Dalam tubuh makhluk hidup, organ yang mempunyai fungsai sama membentuk sistem tertentu. Ada sistem pencernaan, ekskresi, syaraf pusat, dan lain-lain pada tubuh manusia. Semuanya dalam materi pelajaran biologi.

Sistem ekskresi mempunyai kedudukan yang sama penting dengan sistem lain. Keberadaan dan fungsinya mempengaruhi kinerja tubuh secara keseluruhan. Sistem ini juga terkait dengan organ tubuh lain.

Apa yang dimaksud dengan sistem ekskresi? Apa saja organ yang termasuk di dalamnya? Cerdikawan, akan memperoleh penjelasan lengkap dalam pembahasan Pinter Kelas kali ini.

Apa yang Dimaksud Ekskresi?

Ekskresi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI adalah pengeluaran atau pembuangan sisa hasil metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Sisa hasil metabolisme yang keras disebut sebagai ampas ini dapat membahayakan jika dibiarkan saja tanpa dibuang.

Ibaratnya, kamu mempunyai kamar sendiri. Di sana kamu melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk makan. Semua aktivitas yang dilakukan menghasilkan sampah, seperti sampah makanan. Apa yang terjadi jika sampah tidak pernah dibersihkan dan dibiarkan menumpuk?

Kamar Cerdikawan akan bau dan kotor. Kotoran yang lama kelamaan dapat menimbulkan penyakit sendiri.

Itulah yang juga terjadi pada tubuh manusia!

Sampah metabolisme dapat berupa urin, keringat, uap air, dan karbondioksida. Jika tidak segera dikeluarkan atau dibuang, sama dengan sampah dalam kamar yang menimbulkan penyakit.

Sementara itu, ada beberapa organ yang berhubungan dengan pembuangan zat sisa ini. Organ-organ tersebut disatukan disebut sebagai sistem ekskresi atau sistem pengeluaran zat sisa dari dalam tubuh.

Fungsi Sistem Ekskresi

Setiap sistem dan organ yang ada di dalam tubuh manusia mempunyai fungsi. Tidak terkecuali dengan sistem pembuangan atau pengeluaran zat sisa.

Funsinya, antara lain dapat kamu perhatikan sebagai berikut :

  • Melindungi sel-sel tubuh dari zat-zat yang bersifat racun.
  • Mempertahankan suhu tubuh.
  • Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
  • Menurunkan kadar zat produk metabolisme dalam tubuh agar tidak terakumulasi.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Ekskresi?

Sebelumnya kamu telah mengetahui tentang pengertian dan fungsi sistem pengeluaran dalam tubuh.

Bagaimana dengan cara kerjanya?

Cara kerja ini berkaitan erat dengan cara kerja organ yang ada di dalamnya. Organ tersebut ada tiga; kulit, paru-paru, dan ginjal. Beberapa orang menambahkannya menjadi lima dengan usus pada pencernaan dan Hati.

Agar lebih memahami, perhatikan cara kerja masing-masing organ ekskresi tersebut, dalam sub judul selanjutnya.

Organ Ekskresi Kulit

Sebagai sistem pengeluaran atau pembuangan, kulit berfungsi sebagai tempat dikeluarkannya kotoran, racun, dan mineral berlebih melalui keringat.

Keringat ini akan keluar saat kamu melakukan aktivitas atau berjemur di bawah sinar matahari. Oleh karena itu, seseorang sering dikatakan sehat jika ia masih dapat mengeluarkan keringat dengan normal. Kamu juga disarankan untuk berjemur di pagi hari dan berolahraga, salah satunya untuk menghasilkan keringat yang cukup untuk pembuangan zat tubuh.

Sebagai alat ekskresi, kulit mempunyai 2 lapisan utama yang diuraikan berikut :

ekskresi
latifarahma.blogspot.com

1. Lapisan Epidermis

Lapisan ini kamu kenal dengan sebutan kulit ari. lapisan kulit yang berada paling luar dan tersusun dari sel-sel epitel .

Lapisan kulit ari dibagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu stratum korneum, lapisan stratum granulosum, dan lapisan germinativum.

Lapisan epidermis tidak mempunyai pembuluh darah dan serabut syaraf yang melewatinya.

2. Lapisan Dermis

Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan epidermis dan dikenal juga dengan sebutan kulit jangat.

Pada lapisan ini, ada gerakan penggerak, glandula sebasea, dan pembuluh keringat (glandula sudorifera).

Pembuluh dan kelenjar keringat memiliki pangkal yang menggulung dan berhubungan dengan kapiler darah dan serabut saraf.

Serabut syaraf berfungsi meningkatkan kerja keringat.

Keringat yang diproduksi akan menyerap udara, ion, NaCl atau garam, dan urea dalam darah yang tidak diperlukan tubuh. Semua yang diserap tersebut akan dikeluarkan bersama keringat melalui pori-pori kulit.

Kumpulan keringat pada kulit terbagi menjadi dua, dalam Biologi disebut sebagai kelenjar ekrin dan apokrin.

Kelenjar keringat ekrin mengeluarkan garam, asam, urea, dan amonia yang merupakan sisa hasil metabolisme Nitrogen. Sedangkan kelenjar apokrin mengeluarkan keringat yang mengandung protein dan lemak sebagai hasil pencernaan.

Alat Ekskresi Ginjal

Ginjal sering disebut sebagai organ utama ekskresi manusia. Ginjal ini menghasilkan urin.

Manusia mempunyai dua ginjal alias sepasang yang ukurannya sekitar 10 cm. Letaknya ada di rongga perut sebelah kiri dan kanan, di ruas-ruas tulang pinggang.

Fungsi ginjal sebagai alat pembuangan, yaitu:

  • Menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah.
  • Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.
  • Mengeskresikan gula darah yang melebihi kadar normal.
  • Mengatur keseimbangan kadar asam, basa, dan garam di dalam tubuh.

Secara umum, ginjal terdiri dari 3 bagian sesuai tahapan pembentukan urin berikut :

chasa28.blogspot.com
  1. Filtrasi
    Filtrasi adalan proses penyaringan sel-sel darah. Filtrasi ini menghasilkan urin primer yang masih mengandung air, glukosa, dan asam amino. Proses ini terjadi pada bagian kulit ginjal yang disebut korteks renalis.
  2. Reabsorpsi
    Reasorpsi merupakan penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Proses ini menghasilkan urin sekunser. Bagian ginjal tempat terjadinya reasorpsi adalah sumsum ginjal atau lebih tepatnya medulla.
  3. Augmentasi
    Selain terjadi proses reasorpsi, di medulla juga terjadi proses augmentasi, proses pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Proses ini menghasilkan urin sesungguhnya. Setelah mengalami proses terakhir, urin ditampung sementara di bagian rongga ginjal yang disebut pervis renalis sebelum masuk ke ureter.

Alat Ekskresi Hati

Hati merupakan alat ekskresi yang berhubungan dengan pencernaan dan pembuluh darah.

Hati terletak di rongga perut juga, tepat di bawah diafragma dan selimuti selaput tipis sebagai pelindung.

Sebagai organ pembuangan, fungsi hati adalah sebagai berikut :

  • Mengekskresikan getah empedu zat sisa dari perombakan sel darah merah yang telah rusak dan dihancurkan di dalam limpa.
  • Sebagai penawar racun.

Bagian-bagian hati dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

ekskresi

Alat Ekskresi Paru-Paru

Beberapa ahli juga menyebutkan paru-paru sebagai alat ekskresi karena organ ini mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbondioksida dan air.

Sebagai alat ekskresi, paru-paru berfungsi mengeluarkan sisa metabolisme berupa karbondioksida dan air.

Karbondiosida dan air yang dikeluarkan berasal dari proses katabolisme respirasi atau pernapsan intraseluler secara aerob dalam bagian sel yang disebut mitokondria. Dari proses respirasi, dihasilkan energi berupa ATP, karbondioksida dan air. ATP digunakan untuk aktivitas tubuh. Sementara karbondioksida dan air akan dikeluarkan.

Bagian-bagian paru-paru terlihat dalam gambar.

ekskresi
masterbama.blogspot.com

Alat Ekskresi Usus

Usus sejatinya masuk ke dalam sistem pencernaan. Namun, karena dalam prosesnya usus hanya menyerap bagian yang diperlukan dan membuang yang tidak dibutuhkan ke usus besar dan anus, sering dianggap sebagai alat ekskresi juga.

Itulah Cerdikawan, pembahasan kali ini tentang ekskresi atau pembuangan zat sisa pada manusia. Pembahasan lengkap tentang setiap sistem organ akan kamu temui dalam materi lain. Selamat belajar!

Author