Cerdikawan, kamu tentu sudah mengenal bahwa dalam materi pelajaran bahasa Indonesia ada berbagai gaya bahasa yang disebut dengan majas. Ada majas alegori, personifikasi, ironi, dan sebagainya.

Gaya ini banyak digunakan dalam bentuk-bentuk tulisan bentuk fiksi, seperti puisi dan cerpen. Satu lagi, kamu pasti pernah mendengar rayuan ala Dilan 1990? Nah, rayuan ala Dilan dan banyak iklan di media televisi, itu juga merupakan jenis majas lho!

Khusus materi Pinter Kelas kali ini, kamu akan akan diajak membahas tentang majas alegori secara lengkap. Yuk,simak uraiannya!

Pengertian Majas Alegori

Majas adalah sebuah gaya bahasa yang menyampaikan sesuatu dengan cara imajinatif. Tidak dalam keadaan sebenarnya. Kebanyakan majas digunakan untuk memperhalus sebuah pernyataan.

Majas ini secara keseluruhan terbagi menjadi empat; majas perbandingan, pertentangan, sindiran, dan pembahasan.

Jenis majas alegori masuk kepada bagian majas perbandingan. Pernyataan yang menyatakan sesuatu dengan membandingkan satu benda dengan lainnya dalam bentuk kiasan.

Secara sederhana, majas alegori adalah yang kata-katanya menggunakan perbandingan suatu objek dengan objek lainnya yang mempunyai karakteristik sama atau hampir sama.

Majas jenis ini paling banyak digunakan dalam puisi, cerpen, dan novel.

Ciri-Ciri Majas Alegori

Sesuatu dikenal berdasarkan cirinya.

Gajah dikenal dengan tubuhnya yang besar dan telinga yang lebar. Zebra dikenal dengan tubuh yang belang putih dan hitam.

Begitu pula dengan majas. Majas alegori dapat kamu kenali berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki. Dengan demikian, jika melihatnya dalam satu kalimat, kamu akan langsung mengetahuinya.

Ciri-ciri majas alegori dirangkum dari berbagai referensi, antara lain:

1. Menggunakan Kalimat Retorika

Majas ini dapat digunakan dalam sebuah kalimat tanya. Namun, umumnya kalimat tanya yang dimaksud adalah kalimat retorika, yaitu kalimat tanya yang merupakan pernyataan. Bukan kalimat yang membutuhkan jawaban. Mengapa? Karena sesungguhnya siapa saja yang membaca kalimat sudah tahu jawabannya.

Contoh:

  • Lihatlah kedua anak itu! Bagai langit dengan bumi bukan? Padahal mereka bersaudara.

Kalimat di atas adalah kalimat retorika karena sebenarnya hanya memberi pernyataan bahwa ada dua anak bersaudara yang mempunyai sifat yang berbeda. Mungkin anak pertama sangat baik sekali, dan yang lain adalah kebalikannya.

2. Merupakan Kalimat Berupa Kiasan atau Penggambaran

Majas alegori merupakan kalimat berupa kiasan atau penggambaran.

Pada kalimat contoh di atas, bagian yang berupa majas berbentuk kiasan adalah “bagai langit dan bumi”. Kata yang menunjukkan sesuatu yang berbeda jauh. Bumi di bawah dan langit di atas. Bentuk dan warna langit dan bumi juga berbeda.

3. Kalimat Lebih Kompleks

Sepintas, penggunaan majas alegori mirip dengan majas simile. Perbedaannya terletak pada kalimat yang lebih kompleks.

Contoh:

  • Menjalani kehidupan rumah tangga bagaikan mengarungi bahtera di tengah laut. Kamu dapat membayangkan, bahtera yang sejatinya adalah kapal laut. Kapal tersebut tidak selalu berjalan lurus. Kadang ombak kecil, kadang ada gelombang besar yang menerjang. Kamu harus siap dengan segala kemungkinan.

Contoh Majas Alegori

Kamu sudah paham dengan penjelasan di atas? Agar menambah pemahaman kamu tentang majas ini, di bawah ini ada beberapa contoh majas alegori dengan kalimat lengkapnya.

  1. Impiannya sangat tinggi, bagai punguk merindukan bulan. Ya, meski punguk ada di atas punggung unta yang tinggi, tetap saja tidak mungkin mencapai bulan. Namun, ia tidak pantang menyerah. Ia yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan doa yang diiringi kerja keras.
  2. Pendiriannya selalu tidak pernah tetap, bagai air di daun talas. Air di daun talas tidak akan terserap. Air tersebut akan mengalir ke mana saja sesuai arah angin bertiup atau ada manusia yang memiringkan daun. Begitu pula dengan pendiriannya, ia mengikuti orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika ada orang yang menyatakan pendapat berbeda, ia akan berubah pula.
  3. Menurut Rasulullah, mukmin itu harus seperti lebah. Lebah melakukan sesuatu yang baik, bergotong royong dalam menjalankan koloninya. Mereka tidak mengganggu makhluk hidup yang lain, kecuali ada yang mulai mengganggu mereka terlebih dahulu. Lebah juga mengambil sesuatu yang baik untuk dijadikan makanan, sesuatu yang sudah tidak digunakan lagi oleh bunga sekaligus membantu bunga melakukan penyerbukan. Di akhir, lebah juga menghasilkan yang baik, madu manis yang berkhasiat dan disukai banyak orang.
  4. Shalat yang dilakukan orang Islam ibarat mandi di air sungai yang mengalir dan bersih. Sholat dengan tata caranya mulai dari wudhu membuat umat Islam menjadi lebih bersih. Seperti mandi di air sungai yang mengalir dan bersih.
  5. Tubuh manusia ibarat mesin. Setiap bagiannya mempunyai fungsi yang berbeda.
    Seperti halnya mesin, tubuh juga harus mempunyai jam istirahat, Jika tubuh digunakan terus menerus, siang dan malam, tubuh bisa rusak. Tanda bahwa tubuh mengalami kerusakan adalah tidak berfungsinya organ tubuh dengan baik atau sakit.
  6. Lagu terkenal dari Ahmad Albar manyatakan bahwa dunia ini bagai panggung sandiwara. Semua yang ada di dalamnya mempunyai peran yang berbeda-beda. Ada yang jahat, baik, korban, penguasa, dan sebagainya. Semua akan berakhir ketika panggung juga selesai. Panggung dunia akan selesai ketika pemerannya meninggal.
  7. Emosi manusia seperti api yang sedang menyala. Api yang menyala akan semakin besar jika disulut. Kemarahan seseorang akan semakin besar ketika ada yang sengaja menambahkan atau menyulutnya.
  8. Menurut Dilan 1990, “Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu”. Setelah acara perpisahan, maka selanjutnya kamu akan menungu saatnya pertemuan kembali dengan kerinduan. Sesuatu yang bagi beberapa orang lain tidak perlu dilakukan.
  9. Kata orang bijak, hidup ini bagaikan roda sebuah kendaraan. Kadang satu titik di roda akan berada di bawah, kadang ada di atas. kadang titik tersebut juga akan berhenti ketika kendaraan tidak digunakan.
    Begitu pula dengan hidup, terkadang kamu mengalami titik di bawah atau kesedihan dan kesusahan. Di lain waktu kamu akan mengalami berada di titik atas atau saat senang dan bahagia. Bahkan, di lain waktu kamu tidak merasakan apa-apa.
  10. Cinta itu diibaratkan kamu sedang menggenggam pasir. Coba saja kamu mengambil pasir di tangan. Saat kamu tidak mau melakukannya, maka otomatis cinta akan hilang. Namun, ketika kamu menggengam dengan erat, pasir akan keluar melalui sela jari sedikit demi sedikit. Itu artinya, cinta juga akan hilang atau berkurang tanpa terasa.
  11. Kamu tahu bahwa Indonesia diibaratkan sebagai tanah surga? Itu dikarenakan kekayaan alamnya yang banyak. Tanaman apa saja dapat tumbuh di tanahnya yang subur.
  12. Waktu diibaratkan sebuah uang. Jika kamu menggunakan waktu dengan baik, manfaat yang akan kamu peroleh akan banyak. Kebalikannya, waktu akan merugikan jika tidak digunakan dengan baik.

So, bagaimana Cerdikawan? Kamu sudah memahami majas alegori? Sebelum pembahasan ini diakhiri, kamu sebaiknya mencari 5 kalimat yang termasuk dalam majas tersebut dari cerpen di majalah atau novel yang dimiliki. Selamat belajar!

Author