Merasakan udara yang murni penuh oksigen memang menyegarkan ya, cerdikawan? Apalagi di alam pedesaan yang masih padat pohon yang ekslusif menghasilkan O2 bagi manusia. Meski demikian, ternyata tak banyak orang tahu lho, bagaimana sih mekanisme pernapasan ini berjalan.

Bernapas merupakan aktivitas kehidupan. Udara yang kaluar – masuk rongga hidung ternyata memiliki alur yang luar biasa. Tak hanya sebagai penggerak metabolisme tubuh. Udara dari pernapasan mampu menyeimbangkan kinerjanya.

Sebetulnya, mekanisme pernapasan mempunyai susunan yang lugas. Sehingga mampu didefinisikan secara gamblang, dan mudah dimengerti. Namun, bagi cerdikawan yang masih merasa perlu mengulik lebih dalam, baca artikel hingga habis ya!

Penjelasan Lengkap Mekanisme Pernapasan Pada Tubuh Manusia

Secara harfiah, bernapas merupakan aktivitas tubuh dalam mengelola udara. Udara yang berupa oksigen akan dimanfaatkan oleh tubuh. Sementara hasil buang udara ini bernama karbondioksida. Hal ini tentu cerdikawan telah mengerti ya. Yuk menuju penjelasan selanjutnya.

Prosedur Pernapasan

Gerak refleks yang terjadi di area otot-otot pernapasan ini bergerak secara berirama, teratur dan bergantian. Melalui dua metode inspirasi dan ekspirasi, aktivitas ini akan lancar dijalankan oleh sistem pada tubuh kita.

Seperti Yang dikemukakan Kus Irianto tahun 2007 silam, mekanisme pernapasan dibagi menjadi dua jenis yaitu;

1. Ekspirasi

Metode ini adalah proses yang bersifat pasif serta tidak membutuhkan kontraksi otot. Yakni, untuk menurunkan intratorakal. Proses ini terjadi ketika otot antar tulang rusuk beserta otot diafragma mengendur. Sehingga, diafragma akan membentuk lengkungan kembali rongga bagian dada kembali.

Hal ini beriringan dengan kembalinya posisi tulang rusuk seperti semula. Proses tersebut ditengarai akan menyebabkan rongga udara berkerut atau mengecil. Dan hal inilah yang membuat udara dalam paru-paru terdesak keluar. Sehingga dapat disebut sebagai mekanisme ekspirasi.

2. Inspirasi

Mekanisme pernapasan kedua ini disebut sebagai inspirasi. Tapi bukan inspirasi yang itu ya, hehe. Inspirasi disini merupakan proses masuk dan keluarnya udara melalui hidung, batang tenggorok hingga menuju paru-paru.

Ketika menarik napas, posisi diafragma akan melengkung menuju arah rongga dada, serta otot-otot sedang dalam keadaan mengendur atau rileks. Ketika otot diafragma mengalami kontraksi, maka posisi diafragma akan mendatar.

Keadaan ini dinilai mempengaruhi pergerakkan tulang rusuk. Yang mana menyebabkan kondisi terangkat dan membuat rongga dada mengembang. Kedua mekanisme pernapasan inilah yang terjadi didalam tubuh kita.

Mengetahui Mekanisme Pernapasan Secara Benar

Jika ditilik dari tempat pertukaran gas, maka sistem pernapasan ini digolongkan menjadi dua. Yakni, pernapasan luar dan dalam. Begini detailnya.

1. Pernapasan Dalam

Merupakan pergerakkan udara yang terjadi di dalam darah kapiler serta sel-sel tubuh. Keluar-masuknya udara di bagian paru-paru ini terpengaruh oleh perbedaan tekanan udara. Yang terjadi dalam rongga dada dengan tekanan udara yang berada di luar tubuh.

2. Pernapasan Luar

Yaitu, berupa pertukaran udara yang dialami antara alveolus dengan darah di dalam kapiler. Merujuk pada kedua proses ini mekanisme pernapasan masih dibagi lagi menjadi dua kategori. Yaitu, pernapaan dada juga perut.

Sampai disini, bernapas bukan perkara menghirup dan membuang udara ya, cerdikawan? Ada banyak fase yang wajib dilalui, sehingga prosesnya mampu terpenuhi secara sempurna.

Bayangkan, jika udara ini nyelip dan melewati satu bagian saja? Tentu akan sangat fatal akibatnya untuk tubuh kita.

Metode Pernapasan perut

Mekanisme pernapasan di fase ini ditengarai melibatkan sejumlah otot-otot diafragma. Yang mana memiliki posisi untuk membatasi antara rongga dada serta rongga perut. Pernapasan perut ini juga melalui dua tahapan yaitu;

a. Fase Inspirasi

Kontraksi yang terjadi pada otot diafragma sehinga menyebabkannya mengembang. Sehingga membuat si paru-paru ikut membesar pula. Proses ini mengakibatkan rongga dada mengembang dan menyebabkan tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil. Ketimbang tekanan udara dari luar, makanya udara luar dapat masuk dengan lebih leluasa.

b. Fase ekspirasi

Tahapan ini terjadi saat relaksasi otot diafragma berlangsung. Atau lebih gampangnya, ketika otot diafragma kembali pada posisi semula. Dan menyebabkan rongga dada berkerut dan mengecil. Sehingga tekanan dalam paru-paru menjadi lebih gede dari tekanan udara dari luar. Hal inilah yang mendesak udara akan keluar dari paru-paru.

Mekanisme Pernapasan Dada

Sama halnya dengan pernapasan perut, metode pernapasan dada ini juga melalui dua fase inspirasi dan ekspirasi. Hanya saja otot-otot yang berkontribusi dalam proses pernapasan ini sedikit berbeda. Yakni, antara rongga dada dan juga tulak rusuk. Sementara mekanisme pernapasan melalui dada ini hampir serupa dengan pernapasan perut.

Tahapan Refleks Dalam Pernapasan

Menurut ahli fisiologi, refleks ini memiliki peran utama dalam mengatur kecepatan serta kedalaman pernapasan pada seorang manusia. Kendati hal ini betul untuk anatomi hewan, seringnya kejadian ini tak berlaku bagi manusia dewasa ketika sedang beristirahat.

Akan tetapi, refleks ini dapat memastikan kedalaman hingga kecepatan pernapasan. Bahkan, pada bayi yang baru lahir sekalipun, termasuk pada manusia dewasa mengalami volume tidal. Dengan kisaran lebih dari 1 L, layaknya sedang berolahraga. Volume tidal ini merupakan udara yang keluar dan masuk dalam paru-paru ketika pernapasan biasa berlangsung.

Tahapan Refleks Dibagi;

1. Fase Compliance

Fase ini ialah keterkaitan antara perubahan tekanan dengan perubahan volume beserta aliran. Yang mana populer disebut compliance. Mekanisme pernapasan di fase refleks compliance terdiri atas dua bentuk.

Pertama, Effective Compliance yang memiliki detail berupa tidal volume maupun peak pressure selama fase pernafasan terjadi. Dalam kondisi Normal umumnya memiliki kisaran ±50 ml/cm H2O.

Kedua, Static compliance, hal ini merupakan perubahan volume paru atau proses persatuan antara perubahan tekanan saluran napas ( airway pressure) ketika paru dalam kondisi diam atau tidak bergerak. Pada orang dewasa muda normal biasanya memiliki kisaran angka: 100 ml/cm H2O.

Meski telah diprediksi kisaran angkanya, compliance ini juga dapat menurun llho, cerdikawan. Hal ini bisa disebabkan oleh pulmonary stiffes. Yang dapat berupa gejala seperti; penumonia, edema paru, fibrosis paru hingga atelektasis.

Bisa juga dipengaruhi oleh Space occupying prosess. Dengan detil gejala seperti effuse pleura dan juga pneumothorak. Atau, bisa juga karena pengaruh obesitas, distensi abdomen hingga lainnya. Menurunnya compliance berpotensi meningkatkan kerja napas dalam tubuh kita.

2. Refleks Inflasi

Mekanisme pernapasan dalam refleks inflasi ini terjadi untuk menghambat kejadian over ekspansi paru-paru ketika kondisi pernapasan menguat. Reseptor refleks ini berada di jaringan otot polos yang terdapat di sekeliling bronkiuolus. Yang mana terstimulasi oleh ekspansi paru-paru itu sendiri.

3. Tekanan Intra-Pleural

Ketika kondisi normal, paru seolah menempel di bagian dinding dada. Hal ini terjadi karena selisih tekanan intra pleural beserta tekanan atmosfer. Dengan perbandingan selisih 755 mmHg : 760 mmHg.

Saat kontraksi inspirasi diafragma terjadi, volume rongga dada akan meningkat. Sehingga tekanan intra pleural serta alveolar turun dan berada di bawah tekanan atmosfer. Makanya, mekanisme pernapasan ini memungkinkan udara akan masuk.

Sedangkan, saat ekspirasi volume rongga dada berkerut atau mengecil akan memicu tekanan intra alveolar serta pleural melonjak. Dan mengakibatkan udara menjadi keluar.

4. Refleks Deflasi

Untuk menghalangi pusat eskpirasi serta menstimulasi inspirasi ketika paru-paru mengalami proses deflasi. Reseptor refleks ini berada di dinding alveolar dan berfungsi normal hanya saat ekshalasi maksimal terjadi. Atau ketika pusat eskpirasi dan inspirasi tengah aktif.

Jadi bagaimana cerdikawan, sudah jelas kan rincian mekanisme pernapasan ini?

Author