Cerdikawan, seiring dengan perkembangan zaman memang materi pelajaran  semakin berkembang. Dalam pelajaran Biologi ada bioteknologi konvensional. Dua kata yang belum banyak orang mengetahuinya.

Namun, sebenarnya jika kamu sudah mengetahui definisi dan contohnya, ini erat sekali kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Kamu mempelajarinya di kelas 9 dan lebih detilnya di Biologi kelas 12.

Hmm.. Mau tahu lebih lengkap tentang bioteknologi konvensional? PinterKelas akan membahasnya kali ini.

Pengertian Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional terdiri dari dua kata. Secara sederhana, bioteknologi berarti teknologi yang berhubungan dengan makhluk hidup. Bioteknologi, ada dua jenis yaitu konvensional dan modern. Konvensional berarti sesuatu yang dilaksanakan secara manual atau tradisional. Jika digabungkan, bioteknologi dan kenvensional seperti hal yang bertolak belakang ya?

Namun, dalam ilmu Biologi, Bioteknologi Konvensional adalah teknologi yang memanfaatkan sebagian atau keseluruhan makhluk hidup untuk menghasilkan produk barang atau jasa baru. Konvensional merupakan teknologi sederhana. Sebagian besar dilaksanakan dengan bantuan mikroorganisme dan dibuat dalam skala terbatas.

Ciri-Ciri Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi, secara sederhana selalu berhubungan dengan penggunaan jenis makhluk hidup dalam suatu proses produksi. Umumnya digunakan dalam makanan. Namun, beberapa juga digunakan dalam dunia kesehatan dan lingkungan.

Khusus untuk bioteknologi yang tergolong sederhana kebanyakan berhubungan dengan produksi makanan. Agar kamu lebih mengenalnya, perhatikan ciri-ciri berikut.

  • Teknologinya sudah dikenal sejak awal peradaban manusia. Sejak manusia pertama kali menemukan bahwa mereka dapat mengolah makanan dari bahan alam yang ada.
  • Produk yang dihasilkan dan digunakan adalah hasil secara langsung. Tidak diolah kembali dalam bentuk yang lebih bagus. Jika makanan, yang penting rasanya. Begitu menurut kebanyakan orang.
  • Menggunakan peralatan sederhana. Peralatan yang ada di alam atau peralatan yang memang sudah ada di sakitar. Teknologi ini belum menggunakan peralatan baru yang sudah dimodifikasi agar lebih praktis dan cepat.
  • Telah disebutkan bahwa teknologi menggunakan mikroorganisme sebagai makhluk hidup. Teknologi ini sangat terbatas jenisnya. Umumnya, pengguna memperolehnya berdasarkan coba-coba. Bukan dari hasil penelitian khusus. Nama mikroorganisme baru diketahui dalam biologi modern.
  • Biaya yang dibutuhkan relatif murah. Ini dikarenakan jumlah produksi terbatas dan penggunaan bahan dan peralatan yang sudah ada di sekitar dan alami.

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dengan Modern

Secara singkat, perbedaan bioteknologi yang dikerjakan secara konvensional dan modern tentu saja dapat dilihat dari ciri-cirinya.

Ciri-ciri bioteknologi modern bertentangan dengan konvensional, yaitu:

  • Teknologi bio modern baru dikenal sejak ditemukannya DNA. Di sini para ahli mengembangkan penggunaan organisme untuk berbagai produk setelah diketahui DNA-nya.
  • Mikroorganisme yang digunakan semakin bervariasi. Mereka digunakan berdasarkan DNA-nya dan disesuaikan untuk meningkatkan kinerja yang dibutuhkan manusia.
  • Peralatan yang digunakan lebih modern, ini terlihat dari penelitian genetika yang tidak dapat dilakukan dengan peralatan sederhana atau biasa.
  • Penggunaan teknologi modern yang membutuhkan biaya cukup mahal. Hasil bioteknologi modern juga lebih mahal harganya.
  • Meski mahal, biokteknologi modern dengan mesin bagus dan modern juga dapat menghasilkan produk barang atau jasa dengan jumlah lebih besar.

Contoh Produk Bioteknologi Konvensional

Kamu sudah terbayang bukan, bagaimana yang dimaksud dengan bioteknologi konvensional?

Teknologi yang katanya sudah ada sejak dahulu kala. Apa saja sih itu? Di bawah ini ada beberapa di antaranya. Kamu pasti terkejut jika tahu ternyata produk-produk ini ternyata termasuk bioteknologi.

Roti

bioteknologi konvensional

Roti menjadi produk bioteknologi yang paling terkenal di dunia dengan berbagai variasinya. Roti terbuat dari tepung gandum yang diolah dan ditambahkan dengan pengembang, mikroorganisme dari golongan jamur atau ragi. Nama latin dari ragi yang digunakan dalam pembuatan roti adalah Rhizopus stolonifer.

Tempe

bioteknologi konvensional

Tempe adalah makanan khas Indonesia yang sudah cukup mendunia. Ahli kesehatan mengakui bahwa tempe mengandung berbagi zat gizi lengkap. Bahkan, ada yang menyebutkan bawah zat gizi dua potong tempe sama dengan satu potong daging dengan berat yang sama. Itu sebabnya, tempe sering disebut sebagai daging orang miskin.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tempe mengandung zat anti kanker dan mengatasi masalah diare.

Tempe terbuat dari kacang kedelai yang telah dibersihkan dan direndam kemudian ditambah dengan ragi yang diberi nama Rhizopus oryzae.

Kecap

Satu lagi produk yang dihasilkan dari kacang kedelai. Namanya, kecap. Kamu pasti pernah makan menggunakan ini bukan? Kecap diolah dari kedelai yang dihaluskan dan diberi mikroorganisme dari jenis Aspergillus Oryzae.

Nata de Coco

Viral Nata de Coco Mengandung Plastik, Begini Faktanya

Sebelumnya, air kelapa yang sudah cukup tua dianggap sebagai limbah dan dibuang. Namun, semenjak ditemukannya produk yang disebut nata de coco ini semua berubah. Air kelapa dapat bernilai ekonomis dengan bantuan mikroorganisme Acetobacter aceti. Nata de coco sangat segar ditambahkan pada minuman dingin dan sirop. Kandungan terbesar dari nata de coco adalah serat yang sangat baik bagi pencernaan.

Yogurt

Yogurt termasuk makanan atau minuman yang disebut probiotik. Artinya minuman yang mengandung banyak bakteri baik. Bakteri ini berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menyehatkan sistem pencernaan.

Hmm.. Ternyata yogurt terbuat dari susu lho! Dengan bantuan Lactobacillus bulgaricus jadilah susu menjadi minuman sehat yang rasanya asam menyegarkan.

Keju

Keju yang sering kamu makan, juga termasuk hasil olahan dari susu dengan cara bioteknologi konvensional. Yes, teknologi ini memang menghasilkan produk dengan rasa lebih baru dan terkadang kandungan gizi lebih baik.

Ada dua jenis mikroorganisme yang dapat digunakan untuk membuat susu menjadi keju, yaitu Penicillium cammemberti dan Lactobacillus casei.

MSG

bioteknologi konvensional

Meski dianggap sebagai produk yang tidak baik untuk kesehatan, MSG kepanjangan dari monsodium glutamat adalah olahan dari tebu. Produk yang diolah dengan bantuan Crynebacterium glutamicum ini membantu membuat makanan menjadi lebih gurih.

Itulah 6 contoh produk bioteknologi konvensional! Apakah kamu bisa menyebutkan beberapa contoh lain?

Kelebihan dan Kekurangan Bioteknologi Konvensional

Segala sesuatu di dunia ini pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tidak ada yang sempurna. Itulah sebabnya, beberapa hal saling melengkapi dan selalu dikembangkan menjadi lebih baik.

Kelebihan bioteknologi yang dilaksanakan secara konvensional, antara lain:

  • Mudah Diperoleh
    Ini dapat kamu buktikan dengan mencari berbagai produk di atas di pasar, warung, atau swalayan. Produk banyak sekali dijual.
  • Murah
    Dengan kandungan gizi dan rasa yang cukup lezat, harga produk bioteknologi ini sangat murah. Coba saja kamu bandingkan harga tempe dengan harga lauk jenis lain, seperti ikan dan daging.
  • Teknologi Sederhana dan Ramah Lingkungan
    Teknologi yang digunakan dapat dengan mudah diterapkan siapa saja dalam skala kecil atau besar. Selain itu, teknologi peralatan sederhana tidak merusak lingkungan.

Bagaimana dengan kekurangannya? Ini beberapa di antaranya:

  • Produk hanya mengubah rasa dan kendungan gizi. Produk tidak membuat rekayasa genetik sehingga tidak dapat digunakan untuk mengatasi amsalah tersebut.
  • Produk sangat mudah dipengaruhi oleh kondisi alam. Misalnya, yoguhrt cepat rusak jika tidak diletakkan di tempat dingin dan tempe hanya tahan beberapa hari untuk kondisi segar.

Demikian Cerdikawan, biologi konvensional! Sesuatu yang dekat sekali dengan kehidupan di sekeliling kamu bukan?

Author

A good story captivates. It moves. It inspires action.