Cerdikawan, bicara tentang makhluk hidup memang tidak pernah habisnya. Sel yang merupakan bagian terkecil dari organisme saja masih terdiri dari bagian-bagian yang fungsinya berbeda-beda. Salah satunya, fungsi vakuola yang akan dibahas Pinter Kelas kali ini.

Vakuola, seperti diketahui adalah organel sel yang bentuknya berongga. Organel yang ada pada tumbuhan dan hewan. Meski tentu saja masing-masing mempunyai ciri khas.

Jangankan demikian, beberapa jenis hewan saja mempunyai vakuola yang berbeda. Mau tahu apa saja fungsi vakuola yang berbeda-beda tersebut? Pinter Kelas akan membahas secara jelas dan tuntas.

Pengertian Vakuola

Sudah disebutkan bahwa vakuola merupakan organel sel yang terdapat dalam sitoplasma atau bagian cairan sel.

Bentuk vakuola juga berupa zat cair yang dibungkus oleh selaput atau membran tipis. Membran yang disebut sebagai tonoplas. Di dalamnya terdapat berbagai zat cair yang mengandung mineral, enzim, asam, alkoloid, dan lain-lain. Zat tersebut secara bersamaan mempunyai satu fungsi sekaligus berfungsi secara mandiri.

Tahukah kamu bahwa hewan tingkat tinggi, seperti sapi, gajah, dan sebagainya tidak mempunyai vakuola? Ya, ini merupakan salah satu perbedaan sel tumbuhan dan hewan.

Hanya hewan uniseluler atau bersel satu yang memilikinya.

Ciri-Ciri Vakuola

Untuk membedakan vakuola dengan organel sel lain, kamu harus tahu ciri-cirinya.

Ciri-ciri vakuola tersebut, yaitu:

  • Mempunyai wujud membentuk ruang berongga. Rongga tersebut diliputi oleh tonoplas, selaput atau membran tipis.
  • Pada bagian dalam rongga vakuola terdapat cairan bening.
  • Vakuola sel tumbuhan mempunyai ukuran sangat besar yang berisikan air.
  • Vakuola hewan ukurannya jauh lebih kecil.

Fungsi Vakuola

Tuhan tidak menciptakan sesuatu di dunia ini dengan sia-sia. Setiap makhluk hidup dan bagian di dalamnya mempunyai manfaat. Kalaupun belum ada manfaat yang dapat diambil, itu lebih dikarenakan ilmu pengetahuan manusia belum mencapainya.

Demikian pula dengan vakuola.

Secara umum fungsi vakuola terbagi menjadi dua bagian, fungsi pada tumbuhan dan fungsi pada hewan.

1. Fungsi Vakuola pada Tumbuhan

Semua jenis tumbuhan mempunyai vakuola. Perannya penting, sama dengan organel sel lain. Tanpa ada vakuola maka fungsi sel juga akan terganggu.

Sebagai catatan, ukuran vakuola tumbuhan lebih besar dari nukleus atau inti sel. Makin tua umur pohon maka makin besar vakuola yang dimiliki.

Keren ya?

Fungsi vakuola pada tumbuhan, antara lain:

  • Tempat menyimpan sisa metabolisme, Jika kamu pernah mengenal pohon karet, yang dimaksud vakuola jika kamu menyayat batangnya adalah getah. getah menyimpan sisa metabolisme yang berupa garam mineral dan sukrosa.
  • Menghubungkan sitoplasma dengan dinding sel.
  • Membantu proses transfer atau keluar masuknya zat dari dan keluar sel.
  • Menguatkan sel, ini yang menjadi dasar vakuola makin besar katika pohon makin tua. Vakuola melindungi sel yang dimiliki.

2. Fungsi Vakuola pada Hewan

Tidak semua hewan mempunyai vakuola. Yang memilikinya hanya golongan uniseluler. Contoh hewan ini adalah bakteri dan protozoa.

Berdasarkan hewan uniseluler, vakuola hewan mempunyai fungsi sesuai jenis yang akan dibahas dalam sub judul selanjutnya. Namun, secara umum fungsi vakuola pada hewan, yaitu:

  • Mengumpulkan zat sisa metabolisme.
  • Mengeluarkan atau membuang zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi dari sel.
  • Mengendalikan kadar garam dan air di dalam tubuh.
  • Tempat menyimpan cadangan makanan.
  • Tempat mengolah makanan dalam sel dan menyebarkannya ke seluruh bagian tubuh lain.
  • Pusat pengaturan osmoregulasi dan PH dalam sel.
  • Tempat penyimpanan senyawa hasil metabolisme, seperti asam amino.

Jenis-Jenis Vakuola

Di atas disebutkan bahwa fungsi vakuola hewan tergantung pada jenis vakuola dan hewannya.

fungsi vakuola
brainly.co.id

Jenis vakuola ada dua, yaitu:

  1. Vakuola Kontraktil
    Vakuola ini sering disebut pula vakuola berdenyut. Vakuola ini berkontraksi atau bergerak ketika menyerap zat disekitarnya dengan tekanan osmotik. Fungsi vakuola ini adalah osmoregulator atau pusat penentu atau pengendali keluar masuknya zat ke dalam sel.
  2. Vakuola Nonkontraktil
    Vakuola nonkontraktil dikenal juga dengan vakuola makanan. Tentu saja nama tersebut sesuai fungsi vakuola, yaitu mencerna makanan. Setelah makanan dicerna, vakuola ini juga berfungsi untuk mengedarkan seluruh hasil pencernaan ke seluruh bagian tubuh.

Fungsi Vakuola pada Sel Hewan Uniseluler

Yang dimaksud uniseluler adalah makhluk hidup bersel tunggal. Sebagian besaar makhluk ini hidup berkelompok. Namun, beberapa di antaranya ada yang hidup sendiri.

Sebenarnya, makhluk hidup ini tidak dapat dikategorikan hewan atau tumbuhan. Hanya saja beberapa orang yang menggolongkannya pada hewan. Mungkin dikarenakan sifatnya yang lebih menyerupai hewan.

Contoh hewan uniseluler adalah amoeba, jamur, ragi, bakteri, dan beberapa jenis protista, seperti protizoa.

Bagaimana organisasi tubuh makhluk hidup uniseluler dapat bertahan hidup dengan satu sel? Ternyata, sel-sel mereka mempunyai banyak fungsi sekaligus. Organel selnya bekerja layaknya sistem pencernaan, sistem syaraf, dan lain-lain pada hewan atau tumbuhan.

Vakuola termasuk bagian dari sel uniseluler yang mempunyai banyak fungsi dan penting. Tanpa organel yang satu ini, kehidupan sel tidak dapat berlangsung.

Fungsi vakuola pada hewan uniseluler, antara lain di bawah ini :

  • Tempat terlarutnya berbagai zat, seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam, dan basa.
  • Sebagai osmoregulator yaitu pengatur nilai osmotik sel atau eksresi. Melalui pengatur ini, zat yang tidak dibutuhkan dapat dibuang keluar sel.
  • Tempat terjadinya pencernaan makanan dan setelah ada hasilnya makanan tersebut langsung diedarkan ke seluruh bagian sel.
  • Tanpa vakuola, sel makhluk hidup uniseluler tidak dapat hidup dan berkembang.

Fungsi Vakuola Kontraktil pada Amoeba

Sebenarnya, dua jenis vakuola yang telah disebutkan di atas bukan berarti sesuatu yang terpisah. Makhluk hidup uniseluler seperti amoeba memiliki keduanya sekaligus dalam satu sel.

Meski demikian, fungsi vakuola kontraktil pada amoeba jika dijelaskan seperti berikut :

1. Osmoregulator nilai osmotik

Tekanan osmotik, menurut Wikipedia adalah tekanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan keseimbangan osmotik atau zat yang ada di dalam suatu tempat. Keseimbangan tersebut biasanya terjadi antara suatu larutan dan pelarut murninya yang dipisahkan oleh suatu membran atau selaput tipis.

Pada setiap sel, tekanan osmotik ini ada.

Nilainya akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses keseimbangan. Oleh karena itu, vakuola bertugas mengaturnya.

2. Tempat Terjadinya Eksresi

Ekskresi merupakan cara sel dan tubuh membuang semua sisa metabolisme yang terjadi sehingga sel dan tubuh tidak mengalami keracunan.

Makhluk hidup uniseluler tidak memiliki alat eksresi seperti halnya hewan dan tumbuhan yang multiseluer. Namun, meraka juga harus tetap mengeluarkan zat sisa untuk mempertahankan hidup dan berkembangbiak.

Di sini vakuola kontraktil berperan.

Jika vakuola berhasil mempertahankan tekanan osmotik, keluar dan masuknya zat akan terkontrol.

3. Mengatur Jumlah Air

Selain mengatur jumlah zat dan pembuangannya di sel, vakuola juga dapat mengatur jumlah air yang ada dalam sel.

Air yang terlalu banyak ada di dalam sel akan membuat makhluk hidup uniseluler menggembung dan pecah. Seluruh kehidupan sel bisa berakhir.

Itulah Cerdikawan, beberapa hal penting dan lengkap tentang fungsi vakuola. Selamat belajar!

Author