannya, giro tidak dapat dipindahtangankan. Pada saat dicairkan oleh bank, maka dana akan otomatis ditransfer ke rekening giro penerima yang telah tertera pada gironya.

b. Transaksi Nontunai

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan dalam prosedurnya, transaksi ini dikategorikan sebagai jenis transaksi nontunai. Sehingga dana yang ditransfer ke rekening giro penerima tidak dapat dicairkan dalam bentuk uang secara langsung. Maka, jika hendak menggunakan dana dalam bentuk tunai atau cash, penarik harus melakukan transaksi penarikan lebih dahulu.

Manfaat dari Bilyet Giro

1. Giro memiliki beberapa manfaat, manfaat yang pertama adalah dengan menyimpan uang dalam rekening giro akan lebih aman dari tindak kejahatan karena pemilik rekening tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar untuk melakukan transaksi keuangan.

2. Lebih praktis untuk dibawa kemanapun.

3. Memudahkan dalam melakukan transaksi jual beli karena tidak memiliki limit dalam transaksi.

4. Uang yang tersimpan dalam bentuk giro dapat ditarik kapan pun pada saat jam kerja.

Author