Halo sobat PinterKelas. Sudah siap untuk belajar? Mari kita kembali membahas materi Bahasa Indonesia. Kali ini, kamu akan diajak untuk belajar tentang majas personifikasi. Sudah tahu belum tentang majas ini?

majas personifikasi
pixabay.com

Belum tahu? Eits, tenang saja, setelah ini kamu akan makin paham tentang majas personifikasi setelah membaca artikel ini. Nanti akan dijelaskan lengkap mulai dari definisi, ciri-ciri, hingga contoh penggunaan majas jenis ini.

Oleh karena itu, pastikan untuk membaca artikel ini sampai tuntas. Kalau perlu, siapkan buku catatan dan tuliskan hal penting mengenai majas personifikasi dari materi PinterKelas. Kamu pasti akan langsung bisa menuliskan contohnya. Sudah siap?

Definisi Majas Personifikasi

Ada begitu banyak majas di dalam ruang lingkup Bahasa Indonesia. Fungsi dari berbagai majas itu sama, yakni ingin menggambarkan sesuatu dengan cara lebih indah. Tidak menggunakan makna lugas melainkan dengan kata-kata lain yang memiliki makna sama.

Penggunaan majas dalam membuat bacaan atau cerita akan menambah kekayaan bahasa. Sehingga pembaca akan semakin nyaman ketika membacanya. Lantas, apa sih pengertian dari majas ini?

Majas personifikasi adalah gaya bahasa kiasan di dalam Bahasa Indonesia ditandai dengan memberikan sifat-sifat insani (manusiawi) kepada benda mati atau benda hidup yang bukan manusia. Dampak dari penggunaan majas ini adalah benda/hewan/tumbuhan itu akan bertingkah seperti manusia.

Penggunaan majas ini akan membawa dampak besar dalam sebuah cerita. Keseluruhan cerita akan terlihat lebih menarik dan menegangkan untuk diikuti. Selain itu, ini juga menjadi variasi penting agar bacaan lebih mampu dinikmati.

Jenis-Jenis Majas

Jenis majas itu ada banyak lho! Kalau dibahas dalam satu artikel sekaligus kurang bisa memberi efek mendalam. Itulah mengapa pembahasan tiap majas dipisahkan. Kali ini dibahas mengenai personifikasi, besoknya bisa membahas majas tipe lain.

Kalau kamu sudah paham tentang majas ini dan mampu membuat kalimat sendiri, baru nanti bisa lanjut ke jenis majas lain. Kunci sukses belajar itu sabar guys! Jadi mari pelajari satu per satu sampai mahir dulu baru berganti ke materi lain.

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Majas ini memiliki ciri tersendiri yang tidak dimiliki oleh jenis lainnya. Meskipun penggunaannya bisa dibuat hampir mirip dengan majas hiperbola yang cenderung melebihkan, tetapi tetap poin utama adalah penggambaran sifat manusia kepada benda mati dan benda hidup bukan manusia.

majas personifikasi
pixabay.com

Meskipun penggunaan majas bisa dibuat seakan berlebihan, asalkan tetap pada koridor aman maka tidaklah mengapa. Jadi kamu harus pegang ciri khusus dari majas ini. Nah, ciri-ciri lain bisa kamu simak di bawah ini:

  • Menggunakan diksi berupa kata kerja yang biasa digunakan oleh manusia, tetapi diterapkan pada benda mati dan makhluk hidup selain manusia. Misalnya, menggulung, meniup, memandang, dan lain-lain.
  • Menggambarkan sebuah situasi dengan gambaran angan-angan tetapi mengandung makna konkrit. Meskipun pemilihan kata cenderung agak berlebihan, tetapi hal itu memang nyata terjadi.
  • Mampu membuat benda mati atau benda hidup bukan manusia seolah-olah melakukan/merasakan segala sesuatu yang dialami oleh manusia.

Kamu boleh membuat kalimat dengan tema apapun, asalkan sesuai dengan ciri di atas maka masih termasuk ke dalam majas tipe ini. Nah, biasanya penggunaan majas diterapkan untuk memperkaya penggambaran suasana.

Setelah menggunakan majas personifikasi, suasana/keadaan akan tampak lebih dramatis. Sekaligus mampu mengundang panca indera para pembaca hingga bisa ikut merasakan. Oleh karena itu, kamu pun harus bisa membuat kalimat yang mengandung majas ini.

Penggunaan Majas Personifikasi di dalam Kalimat

Setelah belajar tentang definisi dan cirinya, kamu pasti ingin mengetahui contoh majas personifikasi dan artinya kan? Sebetulnya, tanpa diberitahu artinya pun otomatis kamu sudah mengerti.

Tujuan dari penggunaan majas ini adalah memperkaya deskripsi. Perlu diingat lagi, segala hal berbau deskripsi itu akan membangkitkan kemampuan panca indera. Setelah membaca kalimat berisi majas personifikasi, dengan segera kamu akan membayangkan suasana itu.

Makna kalimat tersebut akhirnya bisa tertangkap dengan mudah. Ingin melihat contoh-contoh kalimatnya? Simak di bawah ini ya!

  1. Burung-burung bernyanyi pertanda hari sudah beranjak pagi.
  2. Kulitku menghitam akibat terbakar oleh sinar matahari.
  3. Aroma masakan ayah mengundang rasa lapar kami sekeluarga.
  4. Badai tsunami menyapu bersih lingkungan tempat tinggal penduduk sekitar.
  5. Gunung Merapi kembali memuntahkan isi perutnya ke udara bebas.
  6. Angin puting beliung kembali mengamuk dan meluluhlantakkan pemukiman warga.
  7. Pohon kelapa melambai-lambai di sekitar pantai.
  8. Ketika sore tiba, langit kembali menitikkan air mata dan membasahi permukaan bumi.
  9. Angin malam sangat dingin hingga mampu menusuk tulang manusia-manusia yang keluar malam itu.
  10. Gunung Merapi kembali batuk, masyarakat dihimbau untuk segera mengungsi.
  11. Hasil panen sawah milik bapak mampu membiayai kehidupan kami sekeluarga.
  12. Sirene mobil ambulans itu meraung-raung di tengah lalu lintas ingin meminta jalan.
  13. Ombak di pantai menggulung-gulung menambah suasana sendu di sore hari.
  14. Anginlah yang mampu menyampaikan salamku kepadanya yang jauh disana.
  15. Saat malam tiba, bulan berusaha menyingkirkan awan agar ia bisa dipandang oleh manusia di permukaan.
  16. Kasur terus menarik tubuhku agar tidak beranjak pergi darinya.
  17. Malam ini aku sendiri ditemani oleh radio yang terus berceloteh sejak tadi.
  18. Keindahan sunset mampu membius setiap pasang mata yang melihatnya.
  19. Awan hitam mengingatkan aku tentang masa lalu kelam.
  20. Tenggelamnya sang surya mengisyaratkan bahwa malam akan segera tiba.

Itulah beberapa contoh penggunaan majas personifikasi di dalam sebuah kalimat. Kesamaan dari berbagai kalimat itu adalah selalu menggunakan benda mati dan tiap benda itu memiliki kata kerja manusia.

Ketika ada kata kerja pada sebuah benda mati, kamu bisa membayangkan bahwa benda itu akan melakukan hal seperti yang manusia lakukan. Ombak yang menggulung, maka benar ombak itu akan bergulung.

majas personifikasi
pixabay.com

Berbagai pilihan kata itu sengaja digunakan untuk menambah kesan dramatis. Bila karangan tidak disertai dengan penggunaan majas, bisa-bisa pembaca akan merasa bosan. Karangan dengan pemilihan bahasa terlalu datar cenderung kurang menarik.

Kurang memberi efek kaget dan siapa pun bisa malas membaca. Jadi kunci untuk meningkatkan minat baca salah satunya dengan membuat bacaan yang indah. Yakni dengan memasukkan unsur majas di dalamnya.

Mari Segera Praktik!

Karena sudah ada contoh penggunaan majas personifikasi di atas, maka kini saatnya untuk praktik. Siapkan buku tulis atau Microsoft word. Lantas mulai meramu kata-kata menggunakan benda-benda di sekitar.

Tambahkan kata kerja manusia pada benda-benda itu. Kalau sudah membuat, coba cek terlebih dahulu apakah sudah enak dibaca atau belum. Tanda bacaan berkualitas adalah enak ketika dibaca.

Setelah itu, kembangkan berbagai kalimat itu supaya nanti menjadi karangan indah. Lalu kamu bisa bagikan kepada teman-teman deh!

Author