Halo Cerdikawan! Sudah siap belajar hari ini? Kali ini kita akan belajar tentang materi ekonomi. Tepatnya adalah tentang rumus BEP. Pernahkah kamu mendengar rumus BEP? Kalau kamu belum pernah mengetahui dan mempelajari rumus BEP, mari simak bersama-sama.

legalraasta.com

Kalau kamu pernah mempelajari materi ekonomi, kamu pasti tidak asing dengan istilah BEP. Istilah ini dekat dengan teori produksi. Yang artinya bila kelak kamu menjadi produsen, kamu pun akan dekat dengan konsep BEP.

Selagi belum mampu memutuskan akan menjadi apa, ada baiknya bila kita mempelajari semua hal. Kita belum tahu kelak kita akan menjadi produsen, distributor, maupun konsumen. Tetapi paling tidak kita sudah tahu ilmu dasar mengenai ketiganya.

Jadi mari kita memfokuskan diri sebagai seorang produsen yang tengah mempelajari tentang Break Even Point (BEP) alias titik impas. Check it out!

Pengertian BEP

BEP atau singkatan dari Break Even Point dalam bahasa keseharian disebut dengan titik impas. Apa itu impas? Well, ketika melakukan proses produksi pastilah ada biaya yang akan dikeluarkan.

Tidak mungkin dong kamu bisa membuat sesuatu tanpa mengorbankan sesuatu pula. Yang dikorbankan tentu saja tenaga, sumber daya, serta biaya. Dan sejatinya semua bisa dirangkum dalam bentuk biaya.

BEP adalah keadaan impas ketika seorang produsen memproduksi sebuah produk. Ini bisa diartikan dengan keseimbangan antara biaya dan pendapatan. Uang keluar dan masuk itu sama besar. Benar-benar sama, tidak ada kelebihan maupun kekurangan. Itulah BEP.

Lantas bagaimana bila BEP terjadi? Nah, berarti tidak ada kerugian maupun keuntungan. Ini pun bisa berarti positif maupun negatif. BEP bisa bernilai positif untuk perusahaan baru berdiri.

Pertama, pastilah terjadi kerugian terlebih dahulu. Karena pendapatan tentu dipergunakan untuk membayar utang terlebih dahulu. Lama kelamaan utang terbayar sehingga kerugian berkurang. Dan pada suatu ketika tercapailah BEP, setelah ini keuntungan pastilah akan diperoleh.

Nah, berbeda bila sebuah perusahaan yang semula selalu mendapat keuntungan kemudian mencapai titik impas. Ini berlaku untuk perusahaan lama. Keuntungan terus menerus turun bahkan bisa sampai pada titik impas.

Bukan mustahil nanti bukan lagi untung atau impas, melainkan rugi. Jadi BEP ini memang cocok dijadikan sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi sebuah bisnis. Maka sangat penting untuk memahami BEP beserta konsep di baliknya.

Fungsi Analisis BEP

rumus bep
forketers.com

Apakah analisis BEP penting untuk perusahaan? Oh, tentu saja. Seperti yang telah dibahas tadi, bahwa BEP bisa dijadikan sebuah patokan. Lantas titik impas ini digunakan sebagai patokan atas apa? Simak di bawah ini:

  1. Patokan Penjualan Minimum
    Ketika keadaan berada pada titik impas, ini bisa digunakan sebagai patokan penjualan minimum. Bila perusahaan tidak ingin rugi, penjualan harus melebihi ketika berada pada titik impas. Atau minimal pada titik impas bila keadaan memang sedang tidak baik.
  2. Untuk Peningkatan Penjualan
    Melanjutkan pada poin pertama, bila perusahaan baru berdiri dan telah mencapai BEP, maka penjualan harus segera ditingkatkan. Jangan malah mempertahankan penjualan ini atau bahkan menurunkan. Bila penjualan naik, maka keuntungan akan segera didapatkan. Dan ini harus dilakukan dengan strategi jitu agar penjualan segera naik.
  3. Patokan untuk Produksi
    Nah, ketika titik impas didapatkan, pastilah ada rekam data dari jumlah produksi. Jumlah produksi pada kondisi titik impas dijadikan titik minimum. Perusahaan harus terus berpegang pada angka itu. Bila kondisi sulit, penjualan boleh tidak begitu jauh dari nilai BEP. Tetapi bila kondisi amat baik, produksi bisa digenjot untuk lebih tinggi melampaui BEP.
  4. Menganalisis Perubahan Harga
    Perubahan harga pastilah terus terjadi. Nah, BEP ini bisa menjadi alat perencanaan untuk produksi sekaligus penjualan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Berpegang pada BEP sudah lebih dari cukup untuk menghindarkan diri dari kerugian.

Rumus BEP

Cara Mengitung Break Event Point.

Untuk menghitung titik impas, kamu perlu memahami tiga variabel terlebih dahulu. Yakni:

  • Biaya tetap : biaya yang tidak terpengaruh oleh volume penjualan, misalnya: sewa tanah.
  • Biaya variabel : biaya yang terpengaruh pada volume penjualan, seperti karyawan, bahan baku, dan lain-lain.
  • Harga jual produk.

Bila sudah paham mengenai tiga variabel di atas, kamu bisa mulai menghitung nilai titik impas. Cara mudah untuk menghitungnya tentu menggunakan rumus. Rumus untuk mengetahui nilai BEP yakni:

Keterangan:

  • BEP = break even point
  • FC = fixed cost (biaya tetap)
  • VC = variabel cost (biaya variabel)
  • P = price per unit (harga produk per unit)
  • S = sales volume (volume penjualan)

Itulah cara menghitung titik impas dalam satuan unit produk. Nah, ada lagi cara menghitung BEP dalam rupiah. Simak di bawah ini:

rumus bep

Untuk keterangan masih sama seperti di atas. Bedanya, rumus ini digunakan untuk mengetahui nilai titik impas dalam rupiah.

Kedua rumus itu serupa kan? Yang pasti, titik impas itu didapatkan dengan membagi biaya tetap dengan selisih dari harga produk dengan biaya variabel. Kemudian akan diperoleh titik impas sebuah produk itu.

Yang perlu diperhatikan adalah, manajemen harus mampu membuat harga yang masuk akal. Manajer produksi harus paham betul nilai dari bahan baku per unit sehingga mampu merancang harga produk. Bila harga bagus, maka pasti bisa mencapai keuntungan melebihi dari BEP.

Contoh Soal BEP

Tidak lengkap bila kita tidak membahas gambaran dari penyelesaian soal BEP. Coba simak contoh soal di bawah ini:

  1. PT. Kunari bergerak di pembuatan aksesoris rambut wanita. Inilah beberapa data mengenai perusahaan ini:
    a. Kapasitas produksi adalah 100.000 unit tiap mesin listrik
    b. Harga jual per satuan adalah Rp 5.000,-
    c. Total biaya tetap sebesar Rp 150.000.000,-
    d. Total biaya variabel sebesar Rp. 250.000.000,-

    Jawab :
    Mari kita mencari nilai impas dari perusahaan ini. Pertama kita cari nilai BEP dalam unit.

    Kapasitas produksi 100.000
    Harga per unit = Rp 5.000,-
    Total penjualan : 100.000 x Rp 5.000 = Rp 500.000.000,-

    rumus bep

    Nilai 0,6 itu dikali dengan kapasitas produksi mesin. Nah, berarti 0,6 x 100.000 = 60.000 produk. Jadi untuk mencapai impas, perusahaan harus menjual 60.000 unit produk.

    Kedua, kita cari nilai BEP dalam rupiah.

    rumus bep

    Nah, menurut perhitungan di atas, maka perusahaan harus mendapat penghasilan sebesar Rp 300.000.000 untuk mencapai titik impas. Bila 60.000 x 5000 hasilnya sama dengan Rp 300.000.000. Sama kan?

Itulah materi singkat seputar BEP. Dari ulasan itu kamu telah mempelajari jenis BEP dan komponen BEP. Bila ada pertanyaan sebutkan tiga elemen dari rumus BEP, maka kamu harus jawab biaya tetap, biaya variabel, dan harga produk. Sangat jelas bukan? Semoga materi ini bermanfaat dan setelah ini kamu makin paham lagi tentang BEP.

Baca juga :
1. Pengertian BEP Adalah? Ini Dia Penjelasannya!
2. Penjelasan Pengertian Pendapatan Nasional

Author