Cerdikawan, apakah kalian memiliki tanaman hias di sekitar rumah kalian? Misalnya saja tanaman hias yang ditanam atau diletakkan di pekarangan, di ruang tamu, atau di tempat-tempat lainnya di rumahmu. Jenis tanaman hias pun dapat beragam, misalnya saja macam-macam bunga, macam-macam kaktus, macam-macam bonsai atau macam-macam tanaman hias yang biasa dipelihara untuk mempercantik tampilan rumah lainnya. Tanaman yang paling sering menjadi pilihan adalah macam-macam bunga. Alasannya karena bunga memiliki beragam warna yang kontras yang dapat membuat suasana di rumah semakin hidup. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai macam-macam bunga cantik yang biasa dijadikan tanaman hias beserta dengan pengetahuan di balik keindahannya. Apa saja? Mari simak uraiannya di bawah ini!

Macam-macam Bunga

1. Bunga Matahari

Bunga Helianthus Annuus atau bunga matahari adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer. Bunga matahari dikenal kegunaannya sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bagian bunga dari tanaman ini sangat khas: besar, dan berwarna kuning cerah (ada juga yang tidak berwarna kuning), dengan kepala bunga yang besar (diameternya mencapai 30 cm). Tanaman ini sebenarnya merupakan jenis bunga majemuk yang tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil yang berkumpul pada satu bongkol. Bunga matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunga yang selalu menghadap ke arah matahari atau heliotropisme.

Tanaman hias ini merupakan tanaman yang berasal dari daerah Amerika. Tanaman ini mampu hidup di daerah subtropis maupun tropis. Bahkan tanaman hias ini pun dapat berkembang biak pada ketinggian hingga 1.500 mdpl (di atas permukaan laut). Tanaman hias ini dapat tumbuh dengan maksimal pada pH 6.5 – 7.5 dan suhu optimal berkisar antara 22°C – 30°C, dengan kekuatan cahaya matahari penuh. Tanaman ini mampu tumbuh hingga 1-3 meter tergantung varietasnya. Selain itu, bunganya memiliki batang yang cenderung lebih tebal dan kokoh. Bunga matahari memiliki periode pertumbuhan yang relatif cepat, dan tergolong ke dalam tanaman tahunan.

Ciri-ciri dari tanaman hias ini adalah memiliki kelopak bunga yang berwarna kuning menyala atau cerah, ukuran daun lebar, memiliki tangkai panjang, batang dan daun berbulu, serta panjang daun yang berkisar antara 10 cm – 30 cm dengan lebar 5 cm – 20 cm. Kepala bunganya besar (inflorescence) dengan diameter bunga dapat sampai 30 cm, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, berwarna coklat. Pada proses penyerbukan, tanaman ini memanfaatkan polinator lebah madu untuk proses pembuahan putik (bunga betina) oleh benangsari (bunga jantan), lalu mengahasilkan biji atau benih yang berkualitas.

macam-macam bunga
ladang bunga matahari foto oleh Jirasin Yossri

2. Bunga Petunia

Petunia adalah suatu genus tanaman berbunga dari famili Solanaceae yang bunganya terkenal menyerupai bentuk trompet. Tanaman hias cantik ini berasal dari Amerika Selatan. Jika diamat tampilan fisiknya, tinggi dari tanaman ini adalah antara 16 – 30 cm, bunganya ada yang memiliki mahkota bunga tunggal dan ada juga yang memiliki mahkota bunga ganda dengan beragam varietas (misalnya berwarna merah, putih, kuning pucat, biru, dan ungu tua).

Proses penyerbukan petunia selalu dibantu oleh hewan. Pada umumnya proses penyerbukan ini dibantu oleh serangga. Namun tidak pada petunia exserta, yang diserbuki burung kolibri. Petunia bersifat diploid dengan memiliki 14 kromosom dan tidak dapat disilangkan antarspesies.

Pertumbuhan tanaman hias ini dapat mencapai tinggi 40 cm dengan dilengkapi cabang yang cukup banyak, tapi cabang-cabangnya tersebut sangat lemah, sehingga tanaman petunia tidak dapat tumbuh dengan tegak.

Ciri fisik petunia antara lain; ditumbuhi bulu-bulu yang sangat halus, bagian daun dari tanaman ini tumbuh secara berhadap-hadapan, bagian tangkai daunnya pendek dengan panjang kira-kira bekisar 5 – 10 cm dengan lebar 4 – 6 cm, bagian bunga dari tanaman ini tumbuh di bagian ujung batangnya, bagian kelopaknya berwarna hijau kemerahan, daun mahkota bunga bentuknya menyerupai bentuk terompet dengan warna ungu muda, kemudian tabung bunga bagian dalam berwarna kuning.

macam-macam bunga
bunga petunia foto oleh Emma Gossett

3. Bunga Airis

Bunga airis atau yang dalam bahasa latinnya Iris Sibirica adalah jenis tanaman semak yang berumpun. Tanaman ini termasuk dari jenis bunga yang dapat hidup lebih dari 2 tahun atau biasa disebut ‘perennial’. Salah satu keunggulan dari bunga airis adalah kemampuan tumbuh di darat maupun di air. Bentuk fisik bunga airis ini cukup unik dengan varietas warna yang beragam seperti putih, merah muda, biru, biru keunguan, ungu kecoklatan, kuning, orange, dan bahkan ada yang berwarna hitam. Bunga airis berkembang biak dengan akar rimpang (rhyzome) atau biji.

bunga airis foto oleh Olga Mandel

4. Bunga Amarilis

Bunga Amaryllis atau amarilis adalah jenis bunga yang dapat bersemi pada tiap musim kecuali pada musim dingin. Alasannya adalah karena pada musim dingin, umbi dari amarilis akan mengalami masa dormansi atau masa istirahat tanaman. Bunga amarilis berasal dari Afrika dan Amerika Selatan. Bunga ini memiliki kurang lebih 60 genus dan 800 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Varietas warna dari bunga amarilis cukup beragam yakni, merah, putih, merah muda, orange, krem, atau percampuran di antaranya.

Bunga ini memiliki bentuk mahkota bunga yang menyerupai seperti terompet. Amarilis dapat bertahan hingga 10 tahun lebih dan mampu berbunga sekitar 1 – 2 kali tiap tahunnya di antara bulan September hingga Maret. Umbi dari amarilis bahkan dapat hidup hingga 75 tahun. Habitat dari bunga ini cenderung dengan kondisi yang langsung terpapar sinar matahari. Amarilis sering kali disebut masih satu genus dengan bunga bakung, Lilium. Alasannya karena penampilan fisiknya yang serupa dengan bakung, padahal bunga ini sama sekali tidak satu genus dengan bunga bakung atau lili.

bunga amarilis foto oleh Christin Noelle

5. Bunga Bakung atau Lili

Bunga lili atau bakung adalah salah satu bagian dari genus Lilium. Nama tanaman ini dalam bahasa Inggris adalah lily. Di seluruh dunia ada sekitar 110 spesies dalam keluarga bakung (Liliaceae). Kawasan tumbuh bakung meliputi sebagian besar Eropa, sebagian besar Asia sampai Jepang, ke selatan yaitu India, Indocina dan Filipina. Tanaman ini dapat menyesuaikan diri dengan habitat hutan, pegunungan, dan kadang pada habitat rerumputan, bahkan beberapa jenis mampu hidup di rawa-rawa. Umumnya tanaman ini lebih cocok tinggal di habitat dengan tanah yang mengandung kadar asam (pH) seimbang.

Bakung adalah tumbuhan tahunan yang memiliki tinggi mencapai 60 – 180 cm. Tanaman ini biasanya memiliki tangkai yang kokoh. Kebanyakan spesies bakung membentuk umbi polos yang terletak di bawah tanah. Beberapa spesies yang tumbuh di daerah Amerika Utara, dasar dari umbinya berkembang menjadi rhyzome. Bunga bakung ukuran dewasa memiliki tiga daun bunga, mengeluarkan harum wewangian, dan terdapat berbagai varietas warna yaitu putih, kuning, jingga, merah muda, merah, ungu, warna tembaga, hingga hampir hitam. Beberapa di antaranya bahkan memiliki corak istimewa.

bunga bakung foto oleh Ridham Parikh
bunga lili foto oleh Hannah Olinger
Author