Lumut, yang sering disebut juga tanaman perintis memang unik. Tanaman ini mempunyai cara sendiri untuk berkembangbiak, yang dikenal dengan metagenesis tumbuhan lumut.

Tanaman yang paling mudah ditemui di dunia dan hidup di tempat lembap ini memang sangat mudah berkembangbiak. Apalagi dia dapat tumbuh di mana saja, tidak harus di media tanah. Batu, tembok, dan beberapa permukaan keras yang lembap dapat ditumbuhi.

Cerdikawan mau tahu lebih lengkap tentang metagenesis tumbuhan lumut yang dalam klasifikasi tergolong Bryophyta? Yuk, cek dan simak di Pinter Kelas!

Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut, seperti sudah disebut seklias di pembukaan merupakan tanaman yang hidup di daerah lembap dan masuk ke dalam golongan Bryophyta.

Meski dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai tumbuhan karena warnanya yang hijau, para ahli tidak menggolongkannya ke dalam tumbuhan tingkat tinggi. Lumut tidak mempunyai akar, daun, dan batang sejati.

Lumut disebut sebagai tanaman perintis karena berdasarkan penelitian banyak ilmuwan diperkirakan termasuk makhluk hidup yang pertama ada di dunia.

Kelompok ini adalah makhluk hidup di darat yang paling besar jumlahnya di daratan. Diperkirakan ada 25.000 spesies hidup di dunia. Spesies tersebut ditemukan hidup di daerah lembap dan basah dengan iklim cukup hangat sampai dingin. Bahkan, lumut dapat hidup di salju tanpa membuat kerusakan.

Di sekitar kamu paling mudah menemukan lumut di dinding luar kamar mandi.

Agar lebih paham perbedaan lumut dari tanaman lain, yuk kenali ciri-ciri berikut!

  • Lumut merupakan makhluk hidup multiseluler atau bersel banyak. Artinya tanaman ini sudah mempunyai organ tubuh yang mempunyai fungsi tertentu.
  • Dinding sel lumut mengandung selulosa seperti halnya tanaman bunga di kebun kamu.
  • Lumut mempunyai akar serabut. Hal ini dapat kamu lihat dengan mengangkat tanaman dan melihat bahwa bagian akarnya kecil dan banyak berada di sekitar, tidak memanjang.

    Akar ini tidak berfungsi sebagaimana akar tanaman yang menyerap mineral dan air dan mengedarkan ke seluruh tubuh dan daun.

    Akar semu yang disebut rhizoid dan berfungsi sebagai perekat tanaman di tempatnya hidup.
  • Lumut hidup di tempat lembap, seperti pohon di hutan terdalam, lantai dasar hutan, sumur, dinding kamar mandi bagian luar, dan permukaan batu.
  • Lumut tidak mempunyai pembuluh angkut seperti tanaman. Ini dibuktikan dengan fungsi akar yang berbeda. Akar juga seperti langsung menempel pada daun dengan batang yang tidak terlihat.
  • Lumut termasuk makhluk hidup yang kecil. Ukurannya hanya sekitar 1-2 cm. Jika kamu melihatnya memenuhi dinding atau tembok, itu dikarenakan mereka hidup berkoloni. Kamu tidak akan menemukannya sendirian.

    Koloni lumut terbentuk seperti lembaran dan beledu.

    Lumut mempunyai daun yang berklorofil, artinya tanaman ini juga dapat melakukan fotosintesis.
  • Lumut memliki kurtikula dan gametangia yang melindungi bagian-bagiannya. Lapisan pelindung bertekstur seperti lilin. Kedua lapisan berfungsi membuat lumut dapat menahan air dan mengurangi penguapan.
  • Lumut merupakan tumbuhan peralihan antara thallophyta (tumbuhan bertalus dan tingkat tinggi) dan Cormophyta.
  • Lumut berkembang biak membentuk siklus hidup atau pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. Hal ini berlangsung antara fase generetif atau fase haploid atau gametofit dan fase vegetatif dengan pembentukkan gemma, penyebaran sporan, dan fragmentasi.

    Bagian ini yang menjadi fokus pembahasan Pinter Kelas.

Metagenesis Tumbuhan Lumut

Metagenesis merupakan ciri tumbuhan lumut yang tidak dimiliki oleh tanaman tingkat tinggi di sekitarmu, seperti tanaman mawar, melati, aglaonema, dan berbagai pohon buah-buahan.

Metagenesis secara sederhana mempunyai arti yang hampir sama dengan metamorfosis. Hanya saja, metagenesis terjadi pada tanaman dan metamorfosis terjadi pada hewan.

Jadi, metagenesis adalah proses pertumbuhan dan perkembangbiakkan tumbuhan atau pergiliran dan pergantian keturunan. Di sini terjadi fase perkembangbiakkan secara aseksual dan seksual secara bergantian.

Tidak semua tumbuhan mengalami metagenesis. Biasanya yang mengalami adalah pohon yang memiliki sporan, seperti paku-pakuan.

Metagenesis tumbuhan lumut, berarti tanaman perintis juga mengalami pergiliran keturunan menjadi dua fase.

Proses Metaganesis tersebut ditunjukkan oleh gambar berikut!

metagenesis tumbuhan lumut
amongguru.com

Seperti halnya siklus makhluk hidup lain, sejatinya tidak diketahui ujung dan pangkal. Namun, sesuai gambar, Pinter Kelas akan membahas mulai dari fase gametofit yang dimulai dari Protonema.

1. Fase Gametofit

Fase ini disebut sebagai masa seksual atau generatid atau perkembangbiakkan secara kawin.

Fase dimulai dari Protonema.

Protonema berasal dari spora yang jatuh dan membentuk tanaman baru. Tanaman baru ini dalam beberapa hari tumbuh menjadi dewasa.

Lumut muda biasanya berbentuk daun yang lebih cerah dan daunnya agak kuncup, kebalikan dari lumut dewasa.

Apa yang dimaksud dewasa di sini? Masa di mana makhluk hidup telah matang secara seksual atau telah dapat menghasilkan sel telur atau sel sperma.

Pada lumut, protonema menghasilkan sel betina (arkegonium) dan jantan (anteredium).

Keduanya tidak terlihat tetapi terjadi pada tumbuhan lumut.

Arkegonium menghasilkan sel telur atau ovum dan anterdium menghasilkan sel sperma.

Pada tanaman lumut dewasa, sel sperma bergerak dari anteredium menunju arkegonium dengan bantuan air.

Jika kedua sel bertemu, terjadilah fertilisasai atau peleburan sel gamet. Gamet yang bersifat haploid atau memiliki satu sel (n) berkembang dan mengalami pembelahan membentuk zigot. Sifat zigot ini sudah haploid atau 2n.

Kamu dapat membandingkan penjelasan dengan gambar di atas agar lebih paham.

2. Fase Sporofit

Fase sporofit atau fase aseksual atau fase vegetatif atau fase tidak kawin tumbuhan lumut dimulai ketika zigot terbentuk.

Pada makhluk hidup yang tidak mengalami metagenesis, zigot terus berkembang menjadi embrio dan menjadi individu baru.

Hal di atas tidak terjadi pada lumut yang metagenesis.

Zigot tumbuhan lumut tetap menjadi embrio atau bakal individu baru. Tetapi embrio tidak langsung menjadi lumut.

Embrio terus membentuk sporongium. Sporongium atau kotak spora, embrio terus membelah diri membentuk spora. Spora ini sudah merupakan sel haploid atau n.

Spora berkelompok dalam jumlah 4, sehingga disebut tatrade.

Lumut yang sedang dalam fase spora biasanya berwarna kehitaman.

Itulah siklus hidup lumut yang disebut sebagai metagenesis.

Tidak semua spora menghasilkan protonema karena spora harus jatuh di tempat yang tepat, suhu dan kebutuhan lainnya agar tumbuh menjadi protonema. Begitu pula dengan protonema. Tidak semuanya menyebabkan fertilisasi dan menghasilkan zigot yang berkembang menjadi embrio.

Apa perbedaannya dengan tanaman paku yang juga bermetagenesis?

Pada tumbuhan lumut, spora tidak terletak sepesifik pada daun karena memang tidak mempunyai akar, daun, dan batang sejati. Selain itu, lumut mempunyai gigi peristome yang merupakan pengatur spora. Spora yang sudah dalam kondisi dormancy dan jatuh di tempat yang lembap akan langsung menjadi lumut muda atau protonema.

Sementara pada tanaman paku, spora terletak di pinggir daun dan dapat kamu lihat. Spora ini diatur oleh anullus. Dalam perkembangannya, spora yang jatuh ke tempat yang tepat akan membentuk protalium.

So, sudah paham mengenai metagenesis tumbuhan lumut? Untuk menguji pemahaman, kamu dapat melihat gambar di atas dan menuliskan tahapan metegenesis menggunakan kata-kata sendiri. Selamat belajar!

Author