Cerdikawan, tahukah kalian apa kerajaan tertua yang pernah ada di Nusantara pada zaman dahulu? Jawabannya adalah Kerajaan Kutai, ya! Kerajaan Kutai dahulu berdiri di tanah Kalimantan. Lalu bagaimana sejarah Kerajaan Kutai? Siapa saja Sultan yang pernah menjabat sebagai raja pada kerajaan tertua tersebut? Apa saja barang peninggalan bersejarah yang kini menjadi warisan kebudayaan yang tersimpan di museum? PinterKelas telah merangkumnya dalam pembahasan berikut ini!

Sejarah Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai diperkirakan berdiri pada abad ke-5 Masehi yang diperkuat dengan bukti ditemukannya 7 buah Yupa (prasasti tiang batu) yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta yang berasal dari India yang sudah mengenal Hindu. Prasasti Yupa mempunyai 3 fungsi utama, yakni befungsi untuk prasasti, tiang pengikat hewan untuk  upacara korban keagamaan, dan lambang kebesaran raja.

Berdasarkan isi tulisan yang tertera pada Prasasti Yupa, nama raja Kundungga diperkirakan merupakan nama asli Indonesia. Namun penggantinya Aswawarman, Mulawarman menunjukan nama yang diambil dari nama India dan upacara yang dilakukannya menunjukan kegiatan upacara agama Hindu. Dari tulisan yang ada pada Yupa tersebutlah diketahui bahwa kebudayaan dan agama Hindu telah masuk saat Kerajaan Kutai berjaya.

kerajaan kutai, kerajaan tertua di nusantara

Nama-nama Raja Kutai

Berdasarkan sejarahnya, disebutkan bahwa sejak abad XIII sampai tahun 1960 yang menjadi Raja (Sultan) Daerah Swapraja (K. Kutai Kertanegara) berdasarkan tahun pemerintahannya antara lain adalah:

1300 – 1325 Aji Batara Agung Dewa Sakti

1350 – 1370 Aji Batara Agung Paduka Nira

1370 – 1420 Aji Maharaja Sultan

1420 – 1475 Aji Raja Mandarsyah

1475 – 1525 Aji Pangeran Tumenggung Jaya Baya (Aji Raja Puteri)

1525 – 1600 Aji Raja Mahkota

1600 – 1605 Aji Dilanggar

1605 – 1635 Aji Pangeran Sinum Panji Mendopo

1635 – 1650 Aji Pangeran Dipati Agung

1650 – 1685 Aji Pageran Mejo Kesumo

1685 – 1700 Aji Begi gelar Aji Ratu Agung

1700 – 1730 Aji Pageran Dipati Tua

1730 – 1732 Aji Pangeran Dipati Anum Panji Pendopo

1732 – 1739 Sultan Aji Muhammad Idris

1739 – 1782 Aji Imbut gelar Sultan Muhammad Muslihuddin

1782 – 1850 Sultan Aji Muhammad Salehuddin

1850 – 1899 Sultan Aji Muhammad Sulaiman

1899 – 1915 Sultan Aji Alimuddin

1915 – 1960 Sultan Aji Muhammad Parikesit

1960 – sekarang Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II

Peninggalan Kerajaan Kutai

Berdasarkan rangkuman dari situs infoana (dot com,) berikut ini adalah beberapa benda peninggalan yang berasal dari Kerajaan Kutai :

1. Prasasti Yupa

Prasasti Yupa adalah salah satu peninggalan bersejarah dari Kerajaan Kutai yang paling tua. Benda peninggalan ini merupakan bukti yang paling signifikan mengenai keberdaan kerajaan hindu tertua yang sempat berjaya di tanah Kalimantan tersebut. Jumlahnya terdapat sekitar 7 prasasti.

2. Ketopong Sultan

Ketopong adalah mahkota Sultan Kerajaan Kutai yang bahan bakunya terbuat dari emas. Beratnya sekitar 1,98 kg dan saat ini tersimpan di Musium Nasional Jakarta. Peninggalan bersejarah ini ditemukan pada tahun 1890 di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

3. Kalung Ciwa

Kalung Ciwa adalah peninggalan sejarah Kerajaan Kutai yang ditemukan pada era pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman sekitar tahun 1890. Peninggalan bersejarah ini ditemukan di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman oleh seorang penduduk. Kalung Ciwa sampai saat ini masih sering digunakan oleh Sultan sebagai perhiasan kerajaan.

4. Kalung Uncal

Kalung Uncal adalah kalung emas dengan berat 170 gram yang dihiasi sebuah liontin dengan relief kisah Ramayana. Berdasarkan penelitian, para ahli memperkirakan Kalung Uncal berasal dari India (Unchele). Di dunia, hanya terdapat 2 Kalung Uncal, satu berada di India dan satu lagi tersedia di Museum Mulawarman, Kota Tenggarong.

5. Kura-Kura Emas

Peninggalan sejarah Kerajaan Kutai berikutnya terbilang cukup unik. Benda bersejarah ini sekarang disimpan di Musium Mulawarman. Ukurannya sebesar setengah kepalan tangan yang dahulu ditemukan di daerah Long Lalang, daerah yang terletak di hulu sungai Mahakam.

Benda peninggalan Kerajaan Kutai ini diketahui merupakan persembahan (sesrahan atau hadiah) pernikahan yang berasal dari pangeran Kerajaan China diperuntukkan untuk sang putri raja Kutai, Aji Bidara Putih.

6. Pedang Sultan Kutai

Peninggalan sejarah Kerajaan Kutai berikutnya adalah Pedang Sultan Kutai. Benda ini terbuat berasal dari emas yang dipadatkan menjadi pedang. Pada gagang pedang, terukir gambar seekor harimau, pada ujung sarung pedangnya dihiasi gambar seekor buaya. Pedang Sultan Kutai saat ini tersimpan di Museum Nasional, Jakarta.

7. Tali Juwita

Tali juwita adalah peninggalan Kerajaan Kutai yang melambangkan 7 muara dan 3 anak sungai, yakni sungai Kelinjau, Belayan dan Kedang Pahu yang dimiliki sungai Mahakam. Tali juwita terbuat dari benang sebanyak 21 helai yang biasanya digunakan dalam upacara tradisi Bepelas.

8. Keris Bukit Kang

Keris bukit Kang adalah sebuah keris yang digunakan oleh permaisuri Raja Kutai Kartanegara yang pertama, yakni Permaisuri Aji Putri Karang Melenu. Berdasarkan legendanya, Permaisuri Aji Putri Karang Melenu adalah seorang putri yang ditemukan di dalam sebuah gong yang hanyut di atas balai bambu. Dalam gong tersebut, tidak hanya Permaisuri Aji Putri Karang Melenu, teteapi di dalamnya terdapat sebuah telur ayam, sebuah keris dan Keris Bukit Kang.

9. Kelambu Kuning

Kelambu kuning adalah benda peninggalan kerajaan yang digunakan untuk melindungi benda-benda peninggalan lainnya kerajaan ini yang dipercaya memiliki kekuatan magis. Kelambu Kuning dipercaya dapat menangkal energi jahat untuk sekitar dan melindungi benda-benda dengan kekuatan magis.

10. Singgasana Sultan

Peninggalan dari kerajaan ini yang terakhir untuk diulas pada pembahasan kali ini adalah Singgasana Sultan. Singgasana Sultan saat ini disimpan di Museum Mulawarman. Pada zaman Kutai dahulu, Singgasana Sultan digunakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sultan Aji Muhammad Parikesit, dan raja-raja kerajaan kutai yang menjabat sebelumnya.

Author