Mengelola sebuah lembaga baik yang bersifat pribadi maupun sosial, tentu ada ilmunya. Pasalnya, dalam sebuah lembaga akan ada orang-orang dengan beragam pendapat juga ide. Nah, disinilah dibutuhkan sebuah manajemen organisasi.

Kata manajemen bisa didefinisikan sebagai proses pengaturan pada suatu lembaga. Agar mampu mencapai tujuan tertentu serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Sementara organisasi ialah tempat dimana sekelompok orang berkumpul untuk bekerja sama.

Manajemen organisasi ini umumnya memiliki banyak kategori. Mulai dari definisi singkat, implikasi hingga pandangan para ahli. Daripada bingung, simak dulu yuk artikel informatif dibawah ini Cerdikawan.

Menerapkan Manajemen Organisasi Secara Benar Dan Tepat

Meski sepele, tata kelola sebuah lembaga tentu sangat dibutuhkan. Akan ada banyak peraturan yang dibuat guna menaungi lembaga ini. Bayangkan, apa jadinya jika sebuah organisasi tak memiliki sistem pengelolaan. Wah, bisa bubar dong! Karena anggotanya mau bekerja sesuka hati mereka.

Lantas Apa Fungsi Manajemen Organisasi?

Nah dibawah ini merupakan fungsinya, silahkan kamu simak dan pahami dengan baik ya!

1. Fungsi Kontrol (Controling)

Seorang manajer dalam sebuah lembaga tentu memiliki peranan penting. Ia wajib mengontrol setiap tindakan sumber daya yang ada. Terlebih, jika ada kejadian yang dirasa merugikan karena kesalahan tim. Maka, ia berhak menetapkan serta mengambil tindakan atas hal tersebut.

2. Fungsi Perencanaan (Planning)

Seorang Manajer ini memiliki sifat multifungsi. Ia harus bertindak guna merencanakan serta mempersiapkan beragam kegiatan bisnis. Yang mana berhubungan dengan sumber daya yang ada.

Perencanaan sendiri sebetulnya merupakan langkah cukup krusial. Sehingga penentuan keputusan nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal, serta menghindari kejadian yang membingungkan. Umumnya , planning berkaitan dengan anggaran juga rencana kerja.

3. Fungsi Pengarahan (Lead)

Pada manajemen organisasi, seorang manajer wajib memiliki kemampuan untuk mengarahkan para anggotanya. Hal ini berguna agar sumber daya mampu berkinerja sesuai harapan dari tujuan yang ditetapkan perusahaan.

4. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Manajer harus membuat sejumlah kebijakan terkait pemanfaatan sumber daya. Gunanya ialah untuk mendapatkan optimalitas kinerja para bawahan. Misalnya saja pada kegiatan pemasaran, manajer kudu menentukan orang dari bagian pemasaran pula. Pemilihan orang yang tepat akan membuat tujuan perusahan makin gampang dicapai

5. Fungsi Kepegawaian (Staffing)

Menciptakan suasana kerja yang kondusif serta sehat harus ada pada sebuah organisasi. Disamping itu, perekrutan sumber daya yang pas akan mampu membuat organisasi makin tepat sasaran. Implikasinya ialah pencapaian tujuan lembaga mudah digapai.

6. Fungsi Motivasi (Motivation)

Mengapa motivasi wajib masuk dalam manajemen organisasi? Yap, melalui motivasi, anggota akan terdongkrak semangat kerjanya. Sehingga mereka mampu berkinerja lebih baik lagi. Pemberian motivasi ini ada beragam cara.

Bisa dengan memberi sebuah award atas pencapaian kinerjanya. Baik yang berupa ucapan maupun remunerasi.

7. Fungsi Manajemen Waktu (Time Management)

Waktu adalah bagian paling penting. Dengan pemanfaatan waktu yang benar, efisiensi kerja mampu digapai dengan cepat. Apalagi pengaplikasian manajemen waktu secara tepat, mampu menumbuhkan kedisiplinan juga kebiasan yang baik. Bagi diri sendiri maupun bagi perusahaan.

4 Definisi Manajemen Organisasi Menurut Para Ahli

Mengulik serba-serbi pengelolaan organisasi harus tahu fase-fasenya. Termasuk mendalami definisi dari para ahli. Sehingga, nantinya Anda memiliki lebih dari satu referensi. Atau sebagai pembanding dalam menerapkan langkah yang benar ke depannya.

a. Henry Fayol

Menurut ahli bernama Henry Fayol, organizational management ialah sebuah aktivitas perencanaan (Planning), pengorganisiran (Organizing), Kordinasi (Coordinating), hingga aktivitas mengawasi (Controling). Yang mana rangkaian kegiatan tersebut berimplikasi untuk mencapai goal lembaga tersebut.

b. George R. Terry

Menurut George R. Terry, manajemen organisasi adalah aktivitas Planning, organizing, actuating hingga controlling. Yang wajib dilakukan guna mencapai tujuan sebuah organisasi.

c. Luther M. Gulick

Menurut pakar ahli satu ini, pengelolaan organisasi ialah segala hal yang berkaitan dengan 7 aktivitas penting. Yang meliputi; planning, organizing, staffing, directing coordinating, reporting serta budgeting.

d. Harold Koontz dan Cyril O’Donnell

Bagi pakar satu ini manajemen organisasi ialah seluruh aktivitas lembaga. Dimana semuanya saling berkaitan erat. Dengan sistem perencanan hingga pengawasan.

Kendati secara garis besar definisi empat pakar ini mirip, namun tetap berbeda pada proses pengaplikasiannya. Nah, sudah tahu kan definisi singkatnya cerdikawan. Sekarang lanjut ke pembahasan berikutnya ya.

Konsep Manajemen Dalam Sebuah Organisasi

Konsep manajemen sebuah organisasi ini bisa dipelajari sebagai referensi. Berikut ada 3 penerapan pengelolaan sebuah organisasi, agar tujuan bersama dapat diraih.

1. Manajemen Sebagai Profesi

Dalam kenyataannya, proses mengelola sebuah organisasi memerlukan keahlian secara spesifik. Hal ini berarti, bidang manajemen merupakan sebuab profesi yang hanya dipunyai oleh seseorang dengan keahlian tertentu.

Kenapa bisa begitu ya? Pasalnya, tidak semua orang mampu mengelola sejumlah pekerjaan maupun aktivitas secara efisien juga efektif. Manajemen organisasi menurut Edgar H. Schein yang dituangkan dalam bukunya. Terdapat beberapa kategori serta karakteistik dimana dapat dijadikan suatu profesi.

Antara lain; para profesional yang mengambil keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Yang mana telah berlaku dalam lingkungan maupun situasi. Kapabilitas ini biasanya ditunjang oleh faktor lain. Seperti pendidikan tertentu untuk mengedukasi siswanya agar menjadi seorang profesional. Sebagai contoh; kursus, program pelatihan maupun akademi profesi manajemen.

Para profesional ini mendapatkan sebuah status ketika telah meraih standar prestasi kerja yang ditentukan. Standar ini umumnya mempunyai beragam jenis. Bisa dari suku bangsa, favoritas, agama juga keturunan.

2. Manajemen Sebagai Ilmu

Konsep kedua manajemen organisasi ini divokalkan oleh Luther Gullich. Menurutnya sebuah manajemen ialah sistem pengarahan guna memahami segala yang berhubungan dengan kelompok itu sendiri. Khususnya untuk meraih tujuan tertentu.

Konsep ini memiliki implikasi untuk menjelaskan beragam pengetahuan terhadap berbagai fenomena. Yang mana mampu dipakai sebagai arahan atas menajer kepada para bawahannya.

3. Manajemen Sebagai Seni

Siapa bilang seni hanya seputar dunia hiburan. Organization Management menurut Henry M Boettinger adalah seni mengambil keputusan. Atau manajemen merupakan kemampuan, keahlian, maupun keterampilan yang diterapkan berdasarkan prinsip-prinsip. Maupun aneka teknik pengelolaan atas sumber daya dalam upaya mencapai sebuah goal.

Tujuan Manajemen Organisasi

Tujuan utama pengelolaan sebuah organisasi adalah ialah meraih apa yang menjadi keinginan oleh organisasi tersebut. Yakni, dengan cara seefisien mungkin. Sehingga, dalam jangka waktu tertentu dapat diraih profitabilitas lembaga tersebut.

Kendati manajemen ini seringkali terlihat sederhana, namun pengaplikasiannya wajib diawasi. Agar dalam intern organisasi tak ada yang namanya perpecahan. Berikut ini tujuan manajemen yang bisa dijadikan bahan rujukan.

  • Menciptakan suasana pada lingkungan kerja yang damai dan positif.
  • Membentuk kinerja para sumber daya agar lebih efektif. Tepatnya, melalui pemberian pengawasan hingga menimbulkan rasa aman. Serta membangun persatuan para karyawan.
  • Membentuk sebuah koordinasi yang baik antar divisi maupun secara individu.
  • Mendorong karyawan agar mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab.
  • Menggapai tujuan utama perusahaan dengan cara-cara yang paling efektif melalui pembentukan karakter pada sumber daya.
  • Selain itu, Manajer juga wajib berupaya untuk memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Yakni, dengan perencanaan serta pengendalian yang tepat di lingkungan kerja. Dengan hal ini maka anggota akan menyadari bahwa peran dan tanggung jawab masing-masing terhadap perusahaan harus diprioritaskan.

Gimana sobat cerdikawan, mau menerapkan manajemen organisasi ini agar tujuan terealisasikan?

Author