Cerdikawan, kamu pasti pernah melihat sejenis makhluk hidup yang menempel di atas batu. Beberapa di antaranya ada juga yang menempel di tembok atau lantai yang lembap. Warnanya hijau tetapi tidak seperti tumbuhan umumnya. Hai, kamu pasti juga sudah tahu kalau itu adalah lumut. Bentuknya juga bermacam-macam karena memang ada beberapa jenis, seperti lumut daun, lumut hati, dan lumut tanduk.

Tahukah kamu jika lumut daun dan teman-temannya ini disebut sebagai tumbuhan perintis? Mengapa demikian? Samakah dengan tumbuhan biasa?

Semua pertanyaan tersebut akan kamu ketahui jawabannya di pembahasan Pinter Kelas kali ini. Materi khusus tentang lumut daun. Yuk, pasti menarik untuk disimak!

Pengertian Lumut

Lumut adalah organisme mirip tumbuhan yang tidak mempunyai akar, daun, dan batang sejati. Namun, organisme ini dapat menyerap unsur hara dari tempatnya tumbuh dengan akar dan dapat berfotosintesis. Ini sesuai dengan warnanya yang hijau dan berarti memiliki klorofil alias zat hijau daun.

Untuk membuktikan pengertian di atas, mudah saja. Kamu dapat mengambil lumut yang tumbuh di sekitar. Bandingkan dengan tumbuhan apa saja yang juga ada di dekatnya!

Di sini kamu akan melihat bahwa akar lumut sangat kecil dan tidak sama dengan tumbuhan. Begitu pula dengan daunnya.

Oleh karena itu, lumut termasuk kelompok keluarga sendiri yang disebut sebagai Bryophyta.

Jenis lumut lebih banyak daripada tumbuhan dan hewan yang ada di dunia. Para ahli Biologi menyebutkan ada sekitar 25.000 spesies. Spesies tersebut dikelompokkan menjadi tiga kelas berdasarkan kesamaan cirinya, yaitu lumut daun, lumut hati, dan lumut tanduk.

Di kesempatan kali ini Pinter Kelas hanya akan membahasa lumut daun dengan lengkap.

Namun, sebelumnya di bawah ini adalah ciri-ciri lumut yang harus kamu ketahui:

  • Hidup secara berkoloni atau berkelompok. Kamu tidak pernah melihat lumut hanya satu buah menempel di batu atau lainnya bukan?
  • Tidak mempunyai pembuluh sebagai alat angkut karena tidak mempunyai akar, daun, dan batang sejati. Unsur hara dapat langsung terserap oleh batang dan daun melalui tekanan imbibisi, gaya kapiler, dan aliran sitoplasma.
  • Hidup di tempat yang gelap dan terlindung dari cahaya matahari.
  • Ukurannya kecil, paling besar mencapai 2 cm.
  • Warnanya hijau dan dapat melakukan fotosintesis.
  • Multiseluler, di mana dindingnya terdiri dari selulosa.
  • Mengalami metagenesis.
  • Makhluk hidup peralihan Thallophyta dan Carnophyta.
  • Hanya mengalami pertumbuhan primer; bisa memanjang tetapi tidak membesar.
  • Di permukaan luar tubuh terdapat lapisan lilin sehingga licin untuk menahan masuknya air dan mengurangi penguapan.
  • Mempunyai zygot yang berkembang menjadi embrio dan tinggal di gametangium betina.
  • Mempunyai sperma yang diproduksi oleh anteredium dan sel telur yang dihasilkan arkegonium.

Lumut Daun

Lumut daun dalam nama ilmiah disebut sebagai Musci dan dikenal pula dengan nama lumut sejati.

Mengapa? Karena lumut ini mirip dengan tumbuhan yang sangat kecil, sepintas terlihat memiliki batang, akar, dan daun.

Kamu mungkin paling mudah menemukan jenis lumut ini disekitar. Itu disebabkan jumlahnya yang paling banyak dari kelas lainnya. Lumut daun di dunia terdiri dari lebih 10.000 spesies atau 12.000 jenis.

Ciri-Ciri Lumut Daun

Dalam pengertian lumut daun kamu sudah menemukan ciri unik yang dimiliki organisme ini.

Ciri lainnya, yaitu:

  • Lumut memiliki sprofit dan gametofit yang mudah dibedakan. Gametofit lebih besar dibandingkan sporofit.
  • Gamet berkembang di dalam gematangium.
  • Tubuhnya masih berupa talus.
  • Warna hijau, mempunyai klorofil a dan b tetapi tidak ada variasi dalam bentuk plastidanya.
  • Lumut yg masih primitif tubuhnya berupa lembaran yg merayap, tetapi untuk yg lebih maju, talusnya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi.
  • Terdapat pembagian pekerjaan dalam talusnya, ada seperti jaringan asimilasi dan jaringan penyimpan cadangan makanan.
  • Struktur tubuhnya:
    1. Daun terbentuk dalam 3 sampai 8 baris.
    2. Daun memiliki rusuk (simetri radial). Sumbu batang pada lumut daun biasanya menampilkan diferensiasi menjadi epidermis korteks, dan silinder pusat. Daun ini hanya memiliki satu lapis sel dan tidak ada mesofil.
    3. Alat kelamin pada bagian ujung batang, sporogonium terdiri dari kaki, tangkai dan kapsul.
    4. Gigi peristoma ada satu atau dua deret melingkari lubang diujung kapsul.
    5. Mempunyai akar rhizoid semu.
    6. Memiliki liang udara yang berfungsi seperti stoma.

Tentu saja selain dari ciri khusus di atas, lumut daun juga mempunyai ciri-ciri umum lumut yang telah disebutkan di atas.

Manfaat Lumut Daun

Lumut daun disebut sebagai tumbuhan perintis karena diperkirakan merupakan bagian organisme yang pertama ada di dunia. Lumut sudah ada sejak zaman purba.

Organisme yang satu ini ternyata mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Melembapkan tanah sehingga cocok untuk lahan pertanian.
  2. Melindungi tumbuhan lain yang berperan sebagai vegetasi perintis.
  3. Dapat diolah dan digunakan menjadi obat hepatitis (Marchantia polymorpha).
  4. Dapat berfungsi sebagai pengganti kapas (Spgagnum sp).
  5. Bantalan lumut yang terdapat di hutan dapat menyerap air dan salju.
  6. Dapat ditanam di akuarium.
  7. Dapat melindungi benih ikan yang diletakkan di atasnya.
  8. Meningkatkan oksidasi air yang digunakan oleh ikan.

Reproduksi Lumut Daun Secara Aseksual

Lumut daun dapat berkembangbiak secara aseksual atau tidak kawin.

Regenerasi lumut sangat cepat sehingga jumlahnya sangat banyak. Reproduksi tersebut berlangsung dalam beberapa cara, yaitu:

  1. Batang lumut daun ada yang merayap dan bercabang tegak. Jika bagian tersebut tua dan mati maka cabangnya langsung menjadi individu baru.
  2. Bagian pangkal batang tumbuh tunas yang menjadi cabang-cabang. Jika suatu saat cabang berpisah dengan pangkalnya maka akan terbentuk individu baru darinya.
  3. Lumut daun juga dapat berkembangbiak dengan cara stolon, yaitu batang yang merayap di atas permukaan tanah dan muncul individu baru yang tegak.
  4. Protonema primer yang berasal dari perkecambahan satu spora dapat menjadi tunas dan menghasilkan indvidu baru.
  5. Protonema dapat terpotong-potong dan menjadi lebih pendek. Dari protonema yang demikian dapat tumbuh tunas individu baru.
  6. Lumut juga dapat berkembangbiak melalui umbi yang fungsi utamanya mempertahankan diri terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim.
  7. Di saat kering lumut dapat menjadi mati tetapi ketika basah, di atasnya tumbuh lumut baru dalam jumlah banyak.

Selain cara-cara di atas, lumut berkambang biak dengan spora yang menghasilkan arkegonium dan anteredium. Berdasarkan letaknya, ada lumut yang homotalik dan heterotalik. Lumut homotalik dibedakan lagi menjadi:

  • Paroisis, arkegonium dan anteredium yang terletak pada cabang yang sama tetapi kelompok berbeda.
  • Autisis, anteredium dan erkegonium tertetak pada cabang yang berbeda.
  • Sinoisis, anteredium dan arkegoium yang terletak pada kelompok dan cabang yang berbeda.

Hebat ya lumut daun? Dapat bertahan hidup dengan segala kondisi dan berkembang biak dengan cepat. Pantas saja di mana-mana lumut jenis ini mudah ditemukan. Sampai jumpa di pembahasan Pinter Kelas yang lain!

Author