Sobat PinterKelas, kini saatnya mengenang kembali mengenai peristiwa di sekitar kemerdekaan. Usaha untuk mencapai kemerdekaan ini sangat berat. Ada berbagai peristiwa harus dilewati demi memperhatikan kemerdekaan. Salah satunya perjanjian Linggarjati.

perjanjian linggarjati
ibnuasmara.com

Para pejuang mati-matian memperoleh kemerdekaan Indonesia. Ketika sudah tercapai, ternyata tugas pejuang belum selesai. Belanda dan Inggris masih terus melakukan upaya agar Indonesia kembali didapatkan. Perjanjian Linggarjati menjadi satu peristiwa penting.

Nah, bila kamu ingin tahu berbagai hal seputar perjanjian Linggarjati, kamu harus baca artikel ini sampai tuntas. Sebab perjanjian ini menjadi peristiwa penting yang harus dilewati untuk kembali mendapatkan kemerdekaan Indonesia.

Pengertian Perjanjian Linggarjati

Perjanjian ini merupakan peristiwa bersejarah di Indonesia. Perjanjian ini terjadi antara Indonesia dan Belanda dengan Inggris sebagai mediator yang terlaksana pada tanggal 11-13 November 1946 di Linggarjati, Cirebon.

Perjanjian itu berisi bahwa Belanda mau mengakui wilayah Indonesia secara de facto dan hendak membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1947.

Latar Belakang

Suatu peristiwa penting tidak akan terjadi tanpa ada suatu latar belakang tertentu. Perjanjian ini terjadi dikarenakan masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia.

Ini terjadi karena Jepang menetapkan ‘status quo’ di Indonesia. Penetapan ini membuat konflik besar meletus antara Indonesia dan Belanda. Salah satu peristiwa paling besar adalah peristiwa 10 November di Surabaya.

Inggris sebagai mediator berusaha menyelesaikan konflik militer dan politik di negara-negara Asia. Akhirnya, diplomat Inggris bernama Sir Archibald Clark Kerr mengundang Belanda dan Indonesia untuk melakukan perundingan di Hooge Veluwe.

Para pemimpin paham bahwa pertempuran tidak akan menyelesaikan permasalahan. Justru malah menambah korban sehingga menambah kerugian yang harus diderita. Namun, perundingan belum mampu berhasil karena tidak ada kesepakatan antara Indonesia dan Belanda.

Indonesia meminta agar Belanda mengakui kedaulatan Indonesia atas Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan Pulau Madura. Sedangkan Belanda hanya ingin mengakui Pulau Jawa dan Madura saja.

Alhasil pada akhir Agustus 1946, Inggris mengirim Lord Killearn ke Indonesia untuk menyelesaikan perundingan antara Belanda dan Indonesia. Pada tanggal 7 Oktober 1946, dibukalah perundingan antara Indonesia dan Belanda dipimpin oleh Lord Killearn bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta.

Perundingan linggarjati ini akhirnya melahirkan persetujuan untuk gencatan senjata pada tanggal 14 Oktober 1946 dan ingin mengadakan perundingan lebih lanjut. Perundingan yang dimaksud adalah Perjanjian Linggarjati pada tanggal 11 November 1946.

Tujuan Perjanjian Linggarjati

Perjanjian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan antara Indonesia dan Belanda. Sebelumnya, terjadi pertempuran besar antara Belanda dan Indonesia yang menimbulkan banyak korban.

Itulah mengapa Inggris ingin membantu agar kedua belah pihak ini berdamai. Juga agar mendapat hasil terbaik dari perseteruan yang sudah ada. Sehingga peristiwa ini menjadi hal penting yang dilalui Indonesia demi mempertahankan kemerdekaan yang susah payah didapat.

Tempat Perundingan Linggarjati

Perundingan bersejarah ini dilaksanakan pada tanggal 11 November 1946 sampai 13 November 1946. Perundingan ini dilaksanakan di Linggarjati, Cirebon.

Meski dilaksanakan pada bulan November 1946, tetapi penandatanganan dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 1947. Jeda waktu itu digunakan untuk memperbaiki beberapa hal sehingga kedua belah pihak mampu menemui titik temu tanpa merugikan satu sama lain.

Delegasi Perjanjian Linggarjati

Karena perundingan ini merupakan peristiwa penting, pihak Indonesia mengirimkan delegasi terbaiknya. Bukan hanya pihak Indonesia, pihak Belanda dan Inggris pun tidak kalah mau mengirimkan tokoh terbaiknya.

perjanjian linggarjati
davidadinugroho.wordpress.com

Nama-nama tokoh yang dikirim di Perjanjian Linggarjati, antara lain:

  1. Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir (Ketua), A.K. Gani, Mohammad Roem, Susanto Tirtoprojo
  2. Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn (Ketua), F. de Boer, H.J. van Mook, dan Max van Pool
  3. Inggris selaku mediator diwakili oleh Lord Killearn

Isi Perjanjian Linggarjati

Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1947 dari pihak Indonesia dan Belanda. Isi dari perjanjian ini antara lain:

  1. Belanda mau mengakui secara de facto wilayah Indonesia yakni Jawa, Madura, dan Sumatera
  2. Belanda harus meninggalkan wilayah Indonesia paling lambat pada tanggal 1 Januari 1949
  3. Belanda dan Indonesia sepakat membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) terdiri atas wilayah Indonesia, Kalimantan dan Timur Besar sebelum 1 Januari 1949.
  4. Di RIS, Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth atau Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan dikepalai oleh Ratu Belanda.

Akibat Perjanjian Linggarjati

Bila Indonesia belum mendapat seluruh wilayahnya, berarti Indonesia masih mengalami masalah. Meskipun perundingan ini telah dilakukan, nyatanya Indonesia masih mendapat dampak buruk.

Namun, demi meredam meletusnya peristiwa besar seperti di Surabaya, pemerintah Indonesia terpaksa menjalani perundingan ini. Dan memang ada beberapa dampak yang diterima Indonesia.

Keuntungan yang diterima adalah Indonesia mendapat pengakuan de facto untuk tiga wilayah Indonesia meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura. Namun, bila diperhatikan, wilayah Indonesia hanya ada 3 wilayah saja.

Ini berarti Indonesia semakin sempit. Bukan lagi utuh sebagai nusantara seperti sebelumnya. Selain itu, pemerintah pun mendapat banyak tekanan dari rakyat yang tidak setuju dengan langkah menandatangani perjanjian itu.

Akan tetapi, pemerintah berkata bahwa melalui perundingan ini, pertempuran tidak akan lagi ada. Selain itu, dengan melakukan aksi damai ini, Indonesia akan mendapat simpati dari internasional.

Pelanggaran pada Perundingan Linggarjati

Meskipun sudah dilaksanakan sedemikian rupa dan bahkan mengundang Inggris sebagai mediator, nyatanya Belanda tetap ingkar janji. Belanda kembali ingin menduduki Indonesia sebagai wilayah jajahannya kembali.

Pada tanggal 20 Juli 1947, H.J. van Mook, gubernur Jenderal Belanda secara mengejutkan memberi pernyataan bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan perundingan Linggarjati. Alhasil, pada tanggal 21 Juli 1947 sehari seusai pernyataan dilontarkan, meletuslah Agresi Militer Belanda I.

Belanda dengan tanpa rasa malu menyerang Indonesia habis-habisan. Belanda ingin merebut kembali wilayah Indonesia yang telah dijanjikan kemerdekaan oleh Jepang yang sebelumnya menjajah.

Keadaan pun makin memanas ketika serangan ini meletus. Untuk meredam kekacauan, dipilihlah jalur perundingan untuk menyelesaikan masalah. Perundingan ini diberi nama Perjanjian Renville.

Meski Indonesia adalah sebagai pemilik tanah air, nyatanya dari berbagai perundingan itu Indonesia tetap dirugikan. Namun, hal ini menjadi satu pematik semangat para pejuang untuk sekali lagi mempertahankan Indonesia sebagai satu negara kesatuan utuh.

Sebab, perjuangan melawan penjajah itu kata Bung Karno masih lebih mudah dibanding dengan melawan suadara sendiri. Akhirnya perjuangan itu pun berujung indah dengan kembalinya direbutnya kemerdekaan Indonesia secara utuh tanpa campur tangan Belanda lagi.

Ya, itulah tadi berbagai hal penting seputar Perjanjian Linggarjati. Ternyata setelah merdeka pun rakyat Indonesia masih harus terus berjuang. Sebagai generasi muda, kita harus menghargai kemerdekaan yang telah didapatkan dengan keringat dan darah para pejuang.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga :
1. Jasmerah! Inilah Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Terlengkap
2. Sejarah Pancasila Singkat dan Lengkap

Author