Cerdikawan, jika beberapa waktu lalu Pinter Kelas sudah membahas tentang modal. Sesuatu yang dimiliki dan dapat digunakan untuk menghasilkan produk dengan tujuan memperoleh keuntungan. Berkaitan dengan modal, dalam ilmu ekonomi ada juga yang disebut instrumen pasar modal.

Wah, apa lagi yang dimaksud ya? Apakah modal dapat diperjualbelikan?

Tentu saja yang dimaksud di sini bukan menjual modal seperti halnya pasar yang biasa kamu temui jika ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terus, apa dong? Nah, daripada kamu bingung, simak saja penjelasan Pinter Kelas tentang pasar modal. Materi ini juga kamu pelajari di kelas X SMA, khususnya bagi kamu yang memilih jurusan IPS. Klop kan?

Pengertian Pasar Modal

Instrumen pasar modal merupakan bagian dari pasar modal dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Oleh karena itu, sebelum mengetahui apa dan bagaimana instrumen pasar modal, Pinter Kelas akan membahas terlebih dahulu pengertian pasar modal menurut beberapa ahli.

1. Darmadji dan Fakhrudin

Menurut ahli ekonomi, Darmadji dan Fakhruddin dalam buku yang ditulis bersama, pasar modal adalah sarana pendanaan bagi perusaaan dan instansi lain dan sarana bagi kegiatan berinvestasi. Pasar modal merupakan tempat di mana perusahaan atau organisasi dan investor berinvestasi.

2. Situmorang

Dengan redaksi sedikit berbeda dan sudah menerangkan bagian instrumen, Situmorang menjelaskan bahwa pasar modal adalah instrumen keuangan atau sekuritas jangka panjang, baik dalam bentuk modal sendiri atau utang, yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan swasta.

3. Fahmi dan Hadi

Mirip dengan definisi pasar yang kamu kenal, Fahmi dan Hadi mendefinisikan pasar modal sebagai tempat perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan memperoleh tambahan dana dan memperkuat modal perusahaan.

4. Irham

Menurut Irham, pasar modal adalah sebuah tempat yang memperjualbelikan dana-dana modal seperti ekuitas dan utang.

5. Suad Husnan

Ahli ekonomi Suad Husna menjelaskan pasar secara lebih lengkap dan dapat dianggap sebagai kesimpulan dari definisi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Pasar modal merupakan pasar untuk instrumen keuangan yang disebut juga sekuritas jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Instrumen tersebut mungkin dalam bentuk utang atau modal sendiri dan diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, atau perusahaan swasta.

6. Eduardus Tandelilin

Tandelilin, mendefinisikan pasar modal dari berbagai sudut pandang., yaitu:

  • Pasar modal dalam arti luas, yaitu sistem keuangan yang terorganisir dan melibatkan bank-bank konvesional dan semua perantara di bidang keuangan, serta surat berharga.
  • Pasar modal dalam arti menengah, adalah semua pasar yang terorganisir atau lembaga-lembaga yang memperdagangkan warkat-warkat kredit, termasuk saham, obligasi, pinjaman berjangka dengan jaminan, tabungan, dan deposito atau tabungan berjangka.
  • Pasar modal dalam arti sempit, tempat yang terorganisir dan memperjualbelikan saham-saham dan obligasi dengan memakai jasa makelar, komisoner, dan para underwriter (penjamin).

7. Martalena dan Malinda

Kedua perempuan ekonom, Martalena dan Malinda juga mempunyai definisi yang hampir sama tentang pasar modal.

Pasar modal, yaitu pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, dalam bentuk surat utang atau obligasi, ekuisi atau saham, rekasadana, instrumen derivatif, dan lainnya.

8. UU Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal

Banyak ahli yang memberi definisi tentang pasar modal. Beberapa di atas, mewakili definisi dengan berbagai versi kalimat.

Indonesia sendiri mempunyai definisi yang sudah dijelaskan dalam UU Nomor 8 Tentang Pasar Modal Pasal 1 Butir 13.

Dalam UU, pasar modal adalah kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek. Perusahaan publik efek yang berhubungan dengan efek yang diterbitkannya, dan lembaga dan potensi yang berhubungan juga dengan efek.

Instrumen Pasar Modal

Membaca penjelasan di atas, apakah terpikirkan oleh kamu untuk mencari dana usaha di pasar modal kelak jika mempunyai usaha? Sebaliknya, apakah kamu ingin menjadi investor atau pemberi atau pembeli modal di pasar tersebut?

Untuk yang terakhir, kamu sudah dapat melakukannya sejak dini, di usia 17 tahun. Mengapa? Syarat berinvestasi di Indonesia secara resmi jika kamu sudah berusia tersebut dan memiliki KTP.

Nah, apapun tujuan kamu sebaiknya kenali terlebih dahulu instrumen pasar modal.

Instrumen yang dimaksud adalah produk keuangan atau produk yang diperdagangkan dan ditawarkan di pasar modal. Apa sajakah itu? Yuk, kenali beberapa di antaranya!

1. Saham

Instrumen pasar modal saham mungkin sudah kamu kenal. Apalagi perdagangannya di bursa efek sering dilaporkan sebagai indikator ekonomi.

Saham secara sederhana dapat dipahami sebagai surat atau tanda bukti penyertaan modal yang ditervitkan oleh Perusahaan Terbatas (PT).

Perdagangannya diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham ini menjadi bukti bahwa kamu menyetorkan modal untuk perusahaan dan di BEI dijual dengan harga per lembar.

Jika PT kinerjanya bagus, maka kamu berhak memperoleh dividen atau keuntungan sesuai prosentase saham yang dimiliki. Selain itu, semakin banyak saham yang dimiliki berarti semakin besar kekuasaan terhadap perusahaan dan dapat ikut serta dalam pengambilan keputusan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang biasanya diadakan setahun sekali.

Di bursa efek dijual dua jenis saham, saham biasa (common stock) dan preferen (preferen stock) yang tidak dibahas di sini.

Namun, selain harus memiliki dana membeli saham ada hal lain yang dibutuhkan, yaitu:

  • Perusahaan sekuritas sebagai perantara yang terdaftar dan ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas.
  • Pembukaan rekening sebagai cara membayar saat membeli dan saat menerima dividen.

Di akhir, tentu saja sebagai surat resmi kamu harus menadatangani surat, pertanda pembelian, memperoleh hal, dan pelaksanaan kewajiban.

2. Obligasi

Obligasi juga merupakan surat berharga, seperti halnya saham.

Obligasi ini disebut juga surat utang, surat yang menyatakan bahwa investor telah memberikan sejumlah dana sebagai pinjaman modal kepada suatu perusahaan, lembaga, atau negara.

Surat utang dapat dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan swasta, meski kebanyakan dilakukan oleh pemerintah.

Surat utang dari pemerintah disebut surat utang negara, biasanya diperuntukkan sebagai modal pembangunan, seperti jalan tol dan pelabuhan. Penerbitannya sekitar setahun dua kali dan telah diumumkan sebelumnya.

3. Reksadana

Jika pada obligasi, investor memberikan pinjaman, berbeda dengan reksadana.

Investor pada reksadana menitipkan uangnya secara sengaja untuk dikelola dan dijadikan modal perusahaan.

Biasanya untuk menitipkan modal ada pengelola tersendiri yang mengumpulkan dana masyarakat. Setelah terkumpul, manajer mengatur penitipan modal ke berbagai jenis yang diinginkan investor, seperi saham, pasar uang, campuran, atau syariah.

Kamu yang berinvestasi melalui reksadana tidak memerlukan modal besar. Sepuluh ribu rupiah saja sudah bisa. Hanya saja, kamu harus selektif dalam memilih manajer atau perusahaan tempat kamu mendaftar rekasadana.

Selain harus terpercaya dan dibuktikan dengan resmi terdaftar di OJK, kamu harus yakin bahwa perusahaan ahli di bidangnya.

4. Instrumen Derivatif

Derivatif artinya turunan. Nama ini sesuai dengan jenis instrumen yang merupakan turunan dari saham dan obligasi.

Instrumen derivatif diperdagangkan di pasar modal untuk melindungi investasi lain dari pergerakan harga saham, suku bunga, nilai tukar rupiah, dan lain-lain yang mungkin saja akan merugikan.

Instrumen ini terdiri dari berbagai jenis yang disebut psi, right, dan warrant yang akan dibahas Pinter Kelas dalam kesempatan berikutnya.

So, Cerdikawan sudah lebih memahami pelajaran tentang instrumen pasar modal ini? Materi ini tidak hanya bekal agar nilai pelajaran ekonomi kamu bertambah bagus tetapi juga bekal jika di masa depan kamu ingin menjadi pengusaha.

Author