Cerdikawan, jumpa lagi di Pinter Kelas dengan pembahasan pelajaran bahasa Indonesia. Masih tentang sebuah gaya bahasa imajinatif yang dikenal dengan nama majas. Kali ini kamu akan diajak lebih memahami lagi tentang majas ironi.

Majas ironi ini tidak seperti banyak majas lain yang umumnya digunakan dalam bahasa tulisan; seperti pada puisi, cerpen, dan novel. Orang banyak menggunakan majas ini dalam percakapan sehari-hari.

Yuk, untuk mempersingkat waktu, langsung saja pembahasan majas ironi di mulai dengan pengertian, karakteristik, dan contoh.

Pengertian Majas Ironi

Beberapa majas sebenarnya telah kamu pelajari sejak sekolah dasar. Hanya saja, pada tingkatan itu kamu hanya diajarkan penggunaannya saja. Nama dan jenis majas belum diperkenalkan.

Sudah disebutkan di atas, bahwa majas adalah kata atau kalimat imajinatif yang digunakan dalam tulisan atau percakapan. Majas ini banyak sekali macamnya. Namun, secara umum dibagi menjadi majas perbandingan, pertentangan, dan majas sindiran. Beberapa orang mengelompokkan majas hanya dua; perbandingan dan pertentangan karena sindiran masuk ke dalam majas pertentangan.

Nah, majas yang sedang kita pelajari kali ini termasuk kepada majas sindiran. Kamu perhatikan saja pengertiannya!

Ironi sendiri berasal dari kata dalam bahasa Yunani eruronia. Arti kata tersebut pura-pura tidak tahu.

Jadi, majas ironi adalah sebuah gaya bahasa yang menunjukkan kepura-puraan terhadap suatu kejadian atau kenyataan. Kepura-puraan tersebut ditunjukkan dengan sindiran atau menuliskan atau mengatakan kata atau kalimat yang sebaliknya.

Majas yang berupa sindiran ini diucapkan untuk menutupi keadaaan sebenarnya. Bagi pendengar atau orang yang dituju, ini bisa saja sebuah kata halus karena menegur dengan bahasa yang sopan. Namun, majas juga dapat berarti bahasa kasar karena sindiran bagi sebagian orang merupakan perbuatan yang menyakitkan.

Karakteristik Majas Ironi

Agar kamu lebih memahami makna majas ironi, penggunaan, dan mengenalinya dalam kalimat, ciri-ciri atau karakteristik majas ironi dapat diketahui.

Karakteristik majas ironi dan penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Menutupi Maksud Sebenarnya

Penggunaan jenis majas ini pada dasarnya merupakan kalimat pernyataan. Namun, jika kamu tidak mengerti artinya, maksud sebenarnya ditutupi.

Jika tidak mengenal objek atau subjek yang dibicarakan, kamu tidak akan mengerti yang dimaksud.

Contoh:

  • Anto anak yang sangat rajin, jam sembilan pagi dia sudah bangun.
  • Majas dalam kalimat di atas terletak pada kata sangat rajin.

Dengan memperhatikan waktu dia bangun tidur mungkin akan terlihat bahwa dia sebenarnya tidak rajin. Namun, mungkin saja orang berpikir kalimat di atas menyatakan bahwa Anto benar-benar sangat rajin.

Kamu akan mengetahui kebenaran pernyataan jika mengenal Anto.

2. Pernyataan yang Disampaikan Berlawanan dengan Fakta

Kalimat disampaikan sebagai sindiran. Tentu saja hal ini berlawanan dengan fakta atau kenyataan sebenarnya.

Dalam contoh sebelumnya, kalimat mengandung makna Andi bukanlah anak rajin. Dia selalu bangun ketika matahari sudah tinggi, jam 9 pagi.

3. Kata-Katanya Halus

Kata-kata yang digunakan dalam majas atau gaya bahasa sindiran merupakan bahasa yang sangat halus. Namanya juga sindiran, hanya dapat dimengerti oleh orang yang dituju.

Jadi, meski terdengar atau terbaca halus tetap akan terasa bagi subjek.

Dalam contoh kalimat, Anto anak yang sangat rajin, dia bangun tidur setiap jam sembilan pagi, mungkin saja mempermalukan Anto.

4. Kalimat Kompleks

Majas ironi digunakan dalam tulisan sebagai kalimat kompleks atau kalimat majemuk. Ini digunakan agar pembacanya mengerti.

Pada contoh “Anto anak yang sangat rajin, dia bangun tidur setiap jam sembilan pagi”, ada dua kalimat. Kalimat pertama, Anto anak yang sangat rajin. Kalimat kedua, dia bangun tidur setiap jam sembilan pagi.

Tanpa kalimat tambahan yang digabungkan menjadi satu, tentu orang akan benar-benar beranggapan bahwa Anto benar-benar sangat rajin.

5. Bertujuan Mengkritik

Secara umum, majas ironi seringkali digunakan dengan tujuan memberi kritik. Beberapa kalimat bahkan, diiringi dengan kalimat saran.

Contoh:

  • Tulisanmu bagus sekali. Sebaiknya kamu lebih banyak lagi latihan menulis sehingga tulisan dapat dengan mudah dibaca orang lain.

Kalimat kedua di atas merupakan penjelasan kalimat pertama sekaligus saran.

Contoh Majas Ironi

Kamu sudah lebih memahamai apa yang dimaksud dengan majas ironi atau majas sindiran?

Agar pemahaman kamu bertambah, perhatikan beberapa majas ironi dan contohnya di bawah ini!

  1. Dia sangat pintar sehingga dapat menjawab dengan benar dua pertanyaan dari dua puluh soal ujian.

    Majas ironi dari kalimat di atas adalah ‘sangat pintar” yang berarti kebalikannya karena hanya dapat menjawab dengan benar dua pertanyaan dari dua puluh soal ujian.
  2. Halaman rumahnya sangat indah, terlihat sampah berserakan di mana-mana.

    Majas pada kalimat di atas adalah “sangat indah”, kebalikan dari kenyatan yang sebenarnya karena di halaman banyak sampah.
  3. Tulisan Indah sangat rapi, tidak ada orang yang dapat membacanya.

    Majas pada kalimat di atas adalah “sangat rapi” yang berarti kebalikan karena tidak ada orang yang dapat membaca tulisannya. Jika benar sangat rapi tentu seharusnya siapa saja dengan mudah dapat membacanya.
  4. Kata-katanya sangat halus sehingga Arni langsung menangis dibuatnya.

    Majas pada kalimat di atas adalah “sangat halus” yang berarti kebalikan sangat kasar. Itu sebabnya Arni langsung menangis.
  5. Kamarmu bersih sekali, di bagian bawah ranjang banyak piring kotor bercampur dengan sampah bekas pembungkus makanan.

    Pada kalimat di atas kata “bersih sekali” mengandung makna tidak sebenarnya. Yang dimaksud penulis adalah kebalikan, yaitu kotor. Ini dibuktikan dengan keterangan bahwa di bagian bawah ranjang terdapat banyak piring kotor dan sampah plastik bekas pembungkus makanan.
  6. “Kamu sangat dermawan. Sulit sekali mengajakmu membantu orang lain,” kata Ani kepada temannya.

    Kalimat langsung di atas juga mengandung majas di kata “sangat dermawan”, yang berarti kebalikannya. Ini dibuktikan dengan kalimat selanjutnya yang menyatakan bahwa orang tersebut sulit sekali membantu orang lain.
  7. Dia selalu hadir tepat waktu. Setiap acara dihadirinya saat tamu sudah pulang.

    Kalimat di atas merupakan majas sindiran pada kata “tepat waktu”. Ini dibuktikan dengan kalimat kedua yang menjelaskan bahwa dia yang dimaksud selalu hadir acara saat tamu sudah pulang. Kedatangannya sudah sangat terlambat.
  8. Gadis itu sangat penyayang, sejak tadi dibiarkannya sang adik menangis.

    Majas sindiran pada kalimat di atas terdapat pada kalimat “sangat penyayang”. Padahal kenyataannya terbalik. Buktinya, dibiarkan saja adiknya menangis.
  9. Suara burung tersebut berkicau sangat merdu, semua orang menutup telinga.
  10. Kedua orang tersebut merupakan pasangan ideal, setiap hari dilewati dengan pertengkaran.
  11. Pengalaman tersebut sangat menyenangkan sehingga aku tidak ingin terulang kembali.
  12. Ponsel Iphone merupakan gadget yang murah sehingga hanya beberapa orang saja yang dapat memilikinya.
  13. Kamu anak yang sangat berbakti sehingga ibu selalu menangis ketika kamu pulang.
  14. Kota metropolitan tersebut terkenal sangat aman. Setiap hari banyak terjadi kejahatan.
  15. “Bajumu terlihat sangat bersih dan harum. Sudah berapa harikah kamu tidak berganti baju?”

Itulah 15 contoh kalimat yang menggunakan majas ironi sesuai pembahasan Pinter Kelas hari ini. Dapatkah kamu menunjukkan kata majas pada kalimat nomor 9 hingga 15? Dapat pulakah kamu menambahkan contohnya? Yuk, berlatih!

Author