Halo Cerdikawan? Kalian pernah mendengar istilah ‘bioteknologi’? Mungkin beberapa di antara kalian pernah mendengar ya! Jika ada soal yang bertanya ‘jelaskan pengertian dari bioteknologi!’ apa ya jawabannya? Jadi, bioteknologi adalah? Nah, pembahasan kita selalu dimulai dengan beragam pertanyaan ya, Cerdikawan? Untuk menjawabnya, kali ini kita akan membahas banyak mengenai bioteknologi. Jika dirunut berdasarkan etimologinya, bioteknologi adalah suatu kata yang berasal dari bahasa Latin yakni, ‘bio’ yang memiliki arti ‘hidup’, ‘teknos’ yang maknanya ‘teknologi’, dan ‘logos’ yang artinya ‘ilmu’. Secara garis besar, bersumber laman Wikipedia (dot com), bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi adalah ilmu terapan dan murni, karena tidak hanya mengaplikasikan ilmu biologi tapi juga ilmu teknologi, biokimia, genetika, kimia, matematika, mikrobiologi, biologi molekular dan masih banyak lagi.

Bioteknologi sendiri saat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

Penelitian. Foto oleh younish67 @ unsplash.com

Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional merupakan teknologi yang memanfaatkan mikroba (jasad renik) sebagai subjek yang membantu proses terjadinya biokimia dan genetika secara alami. Teknologi tersebut menggunakan alat dan metode yang cenderung lebih sederhana dan bersifat tradisional sehingga tidak membutuhkan banyak biaya dalam prosesnya. Namun karena alasan yang sama, proses yang dibutuhkan untuk menghasilkan pun akan relatif  lebih lama.

Keuntungan Bioteknologi Konvensional

a. Secara umum dapat meningkatkan nilai gizi berbagai produk makanan dan minuman dibandingkan dengan nilai gizi produk sebelum dikembangkan oleh bioteknologi konvensional.

b. Dapat menciptakan varietas makanan baru, misalnya pada biji kedelai dikembangkan dengan bioteknolgi konvensional menjadi tempe dan tahu, atau pada susu sapi yang dikembangkan menjadi yogurt.

c. Bisa membantu proses ketahanan produk agar tahan lebih lama, misalnya pada tape, asinan, dll.

d. Bahan yang dibutuhkan dalam proses bioteknologi konvensional mudah didapat dan biaya yang dibutuhkan relatif tidak banyak.

Kerugian Bioteknologi Konvensional

a. Dengan hanya mengandalkan mikroba (jasad renik) dan alat yang sederhana, perbaikan sifat genetik tidak dapat diarahkan.

b. Selain itu karena bioteknologi konvensional hanya mengandalkan biokimia dan genetika secara alami, maka hasil tidak bisa diperkirakan dari awal.

c. Bioteknologi konvensional juga membutuhkan waktu yang relatif lama untuk dapat membuahkan hasil dari prosesnya.

d. Saat berada dalam prosesnya, bioteknologi konvensional tidak bisa mendeteksi adanya masalah ketidaksesuaian genetik yang terjadi selama proses berlangsung.

e. Pada beberapa kasus, bioteknologi konvensional juga tidak dapat mengontrol kendala di luar teknis seperti misalnya kendala cuaca, hama dan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi alam.

bioteknologi modern

Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern merupakan teknologi yang berkaitan dengan proses rekayasa genetika dan transfer materi genetik antarorganisme. Jika dibandingankan dengan bioteknologi konvensional, bioteknologi modern akan membutuhkan biaya yang amat besar dalam prosesnya. Alasannya adalah karena teknologi tersebut menggunakan rekayasa genetika dalam prosesnya sehingga mampu menghasilkan hasil yang lebih unggul.

Keuntungan Bioteknologi Modern

a. Keuntungan bioteknologi modern terbilang sangat signifikan mengingat prosesnya yang membutuhkan alat dan metode yang mutakhir. Contohnya yang ada pada bidang peternakan, bioteknologi modern dapat menciptakan varietas yang sama dengan beragam keunggulan yang mampu memberikan produk dengan mutu tinggi dari segi kuantitas dan kualitasnya. Atau contoh pada bidang pertanian, bioteknologi modern mampu meningkatkan prosentase resistensi tanaman terhadap ancaman penyakit dan hama.

b. Pada bidang kesehatan, bioteknologi modern mampu menciptakan formulasi obat untuk beragam penyakit. Misalnya vaksin,  antibiotik,  antibodi monoklonal, hormon insulin, obat penyakit kelainan genetik, dsb.

c. Dalam bidang pelestarian lingkungan, bioteknologi modern dapat menekan jumlah kepunahan spesies-spesies langka dan membantu dalam pelestariannya. Dalam bioteknologi modern, dikenal sebagai teknologi transplantasi nukleus. Teknologi tersebut dapat membantu dalam pelestarian hewan atau tumbuhan langka.

d. Bioteknologi modern di bidang industri, dapat menciptakan pemberantas hama tanpa menggunakan bahan kimia yang berbahaya tapi secara biologis. Contohnya adalah bacillus thuringensis dan tanaman anti hama lainnya yang disisipkan gen bakteri lewat proses bioteknologi modern.

d. Dalam bidang pertambangan, bioteknologi modern dapat digunakan sebagai pengolahan biji besi. Manfaatnya adalah untuk membantu manusia memudahkan mengelola sumber daya alam dan penghematan energi dalam prosesnya.

Kerugian Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern memang menghasilkan banyak keuntungan bagi manusia dan sekelilingnya dengan alat dan metode yang mutakhir. Namun bioteknologi modern juga turut menimbulkan beberapa efek yang berdampak negatif dan bersifat meurgikan bagi manusia, lingkungan dan organisme lain di sekitarnya.

Berikut ini merupakan beberapa dampak negatif  bioteknologi modern:

a. Kerugian Terhadap Sosial Ekonomi

Pada penggunaan bioteknologi modern di bidang peternakan, akan memperlambat laju ekonomi serta kemajuan bisnis para peternak yang tanpa mengandalkan bioteknologi dalam mengembangkan bisnisnya. Selain itu, bioteknologi modern pun perlahan akan menggerser peran para petani kecil yang mengandalkan hidupnya dengan bercocok tanam pada semua jenis tanaman dengan cara tradisional.

Pengembangan bibit individu dengan bioteknologi modern akan membutuhkan banyak biaya yang tidak dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Para petani dan peternak kecil adalah contohnya. Selai itu jika dilihat dari segi produktivitas secara kuantitas dan kualitasnya, para pengembang dengan cara tradisional akan tertinggal jauh dibanding dengan cara modern.

bioteknologi adalah
Penelitian. Foto oleh CDC @unsplash

b. Kerugian Terhadap Lingkungan

Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh bioteknologi modern yang paling terasa dampaknya adalah terhadap lingkungan. Bioteknologi modern akan membawa dampak negatif terhadap keanekaragaman makhluk hidup yang bisa saja berkurang perlahan-lahan disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen yang cenderung dekat atau sama satu sama lainnya.

Selain itu, kerugian yang ditimbulkan oleh bioteknologi modern juga bisa langsung dirasakan dampaknya terhadap lingkungan selama proses berlangsung. Contoh dampak bioteknologi terhadap lingkungan misalnya pada proses pembuatan produk makanan atau minuman dengan skala yang sangat besar. Limbah yang diproduksi setiap hari oleh pabrik dengan skala besar tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Contoh kasusnya misalkan pada air limbah industri dari pabrik kecap berskala besar. Kulit kedelai dari proses pembuatan kecap tersebut dibiarkan menggenang di sekitar lingkungan permukiman penduduk dalam waktu yang sangat lama. Hal ini berpotensi menimbulkan lingkungan yang tidak bersih dan sehat. Selain ke permukiman penduduk, limbah juga bisa mengalir ke berbagai tempat, misalnya saja ke sawah. Jika limbah sampai mengalir ke sawah, maka akan menyebabkan banyak tanaman yang akan mati. Sedangkan limbah yang sudah mengalir ke sungai akan menyebabkan air sungai menjadi keruh dan berbau.

Maka dari itu, sisa pembuangan hasil produksi massal dari produk-produk dengan bioteknologi modern tersebut perlu mendapat perhatian khusus. Limbah memerlukan penanganan tersendiri agar tidak dapat mencemari lingkungan di sekitarnya.

Author