Ilmu geometri merupakan bagian dari ilmu matematika yang cukup luas. Perhitungannya hanya mengandalkan ilmu hitung matematika dasar; penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Namun, ilmu yang dikenal dengan ilmu ruang ini mengandalkan logika yang cukup dalam beberapa penyelesaian. Termasuk dalam memahami jaring jaring balok.

Balok sendiri merupakan satu di antara sekitar 7 bangun ruang beraturan yang sering dibahas. Dalam materi yang membahasnya kamu akan menemukan bagian mencari luas permukaan, volume, sudut, panjang balok, dan sebagainya.

Berdasarkan hal di atas, PinterKelas kali ini akan membahas tentang jaring jaring balok. Sebuah cara membentuk balok yang banyak ditemukan dalam soal matematika, khususnya untuk sekolah dasar.

Pengertian Balok

Balok adalah sebuah bangun ruang. Bangun ruang yang mirip dengan kubus karena mempunyai 6 bidang sisi, 1 rusuk, dan 8 titik sudut. Namun, aslinya kedua bangun tidaklah sama.

Kubus mempunyai 3 pasang sisi yang sama. Sedangkan balok mempunyai 3 pasang sisi yang minimal salah satunya tidak sama. Jadi, dalam balok kamu akan mengenal ukuran panjang, lebar, dan tinggi yang semuanya berbeda atau salah satunya sama.

Pasangan sisi yang sama dalam balok, yaitu sisi samping, sisi depan dan belakang, dan sisi atas dan alas.

Unsur-Unsur Balok

Berdasarkan hal di atas, yuk kenali unsur-unsur balok pada gambar berikut.

jaring jaring balok
  1. Sisi, merupakan bagian atau bidang yang membatasi bangun ruang balok.

    Sisi balok minimal mempunyai satu pasang yang berbeda. Sisi balok mmepunyai bentuk persegi panjang.

    Sisi datar balok, bagian sisi yang merupakan atap dan alas. Pada gambar di atas sisi atap adalah EFGH sementara alasnya ABCD.

    Sisi tegak balok ada 4, di mana sisi yang berhadapan saling sejajar dan sisi yang berdekatan mempunyai rusuk saling berimpit. Bagian sisi tegak balok terdiri dari ABFE yang sejajar dengan DCGH, BCGF sejajar dengan ADHE.

    Balok mempunyai 6 buah sisi.
  2. Rusuk. Pada balok, rusuk merupakan garis yang membentuk sisi balok.

    Keseluruhan rusuk balok ada 12 buah, yang dibagi menjadi rusuk tegak dan rusuk datar.

    Bagian-bagian yang merupakan rusuk tegak balok pada gambar di atas adaah AE, DH, BF, dan CG. Bagian yang merupakan rusuk datar (bagian atas) adalah EF, FG, GH, dan HE. Sedangkan rusuk tegak bagian bawah atau alas, yaitu AB, BC, CD, dan DA.
  3. Titik sudut, sesuai dengan namanya terletak di pojok atau sudut suatu bangun. Titik sudut biasanya merupakan pertemuan antara dua buah ruas garis. Sementara pada balok, titik sudut adalah pertemuan antara 3 ruas garis.

    Titik sudut balok ada 8, yaitu A, B, C, D, E, F, G, H.
  4. Diagonal sisi atau diagonal bidang, merupakan ruas garis yang menghubungkan dua titik yang berada pada bidang yang sama.

    Setiap bagian sisi kubus mempunyai 2 diagonal sisi .

    Seluruh kubus mempunyai 2 x 6 diagonal.

    Diagonal sisi tersebut, yaitu AC dan BD pada sisi bawah, EG dan HF pada sisi atas, FC dan BG pada sisi kanan, ED dan EH pada sisi kiri, AF dan BE pada sisi depan, DG an CH pada sisi belakang.

    Diagonal sisi di bidang yang sama mempunyai ukuran sama tentu sama dengan diagonal sisi pada bidang lain.
  5. Bidang diagonal, merupakan bidang yang dibentuk oleh dua buah garis diagonal sisi atau bidang yang sejajar atau saling berhadapa.

    Bidang diagonal balok otomatis ada 6 dan mempunyai ukuran yang berbeda.

    Bidang diagonal tersebut, yaitu EH BC = AD FG = AB GH = AF DC = AH BG = ED FC.
  6. Diagonal ruang, adalah garis yang menghubungkan dua titik berseberangan pada sisi berbeda.

    Balok mempunyai 4 diagonal ruang, yaitu AG, BH, CE, and DF.

    Keempat diagonal ruang juga mempunyai ukuran berbeda.

Pengertian Jaring-Jaring Balok

Jaring jaring balok adalah bentuk asli balok yang terdiri dari sisi-sisinya yang digunting pada bagian berimpit tanpa putus. Dengan demikian, jika dilipat pada bagian tertentu, jaring jaring akan membentuk balok.

Cara Membuat Jaring-Jaring Balok

Sebelum kamu mengenal lebih jauh tentang berbagai model atau gambar jaring jaring balok, kenali cara membuatnya.

Langkah-langkah membuat jaring jaring balok, yaitu:

  1. Carilah dua jenis kotak berbentuk balok.
  2. Guntinglah bagian tepi balok yang berimpit sehingga membentuk gambar di bawah ini.

  3. Letakkan bagian yang terpotong di atas bidang datar, itulah bentuk yang disebut jaring-jaring.
  4. Guntinglah kotak balok kedua di bagian yang berbeda. Ulangi pula langkah nomor 3. Kamu akan mendapatkan dua buah jaring-jaring yang berbeda bentuk.

Gambar Jaring-Jaring Kubus

Setelah memahami cara membuat jaring-jaring balok, sudahkah kamu membayangkan bagaimana saja gambar jaring-jaring tersebut?

Pada saat kamu menemukan satu gambar jaring-jaring, bayangkan kalau kamu melipatnya dan membentuk balok.

Seandainya di awal pelajaran kamu kesulitan membayangkannya jiplaklah gambar tersebut dan lipatlah. Dengan cara ini kamu bisa mengetahui apakan suatu jaring jaring akan membentuk balok atau tidak.

Gambar Pola 1 (141)

Gambar menunjukkan jaring jaring di mana sisi yang berhadapan terletak di bagian samping yang berbeda.

Gambar Pola 2 (141)

Gambar menunjukkan pola yang mirip dengan yang pertama tetapi dua sisi yang bersebarangan dalam jaring jaring jika dilipat tidak berhadapan. Bentuknya mempunyai ukuran yang berbeda.

jaring jaring balok

Gambar Pola 3 (231)

Gambar jaring-jaring yang mebentuk balok dengan bentuk 2 sisi, 3 sisi, dan 1 sisi yang saling berimpitan.

Gambar Pola 4 (222)

Gambar jaring-jaring yang menempatkan masing-masing 2 sisi pada rusuk yang berimpitan.

Gambar Pola 5 (141)

Sama dengan pola 1 dan 2, hanya saja bagian sisi pertama dan terakhir yang satu bagian mempunyai bentuk sama dan terletak berseberangan.

jaring jaring balok

Keterangan warna hijau adalah bagian alas.

Menghitung Rumus Luas Jaring Jaring Balok

Luas jaring jaring balok dapat kamu hitung dengan rumus tertentu. Rumus yang dikenal juga dengan sebutan rumus luas permukaan balok ini, adalah.

L = 2 x [(p x l) + (p x t) + (l x 5)]

Keterangan:
p = panjang
l = lebar
t = tinggi
L = luas permukaan atau luas jaring-jaring.

Contoh Soal.

  1. Tentukan luas permukaan balok yang mempunyai panjang 20 cm, lebar 14, dan tinggi 10 cm.

    Jawab.
    Diketahui .
    p = 20 cm
    l = 14 cm
    t = 10 cm

    Ditanya = L

    L = 2 x [(pxl) + (pxt) + (lxt)] = 2 x [(20×14) + (20 X10) + (14X10)] = 2 (280 + 200 + 140)
    = 2 X 520 = 1.040 cm2.

Itulah materi PinterKelas kali ini tentang jaring jaring balok. Semoga membantu kamu dalam mempelajarinya ya!

Author