Hai Cerdikawan? Pada kesempatan yang lalu PinterKelas sudah bagikan secara lengkap contoh conditional sentence type 0, 1, 2, 3 ya? Beberapa dari kalian mungkin merasa ingin memahami lebih jauh tentang conditional sentence per tipenya. Nah, maka dari itu kali ini PinterKelas akan membagikan materi mengenai conditional sentence type 3 lebih dalam lagi. Kita akan membahas lebih jauh mengenai conditional sentence type 3. Lalu mengapa memilih membahas lebih jauh tentang conditional sentence type 3? Alasannya, karena conditional sentence type 3 ini sering kali membuat bingung saat diaplikasikan ke dalam sebuah kalimat. Conditional sentence tipe ini memang memiliki struktur kalimat yang cukup rumit sehingga harus berhati-hati dalam mengerjakannya agar tidak keliru.

Singkatnya, conditional sentence type 3 merupakan bentuk kalimat yang mengandung ekspresi penyesalan pada masa kini yang disebabkan oleh peristiwa atau aksi di masa lalu yang tidak pernah terjadi (tidak terpenuhi). Jadi conditional sentence tipe ini merupakan kalimat pengandaian akan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa kini jika peristiwa di masa lalunya terpenuhi. Nah, jadi kalimat pengandaian tipe 3 ini adalah bentuk kalimat penyesalan kalau dalam penerapan bahasa indonesianya.

Conditional Sentence Type 3
Aaron Burden at unsplash.com

Pengertian Conditional Sentence Type 3

Conditional Sentence yang dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Kalimat Pengandaian. Conditional Sentence adalah salah satu bentuk dari Complex Sentence (Kalimat Majemuk) yang terbentuk dari Subordinate Clause dengan awalan Subordinate Conjuction. Subordinate Conjunction yang digunakan adalah ‘if’ yang berupa syarat, dengan Main Clause yang berupa hasil dari syarat tersebut.

Conditional Sentence sendiri terbagi empat tipe:

1) Type 0

Kalimat Pengandaian tipe 0 atau yang biasa disebut Zero Conditional (Tanpa Syarat) diaplikasikan saat hasil dari syarat selalu terjadi karena merupakan hal yang nyata berdasarkan fakta yang memang merupakan suatu kebiasaan atau biasa disebut General Truth.

2) Type 1

Conditional Sentence tipe 1 ini digunakan ketika hasil dari syarat hanya sedikit kemungkinan atau bahkan tidak memiliki kesempatan untuk terjadi karena syaratnya tidak mungkin terpenuhi di masa sekarang atau situasinya sulit untuk dapat terpenuhi di masa yang akan datang.

3) Type 2

Kalimat Pengandaian tipe 2 mengacu pada penggambaran situasi saat ini, yaitu adanya sebuah aksi yang mungkin saja pada masa sekarang bisa terjadi jika dilakukan dalam situasi pada masa lalu.

4) Type 3

Kalimat Pengandaian tipe 3 ini diaplikasikan ketika hasil dari syarat tidak memiliki kemungkinan untuk terjadi karena syaratnya harus sudah terpenuhi terlebih dahulu di masa lampau.

Conditional Sentence Type 3
Thought Catalog at unsplash.com

Rumus Conditional Sentence Type 3

Rumus Condional Sentence Type 3: If + Subject + had + verb (past perfect tense) + Subject + would + have + verb (past future perfect tense)

Ketika kalian menggunakan “clause if” yang diletakkan pada awal kalimat, kalian harus memberikan tanda koma (,) sebagai penghubung antar klausa. Namun jika kalian meletakkan klausa setelah klausa utama, kalian tidak perlu menggunakan tanda koma.

Dalam pengaplikasian Conditional Sentence Type 3 ini, tidak diperbolehkan menggunakan “should” dan diganti dengan menggunakan “would” pada kalimatnya.

Contoh Conditional Sentence Type 3

If you had known her true characters, you both would have been live happy in SK. (Jika kau mengetahui sifat aslinya, kalian berdua pasti hidup bahagia di SK)

If you had held the party at Saturday night, she would have brought me as her couple that day. (Jika kamu mengadakan pesta pada sabtu malam, dia pasti membawaku sebagai pasangannya hari itu)

I would have the best car in the town if you had not burned my purse. (Aku pasti sudah memiliki mobil terbaik sekota ini jika saja kamu tidak membakar dompetku)

If you had explained clearly, you would have won the Teacher and Artist Rights Association debate. (Jika kamu menjelaskan dengan jelas, kamu pasti sudah memenangkan debat Asosiasi Hak Guru dan Seniman)

Vivi would have missed the train if that passenger had not waked me up. (Vivi pasti sudah ketinggalan kereta jika tidak dibangunkan oleh penumpang tersebut)

If Madame Tussauds Museum had released your wax sculpture, would you have agreed? (Jika museum Madame Tussauds merilis patung lilinmu, akankah kamu menyetujuinya?)

If you had washed your clothes, you would have won the Best Outfit Contest this year! (Jika kamu mencuci bajumu, kau pasti sudah memenangkan kontes Pakaian Terbaik tahun ini!)

Cika would have achieved her dreams if her parents had not decided to againts her thought. (Cika pasti sudah meraih semua mimpinya jika orang tuanya tidak memutuskan untuk menentang pemikirannya)

I would have watched MX Concert if they had employed me at that time. (Aku pasti sudah menonton Konser MX jika mereka mempekerjakanku pada saat itu)

She would have paid both of my brothers’ school bills if they had changed their policy. (Dia pasti sudah membayar tagihan sekolah kedua adik laki-lakinya jika mereka mengubah kebijakan mereka)

If you had helped those insects, they would not have been died. (Jika kamu membantu semua serangga itu, mereka tidak akan mati)

If they had told me everything at the very beginning, I would have chosen the other opportunity. (Jika mereka mengatakan segalanya padaku benar-benar sejak awal, aku akan memilih kesempatan lain)

If he approached me first in the stage, we might have burned the stage with best performance. (Jika dia mendekatiku lebih dulu saat di panggung, kita pasti menaklukan panggungnya dengan penampilan terbaik)

I would have been very grateful if you had stayed next to me in my hard times. (Aku akan bersyukur sekali jika kamu tetap berada di sisiku di masa-masa sulitku)

If you had not leave me when I need you, I might have gave you an honor as one of my best friend. (Jika kamu tidak meninggalkanku saat kubutuhkan, aku mungkin akan memberikanmu kehormatan sebagai salah satu sahabatku)

If Hoho had teached Nunu how to swim, he would have reached the higher rank. (Jika Hoho mengajarkan Nunu cara berenang, dia akan mencapai nilai tertinggi)

If the dog suddenly barked, I could have extremely shocked. (Jika anjingnya menggonggong tiba-tiba, aku akan terkejut bukan main)

If my parents had known I was winning the awards, they could have shocked! (JIka orang tuaku mengetahui bahwa aku memenangkan penghargaan, mereka akan terkejut!)If the Math teacher had not attended today’s class, I would have believed your words. (Jika guru Matematika tidak hadir untuk kelas hari ini, aku akan percaya pada kata-katamu)

Author