Halo Cerdikawan? Untuk kalian yang rajin mengikuti setiap materi di PinterKelas, pasti tahu kemarin kita sudah membahas mengenai contoh cerita fiksi. Nah, PinterKelas pasti hadir membawa pembahasan baru untuk kalian yang senang menggali ilmu! Karena sebelumnya kita sudah banyak membahas mengenai berbagai pembahasan mengenai cerita, kali ini PinterKelas hadir khusus membagikan contoh cerita fantasi! Ada tiga kategori per contoh cerita fantasi, contoh cerita fantasi dengan 3 paragraf, 4 paragraf dan 5 paragraf. Tanpa ingin mengulur waktu, yuk langsung saja kita simak?

Contoh Cerita Fantasi 3 Paragraf

Prasangka

Kontes Kecantikan Petal adalah kontes dimana para bunga dalam berbagai jenis di seluruh dunia berkumpul di sebuah negeri bernama Petal untuk mengadakan sayembara. Sayembara yang diadakan adalah untuk memperebutkan gelar ‘Bunga Paling Indah di Seluruh Negeri’. Tiap negeri berlomba-lomba untuk mengirimkan perwakilan tercantik mereka. Begitu pun dengan Negeri Gulma.

Namun, Negeri Gulma adalah negeri yang tidak pernah mendapat perhatian sekalipun karena semua menganggap tidak mungkin untuk gulma bisa seindah bunga. Gulma dianggap pengecualian bagi para juri bahkan kontestan lain. Tahun ini, Negeri Gulma memutuskan untuk tetap mengirimkan perwakilannya ke Negeri Petal. Berbeda dengan tahun sebelumnya, mereka tidak mengikuti kontes tersebut karena merasa usaha mereka hanya akan sia-sia pada akhirnya. Di kontes tahun ini tema konsep yang digunakan adalah ‘Bunga yang Tak Hanya Indah’.

Berbekal dengan kesederhanaan dan keterbatasan yang Negeri Gulma miliki, mereka telah menyiapkan rancangan konsep untuk dapat memenangkan lomba. Misi mereka adalah untuk memenangkan juara ketiga, karena Negeri Gulma menganggap itu merupakan pencapaian yang cukup besar bagi mereka. Negeri Gulma menyiapkan konsep matang tentang kekuatan Bunga Ketul. Bunga Ketul yang berukuran mungil, mampu tumbuh subur melawan kerasnya ekosistem pinggir jalan yang harus melawan polusi udara dan minimnya tanah yang semakin gencar dibuat menjadi lahan oleh manusia. Atas konsep kekuatan Bunga Ketul tersebut, Negeri Gulma mampu memenangkan juara pertama Kontes Kecantikan Petal untuk tema ‘Bunga yang Tak Hanya Indah’ di tahun ini.

Risma Azhari, Desember ’19

Bethany Laird at unsplash.com

Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf

Sepatu dalam Kotak Berdebu

Pada hari ini aku tidak akan pergi kemanapun lagi. Menghabiskan hari dengan tanpa melakukan apapun lagi. Dari hari mulai terang hingga gelap kembali. Untuk waktu yang tak pernah sempat kuhitung, juga hari-hari yang terlewat dan takkan mungkin kembali. Apakah aku mati? Tentu saja belum. Tapi kurasa iya, sedikit lagi. Semakin hari, aku semakin ragu untuk tetap di sini. Namun apa boleh buat, Dia masih saja menyimpanku di sini. Padahal kalau dipikir-pikir untuk apa lagi? Meski begitu, ada sedikit rasa lega dalam diriku untuk keputusannya itu. Aku kecewa dan berterima kasih pada saat yang bersamaan. Karena di sisi lain aku harap Dia dapat membuangku saja.

Hari-hari itu terus saja mengingatkanku. Seakan tak cukup satu-dua hari, ia terus saja menghantuiku di setiap harinya. Aku ingat saat kau dan aku menerjang hujan deras di Bekasi Timur Laut hari itu. Kita basah kuyup karena banjir, tapi kita tetap bahagia karena melewatinya bersama. Atau saat kau dan aku melewati panasnya jalanan Jakarta Raya. Kau berkata sudah tak tahan lagi karena cuaca ekstrim yang hari itu menyerang. Kukatakan padamu, kita pasti bisa melewati semuanya asal bersama.

Aku pun masih ingat dengan jelas ketika dihadapkan dengan situasi yang mengharuskan kita untuk bertahan di bawah kaki Gunung Lalala. Kita mengarungi arus sungai yang deras, licinnya bebatuan besar, jurang yang terjal, dan pasir dengan jutaan kerikil secara bertubi-tubi. Namun kita mampu semua itu karena kita bersama. Masih ingatkah kau dengan semua itu?

Saat kau pergi, aku mulai hancur perlahan. Aku merasa kosong. Aku merasa sepi. Aku merasa tak berguna. Aku merasa separuh dari diriku dicuri dengan paksa. Aku bahkan merasa tak mampu melewati satu hari lagi. Aku yang kautinggalkan, saat ini amat merindukanmu. Aku, sang sepatu usang yang tinggal sebelah sebab sebelahnya lagi rusak digigit anjing. Aku, sepatu usang dalam kotak sepatu berdebu yang dulunya sepasang denganmu.

Risma Azhari, Desember ’19

2Photo Pots at unsplash.com

Contoh Cerita Fantasi 5 Paragraf

Desa Semut Warna-Warni

Siang ini prajurit divisi Semut Kuning, Merah Muda, Oranye, dan Biru berkumpul di Pendopo Daun Kering yang terletak di tengah-tengah Desa Semut Warna-Warni. Mereka semua berkumpul untuk menggelar rapat bulanan dengan para petinggi desa. Sang Kepala Desa Semut Warna-Warni telah menunggu mereka sejak pagi. Namun, karena tiap divisi Semut Warna-Warni bekerja di distrik masing-masing pada pagi hari, mereka baru bisa memulai rapatnya pada siang hari. Jadi para prajurit itu tidak telat datang ke rapat sama sekali. Justru mereka merupakan tumpuan masyarakat desa, karena selalu bekerja keras setiap hari demi berjalannya rantai makanan di Desa Semut Warna-Warni.

Di rapat bulanan siang ini, para Prajurit Semut menyampaikan keluhan masyarakat yang mereka temui setiap hari ketika sedang bertugas. Peraturannya, Kepala Desa akan selalu menindaklanjuti keluhan-keluhan yang memberi pengaruh besar terhadap Desa Semut Warna-Warni dan keluhan dengan jumlah paling banyak. Sang Kepala Desa merasa terkejut ketika mendengarkan keluhan-keluhan yang disampaikan setiap perwakilan divisi. Para petinggi desa lainnya hanya dapat menelan ludah ketika mendengarkannya.

Keluhan divisi Semut Kuning adalah tentang sulitnya mendapat pasokan makanan untuk persiapan sebelum memasuki musim Air Jatuh Dari Langit. Keluhan divisi Semut Merah Muda adalah rentannya kesehatan para masyarakat di divisi mereka yang saat ini terserang wabah semut gila akibat kelaparan. Keluhan di divisi Semut Oranye tidak jauh berbeda dengan milik divisi Semut Kuning, yakni sulit memasok makanan untuk musim Air Jatuh Dari Langit. Masyarakat pada divisi Semut Biru tidak mempunyai keluhan, tapi keluhan datang langsung dari para prajuritnya yang merasa kondisi kesehatan tim di divisi mereka semakin hari semakin memburuk.

Kemudian sebelumnya para Prajurit Semut di tiap divisi sudah mendiskusikan semua permasalahan ini, mereka berpendapat adanya masalah-masalah tersebut muncul karena kurangnya jumlah prajurit pada tiap divisi dengan banyak tanggung jawab dan waktu yang terbatas sebelum memasuki musim Air Jatuh Dari Langit.

Setelah berdiskusi panjang lebar dan atas persetujuan Prajurit Semut, masyarakat desa dan Kepala Desa, akhirnya mereka semua mencapai sebuah kesepakatan besar. Bahwa untuk dapat memenuhi tugas-tugas prajurit semut sebelum memasuki musim yang berbahaya, yaitu musim Air Jatuh Dari Langit, mereka semua akan bergotong-royong demi membantu para Prajurit Semut dalam pengerjaannya. Mereka menganggap langkah ini adalah yang paling tepat dan yang paling baik karena semua dikerjakan oleh mereka dan hasilnya untuk mereka juga.

Risma Azhari, Desember ’19

Ben White at unsplash.com
Author