Hai Cerdikawan? Sebelumnya kita sudah mengenal lebih dalam seputar bioma tundra ya? Kali ini giliran bioma taiga yang akan kita kupas dalam pembahasan! Bioma taiga memiliki beberapa kesamaan dengan bioma tundra. Namun, ciri khas dari bioma taiga adalah memiliki jenis flora yang cenderung homogen. Selain flora yang homogen, bioma taiga juga memiliki kondisi alam dengan iklim subtropis. Nah, untuk lebih lanjutnya, sebaiknya kita simak langsung pembahasan mengenai bio taiga!

Apa Itu Bioma Taiga?

Menurut laman Wikipedia (dot com), taiga adalah hutan yang terdiri atas satu spesies pepohonan seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Konifer atau konifera adalah kumpulan tanaman jenis gymnospermae (biji terbuka) dengan runjung sebagai organ pembawa biji. Konifer memiliki bentuk daun berbeda dari biasanya karena berbentuk memanjang (lanset) atau berbentuk seperti jarum. Hal ini membuat konifer dikenal juga sebagai tumbuhan berdaun jarum.

Pepohonan konifer tersebut memiliki karakterikstik khusus untuk dapat bertahan hidup dalam ekosistem yang dimiliki oleh bioma taiga. Daun-daunnya memiliki zat lilin khusus pada lapisan bagian luarnya sehingga tahan terhadap cuaca kering dengan durasi yang lama. Contoh jenis-jenis tumbuhan konifera tersebut adalah alder, betula, juniper, dan spruce. Pada wilayah kawasan taiga ini, tanaman sejenis semak dan tumbuhan basah jumlahnya relatif lebih sedikit.

Dengan kondisi flora seperti itu, menyebabkan tidak adanya kanekaragaman hewan yang dapat hidup di daerah taiga. Sementara itu hewan yang hidup di sana adalah hewan-hewan seperti rusa besar, beruang hitam, beruang cokelat, rubah, serigala, ajag, dan burung-burung yang pergi bermigrasi menuju selatan saat musim gugur. Taiga banyak ditemukan di belahan bumi utara. Misalnya pada wilayah Rusia serta Kanada. Bioma Taiga ini adalah bioma dengan jumlah daerah terluas jika dibandingakan kelima bioma lain yang ada di dataran bumi.

Taiga mempunyai musim dingin yang relatif panjang dengan musim kemarau yang panas tetapi sangat singkat. Lama musim kemaraunya yakni berlangsung selama 1 sampai 3 bulan. Kemudian ketika musim dingin datang, air tanah di taiga akan berubah menjadi es yang mencapai ketebalan 2 meter di bawah permukaan tanah sepanjang musim dingin berlangsung. Jenis tumbuhan yang hidup di wilayah taiga reatif sedikit, biasanya hanya terdiri dari dua atau tiga jenis spesies tumbuhan.

bioma taiga. foto oleh arcgis.com

Kondisi Alam dan Ekosistem di Bioma Taiga

Kondisi alam, ekosistem yang ada pada taiga antara lain:

a. Bioma Taiga terletak pada wilayah yang beriklim subtropis.

b. Taiga memiliki curah hujan sekitar 35 sampai dengan 40 sentimeter per tahun.

c. Jenis flora yang dapat tumbuh pada wilayah taiga adalah tanaman homogen. Alasannya adalah karena taiga hanya terdiri dari satu jenis spesies pohon. Dominasi flora yang ada di taiga adalah pepohonan konifer yang memiliki karakteristik khusus, yakni mampu bertahan hidup terhadap suhu dingin dan panas dalam kurun waktu yang panjang.

d. Pada jenis tumbuhan konifer yang terdapat di taiga, daunnya berbentuk seperti jarum. Pada dedaunan dengan bentuk jarum tersebut, lapisan paling luar daunnya memiliki zat lilin yang berguna sebagai bentuk pertahanan diri terhadap cuaca kering yang berlangsung lama di taiga.

e. Flora yang terdapat di bioma taiga mengalami periode pertumbuhan yang terjadi pada musim panas. Periode pertumbuhan ini terjadi selama kurang lebih 3sampai dengan 6 bulan.

f. Taiga memiliki perbandingan suhu yang drastis. Ketika masuk musim panas cuacanya akan sangat panas, dan ketika musim dingin akan sangat dingin. Hal ini disebabkan karena taiga tergolong wilayah dengan cuaca ekstrem di dunia.

g. Wilayah dengan cuaca ekstrem menyebabkan taiga selama musim dingin mengalami hujan salju yang cenderung lebat dan akan menumpuk lapisan salju yang tebal.

h. Selain itu taiga mempunyai musim dingin dengan durasi yang relatif panjang sedangkan musim kemarau sangat singkat yang berlangsung kuarang lebih 1 sampai dengan 3 bulan.

i. Ketika musim dingin tiba, lantai hutan pada kawasan taiga akan tertutup lapisan es yang cukup tebal (2 sentimeter).

j. Tekanan suhu yang rendah menyebabkan penguapan air menjadi jarang sehingga lingkungan di wilayah taiga akan menjadi sangat lembab.

k. Suhu pada musim panas berkisar antara -7° C sampai 21° C.

l. Sementara suhu pada musim dingin berkisar antara -54° C sampai -1° C.

m. Kondisi tanah pada bioma taiga adalah tanah yang asam. Sehingga akan sulit tanaman untuk tumbuh di sana. Oleh karena itu jenis flora yang hidup di taiga sangat sedikit, umumnya hanya terdiri atas dua atau tiga jenis spesies tumbuhan.

bioma taiga foto oleh Jack Church @ unsplash.com

Kondisi Flora

Kondisi keberagaman tumbuhan pada bioma taiga cenderung sedikit. Alasannya karena pepohonan yang hidup di sana tergolong vegetasi yang homogen. Vegetasi yang seragam tersebut didominasi oleh pohon-pohon konifer. Tumbuhan yang hidup pada bioma taiga selalu berwarna hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah. Hal ini merupakan suatu bentuk adaptasi bagi tumbuhan agar tumbuhan tersebut mampu menyerap panas lebih banyak dan mampu berfotosintesis lebih awal. Sebab, flora yang hidup pada bioma taiga cenderung memiliki karakteristik khusus agar dapat bertahan hidup di sana.

Lingkungan abiotik yang cukup ekstrem di taiga menyebabkan rendahnya keberanekaragaman flora yang mampu bertahan hidup pada kondisi alam di taiga. Salah satu contohnya adalah tanaman dengan jenis kornifera. Tanaman konifer atau kornifera ini memiliki struktur morfologi daun yang berbentuk seperti jarum dengan akar yang kuat. Daun yang berbentuk memanjang (lanset) seperti jarum ini dilapisi zat lilin pada bagian paling luarnya. Struktur daun yang memanjang dan membentuk jarum ini merupakan struktur yang dibentuk oleh proses adaptasi tanaman tersebut. Daun dengan bentuk lanset sangat cocok tumbuh pada lingkungan bioma taiga. Struktur lanset dan zat lilin pada daun-daunnya berfungsi sebagai bentuk perlindungan diri tanaman dari suhu yang ekstrem (sangat dingin dan sangat panas). Struktur daun berupa lanset juga berfungsi agar tanaman konifer tetap kokoh dari tumpukan salju lebat.

Jenis tanaman konifer yang hidup di taiga biasanya adalah pohon pinus dan cemara. Selain tumbuhan konifer, bioma ini juga ditumbuhi oleh lumut kerak serta lumut pada permukaan tanahnya.

bioma yang ada di seluruh dunia

Kondisi Fauna

Kondisi pada bioma taiga tidak jauh berbeda dengan kondisi flora di sana. Taiga tidak memiliki beraneka macam spesies fauna seperti yang terjadi pada bioma hutan hujan tropis atau bioma hutan gugur lainnya. Hanya fauna-fauna tertentu saja yang dapat bertahan hidup dan berkembang biak di lingkungan yang cukup ekstrem seperti pada taiga. Fauna yang mampu beradaptasi dengan dominasi iklim yang bersuhu rendah adalah fauna sejenis mamalia yang memiliki bulu atau jaringan lemak yang tebal pada tubuhnya.

Walau hanya sementara, burung-burung yang bermigrasi turut menjadi bagian dari flora yang mampu bertahan hidup di bioma taiga. Burung-burung yang berimigrasi tersebut akan datang menuju daerah hutan taiga ketika musim panas tiba. Sedangkan pada musim dinginnya, burung-burung yang berimigrasi tersebut akan terbang menuju tempat yang lebih hangat. Selain itu, terdapat juga berbagai serangga yang hidup di sana, misalnya seperti kumbang, semut, lebah, capung dan aphids.

Beberapa fauna yang hidup dan berkembang pada taiga mampu beradaptasi dengan cara mengubah warna bulunya ketika pergantian musim. Contohnya di saat musim dingin tiba dengan intensitas hujan salju yang lebat, hewan-hewan di sana mampu mengubah warna bulu sesuai dengan warna salju. Hal ini terjadi salah satunya pada kelinci salju (snowshoe). Selain bulu yang lebat sebagai penyimpanan suhu tubuh agar tetap hangat pada suhu yang rendah, perubahan warna pada bulu berfungsi sebagai pertahanan diri terhadap ancaman pemangsa.

Jenis fauna yang terdapat di bioma ini adalah beruang hitam (grizily), tupai, gagak hitam, kelinci snowshoe, kucing salju, burung-burung yang bermigrasi, rusa kutub, dan serigala.

Author