Jumpa lagi dengan pinterkelas ya cerdikawan! Kali ini khusus mau bahas soal jenis-jenis awan yang memiliki beragam tampilan. Awan umumnya begitu indah ketika dipandang. Namun, ternyata ada juga lho awan yang dikaitkan dengan terjadinya hujan. Sehingga tampilannya hitam kelam.

Awan yang merupakan Gumpalan uap air ini terbentuk dari siklus daur air. Yang mana bisa terjadi secara terus-menerus dan umumnya disebut siklus hidrologi. Proses ini berlanjut ketika terjadi pemuaian air yang kemudian menuju atmosfer.

Sehingga terjadi pemadatan maupun pengembunan dalam satu tingkat ketinggian tertentu. Yakni, diatas langit. Makanya, jangan heran jika akan ada jenis-jenis awan yang berdasarkan ketinggiannya. Hal ini berguna, agar cerdikawan tidak salah persepsi.

Ini Dia Jenis-Jenis Awan Lengkap Dengan Deskripsinya

Pada tahun 1894, komisi cuaca dan langit internasional sepakat untuk membagi aneka jenis awan yang ada di langit. Hal ini tertuang dalam 4 macam pembagian. Yakni, awan tinggi, sedang, rendah hingga perkembangan vertikal.

Proses terbentuknya awan sendiri dapat terjadi akibat udara panas dari sinar matahari. Air yang berasal dari sungai, danau, atau didalam tubuh kita ditengarai dapat menguap menuju atmosfer lho!

Dan ketika sampai pada lapisan atmosfer inilah terjadi perbedaan suhu. Ada yang memiliki suhu normal, ada pula yang memiliki suhu lebih rendah. Sehingga nantinya akan ada proses pengembunan dan menjadi titik-titik air. Dan titik-titik air inilah yang kemudian disebut awan.

Tahukah sobat cerdikawan, kumpulan awan yang bergabung satu sama lainnya ini mampu menciptakan massa awan yang berat. Jika semakin berat awan, maka bisa turun mendekati atmosfer bumi karena pengaruh gravitasi.

Jika sudah demikian, akan terjadi penurunan suhu serta temperatur di area yang tertutup oleh awan. Karena Cahaya matahari secara langsung terhalang oleh awan ini. Tak heran jika kemudian lokasi jadi lebih teduh. Lebih lanjut, awan ini bisa jadi indikasi akan terjadi hujan.

Proses hujan ini sedikit menarik lho! Yap, jatuhnya air ke bumi ini nyatanya akan kembali memanas. Yang mana nantinya membuat udara di area tersebut menguap dan naik lagi menuju atmosfer. Lapisan atmosfer yang lebih sejuk dinilai mampu membentuk awan kembali.

Jenis-Jenis Awan Dari Kategori Ketinggian

Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan menjadi beberapa macam. Berikut ulasan lengkapnya.

A. Awan Tinggi (Awan Dengan Ketinggian Berkisar Antara 6 Hingga 12 Km Diatas Permukaan Tanah)

1. Awan Cirrus

Awan ini bisa mengindikasikan jika hari akan cerah. Memiliki struktur halus layaknya serat maupun berbentuk mirip bulu unggas atau burung. Ada pula yang menyerupai pita dengan kontur melengkung di langit. Seolah bertemu di beberapa titiknya.

Awan ini kerapkali menjerat sinar matahari sehingga menimbulkan fenomena alam. Yang mana sering disebut awan halo. Hal ini diakibatkan oleh kristal es dalam awan cirrus, yang secara otomatis membiaskan sinar matahari. Sehingga membentuk efek lingkaran cincin serta memutari matahari.

2. Awan Cirrostratus

Jenis-jenis awan nomor dua ini memiliki tekstur sangat lembut ketika berada pada lapisan atmosfer. Mempunyai ciri warna sedikit kelabu. Karena letaknya yang begitu tinggi, awan ini mengandung kristal es yang cukup banyak.

Awan ini juga terdiri serabut-serabut tipis mirip cadar serta mampu menutupi sebagian langit. Awan ini juga bisa menebal serta membentuk lingkaran halo, namun pada keadaan tertentu saja.

3. Awan Cirrocumulus

Awan ketiga ini mempunyai kontur putus-putus, namun teratur. Layaknya sekumpulan domba maupun sisik ikan yang begitu tipis. Uniknya lagi, awan ini seringkali disebut gerombolan ikan mackerel di langit, karena susunannya yang teratur.

B. Awan Sedang (Memiliki Ketinggian 2 Hingga 6 Kilometer Dari Permukaan Tanah)

1. Awan Altostratus

Jenis-jenis awan berikutnya berada di ketinggian level sedang. Altrostratus dinilai mengandung butiran air, yang mana mampu menghasilkan hujan ringan. Bisa pula menciptakan virga, yakni hujan yang tak sampai di tanah.

Awan ini membentuk sebuah alur berwarna cenderung keabu-abuan. Meksi mampu menutup sebagian langit, namun tetap ada yang bisa ditembus oleh cahaya matahari. Cerdikawan bisa melihat penampakan awan ini ketika sore menjelang malam. Dan akan berangsur hilang saat siang datang dengan cuaca terik.

2. Awan Altocumulus

Berbentuk bulatan-bulatan mungil layaknya kapas. Dimana posisinya menyebar luas di area langit. Ada yang tampak terikat satu dengan lainnya. Warnanya cenderung putih hingga memiliki gradasi warna abu-abu. Munculnya awan ini bisa dijadikan tanda akan adanya hujan deras yang disertai datangnya petir.

C. Awan Rendah (Ketinggian Kurang Dari 2 Km Dari Permukaan Tanah)

1. Awan Nimbostratus

Jenis-jenis awan rendah pertama ialah nimbostratus. Awan ini tebal serta cenderung tidak teratur lengkap dengan ciri warna putih maupun abu-abu. Awan nismbostratus sering disebut sebagai pembawa hujan atau menghasilkan salju.

Bedanya, di area subtropis awan ini akan mengahasilkan curah salju. Sementara untuk daerah tropis seperti di Indonesia, akan menghasilkan curah hujan yang sangat tinggi.

2. Awan Stratocumulus

Awan ini begitu jelas terlihat karena posisinya yang sangat rendah. Bisa pula menciptakan hujan, tapi seringnya tidak deras. Awan yang mempunyai bentuk gumpalan bulat dan tampak berkumpul atau terpisah. Yang mana terlihat begitu teratur serta memiliki warna keabu-abuan.

3. Awan Stratus

Awan jenis ini membentuk lapisan tipis dengan detail melebar di area langit. Warnanya putih cenderung abu-abu. Cerdikawan, awan ini bisa dijadikan penanda apabila atmosfer dalam kestabilan tekanan udara.

Selain itu, awan ini mampu menghasilkan hujan ringan berupa gerimis. Ada yang bentuknya teratur, namun adapula yang pecah tak beraturan.

D. Awan Dengan Detail Perkembangan Vertikal

Umumnya awan ini berada di kisaran ketinggian mulai dari 450 m dari permukaan tanah. Letaknya yang lebih rendah ketimbang jenis-jenis awan lainnya mempunyai ciri yang unik dan berbeda. Awan ini dibagi menjadi;

1. Awan Cumulonimbus

Pernah lihat film kartun yang menampilkan awan ini? Yap, awan yang identik sebagai tanda terjadinya hujan deras disertai angin juga petir. Bahkan, kerap disebut berbahaya karena didalamnya mengandung muatan listrik.

Awan dengan warna cenderung gelap ini memiliki kontur seperti kubah yang menjulang. Selain itu, awan ini merupakan perkembangan dari awan bernama cumulus.

2. Awan Cumulus

Awan ini terjadi jika tekanan udara pada atmosfer sedang labil. Jika keadaan ini bertambah parah, maka bisa memicu awan cumulonimbus. Yang mana bisa menghasilkan hujan cukup deras. Awan Cumulus ini terkandung butiran air dan es yang begitu dingin.

Ketika terpapar sinar matahari akan ada kilauan berwarna putih yang mempesona. Awan cumulus juga memiliki kontur memanjang keatas serta menebal. Sehingga terlihat puncak tinggi dari awan tersebut.

Bagaimana sobat cerdikawan? Bahasan tentang jenis-jenis awan ini cukup menarik kan? Sobat bisa lebih tahu terkait awan apa saja yang ada di bumi ini. Baik yang terendah hingga paling tinggi posisinya. Selain itu, jadi makin tahu dong ketika akan ada fenomena alam lainnya melalui pertanda awan ini. Sampai jumpa di kelas berikutnya ya!

Author