Cerdikawan Pinter Kelas, giro lebih banyak dikenal sebagai alat pembayaran pengganti uang cash. Umumnya digunakan oleh perusahaan-perusahaan atau perorangan dengan simpanan puluhan juta. Itu mungkin yang ada di dalam benak kamu.

Produk bank yang satu ini memang tidak sama dengan deposito yang dapat dijadikan investasi atau tabungan biasa yang merupakan simpanan di masa depan.

Benarkah demikian?

Dalam Pinter Kelas kali ini kamu akan membaca pembahasannya secara tuntas dan mudah dipahami. Tidak perlu dihapal! Dengan memahami saja, dijamin kamu akan mudah dan lancar mengerjakan soal ulangan tentang giro ini.

Pengertian Giro

Giro adalah salah satu produk simpanan bank. Hmm.. Berarti mirip dengan deposito dan tabungan ya?

Ya, perbedaaan dengan keduanya terletak pada setoran awal, cara dan waktu pengambilan, dan transaksi yang dapat dilakukan.

Deposito merupakan tabungan berjangka yang simpanannya hanya dapat diambil di saat tertentu yang sudah disepakati di awal.

Sementara giro sama dengan tabungan yang dapat diambil kapan saja. Namun, setoran minimalnya lebih sedikit dibandingkan tabungan, tidak sampai 100 ribu rupiah untuk rekening perorangan dan sekitar lima ratus ribu rupiah untuk rekening perusahaan. Bandingkan dengan rekening tabungan yang mematok setoran minimum antara seratus sampai lima ratus ribu rupiah, tergantung bank yang digunakan.

Perbedaan lainnya, jika simpanan cukup, produk bank ini dapat digunakan untuk transaksi keuangan yang lebih besar, hingga ratusan juta rupiah.

Dengan cara tertentu, penarikan dana dapat pula dilakukan oleh orang lain.

Secara singkat, para ekonom dan ahli perbankan mendefinisikan rekening ini sebagai berikut.

  • Sebuah simpanan pihak ketiga yang penarikan dananya dapat dilakukan kapan saja dengan mengeluarkan cek dan bilyet giro.
  • Sebuah simpanan yang masih merupakan produk bank dan termasuk simpanan jangka pendek, Artinya, kamu dapat mengambil simpanan kapan saja saat diperlukan tanpa menunggu waktu atau jumlah tertentu.

Fungsi Giro

Sebagai produk dari lembaga keuangan bank, fungsi giro diperuntukkan kepada nasabah yang disebut Giran. Fungsi tersebut, antara lain:

1. Pengganti Uang Tunai

Hampir sama dengan produk bank, seperti tabungan, jenis produk yang biasa digunakan perusahaan ini dapat digunakan untuk mengganti uang tunai.

Kamu tidak perlu membawa-bawa ke mana saja uang tunai dalam jumlah besar untuk transaksi keuangan atau melakukan pembayaran.

Dengan demikian, penggunaannya lebih aman. Kamu terhindar dari kejahatan seperti perampokan yang mungkin saja terjadi.

Hanya saja, jenis uang tunai yang satu ini tidak dapat digunakan sebagai kartu debit, mengisi e-toll, dan sebagainya.

2. Memudahkan Transaksi dalam Jumlah Besar

Berapa limit transaksi dari ATM yang kamu miliki untuk penarikan atau transfer dana?

Ya, ATM biasanya mempunyai batasan transaksi dan jumlah penarikan sesuai bank yang mengeluarkannya.

Bagaimana jika Anda ingin melakukan pembayaran perusahaan yang jumlahnya ratusan juta? Nah, dengan memiliki cek dan bilyet, semua akan menjadi lebih mudah.

3. Memudahkan Laporan Keuangan Perusahaan

Bank di mana Anda mempunyai rekening giro biasanya menerbitkan rekening koran. Catatan uang masuk dan keluar secara detil setiap bulan.

Dengan rekening koran, kamu juga akan lebih mudah membuat laporan keuangan. Perusahaan dan pribadi.

4. Mendisiplinkan Pengeluaran

Beberapa orang yang mempunyai rekening tabungan biasa dan ATM mudah sekali menarik dana atau berbelanja.

Tidak demikian jika kamu mempunyai rekening koran. Saat penarikan dana dan transaksi lain kamu harus datang ke bank. Lebih sulit dibandingkan ke ATM atau transaksi mobile banking.

Cara ini dapat membuat kamu lebih disiplin dalam penegeluaran.

Jenis Giro

Berdasarkan kepemilikan atau pembuat rekening, jenis giro ada dua, yaitu:

1. Rekening Perorangan

Sesuai dengan namanya, rekening perusahaan merupakan rekening yang dibuat dan dimiliki atas nama pribadi.

Biasanya pengguna rekening jenis ini adalah orang-orang yang mempunyai usaha dalam skala kecil atau menengah dan belum mempunyai badan usaha. Contoh : Pemilik usaha kelontong, pemilik restoran, dan pemilik bengkel.

Jenis rekening ini dapat dibuat dengan persyaratan:

  • Menyiapkan kartu identitas diri, seperti KTP dan SIM atau paspor yang masih berlaku.
  • Mempunyai dan menyertakan NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak.
  • Calon giran tidak memiliki masalah dengan bank atau tidak termasuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia (DHBI).
  • Mengisi formulir pendaftaran atau pengajuan pembukaan rekening.
  • Menyiapkan sejumlah dana sebagai setoran awal.

2. Rekening Badan Usaha

Sesuai dengan namanya pula, rekening badan usaha adalah rekening yang didaftarkan atau dimiliki atas nama badan usaha legal. Badan usaha tersebut dapat berupa koperasi, yayasan, firma, PT, CV, organisasi, dan instansi pemerintah.

Syarat membuat rekening badan usaha:

  • Menyiapkan identitas diri pengurus badan usaha yang masih berlaku.
  • Pengurus badan usaha dan badan usaha sendiri tidak termasuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia (DHBI).
  • Mempunyai NPWP.
  • Memiliki surat ijin usaha atau SIUP.
  • Mempunyai tanda daftar usaha.
  • Mempunyai surat pengesahan usaha dari Departemen Kehakiman.
  • Menyiapkan surat keterangan domisili perusahaan.
  • Mengisi formulir pengajuan pembukaan rekening.
  • Menyiapkan sejumlah dana sebagai setoran awal simpanan.

Contoh Giro

Sudah disebutkan dalam penjelasan di atas dua contoh giro yang dikenal di Indonesia, yaitu cek dan bilyet.

Cek adalah surat perintah pembayaran pada bank untuk pihak tertentu tanpa syarat.

Bilyet adalah surat perintah pemindah bukuan dari satu rekening ke rekening lainnya.

Cara Mencairkan Giro

Tidak seperti tabungan biasa, meski dapat dilakukan kapan saja dan dalam kondisi saldo rekening berapa saja, ada cara khusus dalam mencairkan giro.

Ada 3 langkah yang harus kamu ketahui sebelum mencairkan dana di rekening ini.

1. Penuhi Persyaratan Umum Pencairan

Persyaratan ini penting dipenuhi agar pencairan tidak ditolak oleh bank. Penolakan oleh bank beberap kali dalam satu rekening akan mempengaruhi kredibilitas Giran di mata bank.

Persyaratan umum harus dicantumkan dan sisipakan saat mencairkan dana, meliputi:

  • Jelas nama dan nomor rekening.
  • Nama bank tertarik, bank di mana kamu membukan rekening pertama kali.
  • Nama jelas dan tanda tangan pemilik rekening.
  • Perintah jelas pencairan atau pemindahbukuan rekening.
  • Nama dan nomor rekening penerima.
  • Nama bank penerima.
  • Tanggal penarikan dan tanggal efektif.

2. Memahami Aturan yang Berlaku

Pencairan dana hatus dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Ini harus kamu ketahui jika sebagai pemilik rekening.

Aturan tersebut, antara lain:

  • Cek dan bilyet tidak termasuk surat berharga.
  • Pastikan bahwa jumlah uang yang disimpan sesuai atau cukup.
  • Saat cek atau bilyet akan diblokir maka pemilik harus memberitahu bank tertarik.
  • Cek dan bilyet mempunyai masa berlaku.
  • Nama penarik harus ada ditandatangan basah dan tidak boleh dikoraksi.
  • Tanggal penarikan dan wanggal efektif wajib ditulis.
  • Proses pencairan cek dan bilyet tidak dapat dipindahtangankan.
  • Bilyet tidak dapat dibatalkan.

3. Pencairan

Setelah memenuhi persyaratan di atas, maka kamu dapat langsung melakukan penarikan atau pencairan dana.

Namun, harus diingat bahwa pencairan dana rekening ini tidak dapat dilakukan dengan tunai. Dana hanya dapat dipindahbukukan ke rekening lain.

So, Cerdikawan sudah lebih memahami perihal giro? Semoga bermanfaat ya!

Author