Cermin cembung memiliki sejumlah manfaat dan penerapan cermin cembung di kehidupan sehari-hari. Mulai dari digunakan untuk kaca spion mobil, motor dan berbagai alat lainnya. Selain itu, cermin cembung juga diletakkan di pertigaan atau perempatan jalan untuk menghindari kecelakaan.

otoasia.com

Sebelum kamu pelajari lebih jauh soal sifat dan rumus cermin cembung, kamu harus tahu cermin cembung adalah cermin yang memiliki bentuk lengkung, di mana permukaan cermin yang memantulkan cahaya melengkung ke luar.

Cermin cembung memiliki sifat divergen (menyebarkan cahaya) karena berkas cahaya yang datang dan mengenai permukaan cermin cembung akan dipantulkan kembali dari satu titik dan menyebar.

Sinar Istimewa dan sifat Bayangan Cermin Cembung

Berbeda dengan cermin cekung, cermin cembung memiliki sinar istimewa.

Agar kamu semakin mudah memahami rumus dan soal nantinya, pelajari dulu sinar istimewa dan bayangan cermin cembung

1. Sinar datang yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari fokus

Contohnya :

Sinar datang yang sejajar sumbu


2. Sinar datang yang menuju R akan dipantulkan kembali dari R

Contohnya :

Sinar datang yang menuju R


3. Sinar datang yang menuju titik fokus akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama

Contohnya :

Sinar datang yang menuju titik fokus


Sifat Cermin Cembung

1. Sifat bayangan apabila jarak benda lebih kecil ketimbang panjang fokus cermin cembung (s < f):

  • Maya artinya berkas cahaya tidak melalui bayangan karena bayangan berada di belakang cermin cembung
  • Tidak terbalik atau tegak
  • Semakin jauh benda dari cermin cembung, ukuran bayangan akan semakin kecil
  • Semakin jauh benda dari cermin cembung, makin jauh bayangan dari cermin cembung

2. Sifat bayangan apabila jarak benda setara dengan panjang titik fokus cermin cembung (s = f):

  1. Maya artinya berkas cahaya tidak melalui bayangan karena bayangan terletak di belakang cermin
  2. Tegak
  3. Diperkecil (ukuran bayangan 1/2 dari ukuran benda)
  4. Jarak bayangan lebih kecil ketimbang jarak benda (jarak bayangan 1/2 dari jarak benda

3. Apabila jarak benda lebih besar ketimbang panjang fokus dan lebih kecil ketimbang jari-jari kelengkungan cermin cembung (f < s < R):

  • Maya artinya berkas cahaya tidak melalui bayangan karena bayangan terletak di belakang cermin cembung
  • Tidak terbalik atau Tegak
  • Diperkecil (ukuran bayangan lebih kecil ketimbang ukuran benda)
  • Semakin jauh benda dari cermin cembung, semakin jauh bayangan dari cermin cembung

4. Apabila jarak benda setara dengan jari-jari kelengkungan cermin cembung (s = R):

  1. Maya artinya berkas cahaya tidak melalui bayangan karena bayangan terletak di belakang cermin cembung
  2. Tegak
  3. Diperkecil (ukuran bayangan 1/3 dari ukuran benda)
  4. Jarak bayangan lebih kecil ketimbang jarak benda (jarak bayangan 1/3 dari jarak benda)

5. Apabila jarak benda lebih besar ketimbang jari-jari kelengkungan cermin cembung (s > R):

  • Maya artinya berkas cahaya tidak melalui bayangan karena bayangan terletak di belakang cermin cembung
  • Tegak
  • Diperkecil (ukuran bayangan lebih kecil ketimbang ukuran benda)
  • Jarak bayangan lebih kecil ketimbang jarak benda (bayangan lebih dekat dengan cermin, sedangkan benda lebih jauh dari cermin)

Rumus Cermin Cembung

Sebenarnya untuk rumus cermin cembung hampir mirip dengan rumus  cermin cekung, hanya saja nilai fokus nya adalah ( F ) negatif.

– 1 / f = 1 / s + 1 / s’

Keterangan :

  • f  = fokus cermin
  • s  = jarak benda dari cermin
  • s’ = jarak bayangan

Untuk mencari perbesaran bayangan nya pada cermin cembung maka menggunakan rumus :

M = s’ / s = h’ / h

Keterangan :

  • s  = jarak benda dari cermin
  • s’ = jarak bayangan
  • h’ = tinggi bayangan
  • h  = tinggi benda

Nah, agar kamu semakin paham dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan cermin cembung, simak contoh soal di bawah ini.

Contoh Soal

  1. Di ketahui jarak sebuah benda dengan dari cermin nya iyalah 10 cm, dan fokus dari cermin nya adalah -15 cm, maka berapakah jarak bayangan benda tersebut ?

Di ketahui :

  • S = 10 cm
  • f = -15 cm

Di tanya : S’ = …..?

Di jawab :

  • 1 / s + 1 / s’ = 1 / f
  • 1 / 10 + 1 / s’ = -1 / 15
  • 1 / s’ = -1 / 15 – 1 / 10
  • 1 / s’ = -2 / 30 – 3 / 30
  • 1 / s’ = -5 / 30
  • S’ = – 30 / 5 = -6 cm

Maka, jarak bayangan benda tersebut ialah -6 cm.

  • Contoh lain, ada sebuah benda yang telah di letakan oleh pemiliknya di depan cermin cembung dengan jarak 20 cm dan jarak fokusnya 30 cm. Maka cermin ini di bentuk pada letak dan sifat bayangan seperti apa?

Pembahasan :

F = -30 cm

S = 20 cm

Ditanya s’ ?

Jawab :

Min artinya bayangan memiliki sifat maya atau letaknya . Jadi hasilnya adalah memiliki sifat  maya, tegak dengan jarak 12 cm di belakang cermin.

  • Simak contoh lainnya, yakni sebuah benda diletakkan 4 cm di depan cermin cembung. Jarak fokus dari cermin cembung tersebut adalah 6 cm. Jarak bayangan yang terbentuk dari cermin cembung adalah ….
    A.     2,0 cm
    B.     2,2 cm
    C.     2,4 cm
    D.     2,6 cm
     
    Pembahasan:
    Diketahui:
    Jarak benda = s = 4 cm
    Jarak fokus = f = 6 cm
     
    Ditanyakan: jarak bayangan (s’) ..?
     
    Jawab:
    Ingat! nilai fokus pada cermin cembung adalah negatif .

 Keterangan: tanda negatif menunjukkan bahwa bayangan yang terbentuk adalah maya.
Ingat! sifat bayangan yang terbentuk pada cermin cembung selalu tegak, maya, dan diperkecil.

Nah, sekarang kamu sudah semakin paham tentang cermin cembung. Coba perhatikan sekitarmu, benda apa yang menggunakan cermin cembung?
 

Author