Kalimat merupakan gabungan dari beberapa buah kata yang mempunyai arti. Sementara itu, beberapa kalimat yang digabungkan menjadi satu bagian disebut paragraf atau alinea. Di dalam paragraf ada yang dinamakan kalimat utama dan kalimat penjelas. Cerdikawan pasti sudah tahu dengan uraian ini!

Bagaimana membedakan kalimat utama dan penjelas? Ini yang sering membingungkan. Padahal kamu sudah mulai mempelajarinya sejak kelas 4 sekolah dasar, lho!

Kesulitan membedakan kalimat utama dan penjelas tersebut terjadi karena kamu belum tahu “rahasia” di balik keduanya.

Penasaran? Yuk, simak penjelasan Pinter Kelas tentang kedua kalimat tersebut! Setelah itu, kamu pasti deh bisa membedakan keduanya dalam paragraf. Yang penting rajin berlatih.

Pengertian Kalimat Utama dan Penjelas

Kalimat merupakan bagian yang paling penting dalam sebuah paragraf dan tulisan.

Meski paragraf mungkin saja terdiri dari satu kalimat, paragraf yang bagus sebaiknya terdiri dari kalimat utama dan penjelas. Tentu saja jenis kalimat tersebut haruslah merupakan kalimat efektif dan memiliki minimal subjek dan predikat.

Dalam sebuah paragraf, kalimat utama sering disebut juga sebagai pokok pikiran, ide kalimat, atau kalimat topik. Kalimat ini bersifat umum dan menjelaskan keseluruhan isi paragraf. Kalimat ini pula yang dijadikan patokan untuk mengembangkan kalimat lain untuk mengisi paragraf.

Jadi, dalam satu paragraf hanya terdiri dari satu kalimat utama dan mungkin terdiri dari satu atau lebih kalimat penjelas.

Secara sederhana kalimat utama adalah kalimat dalam paragraf yang dapat menjelaskan seluruh isi paragraf secara umum. Kalimat ini mungkin berada di awal paragraf (paragraf deduktif), dan di bagian akhir kalimat (paragraf induktif). Namun, kebanyakan pokok pikiran berada di awal kalimat.

Nah, dari definisi kalimat atau pikiran utama maka kamu sudah dapat menjelaskan kalimat laiinya yang ada dalam paragraf yang disebut penjelas.

Kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan kalimat utama secara lebih terperinci dan memberikan informasi tentang subjek atau objek yang disebut pada pokok pikiran.

Perhatikan contoh paragraf berikut!

Bulan ini sudah memasuki musim kemarau di daerahku. Sepanjang hari matahari bersinar sangat terik. Pohon-pohon mulai menguning. Tanah dan debu beterbangan ditiup angin.

Pada paragraf di atas, kamu dapat menemukan bahwa: Bulan ini sudah memasuki musim kemarau di daerahku (pikiran utama). Kalimat lain adalah paragraf adalah penjelas.

Langkah Membedakan Kalimat Utama dan Penjelas dalam Paragraf

Dalam soal, sering kali kamu diharuskan menentukan kalimat utama dari sebuah paragraf. Agar memudahkan, ikutilah langkah berikut ini!

1. Bacalah keseluruhan isi paragraf, pokok pikiran hanya ada di kalimat pertama atau terakhir dari paragraf.

2. Tentukan kalimat utama, dengan ciri:

  • Kalimat dapat berdiri sendiri sehingga tanpa ada kalimat penjelas sudah cukup dapat dipahami isinya.
  • Biasanya tidak ada kata konjungsi atau kata penghubung, seperti dan, karena, atau, dan lain-lain.
  • Pokok kalimat yang berada di akhir paragraf mungkin saja menggunakan kata “jadi” atau “dengan demikian”, untuk menyimpulkan kalimat penjelas.
  • Kalimat masih dapat dikembangkan menjadi kalimat tambahan atau kalimat penjelas.

3. Jika sudah menentukan kalimat utama, kamu dapat menemukan pula kalimat penjelas dalam paragraf.

Bagaimana kalau posisinya dibalik? Kamu ingin membuat sebuah paragraf yang baik, serta mempunyai kalimat utama dan penjelas?

Jika demikian, kamu dapat membuatnya dengan langkah berikut.

  1. Tentukan topik paragraf yang akan kamu tulis.
  2. Tentukan apa saja yang ingin dibahas dalam paragraf.
  3. Buatlah kesimpulan besar tentang pembahasan dalam bentuk kalimat sehingga dapat dikatakan bahwa sebagai sebuah kalimat topik atau pokok pikiran atau pikiran utama.
  4. Kamu dapat pula membuat beberapa kalimat penjelas terlebih dahulu barulah menambahkan pokok pikiran di bagian awal atau akhir paragraf.

Contoh Soal

Hmm.. Bahasa Indonesia semudah tampaknya bukan? Kalau kamu kesulitan, itu dikarenakan tidak terbiasa menuangkan apa yang dipikirkan dalam bentuk tulisan.

Yuk, berlatih dari soal-soal di bawah ini!

Tentukanlah kalimat utama atau pokok pikiran pada paragraf-paragraf berikut :

a). Ani sangat suka melukis. Selama liburan ini ia selalu melukiskan apa saja yang ada di sekitar dan sedang dibayangkannya. Hasilnya banyak gambar bagus yang sudah ia buat. Ada lukisan rumah, kucing, pemandangan langit di sore hari, dan lain-lain.

b). Hari ini aku diminta ibu membeli telur ke warung. Aku dibawakan ibu uang Rp25.000,00 untuk membeli satu kilogram. Ternyata uang yang diberikan ibu kurang. Aku harus menambahnya Rp3.000,00. Padahal kemarin aku membelinya dengan harga Rp23.000,00. Berarti, harga telur bertambah mahal.

c). Kemajuan teknologi digital menjadi bumerang bagi masyarakat Indonesia. Di satu sisi, hal ini sangat menguntungkan. Perdagangan, pekerjaan, dan pencarian informasi menjadi lebih mudah karena adanya akses internet. Namun, bagi anak-anak yang mempunyai gadget sendiri dapat menjadi masalah besar. Mereka dengan mudah dapat mengakses konten apa saja yang tidak sesuai usia. Selain itu, teknologi internet membuat mereka kecanduan gadget, khususnya bermain game.

Pembahasan :

Dengan memperhatikan langkah membedakan pikiran utama dan penjelas, kamu dapat menemukan keduanya dalam paragraf.

a). Pikiran utama hanya ada dua kemungkinan, di kalimat awal atau akhir paragraf.

Jadi, kemungkinan pikiran utama yaitu:

Ani sangat suka melukis.

Ada lukisan rumah, kucing, pemandangan langit di sore hari, dan lain-lain.

Kalimat “Ani sangat suka melukis” adalah kalimat utama karena dapat berdiri sendiri dan tidak ada kata konjungsi di dalamnya.

Kalimat “Ada lukisan rumah, kucing, pemandangan langit di sore hari, dan lain-lain” mempunyai kata penghubungan “dan” di dalamnya. Kalimat juga tidak dapat berdiri sendiri.

Kalimat lain dalam paragraf adalah penjelas.

b). Pokok pikiran : Harga telur bertambah mahal

Kalimat penjelas :

Hari ini aku diminta ibu membeli telur ke warung.

Aku dibawakan ibu uang Rp25.000,00 untuk membeli satu kilogram.

Ternyata uang yang diberikan ibu kurang.

Aku harus menambahnya Rp3.000,00.

Padahal kemarin aku membelinya dengan harga Rp23.000,00.

c). Kalimat utama atau pokok pikiran: Kemajuan teknologi digital menjadi boomerang bagi masyarakat Indonesia.

Kalimat penjelas:

Di satu sisi, hal ini sangat menguntungkan.

Perdagangan, pekerjaan, dan pencarian informasi menjadi lebih mudah karena adanya akses internet.

Namun, bagi anak-anak yang mempunyai gadget sendiri dapat menjadi masalah besar.

Mereka dengan mudah dapat mengakses konten apa saja yang tidak sesuai usia.

Selain itu, teknologi internet membuat mereka kecanduan gadget, khususnya bermain game.

Tentukan pokok pikiran dari kalimat penjelas di bawah ini!

Namanya Meong. Warnanya putih belang abu-abu. Bulunya sangat halus dan lebat. Kata mama, kucingku ini jenis Persia yang terkenal. Aku sangat sayang Meong.

Pembahasan :

Kamu harus berimajinasi dengan keterangan di atas dan membuat kesimpulan. Kesimpulan tersebut, yaitu ada seekor kucing.

Dituliskan dalam kalimat menjadi “Aku mempunyai seekor kucing.’

Belajar menulis dan bahasa Indonesia itu mudah bukan? Seperti kamu berbicara saja tetapi dituliskan dalam kalimat. Tidak perlu khawatir salah. Dengan semakin banyak berlatih maka kalimat utama dan paragraf kamu akan semakin bagus. Salam sukses!

Author