Majas simile adalah salah satu jenis dari kelompok majas perbandingan yang menggunakan kata-kata istilah sebagai bentuk perbandingan, dalam memberi maksud dan tujuan dari sebuah pernyataan.

Perbedaan Majas Simile dengan Majas Perumpamaan

Dalam penerapannya, majas simile sering kali membuat keliru dikenali sebagai majas perumpamaan, padahal keduanya memiliki perbedaan. Walaupun keduanya sama-sama menggunakan kata-kata perumpamaan dalam pengaplikasiannya.

Baca juga pembahasan mengenai Majas Eufimisme!

Hal yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk membedakan keduanya, yakni majas simile cenderung membandingkan suatu hal disampaikan secara eksplisit dengan kata-kata perumpamaan. Sementara dalam majas perumpamaan, perbandingan tersebut disampaikan secara implisit. Perbedaan tersebutlah yang menjadikan majas simile lebih dapat dimengerti maksud dan tujuan dari suatu pernyataan ketika disampaikan. Beberapa kata penghubung yang biasanya banyak digunakan pada majas simile, antara lain :

  • Ibarat
  • Umpama
  • Bak
  • Bagaikan
  • Laksana
  • Seperti
  • Serupa
  • Semisal, dan lain sebagainya.

Baca juga pembahasan mengenai Majas Pleonasme

20+ Contoh Majas Simile dalam Kalimat

1. Bagaikan langit di sore hari yang berwarna biru sebiru hatiku.

2. Sikapnya benar-benar sudah melewati batas, hati Kakaknya itu pasti akan semakin sakit dari yang sebelumnya, bagaikan luka yang ditaburi garam.

3. Selayaknya sebuah cahaya, buku novel itu memberikan banak orang sebuah harapan dan semangat hidup.

4. Berkat skin care yang Miaomiao beli beberapa bulan lalu, wajahnya kini terlihat sebening kristal.

5. Kelakuan Kakak dan Adik itu benar-benar seperti anjing dan kucing.

6. Setegar karang yang dihempas ombak, aku takkan gentar dengan tantangan dan cobaan yang mereka berikan kepadaku saban hari.

7. Untuk saat ini tidak banyak yang dapat mereka lakukan karena tekanan dari pihak agensi dan kontrak yang mengikat, sikap arogansi pihak agensi ini justru semakin menunjukkan image bahwa mereka bagaikan katak dalam tempurung.

8. Menjijikkan sekali, CEO dari agensi ‘S’ seperti kebakaran jenggot saat khalayak publik mengetahui tindakan-tindakan kriminal yang selama ini ia coba untuk tutupi.

9. Killa hanya mencoba untuk melupakan segala yang sudah terlanjur terjadi untuk ia jadikan pelajaran, kaarena dunia tak selebar daun kelor.

10. Semenjak aku tidak banyak bepergian keluar rumah, tanpa menggunakan apapun kulitku menjadi sangat putih seperti dilumuri susu.

11. Masa-masa remaja adalah masa-masa keemasan bagi seseorang, seperti bunga yang baru bersemi.

12. Aku sangat terkejut ketika main ke rumah salah satu rekan kerjaku, karena rumahnya sangatlah luas dan mewah bagaikan sebuah istana.

13. Masalah kehancuran keluarganya adalah hal yang paling Waka hindari untuk dibahas, karena ia menganggap hal tersebut bagaikan duri dalam daging.

14. Cudy selalu menuruti apapun permintaan kekasihnya yang materialistis itu, ia tak pernah menolak satupun permintaan kekasihnya seperti seekor kerbau yang dicucuk hidungnya.

15. Ia tersenyum dengan begitu elok dan seketika mengubah suasana hatiku bagaikan matahari yang datang menyinari hariku.

16. Keyakinannya untuk menjadi perempuan mandiri yang tidak mengandalkan kekuatan siapapun melainkan diriya sendiri, tidaklah main-main karena ia adalah perempuan dengan prinsip sekuat benteng yang kokoh.

17. Apa kau sudah yakin ingin dibonceng Pak Bowo yang lamban seperti kura-kura saat mengendarai sepeda motor?

18. Mulutnya benar-benar tidak bisa dijaga dengan baik, Din bicara sembarangan kepada Dan jika suaranya jelek seperti kaleng rombeng.

19. Jika diperkatikan dengan baik wajah keduanya benar-benar mirip bagai pinang yang dibelah dua.

20. Seharusnya dari awal kau sudah tahu bahwa proyek ini seperti dua sisi mata uang, tidak hanya akan sangat hebat jika berhasil namun dapat membawa bahaya jika gagal.

21. Jangan termakan standar kecantikan tidak masuk akal yang diberikan oleh kapitalis dong, apa mungkin kulit manusia bisa semulus itu tanpa pori-pori sedikitpun seperti porselen?

22. Ayahku adalah orang yang paling keras kepala dan sekeras batu yang pernah aku tahu di dunia ini.

23. Tunggu, mengapa senyumanmu padanya sepahit kopi hitam?

24. Kurasa orang tuanya sangat bodoh karena tidak mendidiknya dengan benar dan malah memanjakan putrinya yang kurang ajar itu bak seorang putri raja.

25. Astaga, suhu ruangan di kostmu ini benar-benar panas dan lingkungan di sekelilingnya gersang seperti padang pasir yang tandus.

Author