Mempelajari bahasa itu gampang-gampang susah. Apalagi kalau sudah sampai pada materi membuat karya. Baik itu puisi, cerpen, maupun pantun. Tetapi, sebenarnya tidak sulit kok! Kamu bisa mempelajari dulu contoh pantun di artikel ini.

Pantun adalah salah satu karya sastra yang terdiri dari empat baris. Baris pertama dan kedua sebagai sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi. Makna pantun sebenarnya terdapat di baris ketiga dan empat.

Bila kamu ingin menyampaikan sesuatu, bisa nih menggunakan pantun sebagai cara. Kalau masih bingung, ada kok contoh pantun yang bisa ditiru. Baru nanti dikembangkan sendiri.

Dari contoh pantun ini kamu bisa menulis aneka pantun. Mulai dari pantun nasehat, pantun jenaka, pantun teka-teki, hingga pantun tentang cinta. Wah, seperti menyenangkan bukan?

Syarat Menulis Pantun

Menulis pantun itu tidak boleh asal-asalan lho! Karena pantun adalah karya sastra lama maka ada aturan yang mengikat. Berbeda dengan karya sastra modern yang bebas tanpa aturan. Alias boleh bereksplorasi sesuai keinginan.

Secara umum aturan penulisan pantun antara lain:

  • Terdiri dari empat baris. Tidak boleh kurang tidak boleh lebih.
  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran. Menggunakan kalimat kiasan atau sekadar perumpamaan saja. Tidak ada makna tertentu.
  • Baris ketiga dan keempat adalah makna dari pantun. Harus jelas makna yang akan disampaikan kepada pembaca.
  • Memiliki 8-12 kata tiap satu baris.
  • Menggunakan rumus AB-AB atau AA-AA. Baris pertama irama akhir kata harus sama dengan baris ketiga. Begitu pula baris kedua dan keempat.
  • Harus memiliki makna jelas yang bisa diresapi oleh pembaca

Secara umum, itulah syarat-syarat penulisan pantun. Tidak boleh asal menulis lho! Karena sastra lama itu memang terikat dengan aturan. Kalau tidak mengikuti aturan itu berarti pantun buatanmu tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesia.

Beberapa Jenis Pantun

Ada berbagai macam jenis pantun. Perbedaan ini akibat dari makna pantun. Karena pasti akan terjadi perbedaan pesan yang ingin disampaikan tiap penulis pantun satu dengan yang lain.

Beberapa jenis pantun yang biasa digunakan antara lain:

1. Pantun Nasehat

Pantun nasehat berisi nasehat agama, moral, dan berbagai hal lain seputar kebaikan manusia. Dibuatnya pantun nasehat bertujuan agar pembaca bisa melakukan maupun tersadar untuk berbuat baik.

2. Pantun Jenaka

Sesuai dengan namanya, pantun ini bertujuan untuk menghibur pembaca dengan menghadirkan hal-hal lucu yang akan mengundang tawa. Kamu bisa memasukkan unsur apapun asalkan terdengar lucu. Nanti ada contoh pantun jenaka pula di artikel ini.

3. Pantun Agama

Pantun ini meskipun hampir mirip dengan pantun nasihat, tetapi nasihatnya lebih menjurus ke arah agama. Berbagai unsur agama apapun bisa dimasuukkan asalkan berisi tentang kebaikan. Kamu bisa membuat pantun sesuai dengan agamamu.

4. Pantun Cinta

Pantun cinta tentu saja berisi tentang cinta. Lebih sering berisi tentang kisah cinta seorang manusia kepada pasangannya. Nah, kamu bisa membuat tema ini deh di rumah setelah melihat contohnya.

5. Pantun Anak

Jelas dong isinya tentang kehidupan anak-anak. Kalau kamu menjadi guru TK kamu bisa membuat pantun dengan tema ini. Pokoknya berisi tentang kehidupan anak yang menyenangkan.

6. Pantun Kepahlawanan

Jasmerah, jangan pernah melupakan sejarah. Termasuk atas jasa dan peran pahlawan dalam kehidupan kita. Kamu bisa menunjukkan rasa terima kasih dengan membuat pantun pahlawan. Siap kan?

7. Pantun Pendidikan

Hampir sama lagi dengan pantun nasihat, tetapi lebih menjurus pada nasihat seputar pendidikan. Seperti nasihat agar belajar lebih giat atau menyampaikan berbagai manfaat bila belajar dengan rajin.

Berbagai Contoh Pantun

Kalau kamu masih bingung ingin membuat pantun seperti apa, tenang saja. Di artikel ini akan tersaji berbagai contoh karya pantun yang anti mainstream. Kamu bisa mencontohnya untuk membuat tugas sekolah.

Daripada berlama, langsung saja menuju contoh-contohnya ya!

Contoh Pantun Nasehat

Makan soto di pinggir sawah
Jangan lupa memakai kerupuk
Kalau kamu malas bersekolah
Jangan kaget jika nanti terpuruk

Contoh Pantun Pantun Jenaka

Kue bolu rasanya sangat enak
Makin enak ditambah kopi
Niat hati ingin hidup enak
Eh, uang malah diambil istri

Contoh Pantun Agama

Siang-siang makan buah pepaya
Makin segar dengan es kelapa muda
Jangan harap masuk surga
Kalau sholat malas luar biasa

Contoh Pantun Cinta

Duhai indah bunga melati
Apalagi dipasang di telinga wanita
Sungguh indah cinta sejati
Ketika datang pada waktunya

Contoh Pantun Anak

Kucing kecil berlari-lari
Bermain tertawa sesuka hati
Jangan biarkan anak menyendiri
Agar nanti ia tidak sakit hati

Contoh Pantun Kepahlawanan

Kenalkah kau dengan Pattimura
Pahlawan terkenal dari Maluku
Pastikan selalu bela negara
Seperti pahlawan terdahulu

Contoh Pantun Pendidikan

Buku bacaan di perpustakaan
Dipinjam siswa setiap hari
Kalau ada PR selalu kerjakan
Karena itu satu tanda bakti

Memaknai Sebuah Pantun

Membuat pantun itu cukup mudah. Dalam sehari pun kamu sudah bisa menguasai. Tidak perlu ilmu sakti untuk mempelajari pantun. Karena ini salah satu materi sekolah yang sederhana.

Beberapa hal yang sering ditanyakan di soal ujian adalah tentang memaknai pantun. Makna tiap pantun akan berbeda-beda tergantung dari pesan yang akan disampaikan. Pun jenis dari pantun pun berbeda-beda.

Pastikan kamu mengenali berbagai jenis pantun terlebih dahulu. Baru kemudian mencoba mengartikan makna yang disampaikan. Latih terus kemampuan ini maka lambat laun kamu akan menjadi ahli pantun.

Memang sangat sederhana. Kamu pasti cepat menguasai dong! Apalagi hanya memaknai. Wah, itu hal yang sangat mudah!

Membuat Pantun Sendiri

Karena sudah mengerti pengertian pantun, syarat menulis pantun, jenis pantun, dan contoh pantun, kini saatnya membuat pantun sendiri. Berani membuat pantun sendiri kan?

Bagaimana cara membuat pantun? Mudah sekali. Pertama, pikirkan dulu ingin membuat pantun jenis apa. Mau pantun jenaka, pantun nasihat, pantun agama, maupun pantun jenis lain. Bagaimana, sudah ketemu?

Setelah itu, siapkan bagian sampiran. Bebas kamu ingin mengambil sudut apa. Boleh tentang buah, hewan, kegiatan sehari-hari, dan berbagai hal lain. Tidak ada aturan dalam hal ini.

Asalkan memiliki suku kata 8-12 sudah cukup. Pastikan tidak melebihi jumlah itu. Siap? Nah, sampiran sudah selesai maka selanjutnya menuju pada makna pantun.

Sesuaikan dengan jenis pantun. Pastikan juga untuk memiliki akhiran irama yang sama dengan sampiran. Ingat, syarat pantun adalah AB-AB atau AA-AA. Tidak boleh melompat menjadi A, B, A,D dan lain-lain. Sudah mengerti?

Setelah itu, baca pantun itu. Sudahkah terasa enak didengar? Kalau sudah cukup aman di telinga berarti pantunmu sudah bagus. Kamu sudah berhasil membuat pantun sendiri. Yeay!

Membuat pantun itu sangat mudah ya. Setelah itu, praktikkan sendiri untuk membuat tugas sekolah maupun kuliah. Semoga berhasil!

Baca juga : Menasehati Orang Pakai Pantun Nasehat, Gimana Tuh Caranya?

Author