Cerdikawan, ilmu tidak pernah ada habisnya. Bahkan sampai kamu sudah tidak sekolah sekalipun. Lihat saja ilmu di sekolah, seperti ilmu kimia. Selalu ada saja yang bisa dibahas lebih mendalam lagi. Deret volta yang sejatinya berada dalam bab reaksi reduksi dan oksidasi cukup panjang pula jika dibahas tersendiri.

adjiebrotots.com

Yes, sesuai dengan judul PinterKelas, kali ini akan membahas tentang deret volta. Hmm.. Kamu sudah tahu apa itu dan cara menghapalnya? Bagi yang sudah, teruslah berlatih soal agar penguasannya bertambah. Untuk Cerdikawan yang belum paham sebaiknya simak pembahasan berikut.

Deret volta akan dibahas secara lengkap, plus cara mudah memahami dan menghapalnya.

Pengertian

Deret volta sebenarnya deretan nilai sel volta. Nilai ini dideretkan secara berurutan.

Sel volta atau sering disebut juga sebagai sel gavani adalah sebuah sel elektrokimia. Sel elektrokimia ini mengubah energi kimia dari reaksi reduksi dan oksidasi menjadi aliran transfer elektron. Transfer elektron dari reaksi oksidasi di anoda ke reaksi reduksi di katoda melalui rangkaian luar.

Perhatikan gambar berikut!

deret volta
quipper.com

Berdasarkan gambar di atas, maka secara umum sel volta terdiri dari:

  • Anoda, tempat terjadinya rekasi oksidasi di mana unsur melepaskan elektron atau kelebihan elektron.
  • Katoda, kebalikan dari anoda. Katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi dimana elektronnya kekurangan sehingga menerima elektron dari anoda.
  • Elektrolit, unsur yang dapat menghantarkan arus listrik. Biasanya berupa larutan.
  • Rangkaian luar, rangkaian yang berupa kawat konduktor dan menghubungkan anoda dan katoda.
  • Jembatan garam, rangkaian yang juga menghubungan anoda dan katoda tetapi dari dalam. Jembatan garam ini merupakan rangkaian dalam. Dengan adanya jembatan garam, ion-ion dari setengah sel anoda dalam mengalir ke setengah sel katoda dan sebaliknya.
  • Rangkaian tertutup.

Notasi atau Lambang atau Diagram Sel Volta

Hasil rekasi pada sel volta yang digambarkan di atas ditulis secara sederhana dengan menggunakan notasi atau lambang sel volta.

Lambang tersebut, yaitu:

A I Ax+ II By+ I B

  • A = logam anoda
  • Ax+ = ion logam anoda yang mengalami oksidasi
  • B = logam katoda
  • By+ = ion logam anoda yang mengalami reduksi
  • Tanda II = jembatan garam
  • Tanda I = reaksi yang terjadi pada elektroda

Contoh:

  1. Tuliskan notasi volta atau diagram sel dari sel volta di mana anoda besi tercelup pada FeSO4, dan katoda nikel tercelup pada NiSO4!

    Jawab:
    A = logam anoda = Besi = Fe2+
    B = logam katoda adalah Nikel = Ni2+
    Notasinya ditulis :A I Ax+ II By+ I B = Fe I Fe2+ II Ni2+ I Ni

Potensial Sel Standar (E0 sel)

Di dalam sel volta terjadi aliran elektron. Adanya aliran elektron menunjukkan adanya arus listrik. Sama dengan teori lain, arus listrik terjadi karena adanya beda potensial.

Beda potensial yang ada antara elektroda anoda dan katoda pada sel volta di sebut potensial sel atau Eo sel. Beberapa ahli fisika menyebut potensial sel sebagai gaya gerak listrik atau ggl atau elektromotive force atau emf.

Potensial sel yang terjadi di sel volta diukur pada keadaan standar, yaitu suhu 25 derajat celcius dengan konsesntrasi produk dan reaktan atau zat yang beraksi dalam larutan 1 M dan tekanan 1 atm.

Nilai potensial sel dihitung menggunakan rumus:

E°sel = E° katoda – E° anoda

Dalam reaksi yang terjadi, katoda adalah yang memiliki nilai E° sel lebih besar dan anoda memiliki nilai potensial sel lebih kecil.

Data nilai potensial sel tidak perlu kamu hapal. Dalam soal reaksi, nilai potensial sel unsur bereaksi akan diberikan sebagai catatan.

Berdasarkan nilai potensial standar yang dihasilkan, fisikawan menyebutkan 3 hal yang berlangsung dalam sel volta:

  • Nilai tegangan yang dihasilkan sel volta.
  • Jika potensial bernilai lebih besar dari 0 atau positif: E° sel > 0, reaksi berlangsung secara spontan. Reaksi spontan adalah reaksi yang tidak berpedoman kepada deret volta sehingga hasilnya negatif.
  • Jika nilai potensial sel bernilai lebih kecil dari 0 atau negatif : E° sel < o, maka rekasi berlangsung tidak spontan.

Deret Volta

Nah, Cerdikawan sekarang kamu memasuki pembahasan deret volta. Deret yang disebutkan dalam 3 hal yang berlangsung dalam sel volta dan mempengaruhi terjadinya spontan atau tidaknya reaksi.

Deret volta merupakan deretan angka potensial unsur secara urut.

quipper.com

Hmm.. Banyak dan sulit pula angkanya! Perlukah kamu, siswa sekolah lanjutan atas menghapal deret tersebut? Jawabannya tidak perlu karena seperti sudah dikemukakan di atas, bahwa nilai potensial standar dalam soal selalu diberikan sebagai catatan.

Yang perlu kamu perhatikan dan pahami dari gambar deret volta di atas, yaitu:

  • Nilai potensial sel dari kiri ke kanan semakin besar dan semakin positif.
  • Reaktivitas unsur logam dari kiri ke kanan deret semakin kecil.
  • Logam yang berada di kanan mempunyai sifat reduksi atau menerima elektron yang lebih kecil daripada sebelah kiri. Artinya kecenderungan logam untuk teroksidasi juga semakin berkurang.
  • Kebalikannya, sifat oksidator logam atau kemampuan untuk melepaskan elektron logam yang berada di kanan lebih besar dibandingkan di kiri. Artinya, kecenderungan logam untuk melepaskan elektron lebih besar dan kecenderungan logam untuk tereduksi semakin bertambah pula.

Contoh Soal

Seperti biasa, setelah pembahasan kamu sebaiknya mengerjakan beberapa latihan agar pemahaman tentang mataeri bertambah.

Berikut contoh soal dan pembahasan untuk meningkatkan pemhaman kamu.

  1. Jika diketahui E° Ze = -0,76 V dan E° Ag = + 0,80 V, tentukan nilai potensial selnya! Jangan lupa, gambarkan pula reaksi yang terjadi!

    Jawab:
    Sel katoda mempunyai nilai lebih besar daripada anoda
    E° katoda = E° Ag = 0,80 V dan E° Anoda = E° Zn = -0,76 V
    E° sel = E° katoda – E° anoda = 0,80 – (-0,76) = 0,80 + 0,76 = 1,56 V.

    Diagram sel volta yang menunjulkkan reaksi yang terjadi:
    deret volta
  2. Diketahui dalam sel volta terjadi reaksi berikut.
    Al3+(aq) + 3e− → Al(s) E° = −1,66 V
    Ag+(aq) + e− → Ag(s) E° = +0,80 V
    Tentukan :
    Notasi atau diagram sel volta?
    Reaksi yang terjadi pada sel volta?
    Potensial standar sel?
    Perkirakan apakah reaksi yang terjadi adalah reaksi spontan atau tidak?

    Jawab:
    Ag merupakan katoda dan Al merupakan anoda karena nilai potensial sel Ag lebih besar.

    Notasi volta: A I Ax+ II By+ I B = Al I Al3+ II Ag2+ I Ag

    Reaksi yang terjadi dan nilai potensial sel standar digambarkan sebagai berikut.


    Reaksi yang terjadi adalah reaksi spontan karena Eo sel > 0
  3. Diketahui potensial standar logam adalah sebagai berikut:
    E° A = – 0,45 V
    E° B = +0,20 V
    E° C = -1,27 V
    E° D = -2,48 V
    E° E = -0,89 V
    Jika kelima unsur logam dideretkan berdasarkan deret volta, tentukan uruan dari kiri ke kanan!

    Jawab:
    Deret volta mempunyai urutan dari kiri ke kanan dengan potensial sel semakin besar.

    Urutan logam di atas adalah D – C – E – A – B karena -2,48 < -1,27 < -0,89 < -0,45 < +0,20

Itulah Cerdikawan pembahasan kali ini tentang deret volta. Sangat mudah bukan belajar kimia? Semoga sukses!

Baca juga :
1. Pengertian NaOH, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya
2. Inilah Manfaat Minyak Bumi bagi Manusia

Author