Cerdikawan, sebelumnya kamu sudah mempelajari bahwa bagian terkecil dari makhluk hidup adalah sel. Sel ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu membran dan sitoplasma. Kamu juga pasti sudah tahu, apa saja yang ada di dalam sitoplasma dan fungsinya. Namun, tahukah kamu apa sebenarnya fungsi sitoplasma sendiri?

Hal ini akan dibahas oleh Pinter Kelas. Sitoplasma yang dimiliki oleh semua makhluk hidup, baik bersel banyak maupun bersel satu.

Yuk, persingkat waktu dengan langsung membaca dan memahami pejelasan singkat berikut!

Pengertian Sitoplasma

Sitoplasma, seperti telah disebutkan di atas dan pelajaran sebelumnya merupakan bagian dalam sel yang berupa cairan. Bagian ini dibungkus oleh membran sel.

Pada sel-sel eukariota atau makhluk hidup yang bersel banyak, sitoplasma merupakan bagian non nukleus atau bagian yang bukan inti sel dari protoplasma.

Di dalam sitoplasma terdapat:

  1. Sitoskeleton
    Bagian yang fungsinya menjaga posisi organel sel agar tidak berpindah-pindah.
  2. Organel sel atau bagian sel
    Yang meliputi, antara lain badan golgi, ribosom, lisosom, mitokondria, dan nukleus atau inti sel.
  3. Vesikel
    Merupakan ruangan tipis yang berada di antara sitosol yang berisi organel sel dan membran plasma. Bagian ini yang langsung diselimuti oleh selaput membran plasma.

    Vesikel berfungsi sesuai dengan organel sel yang ada. Jika vesikel membungkus nukelus, berarti fungsi vesikel adalah membantu proses replikasi DNA dan lain-lain yang dilakukan oleh inti sel.
  4. Sitosol
    Cairan sitoplasma tempat organel sel yang telah disebutkan seakan-akan melayang atau terapung di dalamnya. Sitosol adalah bagian tempat terjadinya reaksi kimia sel dan media transfer berbagai bahan dari dan keluar sel.

Fungsi dari Sitoplasma Secara Umum

Setiap makhluk hidup memiliki sitoplasma dalam selnya. Namun, karena sitoplasma yang dimiliki strukturnya berbeda, fungsinya tidak sama. Fungsi sitoplasma secara umum, yaitu:

  • Sitoplasma menyimpan berbagai jenis zat kimia yang dipakai dalam proses metabolisme sel. Zat kimia tersebut, antara lain enzim, ion, gula, lemak, dan protein.
  • Menjamin berlangsungnya pertukaran zat di dalam sel. Ini dikarenakan sitoplasma menjadi yang dilalui semua zat yang keluar dan masuk sel.
  • Menjaga agar metabolime tetap berjalan dengan baik. Sitoplasma yang memiliki zat kimia untuk metabolisme. Senyawa yang diubah menjadi energi ketika metabolisme. Menjaga berlangsungnya metabolisme supaya tetap bekerja dengan baik.
  • Tempat berlangsungnya semua pekerjaan sel. Mengapa? Karena di sinilah semua organel sel berasa. Meski bukan sitoplasma yang mereplikasi DNA, misalnya. Namun, nukleus berada di dalam sitopasma.
  • Menjaga bentuk sel secara keseluruan.
  • Mempertahankan organel sel agar semua berada dalam tempatnya masing-masing. Ibaratnya telur, bagian putihnya selalu menjaga agar kuning telur terus berada di tengah. Meski tidak terlihat, ada zat yang menyebabkan hal ini. Di dalam sel putih telur adalah sitoplasma, dan kuning telur adalah semua organel sel yang ada.
  • Pelarut semua protein dan senyawa di dalam sel. Ini dimungkinkan karena semua reaksi biokimia tubuh terjadi di sini.
  • Zat yang bisa mentransfer berbagai zat, baik dari luar maupun keluar zat yang dibutuhkan organel sel.
  • Mengisi ruang sel karena sitoplasma bersifat cair yang menekan ke segala arah. Akibatnya, semua ruang sel yang masih kosong ditempati oleh sitoplasma.
  • Membantu pergerakan unsur atau zat yang dibutuhkan ke dalam dan ke luar sel, dan dari satu organel ke lainnya sesuai kebutuhan.

Fungsi Sitoplasma Bakteri

Bakteri merupakan hewan ber sel satu yang bentuknya sangat kecil hingga tidak terlihat oleh mata biasa.

Tentu saja dengan berbagai sifatnya, sel bakteri juga mempunyai sitoplasma. Akibatnya, ada bakteri jahat dan baik. Ada bakteri yang sebagian dibiarkan keberadaannnya di sistem pencernaan.

Sel bakteri tidak mempunyai dinding sel. Ya, karena makhluk hidup ini identik dengan sel yang dimilikinya. Dengan demikian, bakteri disebut sebagai makhluk prokariotik.

Selain itu, inti sel juga tidak tidak tertutup membran. Di sini tidak ada DNA dan kromosom sebagai pembawa sifat. Sebagai gantinya, informasi genetik bakteri di bawah oleh sesuatu yang disebut sebagai plasmid.

Kondisi bakteri dan strukturnya seperti yang disebutkan di atas membuat fungsi sitoplasma bakteri tidak sama dengan hewan dan tumbuhan.

kelapintar.id

Fungsi sitoplasma bakteri, yaitu:

  • Pusat Aktivitas dan Kelangsungan Hidup Bakteri
    Sama dengan bagian sel tumbuhan dan hewan, bakteri juga mempunyai organel sel yang dikelilingi membran. Organel sel ini juga terletak di dalam sitoplasma.

    Dengan demikian, pertumbuhan sel, penghapusan limbah, replikasi atau reproduksi, dan metabolisme juga terjadi di sitoplasma. Sitoplasma menjadi pusat aktivitas dan kelangsungan hidup makhluk hidup bersel satu.
  • Memberikan Perlindungan Ketika Bakteri Berkembangbiak
    Sudah disebutkan di atas, bahwa bakteri tidak mempunyai kromosom dalam sel ini. Sifat genetiknya dibawa oleh plasmid. Plasmid juga terletak dalam sitoplasma.

    Plasmid adalah salah satu organel sel yang merupakan bagian dari struktur gen pada bakteri yang mempunyai untai DNA yang bentuknya melingkar. Plasmid berfungsi sebagai pelindung.

    Ia membawa tugas agar sel resisten atau bertahan terhadap antibiotik ketika menginfeksi makhluk hidup lain. Reaksi plasmid memberi perlindungan pada proses perkembangbiakkan bakteri yang cukup cepat.
  • Pengontrol Sel Bakteri
    Pada makhluk hidup tingkat tinggi ada otak yang mengontrol semua aktivitas sel hingga sistem organ dalam tubuh.

    Namun, bakteri hanya mempunyai sel satu. Pengontrol segala aktivitasnya disebut sebagai genom yang berada di sitoplasma. Selain itu, genom juga berfungsi menghasilkan protein yang diperlukan untuk menunjang kelangsungan hidupnya.

Fungsi Sitoplasma Tumbuhan

Sel tumbuhan mempunyai kekhususan sendiri. Dia mempunyai sitosol, plastida, dan vakuola yang besar.

Tentu saja organel sel ini terletak pada sitoplasma juga. Kamu sudah memahami bagian-bagian sel tumbuhan bukan?

fungsi sitoplasma
brain.school.blog

Fungsi sitoplasma tumbuhan hampir sama dengan hewan yang akan Pinter Kelas bahas kemudian. Fungsi tersebut, antara lain:

  • Tempat penyimpanan bahan kimia untuk metabolisme sel, seperti protein, enzim, dan lemak.
  • Sarana penyerapan air sesuai yang dibutuhkan untuk transfer berbagai zat dari dan keluar sel.
  • Menjaga stabilitas air yang ada pada sel dengan menyerap air dari luar.
  • Pelarut protein dan senyawa yang dimiliki sel.
  • Memberikan perlindungan pada organel-organel sel.
  • Berfungsi seperti kerangka sehingga memberikan bentuk terhadap organel-organel sel.
  • Pengontrol dan pengatur interaksi atau hubungan antara sel dengan lingkungan luar sel.
  • Fasilitator yang membuat organel dapat bergerak karena adanya aliran sitoplasma yang sifatnya cair.
  • Tempat sintesis protein oleh ribosom, metabolisme sitosolik glikolisis, dan fotosintesia yang menghasilkan energi.

Fungsi Sitoplasma Hewan

Langsung saja Cerdikawan, Pinter Kelas tidak membahas ulang perbedaan sel tumbuhan dan hewan di sini.

fungsi sitoplasma
civilmedia.net

Yang pasti, sel hewan tidak mempunyai plastida dan vakuola lebih kecil tersebar. Semua organel selnya juga terletak dalam sitoplasma sehingga fungsi sitoplasma hewan, antara lain:

  • Tempat penyimpanan berbagai jenis zat kimia yang nantinya akan berguna bagi proses metabolisme tubuh hewan, seperti enzim, ion, gula, lemak, dan protein.
  • Tempat terjadinya pertukaran zat di dalam sel.
  • Menjaga proses metabolisme dalam tubuh bisa berjalan dengan lancar dan bekerja tanpa adanya hambatan.
  • Tempat semua pekerjaan sel dilakukan mengingat semua organel sel berada di dalamnya.
  • Menyokong seluruh isi dalam sel karena di dalam sitoplasma terdapat sitoskeleton. Sitoskeleton berfungsi untuk menjaga dan mempertahankan posisi organel-organel sel.
  • Pelarut senyawa dan zat lain dalam sel.
  • Perantara atau media transfer bahan yang berasal dari luar sel ke dalam inti sel.
  • Tempat proses pembongkaran dan penyusunan zat-zat tertentu yang harus melalui reaksi kimia. Contoh proses tersebut, yaitu pembentukan energi, glikolisis anaerob, dan sintesis asam lemak, asam amino, protein, dan nukleotida.

Demikianlah pembahasan Pinter Kelas tentang sel, khususnya fungsi sitoplasma. selamat belajar ya, Cerdikawan!

Author