Generasi muda harus melek sejarah dong! Kamu pasti ingat tentang peristiwa rengasdengklok kan? Inilah satu peristiwa penting menjelang kemerdekaan. Kejadian heroik terjadi sangat nyata pada peristiwa ini yang untungnya memberi akhir manis, yakni kemerdekaan Indonesia.

peristiwa rengasdengklok
wikipedia.org

Peristiwa rengasdengklok tersimpan baik sebagai sejarah bangsa. Pada setiap pelajaran sejarah pasti diingatkan kembali mengenai peristiwa ini. Kamu bisa bayangkan, bagaimana bila peristiwa ini tidak pernah terjadi. Belum tentu Indonesia merdeka seperti sekarang kan?

Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk tahu tentang peristiwa rengasdengklok secara lengkap. Darimana lagi kalau bukan dari artikel PinterKelas. Jadi harap simak sampai artikel ini selesai ya guys!

Apa Tujuan Peristiwa Rengasdengklok?

Di balik sebuah peristiwa pasti ada sebabnya tentu saja. Peristiwa Rengasdengklok bermula ketika para pemuda mendengar berita menyerahnya Jepang kepada sekutu dengan tanpa syarat.

Hal ini terjadi setelah meletusnya dua tempat penting di Jepang yakni Nagasaki dan Hiroshima karena bom atom. Kedua tempat itu luluh lantak dan Jepang kehilangan banyak amunisi. Tidak ingin mengalami resiko lebih besar maka Jepang memilih menyerah.

Mendengar berita ini, pemuda mencium adanya peluang. Ini adalah saat tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan, pikir para pemuda setelah mendengar kabar itu. Namun, saat ini Soekarno, Hatta, dan Radjiman baru saja kembali dari Dalat untuk memenuhi undangan Marsekal Muda Terauchi. Alhasil ketiganya belum mendengar berita ini.

Ketika pemuda menjelaskan mengenai hal itu dan mendesak agar segera memproklamirkan kemerdekaan, golongan tua menolak. Mereka ingin memastikan terlebih dahulu mengenai kebenaran berita itu.

Pihak Soekarno ingin terlebih dahulu membicarakan mengenai kemerdekaan pada pihak PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Karena keinginan pemuda tidak segera direalisasikan, akhirnya dengan nekat mereka menculik Soekarno, Hatta, dan Radjiman.

Soekarno-Hatta Diculik

Perbedaan pendapat itu memicu aksi nekat para pemuda. Karena khawatir golongan tua akan dipengaruhi oleh Jepang, maka diculiklah Soekarno-Hatta dan dibawa ke Rengasdengklok.

peristiwa rengasdengklok
sindonews.com

Pemilihan lokasi ini pun bukan tanpa tujuan. Para pemuda menganggap tempat ini aman dan tidak akan diketahui oleh Jepang. Sementara tugas penculikan ini pun dijabarkan secara sistematis pada rapat pemuda. Yang eksekusinya dilakukan oleh Singgih.

Soekarno-Hatta dijemput oleh para pemuda dan dibiarkan tinggal di Rengasdengklok seharian penuh. Pada kesempatan ini, pemuda mendesak kedua proklamator itu untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Yang tidak ada kaitannya dengan Jepang tentu saja.

Negosiasi Peristiwa Rengasdengklok

Latar belakang peristiwa rengasdengklok sudah sangat jelas. Pemuda menuntut untuk segera dilakukan proklamasi. Sementara golongan tua ingin memastikan berita terlebih dahulu.

Pemuda merasa bila kesempatan ini tidak segera diambil maka Jepang akan mengambil alih kembali. Sehingga kemerdekaan tidak segera diperoleh. Melihat keinginan bulat para pemuda, lalu dibukalah negosiasi antara pemuda dan golongan tua.

Ahmad Seobardjo yang mengetahui Soekarno-Hatta tidak berada di tempat mencium bahwa telah terjadi sesuatu. Ketika sudah tahu letak keduanya, ia berusaha menyelesaikan permasalahan ini.

Dari negosiasi itu tercapai kesepakatan bahwa proklamasi akan segera dilakukan. Namun, tempat proklamasi harus berada di Jakarta. Dari hasil kesepakatan itu, akhirnya Soekarno-Hatta dipulangkan kembali ke Jakarta.

Selain itu, golongan tua pun berjanji bahwa proklamasi ini benar-benar atas keinginan bangsa Indonesia. Bangsa Jepang tidak boleh terlibat. Mendapat hasil kesepakatan ini, pemuda menjadi bersemangat.

Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 16 Agustus 1945, rombongan Soekarno-Hatta tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00. tujuan persinggahan malam itu adalah rumah Laksamana Maeda yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol No.1 Menteng, Jakarta Pusat.

peristiwa rengasdengklok
detik.com

Setelah itu, Soekarno-Hatta bersama Laksamana Maeda menemui Somubuco Mayor Jenderal Nishimura untuk melihat tanggapan Jepang atas proklamasi kemerdekaan. Namun, tidak tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.

Hal yang pasti adalah Marsekal Terauchi telah memberi izin PPKI untuk mengumandangkan kemerdekaan. Sebaliknya, Nishimura berkata bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak boleh dilakukan.

Mendengar hal itu, keduanya kembali ke kediaman Laksamana Maeda yang dinilai lebih aman. Setelah itu, para tokoh PPKI dan pemuda mendatangi ruma Laksamana Maeda dan bergegas untuk menyiapkan segala sesuatu untuk kemerdekaan.

Mempersiapkan Teks Proklamasi

Para tokoh peristiwa rengasdengklok dan proklamator tampak sedang mempersiapkan teks proklamasi. Soekarno memberi usulan agar teks ini ditandatangani oleh semua orang yang hadir dalam peristiwa itu.

Namun, pemuda kembali menolak usulan itu. Mereka tidak percaya kepada para golongan tua dan lebih memilih teks proklamasi ditandatangani oleh Soekarno-Hatta saja selaku wakil bangsa.

Usulan itu ternyata disetujui oleh semua pihak dan kemudian konsep naskah diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Ketika sudah diketik, teks itu ditandatangani oleh Soekarno-Hatta selaku wakil bangsa.

Tentu peristiwa proklamasi ini harus disebarluaskan ke seluruh negara di dunia. Pertama harus dipilih dulu lokasi tepat untuk melakukan proklamasi. Lapangan IKADA dipilih pertama kali agar masyarakat mampu hadir menyaksikan.

Namun, lapangan ini dinilai tidak aman karena berpotensi akan menimbulkan bentrok dengan tentara Jepang. Lalu ada usulan untuk mengadakan proklamasi di rumah Ir. Soekarno di Jalan Pengangsangan Timur No. 56 Jakarta. Akhirnya usul itu disepakati.

Sembari menunggu saat tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan, Hatta memberi pesan kepada pemuda yang bekerja di Domei, terutama B.M. Diah untuk menggandakan naskah proklamasi dan segera menyebarkan ke seluruh dunia.

Pemuda yang merasa berperan penting tidak langsung pulang. Mereka berbagi tugas untuk memperlancar peristiwa penting ini. Yakni untuk menyebarkan berita kemerdekaan dan mengumpulkan massa.

Pembacaan Teks Proklamasi

Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di depan rumah Ir. Soekarno diproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Soekarno didampingi Hatta membacakan teks proklamasi di depan para hadirin.

Setelah proklamasi dikumandangkan, bendera merah putih dikibarkan. Bendera itu dijahit sendiri oleh istri Soekarno yang bernama Fatmawati. Sembari dikibarkan, para peserta spontan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Era kemerdekaan Indonesia dimulai setelah peristiwa ini.

Penyebarluasan Berita Proklamasi

Peristiwa kemerdekaan suatu negara dianggap tidak sah bila tidak mendapat pengakuan dari negara lain. Demi mencegah kekuasaan Jepang lagi, mau tidak mau berita kemerdekaan ini harus segera disebarluaskan.

Melalui radio Domei, berita ini akhirnya tersebar. Setelah mendengar kabar dari wartawan Domei, Joesoef Ronodipu memberi perintah kepada petugas telekomunikasi kapal untuk menyiarkan kabar ini 3 kali berturut-turut.

Kabar kemerdekaan ini akhirnya tersebar. Namun, belum sampai di siaran ketiga Jepang sudah mendengar berita ini dan memerintahkan agar siaran itu dihentikan. Namun, berita itu tetap disebarkan karena inilah era kebebasan bangsa Indonesia.

Itulah detail tentang peristiwa rengasdengklok. Ini adalah peristiwa bersejarah yang sangat penting. Sekaligus menyadarkan kepada kita bahwa peran pemuda itu sangatlah vital bagi kemajuan sebuah bangsa.

Bahkan Bung Karno pernah berkata,’Bawakan aku sepuluh muda dan akan kuguncangkan dunia!’ Agaknya hal ini terbukti dari peristiwa rengasdengklok. Kalau pemuda zaman dulu bisa mengguncang dunia, kita harusnya lebih bisa!

Author