Hidrokarbon, sesuai dengan namanya merupakan senyawa yang terdiri dari karbon dan hidrogen. Bagian dari ilmu kimia yang kamu pelajari saat kelas 11 SMA. Bagian yang sesungguhnya mudah karena tidak melibatkan perhitungan tetapi seringkali dianggap menyulitkan.

Cerdikawan sedang mempelajari bab hidrokarbon di sekolah? Sudah pahamkah?

PinterKelas kali ini akan menyajikan pembahasan tentang hidrokarbon, khusus buat kamu yang sedang mempelajarinya. Bagi yang belum paham akan bertambah pemahamannya. Bagi kamu yang belum mengenal senyawa satu ini akan menjadi lebih banyak kenal.

Pengertian

Pengertian hidrokarbon pada dasarnya sudah disebutkan dalam kalimat pembuka di atas. Senyawa karbon adalah senyawa yang terdiri dari unsur C atau karbon dan Hidrogen atau H. Seluruh unsur atom tersebut saling berikatan dan membentuk rantai.

Pada awalnya senyawa ini disebut sebagai senyawa organik. Ini dikarenakan karbon dan hidrogen adalah penyusun utama makhluk hidup. Kamu ingat makromeolekul yang ada dalam tubuh manusia? Protein, Karbohidrat, dan Lemak semuanya tersusun atas senyawa karbon dan hidrogen yang saling berikatan.

Namun, ilmuwan asal Jerman, Fredirich Wohler menemukan hal yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian yang mensintesa senyawa anorganik NH4CNO menghasilkan senyawa hidrogen dan karbon. Senyawa anorganik berubah menjadi senyawa organik yang disebut uera.

Senyawa yang sebelumnya disebut sebagai senyawa organik sejak penelitian Frederich disebut sebagai hidrokarbon. Tidak semua senyawanya dihasilkan dari tubuh makhluk hidup.

Ciri Khas Senyawa Karbon

Ada banyak atom dan unsur dalam ilmu kimia. Dari atom tersebut, menghasilkan lebih banyak lagi senyawa. Namun, tidak semuanya dibahas secara terperinci dalam ilmu kimia. Hanya beberapa saja, termasuk hidrokarbon.

Senyawa tersebut dibahas karena banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, karbon yang merupakan penyusunnya juga unik. Keunikan yang menjadi ciri khasnya, yaitu:

1. Karbon Mampu Membentuk 4 Ikatan Kovalen

Elektron valensi dari atom C atau karbon adalah 4. Otomatis, menurut teori kestabilan atom mempunyai 4 ikatan yang terbuka dan membutuhkan 4 elektron lagi agar stabil menjadi 8 elektron atau 4 pasang.

Untuk itu, atom mudah sekali berikatan dengan atom lain. Karbon dan atom lain yang diikatnya berbagi bersama 8 elektron yang dibentuknya. Ini membentuk 4 ikatan kovalen.

Contoh ikatan ini adalah senyawa CH4 dan CCl4.

2. Karbon dapat Membentuk Rantai Karbon

Karbon tidak hanya berikatan dengan atom lain. Karbon dapat berikatan dengan sesama atom karbon. Ikatan karbon dengan karbon lain ini dapat sangat panjang sehingga membentuk apa yang disebut sebagai rantai karbon.

Contoh ikatan yang terjadi, antara lain:

hidrokarbon
materikimia.com

3. Ikatan karbon dengan Karbon Lain Ada Beberapa Jenis

Berdasarkan kedudukannya ketika berikatan dalam rantai karbon, atom C terdiri dari berbagai jenis, yaitu:

  • Atom C primer, atom C yang berikatan langsung 1 atom C lain. Umumnya atom jenis ini berada pada ujung rantai.
  • Atom C sekunder, atom C yang berikatan langsung dengan 2 atom C lain. Atom ini digambarkan dalam contoh rantai karbon mempunyai 2 ikatan.
  • Atom C tersier, atom C yang berikatan langsung dengan 3 atom C lain. Atom ini digambarkan dalam rantai karbon dengan 3 ikatan.
  • Atom C kuartener, atom C yang berikatan langsung dengan 4 atom C lain. Atom yang digambarkan dalam rantai karbon berada di tengah dengan 4 ikatan.

4. Karbon Memiliki Ikatan Kovalen yang Kuat

Atom karbon mempunyai jari-jari atom yang relatif kecil. Letaknya dalam tabel periodik unsur berada di periode 2. Akibatnya, ikatan kovalen yang terbentuk sangat kuat. Tidak mudah dilepaskan dalam kondisi biasa.

Jenis Senyawa Hidrokarbon

Dari sekian banyak senyawa hidrokarbon yang terbentuk secara alami maupun buatan, dibagi menjadi 3 kelompok. Pengelompokkan ini berdasarkan pada jenis ikatan dan rantai karbonnya.

1. Senyawa Alifatik

Senyawa ini merupakan ikatan karbon yang membentuk rantai terbuka. Ikatan yang membentuknya dapat berupa ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh).

Contoh senyawa dengan rantai terbuka dapat kamu lihat dalam gambar berikut.

hidrokarbon
studiobelajar.com

Senyawa alifatik dibagi lagi menjadi 3 kelompok berdasarkan jenis ikatannya, yaitu alkana, alkena, dan alkuna.

Ketiganya merupakan dasar dari materi senyawa hidrokarbon yang dipelajari dalam ilmu kimia.

2. Senyawa Alisiklik

Dari namanya, terdapat kata siklik yang artinya melingkar. Kamu tepat sekali menebak bahwa senyawa karbon yang terbentuk kali ini melingkar. Ikatan yang terjadi adalah ikatan tertutup.

studiobelajar.com

3. Senyawa Aromatik

Berdasarkan ikatannya, aromatik juga berbentuk melingkar. Hanya saja kalau diperhatikan lebih seksama kamu akan melihat adanya ikatan tunggal dan rangkap saling berselang-seling.

Ikatan yang demikian disebut ikatan konjugasi.

Sesuai dengan sebutannya, aromatik, senyawa ini menghasilkan bau khas.

hidrokarbon
studiobelajar.com

Alkana

Alkana merupakan senyawa alifatik atau rantai terbuka karbon yang berikatan jenuh. Ikatannya semua berupa ikatan tunggal. Tidak ada yang rangkap. Akibatnya senyawa karbon ini dikatakan jenuh. Tidak dapat lagi berikatan dengan atom lain.

Rumus umum molekul senyawa alkana adalah CnH2(n+1).

Perhatikan tabel di bawah ini untuk jumlah atom C, rumus molekul, dan nama alkana.

konsepkimia.blogspot.com

Untuk penamaan alkana, tabel di atas hanya menjadi dasar. Selanjutnya mengikuti aturan IUPAC sebagai berikut.

  • Rantai C yang paling panjang ditetapkan sebagai rantai utama. Kemudian dahulukan rantai yang memiliki cabang terbanyak.
  • Cabang pada rantai utama memiliki gugus alkil. Namanya dihitung berdasarkan jumlah atom pada rantai cabang dan sesuai dengan nama alkana dengan akhiran diganti dengan –kil.
    Misalnya, rantai cabang mempunyai 3 atom c maka berdasarkan nama dalam tabel di atas adalah propana, diganti menjadi propil.
  • Atom C pada rantai utama diberi nomor urut. Nomor awal dimulai dari atom yang paling dekat dengan cabang.
  • Di depan nama diberi nomor di mana atom C bercabang. Kemudian dibelakangnya diikuti dengan nama gugus alkil.
    Untuk gugus alkil yang sama, diberi awalan di, tri, tetra, dan seterusnya sesuai jumlah yang sama tersebut.
  • Semua nama ditulis berdasarkan urutan alfabet.

Contoh senyawa alkana dan penamaannya.

hidrokarbon
materikimia.com

Alkena

Alkena merupakan senyawa alifatik yang mempunyai ikatan rangkap dua. Senyawa ini tidak jenuh. Ikatan rangkap yang dimiliki mungkin saja menjadi ikatan tunggal dan berikatan dengan atom lain.

Rumus umum molekul alkena adalah CnH2n. Nama dasarnya sama dengan alkana hanya berubah bagian akhirnya. Misalnya, metana menjadi metena, propana menjadi propena, dan seterusnya.

Tata namanya sesuai IUPAC juga hampir sama. Hanya beberapa hal yang membedakannya, yaitu:

  • Rantai utama yang digunakan adalah rantai terpanjang di mana di dalamnya terdapat ikatan rangkap.
  • Nomor ikatan atom C dimulai dengan yang paling dekat dengan ikatan rangkap, baru kemudian memperhatikan yang paling dekat dengan rantai cabang.

Contoh senyawa alkena dan penamaannya.

materikimia.com

Alkuna

Alkuna juga merupakan senyawa alifatik dengan ikatan tidak jenuh. Alkuna mempunyai ikatan rangkap 3 dengan rumus umum molekul CnH2n-2.

Penamaannya berdasarkan IUPAC hampir sama dengan alkena dengan memperhatikan ikatan dengan rangkap 3. Nama rantai utama juga berdasarkan alkana dengan mengganti bagian akhirnya dengan –una. Misalnya metana menjadi metuna, propana menjadi propuna, dan seterusnya.

Contoh senyawa alkuna dan penamaannya.

hidrokarbon
konsepkimia.blogspot.com

Itulah uraian singkat tentang hidrokarbon dari PinterKelas. Cukup banyak sebenarnya materi hidrokarbon ini. Untuk uraian yang lebih terperinci dari masing-masing jenis ikatan senyawa karbon dan hidrogen ini berserta turunannya, akan ada di PinterKelas selanjutnya. Selamat belajar!

Baca juga :
1. Pengertian NaOH, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya
2. Inilah Manfaat Minyak Bumi bagi Manusia

Author