Hai, Cerdikawan! Kamu pasti sudah tahu bahwa di alam ini terdiri dari makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Di tingkat awal sekolah dasar, disebutkan ciri-ciri makhluk hidup. Yang pasti, keduanya saling berhubungan. Hubungan keduanya dikenal dengan sebutan ekosistem. Makhluk hidup dan tak hidup yang ada di dalamnya disebut komponen ekosistem.

Hmmm.. Apakah yang dimaksud ekosistem dan apa saja yang termasuk di dalamnya? Bagian ini kamu pelajari di kelas 7 sekolah menengah pertama.

Seperti biasa, Pinter Kelas akan membahas secara tuntas dan mudah agar kamu memahami dan mengingatnya. Yuk, perhatikan materi berikut!

Pengertian Ekosistem

Kamu pernah melihat tayangan tentang flora atau fauna di televisi? Nah, kata ekosistem ini sering dikaitkan dan disebutkan dalam tayangan tersebut.

Di dalam tayangan terlihat bahwa hewan atau tumbuhan mempunyai tempat hidupnya masing-masing yang disebut sebagai habitat. Di sini biasanya tidak hanya terdiri dari satu jenis saja dan semuanya saling berhubungan. Hubungan tersebut yang disebut sebagai ekosistem

Pengertian ekosistem pertama kali diungkapkan oleh ahli ekologi Inggris bernama A.G. Tansley pada tahun 1935. Meskipun demikian, definisi ekosistem sebenarnya sudah sering disebutkan dalam berbagai literatur ekologi negara Eropa dan Amerika latin.

Beberapa definisi ekosistem dirangkumkan sebagai berikut :

  1. Menurut A.G. Tnasley
    Ekosistem adalah suatu unit ekologi yang di dalamnya terdapat hubungan timbal balik antara struktur dan fungsi makhluk hidup. Struktur yang dimaksud adalah keanekaragaman spesies dalam satu ekosistem dan fungsi berhubungan dengan siklus materi dan arus energi yang mengalir antar satu komponen ke komponen lainnya.
  2. Menurut Departemen Kehutanan RI, 1997
    Ekosistem merupakan tatanan dari unsur-unsur lingkungan hidup dan kehidupan (komponennya) secara menyeluruh, saling mempengaruhi, dan saling bergantung.
  3. Menurut Woodbury, 1954 dalam Setiadi, 1983
    Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan, dan binatang secara menyeluruh, sehingga semuanya saling berhubungan membentuk satu mata rantai dan aliran energi.
  4. Menurut Odum, 1993
    Ekosistem merupakan unit fungsional dalam hubungan timbal balik makhluk hidup yang di dalamnya terdapat organisme dan lingkungannya (biotik dan abiotik).
  5. Menurut UU Lingkungan Hidup tahun 1997
    Ekosistem adalah tatanan kesatuan yang utuh dan menyeluruh antara segenap makhluk hidup dan lingkungannya yang saling mempengaruhi.

Komponen Ekosistem

Seperti telah disebutkan di atas, ekosistem mencakup makhluk hidup dan lingkungannya. Jadi, komponen ekosistem terdiri dari 2 kelompok, yaitu biotik (makhluk hidup) dan abiotik (makhluk tidak hidup).

A. Komponen Abiotik

Abiotik secara sederhana disebut sebagai komponen tak hidup, yang terdiri dari komponen fisik dan kimia yang merupakan media atau subtrat tempat berlangsungnya kehidupan.

Komponen abiotik ini bervariasi, dapat berupa senyawa organik dan anorganik dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme. Kelompok ini meliputi:

  • Tanah
    Bagian tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi tekstur, kematangan, dan kemampuan menahan air.
  • Air
    Air jelas merupakan hal yang dibutuhkan dan mempengaruhi makhluk hidup di dalamnya. Bagian air yang berpengaruh terhadap makhluk hidup adalah suhu, kadar mineral, salinitas, arus, penguapan, dan kedalaman.
  • Udara
    Udara adalah zat berupa gas yang melingkupi atmosfer. Zat atau gas udara yang paling penting bagi makhluk hidup adalah oksigen, karbondioksida, dan nitrogen.
  • Cahaya Matahari
    Matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di bumi. Cahayanya diperlukan oleh tumbuhan untuk menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Setelah itu, hewan dan manusia mengonsumsi tumbuhan sebagai sumber energi.
  • Suhu dan Temperatur
    Suhu atau temperatur ini diperlukan oleh makhluk hidup untuk melakukan kegiatan metabolisme dan berkembangbiak.

B. Komponen Biotik

Komponen biotik dalam bahasa Biologi adalah makhluk hidup, yang meliputi manusia, tumbuhan, dan hewan. Setiap komponen tersebut mempunyai peranan masing-masing dalam ekosistem atau dalam aliran energi. Ini selaras dengan hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat berpindah.

Peristiwa aliran energi yang terjadi di sebut rantai makanan. Dalam bahasa sederhana, rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan makhluk hidup. Gabungan dari beberapa rantai makanan ini disbeut sebagai jaring-jaring makanan. Keduanya sudah dibahas oleh Pinter Kelas dalam materi sebelumnya.

Berdasarkan perannya, komponen biotik ekosistem terdiri dari:

  • Produsen
    Makhluk hidup yang termasuk produsen adalah tumbuhan hijau. Makhluk hidup yang satu ini menyediakan atau membuat makanan sendiri untuk dikonsumsi oleh hewan dan manusia.

    Proses pembuatan makanan oleh tumbuhan dilakukan dengan bantuan sinar matahari dan adanya gas karbondioksida.
  • Konsumen
    Konsumen adalah makhluk hidup kebalikan dari produsen. Konsumen tidak dapat membuat makanannya sendiri. Mereka mengolah atau memakan langsung tumbuhan atau makhluk hidup lain.

    Konsumen ini dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu:
    1). Konsumen tingkat 1 atau primer, konsumen yang langsung memakan tumbuhan. Hewan yang termasuk dalam golongan ini sering disebut sebagai herbivora atau pemakan tumbuhan.

    2). Konsumen tingkat 2 atau sekunder, konsumen yang memakan konsumen tingkat 1. Hewan yang termasuk golongan ini disebut dengan karnivora atau hewan pemakan daging.

    Beberapa hewan pemakan daging juga dapat memakan tumbuhan. Misalnya, ayam yang dapat memakan biji-bijian dari tumbuhan dan dapat memakan ulat.

    3). Konsumen tingkat 3 atau tersier yang memakan konsumen tingkat 2.
    4). Konsumen puncak, merupakan hewan yang berada paling atas dalam rantai makanan. Hewan ini tidak dapat dimakan hewan lain. Dia hanya diuraikan oleh dekomposer ketika sudah mati karena penyakit atau tua.

    Contoh konsumen puncak, antara lain harimau dan buaya.
  • Pengurai atau Dekomposer
    Pengurai atau deomposer merupakan makhluk hidup yang berada di bagian akhir rantai makanan. Mereka memakan makhluk hidup lain yang sudah mati dan membusuk.

    Contoh, jamur yang hidupnya tergantung pada tumbuhan yang sudah lapuk.

    Pengurai atau dekomposer terdiri dari dua kelompok, aerobik (yang memerlukan oksigen) dan anerobik.

Faktor-Fakor yang Mempengaruhi Ekosistem

Komponen ekosistem dapat berubah ruang dan waktunya. Ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:

1. Adanya Gangguan Alam

Gangguan alam atau bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan gunung meletus dapat menyebabkan perubahan ekosistem.

Misalnya, ketika terjadi gunung meletus. Otomatis banyak hewan yang mati atau yang pindah dari tempat aslinya. Bagi hewan yang berpindah mereka harus menyesuaikan diri.

2. Tindakan Manusia

Tindakan atau perbuatan manusia dapat mengubah ekosistem. Tindakan ini terbagi menjadi dua, tindakan yang positif dan negatif.

Tindakan yang positif mengubah ekosistem atau menjaga keberlangsungannya.

Contoh:

  • Reboisasi
  • Pengendalian lingkungan
  • Pemupukan

Tindakan negatif biasanya merusak ekosistem yang terkadang membuat kerugiannya kembali kepada diri sendiri.

Contoh:

  • Membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan terjadinya banjir.
  • Menebang pohon secara liar yang membuat hewan kehilangan tempat tinggal dan terjadinya erosi.
  • Penggunaan pestisida yang berlebihan menyebabkan hama yang dibasmi menjadi kebal. Tumbuhan juga kemungkinan mengandung racun yang dapat termakan oleh manusia.

Itulah Cerdikawan pembahasan kali ini tentang komponen ekosistem. Sesuatu yang mudah dipahami karena berada di sekitar kamu. Selamat belajar dan semoga sukses!

Author