Hai Cerdikawan? Kalau disuruh menyebutkan ciri-ciri jaringan epidermis, kira-kira kalian bisa hapal? Selain pertanyaan tentang ciri-ciri jaringan epidermis, kalian tahu tidak fungsi jaringan epidermis? Atau jika disuruh menyebutkan struktur jaringan epidermis, apa saja ya kira-kira bagiannya? Nah, semua akan kita kupas tuntas dalam pembahasan seputar contoh, fungsi, dan ciri-ciri jaringan epidermis! Namun sebelum masuk ke pembahasan ciri-ciri jaringan epidermis dan yang lainnya, yuk simak pengertian jaringan epidermis! Selamat belajar!

Penjelasan Mengenai Jaringan Epidermis

Sebelum lebih jauh membahas tentang jaringan epidermis, apa itu jaringan epidermis? Nah, jaringan epidermis adalah lapisan jaringan paling luar dalam sebuah struktur tumbuhan, yang terbentuk dari protoderm dan umumnya terdiri satu lapis. Namun beberapa tumbuhan juga memiliki epidermis yang terdiri dari lapisan ganda. Jaringan epidermis hanya dimiliki oleh tumbuhan, sedangkan yang dimiliki hewan adalah jaringan eitel.

Ciri Ciri Jaringan Epidermis

– Tersusun dari sel-sel hidup.

– Terdiri atas satu lapis sel tunggal.

– Vakuola besar dapat berisi antosianin

– Bentuknya beragam, begitu pula dengan ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun tanpa jarak antar selnya.

– Tidak memiliki zat hijau daun atau klorofil.

– Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara dari yang sebelumnya tipis, mengalami penebalan. Sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tidak mengalami penebalan, tetap tipis.

– Jaringan epidermis mengalami modifikasi membentuk derivat jaringan epidermis. Misalnya pada bagian stomata, trikomata (rambut-rambut), spina (duri), vilamen, sel kipas, sel kersik (sel silika).

Fungsi Jaringan Epidermis

Secara umum, fungsi jaringan epidermis dapat dianggap berperan sebagai derivat atau plindung untuk tumbuhan, berikut penguraiannya:

a. Epidermis sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena adanya penguapan pada tumbuhan

b. Epidermis sebagai pelindung terhadap terjadinya kerusakan mekanik pada tumbuhan

c. Epidermis sebagai pelindung terhadap terjadinya perubahan suhu atau temperatur pada tumbuhan

d. Epidermis sebagai pelindung terhadap hilangnya zat-zat makanan pada tumbuhan

Jika sebelumnya pembahasan fungsi jaringan epidermis dilihat secara umum, berikut adalah penguraian fungsi jaringan epidermis secara lebih detail:

Gambar oleh 3.bp.blogspot.com

Fungsi Detail Jaringan Epidermis

1. Derivat Jaringan (Pelindung Jaringan)

Jaringan epidermis adalah jaringan utama yang memiliki fungsi untuk melindungi tiap organ pada tumbuhan.

Yaitu meliputi akar, batang dan daun hingga tidak mudah rusak dengan pengaruh lingkungan. Jaringan epidermis juga tersusun dari sel-sel yang yang berderet rapih sehingga mampu melindungi organ dalam tubuh dari segala perubahan cuaca, kelembapan, dan infeksi bakteri.

Pada umumnya jaringan epidermis bersifat keras andai dibandingkan dengan jaringan lainnya sehingga mampu menunjang dalam melindungi organ tumbuhan.

2. Penukar Antara Oksigen dengan Karbondioksida

Selain sebagai pelindung, jaringan epidermis juga memiliki fungsi untuk tempat pertukaran oksigen dan juga karbondioksida.

hal itu terjadi saat tumbuhan melakukan respirasi dan sekresi hasil fotosintesis. Proses ini terjadi di daun, karena umunya daun mempunyai stomata guna melakukan difusi oksigen dan karbondioksida.

3. Pengontrol Penguapan

Jaringan epidermis memiliki fungsi untuk mengatur proses transpirasi, termasuk juga dalam membatasi penguapan tumbuhan. Di dalam jaringan epidermis ada stomata yang memiliki fungsi untuk mengatur transpirasi, termasuk juga dalam mengatur ketika suhu udara tinggi maka epidermis akan menutup gunamembatasi penguapan sehingga tumbuhan tak kehabisan cadangan air.

4. Penyimpanan Cadangan Air

Jaringan epidermis memiliki fungsi cadangan air bagi tumbuhan. Di dalam jaringan epidermis ada protoplasma yang memiliki bentuk lebih pipih dari jaringan lainnya sehingga memungkinkan epidermis untuk menyimpan air yang lebih banyak.

Saat musim kemarau panjang, maka cadangan air yang ada di dalam jaringan epidermis diangkut serta disalurkan ke seluruh tubuh.

5. Penyerapan Air dan Unsur Hara

Jaringan epidermis juga memiliki fungsi untuk penyerapan air dan unsur hara. Sel-sel epidermis yang ada pada akar memilki fungsi menyerap air dan unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Di dalam akar ada trikomata yang termodifikasi hingga menjadi bulu akar, dan memungkinkan melakukan tugasnya dengan baik.

Struktur Jaringan Epidermis

Menurut berbagai sumber bacaan, di bawah ini merupakan penjelasan tiap detail mengenai struktur yang terdapat pada jaringan epidermis suatu tanaman atau tumbuhan. Urutan jaringannya diurutkan berdasarkan lapisan teratas hingga lapisan paling bawah dari suatu jaringan epridermis. Berikut uraian struktur jaringan epidermis:

Jaringan Epidermis. Gambar oleh ebiologi.com

1) Stomata (Mulut Daun)

Stomata adalah derivat (penutup atau pelindung) jaringan epidermis pada daun. Stomata berupa lubang-lubang yang pada masing-masing lubangnya dibatasi oleh sel penutup, yaitu sel-sel epidermis yang telah mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Dalam proses bernapas pada tanaman atau tumbuhan, stomata berfungsi sebagai pertukaran gas. Bentuk dari stomata tidak dapat terlihat secara kasat mata karena detailnya yang berukuran mikroskopis. Kecuali jika kita melihatnya dengan bantuan alat pembesar seperti mikroskop. Berikut adalah bagian-bagian dari stomata:

a. Sel Penutup (Guard Cell)

Sel penutup disebut juga sebagai sel pelindung. Sel penutup ini terdiri dari sepasang membran sel yang terlihat simetris dan umumnya berbentuk seperti ginjal. Sel-sel penutup merupakan sel-sel yang aktif. Pada sel-sel penutup terdapat organel sel kloroplas.

b. Celah (Aperture = porus)

Di antara kedua sel penutup, terdapat celah (porus) yang berupa sebuah lubang berukuran kecil. Sel penutup ini dapat mengatur proses menutup dan membukanya porus berdasarkan perubahan osmosisnya.

c. Sel Tetangga (Subsidiary Cell)

Sel tetangga merupakan sel-sel yang saling berdampingan atau yang letaknya berada di sekitar sel-sel penutup. Sel-sel tetangga ini dapat berjumlah dua buah ataupun lebih yang secara khusus bekerja dengan cara berasosiasi dengan sel-sel penutup.

d. Ruang Udara Dalam (Substomata Chamber)

Ruang udara adalah suatu ruang antarsel yang berukuran besar dan berfungsi lebih dari satu dalam tugasnya. Antara lain adalah bertugas dalam memproses terjadinya fotosintesis, transpirasi, dan juga respirasi.

Kemudian, berdasarkan letak sel penutupnya, stomata dapat dibedakan menjadi dua macam:

Stomata Fanerofor, yaitu adalah stomata yang sel penutupnya terletak pada permukaan daun (menonjol) sehingga memudahkan untuk proses pengeluaran air, misalnya pada tumbuhan hidrofit.

Stomata Kriptofor, yaitu adalah stomata yang sel penutupnya berada jauh di bawah permukaan daun (tersembunyi), fungsinya adalah untuk mengurangi penguapan yang berlebihan. Contohnya pada tumbuhan xerofit.

Trikomata. Gambar oleh farm1.staticflickr.com

2) Trikomata

Trikomata merupakan derivat (pelindung) epidermis yang membentuk struktur bermacam-macam rambut, sisik, rambut kelenjar, tonjolan, dan lainnya. Trikomata terdapat hampir pada semua organ tumbuhan. Terkadang trikomata berbentuk pendek dan nampak berupa tonjolan-tonjolan pada permukaan epidermis.

Salah satu contohnya adalah papilla. Papilla merupakan alat sekresi yang mengeluarkan semacam lendir. Papilla yang tidak mengeluarkan sejenis lendir, tetapi hanya mengeluarkan air disebut papullae. Trikomata berupa seperti tekstur yang terdapat pada permukaan senuah tanaman atau tumbuhan yang dapat kita raba ketika menyentuhnya. Berbeda dengan stomata yang tidak dapat dilihat secara kasat mata, trikomata dapat terlihat tanpa bantuan alat pembesar walaupun tidak secara detail.

Uraian fungsi trikomata adalah sebagai berikut:

a. Trikomata mempunyai peran untuk memperbesar fungsi epidermis sebagai jaringan derivat terutama sebagai pencegahan dari menguapnya air secara berlebihan pada tumbuhan. Contohnya, trikomata pada daun, tulang daun, dan batang tumbuhan.

b. Trikomata berfungsi sebagai alat pengisap air dan garam tanah. Contohnya trikomata pada bulu akar.

c. Trikomata berfungsi sebagai bagian dari tumbuhan yang membantu penyebaran biji dan memungkinkan biji-biji tersebut tumbuh.

d. Trikomata berperan sebagai pelindung tumbuhan dari ancaman makhluk lain. Misalnya, trikomata yang berbentuk rambut-rambut dengan penyengat (pneumatokist).

e. Trikomata berfungsi sebagai alat yang meneruskan sinyal untuk merangsang tumbuhan ketika ada bahaya yang datang dari luar. Misalnya, trikomata pada daun tembikar.

f. Trikomata berperan sebagai alat untuk membuat dan melepaskan substansi kimiawi dalam bentuk lendir pada tanaman (sekresi).

Jaringan Epidermis
Author