Secara tidak sadar sebagian dari kamu pada dasarnya sudah menggunakan kalimat majemuk dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja bentuknya tidak selalu tulisan. Semua yang kamu ucapkan sehari-hari dalam berkomunikasi dengan orang lain saja sudah termasuk kalimat.

kalimat majemuk
pixabay.com

Kalimat merupakan gabungan beberapa kata yang mengandung arti. Ada kalimat yang efektif ada yang tidak efektif. Dalam kalimat percakapan langsung, kamu bisa menyebutkan kalimat tidak efektif sebagai kalimat yang berputar-putar. Kalimat majemuk menggabungkan dua buah kalimat efektif dengan kata sambung atau penghubung.

Seharusnya mudah bukan membuat kalimat? Hanya tinggal menuliskan saja bahasa yang kamu gunakan sehari-hari dengan lebih baik. He he. . .

Yuk mengenal lebih jauh tentang pengertian, jenis dan juga ciri-cirinya.

Pengertian

Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dari gabungan dua klausa atau lebih. Penggabungan keduanya dilakukan menggunakan kata penghubung. Di mana keduanya kelak ada yang disebut anak kalimat dan induk kalimat. Wah, seperti manusia ya? Ada anak dan induk atau ibu.

Kalimat ini menggabungkan dua klausa. Setiap klausa mempunyai unsur subjek, predikat, objek, dan atau keterangan. Dengan demikian, pada kalimat yang seperti ini biasanya mempunyai salah satu dari unsur tersebut secara ganda.

Ciri-ciri

Sama halnya dengan jenis kalimat lain, kalimat yang menggabungkan dua klausa ini mempunyai ciri khusus. Ciri yang membedakannya dengan kalimat lain. Ciri ini juga yang harus dimiliki ketika kamu menggabungkan dua kalimat agar tetap efektif. Bukan menjadi kalimat panjang yang maknanya belum jelas.

Ciri tersebut, yaitu:

  1. Kalimat mempunyai subjek dan atau predikat ganda. Untuk ciri pertama ini harus ada pada kalimat. Sementara unsur kalimat lain bisa saja ganda atau hanya satu.
  2. Pada kalimat majemuk terdapat penggabungan dan perluasan kalimat.
    Contoh: Ibu ke pasar. Ibu membeli ikan. Kedua kalimat digabungkan menjadi ibu membeli ikan ketika ke pasar.
    Dua kalimat di atas digabungkan dan meluaskan kata membeli ikan dengan memberinya keterangan waktu “ketika ke pasar”.
  3. Penggabungan dua kalimat membentuk kalimat baru yang mempunyai pola berbeda dengan perluasan makna.

Kalimat majemuk dikelompokkan menjadi 4 jenis yang masing-masingnya dibahas di bawah ini.

Kalimat Majemuk Setara

Sesuai dengan namanya, jenis ini menggabungkan dua klausa yang setingkat atau setara kedudukannya dalam kalimat. Oleh karena itu, pada kalimat ini tiap klausa dapat berdiri sendiri jika dipisahkan. Biasanya kalimat dihubungkan dengan kata penghubung; seperti, dan, sebelum, setelah, lalu, ketika, bahkan, kemudian, atau sedangkan.

kalimat majemuk
pixabay.com

Kalimat terbagi lagi menjadi berbagai jenis yang sekaligus akan kamu lihat dalam contoh kalimat.

  1. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan

    Contoh.
    Adik sedang belajar sementara kakak sedang menonton televisi.
    Hilman ingin bermain game online tetapi dia harus belajar untuk ujian besok.
    Ani ingin sekali masuk sekolah padahal ia masih sakit.

  2. Kalimat Majemuk Setara Sejalan

    Contoh.
    Ani menyapu lantai kemudian ia mengepelnya.
    Adi berangkat ke sekolah ketika ayah berangkat ke kantor.
    Kakak adalah siswa SMS dan adik seorang siswa SMP.

  3. Kalimat Majemuk Sebab Akibat

    Contoh.
    Hari tidak masuk sekolah hari ini karena sakit.
    Tadi malam hujan lebat disertai angin besar akibatnya banyak pohon yang tumbang.

Kalimat Majemuk Bertingkat

Jenis ini adalah kalimat yang menggabungkan dua kalimat yang tidak setara. Kebalikan dari setara, pada kalimat bertingkat terdapat dua klausa atau lebih yang digabungkan dan tidak dapat berdiri sendiri.

Dalam kalimat ini ada yang disebut anak kalimat dan induk kalimat. Bagaimana cara membedakannya? Pada induk kalimat tidak terdapat kata penghubung, sementara anak kalimat sebaliknya. Kata penghubung yang sering digunakan adalah jika, ketika, walaupun, bagaikan, bahwa, sebab, dan sehingga.

Kalimat bertingkat ini juga mempunyai banyak jenis yang di antaranya akan dijelaskan dengan contohnya.

  1. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu

    Contoh.
    Ani sedang bermain ketika ayah pulang dari kantor.
    Paman datang dari Jogja saat aku sedang tidak ada di rumah.

  2. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

    Contoh.
    Ani rajin belajar supaya lulus ujian.
    Bima tidur lebih awal agar tidak bangun kesiangan saat akan sekolah.

  3. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab

    Contoh.
    Ani sedih karena kucing yang disayanginya mati.
    Ibu marah karena Santi pulang larut malam.

  4. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat

    Contoh.
    Ani sangat malas belajar sehingga ia tidak naik kelas.
    Paman sangat menghargai orang lain maka masyarakat di desa sangat menghormatinya.

  5. Kalimat Majemuk Hubungan Penyangkalan

    Contoh.
    Teman-teman mendiamkannya seolah-olah dia tidak ada.
    Pagi ini udara cerah seakan-akan tidak pernah ada hujan angin semalam.

  6. Kalimat Majemuk Hubungan Hasil

    Contoh.
    Ani rajin berlatih vokal maka dia sering kali memenangkan lomba menyanyi.
    Susan sangat suka membantu ibu maka ibu bertambah sayang kepadanya.

  7. Kalimat Majemuk Hubungan Atribut

    Contoh.
    Ibu yang sedang mengajar di kelas tersebut adalah ibu saya.
    Pemain bola yang menjadi idola tersebut adalah kakak dari teman saya.

Demikian 7 jenis kalimat majemuk bertingkat dan contohnya. Selain di atas, ada beberapa jenis lain, seperti hubungan penjelasan, hubungan kenyataan, hubungan cara, hubungan perbandingan, hubungan konsesnip, dan hubungan syarat.

Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat jenis merupakan gabungan dari lebih dari dua klausa sekaligus. Bahkan, terkadang kalimat merupakan gabungan dua kalimat majemuk. Di dalamnya, bisa saja terdiri dari beberapa kalimat setara dan bertingkat.

kalimat majemuk
pixabay.com

Contoh kalimat ini disertai dengan klausanya sebelum digabungkan, yaitu.

  1. Saya sedang duduk di tepi lapangan
    Amir sedang bermain bola di lapangan
    Tina mengejar kupu-kupu di lapangan
    Sore hujan deras.

    Digabungkan menjadi Sore ini hujan deras ketika saya, Amir, dan Tina berada di lapangan.

  2. Abdi berjalan kaki ke sekolah
    Andi naik sepeda ke sekolah
    Aminah diantar ayah naik motor ke sekolah.

    Abdi, Andai, dan Aminah berangkat ke sekolah dengan cara yang berbeda-beda, yaitu berjalan kaki, naik sepeda, dan diantar naik motor.

Kalimat Majemuk Rapatan

Kelompok kalimat rapatan merupakan kalimat jenis keempat atau terakhir.

Rapatan merupakan bagian dari majaemuk setara. Hanya saja agar lebih efektif bagian yang sama biasanya dihilangkan meski tidak mengubah artinya. Biasanya bagian yang dihilangkan adalah subjek atau predikat.

Contoh.

  1. Ani rajin belajar
    Ujian akan diadakan minggu depan.

    Digabungkan menjadi: Ani rajin belajar untuk menghadapi ujian minggu depan.

  2. Beni pulang sekolah
    Beni belajar mengajar mengaji

    Beni belajar mengajar mengaji setelah pulang sekolah.

Mudah bukan untuk dipahami? Untuk tingkat sekolah dasar kamu tidak perlu mengetahui dengan rinci jenis kalimat ini. Yang tepenting kamu bisa menggabungkan dua kalimat dengan kata penghubung yang tepat.

Jenis-jenis kalimat secara terperinci baru kamu pelajari di sekolah lanjutan.

Selamat belajar, semoga sukses!

Author