Halo, cerdikawan! Ketemu lagi di pinterkelas, yang hari ini khusus mau ngebahas tentang jenis jenis karangan. Kemungkinan variasi karangan memang seolah nampak serupa. Tapi, overall ada ciri khas yang membuatnya berbeda dari satu dan yang lainnya.

Apalagi, karangan ini juga memiliki manfaat maupun fungsi sesuai macamnya. Sehingga, mengetahui lebih dalam, akan membantu cerdikawan makin paham akan hal ini. Terlebih, pelajaran bahasa Indonesia ini sebetulnya sangat mengasyikkan, lho!

Yap, jenis jenis karangan bisa membuat penulis menghasilkan karya yang pas. Baik untuk menekankan tujuan tulisan, maupun membuat anekaragam karya yang indah. Siap dengan penjelasan lengkapnya?

Poin Penting dalam Membuat Karangan

Dalam membuat sebuah karangan, cerdikawan bisa memperhatikan poin-poin dibawah ini terlebih dahulu!

  1. Menentukan Topik Permasalahan
  2. Judul
  3. Tujuan Pembuatan Karangan
  4. Kerangka Karangan
  5. Isi Karangan Serta Garis Besarnya

Kerangka karangan ini memang terkesan remeh. Namun, justru melalui kerangka ini cerdikawan bakalan menghasilkan tulisan yang teratur sesuai rencana awal. Pastinya sobat cerdikawan pernah dong, niat hati membuat tulisan agar hasilnya wah. Tapi, suka melenceng jauh dari prediksi.

Manfaat Utama Membuat Kerangka Karangan

Tapi beda jika sobat membuat kerangkanya terlebih dahulu. Sehingga alur tulisan akan bisa dibuat sesuai apa yang ingin cerdikawan tulis. Berikut manfaat membuat kerangka karangan;

1. Mempermudah Penulisan

Karya tulis yang dibuat secara menarik, rapi dan sempurna, tentu akan membuat pembacanya terkesima. Selain itu, penulis juga akan merasa lebih puas dengan karya yang dihasilkan. Intinya, kerangka ini memang bisa membuat penulisan makin terarah.

2. Elaborasi Antar Paragraf Jadi Lebih Gampang

Elaborasi ialah teknik pengembangan intisari dari suatu tulisan atau karangan. Agar struktur kata yang saling berhubungan dapat dipahami dengan lebih baik. Umumnya teknik ini akan mencegah alur tulisan menjadi kabur. Lebih tepatnya mampu membuat penulis tetap pada koridor tujuan awalnya.

3. Agar Cerita Tidak Melebar Kemana-Mana

Jenis jenis karangan memang begitu banyak. Sehingga dalam membuatnya membutuhkan fokus. Agar implikasi tulisan mampu tersampaikan secara lebih mendetail. Nah, manfaat kerangka karangan selanjutnya ialah: agar tulisan tidak melebar kemana-mana. Atau Kerangka ini akan mencegah adanya pengembangan kalimat yang jauh dari topik inti.

4. Penentuan Topik Per Paragraf Lebih Simpel

Struktur tulisan yang telah disiapkan melalui karangan, akan berdampak cukup baik. Cerdikawan jadi mudah menentukan plot-plot dalam tulisan sehingga cerita tidak saling loncat. Selain itu, nantinya cerdikawan jadi lebih gampang mengembangkan setiap paragrafnya.

5. Susunan Karangan Jadi Lebih Ciamik

Menghasilkan tulisan dari jenis jenis karangan yang beragam memang menyenangkan. Eksplorasi pikiran yang dituangkan menjadi cerita, akan membuat pembacanya jadi lebih terkesan. Apalagi jika susunan karangan yang dibuat rapi, urut dan menarik hati.

Hal ini tak akan lepas dari peranan kerangka karangan itu sendiri. Telah banyak bukti jika kerangka ini betul-betul membantu penulis untuk menyusun tulisan jadi lebih baik.

6. Tumpang Tindih Tema Karangan Dapat Dihindarkan

Pernah mengalami hal serupa? Yap, terkadang problem ini sering dialami penulis. Padahal kejadian ini akan membuat pembaca enggan melanjutkannya. Karena tumpang tindih tema ini membuat bingung sendiri. Jika sudah begitu, kualitas tulisan tentu akan dinilai tak recomended bukan?

Makanya, agar lebih aman sobat cerdikawan harus menulis kerangka ini terlebih dahulu. Agar kesesuaian tulisan dengan rencana awal tetap saling berkaitan.

Jenis Jenis Karangan yang Kita Kenal

Karangan pada dasarnya memiliki banyak pilihan. Setidaknya ada 5 jenis karangan yang bisa cerdikawan pilih untuk membuat karya tulis yang menawan. Berikut detail lengkapnya;

a. Karangan Ilmiah

Karangan jenis ini umumnya mengikuti prosedur ilmiah. Yang mana dapat berupa, rumusan masalah, pendahuluan, kerangka teori, hingga metode riset. Sehingga sajian tulisan memiliki implikasi yang berkaitan erat dengan sebuah penelitian

b. Fiksi

Jenis jenis karangan dengan tema fiksi ihwal digemari. Susunan ceritanya bisa saja menghibur, membuat sedih hingga membawa pembaca seolah masuk kedalam cerita tersebut. Karangan berbentuk fiksi ini bisa cerdikawan kenali dengan karya berupa: fable, novel, cerita humor maupun yang lainnya.

c. Cerpen Alias Cerita Pendek

Cerpen ini biasanya memuat aktivitas maupun kejadian sehari-hari. Baik yang bersifat nyata ataupun khayalan. Namun, tetap memiliki tujuan untuk menghibur. Bahkan, terkadang bisa membuat emosi pembaca larut dalam tulisan tersebut.

d. Karangan Persuasif

Tujuan dari karangan ini ialah, mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu. Bisa juga melakukan pembelian suatu produk. Karangan ini banyak dilakukan ketika kampanye. Namun, tak jarang dipakai untuk teknik marketing. Atau lebih gampangnya sih karangan ini berfungsi untuk mempengaruhi pembaca.

e. Karangan deskripsi

Seperti definisi deskripsi yang menjabarkan detail sebuah lokasi, alamat maupun situasi tertentu. Biasanya karangan ini dibuat untuk menceritakan detail suatu produk. Bisa pula dipakai untuk mendefinisikan hasil riset seseorang.

Mengulik Fungsi Maupun Manfaat Karangan

Dalam hal ini, selain menentukan satu dari jenis jenis karangan, cerdikawan harus tahu lho. Apa sih sebetulnya fungsi karangan ini?

  1. Membuat penulisan cerita menjadi lebih sistematis dan urut.
  2. Mencegah penulis membahas topik maupun ide yang telah dijabarkan sebelumnya.
  3. Membuat penulis tetap ada pada koridor atau tujuan penulisan awal.
  4. Membantu Penulis mengembangkan ide cerita agar lebih bervariasi dan menarik hati.
  5. Membuat Penulis lebih gampang dalam mencari referensi, baik yang berupa data maupun fakta.

Melalui sebuah karangan, penulis akan mampu menyampaikan gagasannya. Terlebih jika karya tulis yang dihadirkan berupa riset atau penelitian. Tentu penulis membutuhkan media untuk menuangkannya. Sehingga inti dari riset tersebut mampu tersampaikan secara paripurna.

Begitupun dengan jenis jenis karangan lainnya. Yang pasti memiliki fungsi penekanan cerita, agar pesannya mampu terbaca dengan lebih baik.

Mengenal Unsur-Unsur Karangan

Dalam membuat sebuah karya tulis cerdikawan tak bisa asal-asalan. Sebab, dalam tulisan memiliki 4 unsur yang kudu cerdikawan patuhi. Apasajakah itu?

1. Wahana

Unsur karangan ini merupakan sarana pengantar gagasan. Yang bisa berupa bahasa tulis dan berkaitan dengan gramatika, retorika maupun kosa-kata.

2. Tatanan

Yakni, sebuah pengaturan serta penyusunan gagasan. Melalui pemfokusan berbagai asas aturan maupun teknik.

3. Tuturan

Hal ini ialah bentuk dari ungkapan gagasan, agar mampu dipahami oleh para pembaca hingga kepustakaan.

4. Gagasan

Unsur keempat ini dapat berupa pengalaman, pendapat, hingga pengetahuan yang terdapat dalam pikiran penulis (seseorang).

Mengetahui serba-serbi karangan ini tentu akan sangat berguna. Terlebih jika ingin membuat tulisan atau cerita agar hasilnya membahana. Makanya, jangan bosan untuk terus belajar ya cerdikawan! Sebab, ilmu itu tak ada habisnya lho.

Siapa tahu materi jenis jenis karangan ini bisa membuka wawasan jadi lebih luas lagi. Sehingga, nantinya cerdikawan akan menghasilkan sebuah karya tulis. Yang tak hanya rapi secara penulisan. Namun, mampu menyampaikan isi pesan dari tulisan yang dibuat. Sebagai bahan pemanasan buat karangan yuk!

Author