Industri, mungkin termasuk kata yang sering Cerdikawan dengar dan baca, baik di surat kabar maupun media. Dalam pelajaran sekolah ini juga dipelajari di mata pelajaran ekonomi. Apalagi, jika kamu merupakan siswa sekolah menengah kejuruan alias SMK.

Ada berapa jenis industri yang sering dengar? Ada yang berkaitan dengan rumah tangga, jenis berdasarkan besar kecilnya, dan lain-lain.

Lalu, apa sebenarnya industri? Pinter Kelas akan membahasnya kali ini dengan mengemukakan pandangan beberapa ahli, jenis, contoh, dan revolusi industri yang terjadi saat ini.

Pengertian Industri

Kamu masih ingat dengan kegiatan ekonomi? Yes, kegiatan ekonomi ada tiga, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

Materi yang Pinter Kelas uraikan kali ini berhubungan dengan kegiatan ekonomi produksi, kegiatan yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi. Dalam kehidupan sehari-hari kamu lebih mengenalnya dalam bentuk pabrik. Meski arti sebenarnya lebih luas daripada itu.

Untuk mengetahui pengertiannya secara lebih luas, di bawah ini ada beberapa pengertian industri.

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Kamus ini merupakan rujukan pengertian berbagai istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia.

Menurut KBBI, kata industri adalah proses kegiatan mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan tertentu, seperti mesin.

2. Hinsa Sahaan

Hinsa menyebutkan bahwa industri adalah kegiatan yang merupakan bagian dari proses yang mengelola bahan mentah menjadi bahan baku. Kemudian bahan baku diolah menjadi bahan jadi yang mempunyai manfaat.

3. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta, salah satu tokoh bangsa masa kemerdekaan yang sangat fokus terhadap kegiatan ekonomi Indonesia.

Menurut beliau, kegiatan produksi industri merupakan upaya mengubah struktur ekonomi pertanian menjadi yang lebih modern.

4. George T. Renner

Renner mengemukakan bahwa kegiatan ini mencakup semua yang dilakukan manusia dalam ekonomi produktif menghasilkan barang dan uang.

5. Profesor I Made Sandi

Menurut profesor ini, industri adalah suatu bentuk usahan untuk memproduksi barang melalui proses penggarapan dalam jumlah besar. Dengan demikian, harga jual barang dapat lebih murah dan kualitas sangat bagus.

6. UU Nomor 3 Tahun 2014

Undang-undang mempunyai definisi sendiri mengenai hal yang satu ini, yaitu seluruh bentuk dari kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan atau memanfaatkan sumber daya. Kegiatan tersebut menghasilkan barang yang memiliki nilai tambah atau manfaat yang lebih tinggi.

So Cerdiakwan, pengertian industri secara umum adalah sebuah kegiatan ekonomi yang memproses sumber daya dalam jumlah yang besar sehingga menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat dengan harga lebih murah dan kualitas sebaik mungkin.

Jenis-Jenis Industri

Jenis-jenis industri ada berbagai macam. Ada yang dilihat dari tenaga kerja, sumber daya, dan lain-lain.

Pinter Kelas akan membahasnya secara singkat di bawah ini.

A. Berdasarkan Tempat Bahan Baku

  • Ekstraktif, bahan baku langsung diambil dari alam sekitar.
    Contoh kegiatan ekonomi yang termasuk ekstraktif, antara lain pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, dan pertambangan.
  • Nonekstraktif, bahan baku diperoleh dari tempat lain selain alam sekitar.
    Contoh tekstil dan pengolahan makanan.
  • Fasilitatif, produk utamanya berbentuk jasa yang dijual kepada konsumen.
    Contoh asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain-lain.

B. Berdasarkan Modal

  • Padat Modal, jelas terlihat bahwa kegiatan pengolahan sumber daya yang menitikberatkan pada jumlah modal yang besar dalam operasionalnya.
  • Padat Karya, dalam kegiatan pengolahan sumber daya menitikberatkan pada tenaga kerja yang banyak dan operasionalnya.
    Contoh pembangunan jalan tol dan pembangunan gedung tinggi.

C. Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

  • Rumah Tangga, kegiatan produksi yang menggunakan tenaga kerja antara 1 sampai 4 orang.
  • Kecil, kegiatan produksi yang menggunakan tenaga kerja antara 5 sampai 19 orang.
  • Sedang atau Menengah, kegiatan produksi yang menggunakan tenaga kerja cukup banyak antara 20 sampai 99 orang.
  • Besar, kegiatan pengolahan barang dan jasa yang menggunakan tenaga kerja lebih dari 100 orang.

D. Berdasarkan Produktivitas Perorangan

  • Primer, barang yang dihasilkan tanpa diolah atau olahan langsung.
    Contoh pertanian dan perkebunan.
  • Sekunder, barang yang dihasilkan mengalami proses pengolahan terlebih dahulu.
    Contoh pemintalan benang dan pengolahan makanan kaleng.
  • Tersier, produk atau barang yang dihasilkannya berupa pelayanan jasa.
    Contoh telekomunikasi dan transportasi.

E. Berdasarkan Pemilihan Lokasi

  • Berorientasi pada Pasar afau Market Oriented Industry, berlokasi dekat dengan kawasan pasar atau target market.
    Contoh retail yang banyak berdiri di kawasan padat penduduk sebagai target market.
  • Berorientasi pada Tenaga Kerja atau Labor Power Industry, berlokasi dekat dengan tenaga kerja.
    Contoh pabrik di kawasan padat penduduk.
  • Berorientasi pada Bahan Baku (Supply Oriented Industry, berlokasi dekat dengan bahan baku agar biaya produksi rendah.
    Contoh pabrik teh yang dekat dengan perkebunan teh.

F. Berdasarkan Klasifikasi Kementerian Perindustrian

Kementerian Perindustrian Indonesia, berdasarkan SK Menteri No.19/M/I/1986 mengelompokkan jenis-jenis industri sebagai berikut.

  • Kimia, contoh pupuk, obat-obatan, dan kosmetik.
  • Mesin dan Logam Dasar, contoh kendaraan bermotor dan pesawat terbang.
  • Kecil, contoh minyak curah, roti, dan makanan instan.
  • Aneka Industri, contoh makanan dan minuman ringat dan kerajinan tangan.

Tujuan Pembangunan Industri Indonesia

Indonesia, dalam kategori negara temasuk yang sedang berkembang. Tentu saja, kegiatan ekonomi dari berbagai sektor difokuskan demi kesejahteraan rakyat. Pembangunan industri sangat terasa setengah abad belakangan di seluruh penjuru.

Tujuan pembangunan tersebut, yaitu:

  1. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata di seluruh wilayah dengan memanfaatkan dana dan sumber daya alam. Selain itu, juga dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan.
  2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap dan mengubah struktur ekonomi ke arah lebih baik maju, sehat dan lebih seimbang. Pertumbuhan yang mewujudkan dasar ekonomi lebih kuat dan luas, serta memberikan nilai tambah.
  3. Meningkatkan kemampuan dan penguasaan teknologi. Di dalamnya termasuk mendorong terciptanya teknologi tepat guna dan kepercayaan terhadap kemampuan dunia usaha nasional.
  4. Meningkatkan peran serta masyarakat dan kemampuan golongan ekonomi lemah, termasuk pengrajin dalam pembangunan.
  5. Memperluas dan meningkatkan pemerataan kesempatan kerja dan berusaha, serta meningkatkan peranan koperasi.
  6. Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor dan pemakaian produksi dalam negeri.
  7. Mewujudkan wawasan nusantara dengan mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah.
  8. Menunjang dan memberkuat stabilitas nasional yang dinamis sehingga memperkokoh ketahanan nasional.

Industri 4.0

Terakhir, sebelum pembahasan ini ditutup, kamu tentu pernah mendengar industri 4.0 yang sering dikaitkan dengan revolusi. Apakah itu?

Revolusi adalah perubahan besar-besaran yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Revolusi industri, berarti perubahan besar-besaran dalam ekonomi yang terkait dengan pengolahan barang dan jasa.

Semantara itu, 4.0 mengacu kepada revolusi industri yang keempat. Jadi, ada yang pertama, kedua, dan ketiga?

Tentu saja ada! Revolusi industri 1.0 tercetus ketika pertama kali ditemukannya mesin uap. Sebuah mesin yang kemudian menggantikan banyak pekerjaan manusia. Revolusi 2.0 berkaitan dengan ditemukannya industri. Mesin-mesin yang sebelumnya dengan tenaga uap beralih ke listrik. Hingga sekarang semua aspek kehidupan erat kaitannya dengan listrik. Revolusi 3.0 berkaitan dengan era ditemukannya komputer dan robot. Beberapa orang menyebutnya sebagai era informasi.

Nah, revolusi industri 4.0 tetap bekaitan dengan sebelumnya, tetapi lebih terhubung dengan era internet dan digital.

Author