Seseorang dijatuhi hukuman oleh pengadilan hukum internasional sebagai penjahat perang. Apakah kamu pernah mendengarnya?

Ya, Cerdikawan! Ternyata selain hukum negara berlaku pula hukum internasional terhadap kamu. Apa dan bagaimana hukum tersebut dapat berlaku? Yuk, kenal lebih dekat seluk beluknya, yang mencakup pengertian, asas, sejarah, dan istilah.

Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli

Secara sederhana berdasarkan dua kata yang digabungkan, hukum dan internasional, dapat diartikan sebagai sebuah aturan yang memaksa seseorang untuk melaksanakan secara mendunia.

Dengan demikian, pada dasarnya semua warga negara dari mana saja dia berasal selain mematuhi aturan negerinya juga harus mematuhi aturan yang berlaku secara internasional.

Itu terjemahan bebas, Cerdikawan! Bagaimana dengan pengertiannya menurut para ahli? Simak uraiannya berikut :

  1. Pengertian Menurut J.F Starke
    Ahli hukum dunia, J.G Starke menjelaskan bahwa hukum berskala internasional artinya seperangkat hukum yang terdiri dari prinsip-prinsip dan aturan perilaku dan perasaan negara yang berada di bawahnya untuk terikat agar mematuhi dalam membangun hubungan satu sama lain.
  2. Pengertian Menurut Sugeng Istanto
    Menurut ahli hukum Indonesia, Sugeng Istanto, hukum internasional adalah seperangkat ketentuan hukum yang berlakunya dipertahankan oleh masyarakat dunia. Tentu saja masyarakat yang berada di bawah lembaga tertentu yang juga mendunia.
  3. Pengertian Menurut Openheimer
    Menurut Openheimer, hukum yang berlaku internasional adalah sebuah aturan yang timbul dari masyarakat internasional dan perjanjian pelaksanaannya dijamin dengan kekuatan dari luar.

    Pelaksanaan hukum diatur kembali oleh hukum di masing-masing negara yang mengakui aturan tersebut.
  4. Pengertian Menurut Dr. Muchtar Kusumaatmadhja
    Menurut Dr. Muchtar Kusumaatmadja yang pernah menjadi menteri luar negeri Indonesia masa Orde Baru, sebuah hukum disebut internasional adalah sebuah aturan atau prinsip-prinsip yang mengatur hubungan atau masalah yang melintasi batas-batas internasional. Masalah tersebut biasanya melibatkan satu atau lebih negara di dunia.
  5. Pengertian Menurut Charles Cheny Hyde
    Hukum internasional menurut Charles Cheny Hyde, yaitu seperangkat hukum yang sebagian besar terdiri dari prinsip-prinsip dan aturan yang harus ditaati oleh negara-negara di dunia. Prinsip dan aturan tersebut ditaati dalam rangka mengatur hubungan antar negara secara internasional.

Istilah Hukum Internasional

Sebelum tulisan ini membahas lebih jauh tentang asas dan sejarah dari hukum ini, Cerdikawan mari kita melihat istilahnya!

Istilah yang dimaksud adalah sebuah kata yang sering kali diidentikkan dengan hukum tersebut. Dengan kata lain, istilah hukum internasional berarti sinonimya.

1. Hukum Antar Bangsa

Pada dasarnya, kamu mungkin sudah memaklumi bahwa internasional berarti juga hubungan antar bangsa.

Tidak heran hukum yang berlaku secara internasional disebut pula dengan hukum antar bangsa. Hukum yang mengatur hubungan antara bangsa di dunia, baik secara bilateral; multilateral; regional; dan bangsa-bangsa seluruh dunia.

Hukum antar bangsa mengacu kepada hukum yang lebih kompleks. Istilah hukum ini merupakan aturan yang berisi kaidah dan asas yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara-negara.

Hukum antar bangsa mulai dikenal dalam tatanan yang lebih modern sebagai negara nasional, di mana setiap warga negara dengan bebas dan mudah berhubungan dengan warga negara lain.

Istilah hukum antar negara sering pula disebut sebagai hukum antar negara.

2. Hukum Bangsa-Bangsa

Hukum bangsa-bangsa merupakan aturan yang lebih sederhana dibandingkan hukum antar bangsa.

Istilah hukum ini tidak mencakup aturan yang mengikat anggota suatu masyarakat.

Aturan dikenal pada tatanan hubungan antar negara pada zaman dahulu. Zaman dunia masih dipimpin oleh raja-raja per wilayah.

Hukum internasional menunjukkan pada kebiasaan bahwa antara raja-raja yang berkuasa terjadi hubungan yang sangat jarang terjadi.

Selain sebagai sinonim, yang dimaksud istilah hukum internasional di sini adalah kata-kata atau gabungan kata yang sering digunakan dan berhubungan dengan jenis hukum ini. Istilah yang dimaksud, yaitu:

  • Acceptance
    Acceptance, dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai penerimaan. Menurut istilah hukum yang berlaku secara global berarti kesepakatan awal antar dua atau lebih negara dalam perundingan mengenai masalah tertentu.
  • Accord
    Accord dalam bahasa sederhana hukum berarti persetujuan. Yang dimaksud persetujuan di sini adalah sebuah kesepakatan antar dua negara atau lebih yang sedang bersengketa untuk melakukan sesuatu demi terciptanya perdamaian.
  • Advisory Opinion
    Advisory adalah nasihat. Dalam hukum yang berlaku berskala global, advisory opinion adalah sebuah nasihat hukum yang diterima atau tidaknya bergantung kepada pemohon yang mengajukan penyelesaian masalah secara internasional.
  • Agreement
    Agreement berarti persetujuan 2 negara atau lebih terhadap suatu aturan atau perjanjian. Perjanjian yang disepakati bersifat eksekutif atau administrative sehingga tidak mutlak harus diratifikasi oleh negara yang melakukannya.
  • Aksesi atau Accesion
    Accession menunjukkan sebuah negara yang ikut serta mengesahkan perjanjian internasional tetapi tidak ikut menandatanganinya.
  • Arbitrasi
    Arbitrasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk lembaga peradilan yang berperan sebagai mediator atau penengah sengketa antar negara yang berlaku secara internasional.

Sejarah Hukum Internasional

Dalam catatan sejarah, berlakunya hukum ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Sejak masa feudal atau masa kekaisaran Romawi hingga lahirnya negara-negara dalam bentuk lebih modern.

Secara singkat, sejarah hukum jenis ini dimulai dari Perjanjian Perdamaian Westphalia.

Perjanjian Perdamaian Westphalia disebut-sebut sebagai perjanjian atau kesepakatan damai yang mengakhiri Perang Tiga Puluh Tahun atau Thirty Years War di eropa.

Kesepakatan atau perjanjian ini terjadi pada abad pertengahan. Perjanjian yang menengahi dunia Barat yang dikuasai oleh sistem feodal dan kaisar dengan kehidupan gereja yang berfokus pada Paus.

Perdamaian Westphalia dianggap sebagai peristiwa yang meletakkan dasar masyarakat internasional secara lebih modern di mana tidak lagi berpusat pada kerajaan.

Asas Hukum Internasional

Hukum ini pada dasarnya dibentuk oleh kesadaran negara-negara di dunia untuk hidup berdampingan secara damai.

Selain itu, hukum yang diberlakukan secara internasional dibuat untuk mengatasi masalah bersama. Masalah yang terjadi karena pada kenyataan sosialnya, tidak ada satu negara mana pun di dunia yang dapat hidup sendiri. Semuanya saling membutuhkan.

Namun, hukum yang berlaku harus memenuhi syarat tertentu untuk diberlakukan secara mendunia. Syarat tersebut dikenal sebagai asas hukum internasional. Asas tersebut, yaitu:

1. Asas Teritorial

Asas ini memberi batasan tentang berlakunya hukum negara atau internasional terhadap diri seseorang.

Hukum negara berlaku terhadap warga negara yang berada di negara dan pemerintahannya sendiri. Namun, jika Cerdikawan berada di wilayah kekuasaan negara lain akan berlaku hukum yang disepakati secara internasional.

2. Asas Kebangsaan

Asas kebangsaan menerjemahkan hukum antar bangsa-bangsa kebalikan dari asas teritorial.

Meski seseorang telah berada di wilayah lain yang tidak berada di wilayah kekuasaan negaranya, hukum negara dapat saja tetap berlaku.

Contoh berlakunya asas kebangsaan adalah seseorang yang melakukan criminal di negara asing. Maka, pada dirinya berlaku hukuman sesuai dengan aturan negara asalnya.

Asas ini berlaku pada perjanjian ekstradisi antar negara.

3. Asas Kepentingan Umum

Asas yang dimiliki oleh sebuah negara untuk melindungi warga negaranya di mana saja dia berada tanpa melihat wilayah kekuasaan.

Hukum berdasarkan asas ini berlaku berdasarkan kepentingan umum.

Itulah Cerdikawan pembahasan kali ini tentang hukum internasional. Materi yang kamu dapat pada pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Semoga bermanfaat!

Author