Halo sobat PinterKelas, sudah siap untuk belajar kan? Kali ini, PinterKelas ingin mengajak kamu belajar mengenai konjungsi temporal. Sudahkah kamu mengenal materi pelajaran ini?

konjungsi temporal
pixabay.com

Konjungsi temporal merupakan salah satu dari materi di bidang Bahasa Indonesia. Khususnya masuk ke dalam materi konjungsi atau kata sambung. Nah, kali ini materi akan difokuskan pada konjungsi tipe ini.

Sebab materi konjungsi itu cukup banyak. Agar tidak merasa pusing karena terlalu banyak materi, alangkah lebih baik bila dibahas satu per satu saja. Mari kita mulai membahas konjungsi temporal terlebih dulu. Check it out!

Definisi Konjungsi Temporal

Sebelum membahas lebih lanjut, alangkah lebih baik membahas definisi terlebih dahulu. Konjungsi ini merupakan tipe kata hubung yang memberikan keterangan mengenai hubungan waktu dari dua peristiwa yang berbeda.

Kata hubung tipe ini sangat berkaitan erat dengan waktu. Dan dari keterangan waktu itu, konjungsi ini mampu menerangkan kronologi dari sebuah peristiwa atau keadaan. Sehingga suatu peristiwa lebih mudah untuk diceritakan kepada orang lain.

Konjungsi adalah tipe kata yang tidak memiliki makna bila tidak disandingkan dengan kata-kata lain di dalam satu kalimat. Maka terkadang dengan konteks berbeda akan menghasilkan makna berbeda.

Namun, dalam tipe konjungsi ini pastilah ada pola tertentu. Sebab tujuan penggunaan katanya sama, yakni untuk menerangkan sesuatu secara kronologis. Nah, nanti akan diterangkan macam dari konjungsi temporal beserta contoh-contohnya.

Ciri-Ciri Konjungsi Temporal

Ada berbagai jenis konjungsi dalam dunia tata bahasa. Nah, bila membahas konjungsi yang berfokus pada waktu ini, pasti kamu akan menemui ciri khusus yang tidak dimiliki oleh kata hubung lain. Ciri-cirinya antara lain:

  1. Memiliki fungsi untuk menyambung kata-kata di dalam kalimat supaya mampu menjelaskan apa yang ingin disampaikan.
  2. Berguna untuk menyambungkan anak kalimat dengan induk kalimat. Jadi kata sambung temporal ini pun berkaitan erat dengan kalimat majemuk.
  3. Umumnya menggunakan tanda baca koma (,) untuk mempertegas makna kalimat dan kata.
  4. Menggunakan kata berkaitan dengan waktu.

Penggunakan Kata Hubung Temporal

Konjungsi ini akan memiliki makna bila sudah diterapkan di dalam sebuah kalimat. Nah, kalimat konjungsi temporal yaitu kalimat yang di dalamnya terdapat konjungsi yang menerangkan waktu dari dua kejadian berbeda.

konjungsi temporal
pixabay.com

Kata kunci dari kalimat ini adalah harus ada keterangan waktu dan dua kejadian berbeda. Kemudian dari perbedaan itu akan tercipta kronologis cerita untuk disampaikan kepada pembaca.

Kalimat seperti ini sangat menarik bila diterapkan untuk membuat sebuah cerita baik cerita pendek (cerpen) maupun cerita panjang (novel, roman, dan lain-lain). Sebab cerita berlangsung secara kompleks dong! Tidak sekadar menjelaskan kegiatan satu tokoh saja.

Penggunaan konjungsi tipe ini mampu membuat cerita semakin menarik. Nanti bila kamu ingin menjadi seorang novelis atau penulis cerita, kamu harus menggunakan tipe konjungsi ini. Jadi gunakan kesempatan ini untuk belajar terlebih dulu ya!

Jenis-Jenis Konjungsi Temporal

Kata hubung temporal ini pun masih terbagi ke dalam dua, yakni temporal sederajat dan tidak sederajat. Mari ketahui definisi, kegunaan, dan contohnya di bawah ini.

1. Konjungsi Temporal Sederajat

Konjungsi tipe ini mampu menghubungkan kalimat sederhana dengan sifat sama alias sederajat. Jadi tidak akan ditemui anak kalimat dari kalimat konjungsi temporal sederajat.

Kalimat konjungsi tipe ini biasanya hanya terdiri atas 2 kalimat. Yang kedua kalimat itu memiliki tipe kalimat sama. Misalnya, sama-sama melakukan pekerjaan atau sama-sama membahas mengenai kata sifat. Intinya, kalimat yang digunakan memiliki kesamaan.

Konjungsi ini tidak boleh berada di bagian awal maupun bagian akhir dari sebuah kalimat. Harus berada di bagian tengah kalimat, karena hanya terdapat dua kalimat sederhana di dalam satu kalimat konjungsi temporal.

Contoh jenis kata hubungnya yakni sebelumnya, setelahnya, lalu, kemudian, setelah itu, sebelum itu, dan lain-lain.

2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Tipe kata hubung ini mampu menghubungkan beberapa kalimat yang bertingkat atau memiliki anak kalimat. Nah, membuat kalimat majemuk biasanya akan selalu terikat dengan konjungsi tipe ini.

Kalau konjungsi ini letaknya bebas, sesuka hati asalkan makna dari kalimat masih bisa dicerna dengan baik. Contohnya yakni bila, demi, sejak, apabila, tatkala, semenjak, sementara, sebelum, dan lain-lain.

Penerapan pada Kalimat

Mari kita mulai membuat kalimat yang berisi konjungsi temporal di dalamnya. Karena ada dua jenis konjungsi tipe ini, maka masing-masing perlu dibuat contoh kalimatnya. Supaya kita semua sama-sama mengerti.

Mari kita bahas dari konjungsi temporal tipe sederajat dulu.

  1. Contoh Kalimat dengan Konjungsi Temporal Sederajat

    Yuk simak contoh-contoh kalimat di bawah ini.
    – Kakak dan adik kemudian pergi ke sekolah bersama.
    – Lina mengepel lantai, sementara ibu memasak di dapur.
    – Indah membuat susu coklat, sebelumnya ia menggoreng telur ceplok favoritnya.
    – Tina mengalami kecelakaan, lalu ia segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan.
    – Ibu mencuci piring, kemudian mulai mempersiapkan bahan untuk memasak.
    – Aku membersihkan kamar tidur, setelahnya aku mencuci pakaian.
    – Pak guru selesai memberi materi, kemudian segera memberikan tugas kepada kami untuk dikerjakan di rumah.
    – Ibu jalan-jalan ke mal, lalu makan di food court setelah merasa lelah.
    – Rama akan bekerja di bidang desain grafis, sebelumnya ia mengikuti pelatihan di dekat rumah.

  2. Contoh Kalimat dengan Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

    Mari simak contoh-contoh kalimat dengan konjungsi temporal tidak sederajat di bawah ini.
    – Kimi mulai bekerja keras semenjak ayahnya berhenti memberi nafkah keluarga.
    – Demi mendapatkan hasil tes maksimal, Dimas rela tidak tidur semalaman untuk belajar.
    – Saat aku menulis cerita tentang si Dodi, dia sudah ada di depan pintu kamarku.
    – Aku terpaksa menunggu di halte ketika hujan tiba-tiba turun dengan derasnya.
    – Ketika ayah membaca koran di depan rumah, adik terbangun sambil menangis kencang.
    – Dinda mulai memperlakukan aku dengan baik sejak aku menegurnya dengan keras kemairn.
    – Putri tidur terbangun dari tidurnya setelah pangeran datang membawa nasi padang.
    – Sejak kakak bekerja di Jakarta, ibu sering mengirim pesan melalui WhatsApp.
    – Adik hanya mau makan lahap bila makanan di rumah lengkap kandungan gizinya.

Sobat, itulah contoh kalimat konjungsi temporal. Pastikan kamu memahaminya dengan baik ya. Kalimat tipe ini sangat sering digunakan lho dalam berbagai keperluan. Mau menulis berbagai paragraf, cerita, berita, hampir semua membutuhkan tipe konjungsi ini.

Setelah ini, coba tuliskan 3 buah kalimat yang memuat konjungsi temporal di buku tulismu. Kamu boleh mengintip contoh-contoh kalimat di atas dulu. Baru setelah itu, kamu bisa mengembangkan sendiri di rumah.

Bisa langsung menulis cerita, menceritakan pengalaman lama, atau sekadar ingin menulis buku diary. Semoga sukses teman-teman.

Author