Cerdikawan, kamu pasti sudah tahu bahwa mengalami pertumbuhan, perkembangan, dan perkembangbiakkan merupakan ciri-ciri makhluk hidup. Nah, dalam pertumbuhan hewan ada yang disebut metamorfosis. Meski tidak semua hewan mengalaminya, metamorfosis belalang, kupu-kupu, nyamuk, dan beberapa hewan lain sangat menarik untuk disimak. Hal ini juga berkaitan dengan kehidupan manusia.

Tentu kamu sudah mengenal dengan baik apa yang dimaksud dengan metamorfosis, manfaat, dan jenis-jenisnya.

Sesuai dengan judul materi kali ini, pembahasan metamorfosis belalang akan dimulai dari awal metamorfosis itu sendiri secara lebih singkat. Jadi, kamu akan lebih memahami materi secara utuh.

Pengertian Mertamorfosis

Tidak banyak yang mengetahui bahwa metamorfosis juga berasal dari bahasa Yunani, Greek. Kata tersebut merupakan gabungan dari tiga buah kata: meta yang berarti di antara, sekitar, setelah; morphe yang artinya bentuk ; dan osis yang mempunyai arti bagian dari.

Jadi, metamorfosis adalah bentuk-bentuk yang merupakan bagian dari hewan dalam suatu masa setelah ia dilahirkan. Dalam bahasa lebih sederhana yang sudah disesuaikan dengan bahasa Indonesia, metamorfosis adalah perubahan bentuk yang terjadi sesaat setelah hewan menetas atau dilahirkan (potembrionik).

Perubahan yang terjadi pada masa awal tumbuh kembang anak hewan hingga dewasa terjadi karena sel-sel hewan terus tumbuh dan terdiferensiasi dengan cara sangat dinamik dan ekstrim.

Perubahan bentuk yang mungkin terjadi pada hewan tersebut, antara lain:

  1. Telur, merupakan fase paling awal dari metamorfosis. Telur merupakan bentukan bulat berupa cangkang yang melindungi sel-sel calon individu yang ada di dalamnya.
  2. Larva, merupakan hewan muda yang baru menetas dari telur. Larva ini termasuk jenis hewan lunak seperti moluska dan seringkali mempunyai bentuk tubuh yang sangat berbeda dengan induk. Contoh: larva kupu-kupu berbentuk ulat.
  3. Pupa atau kepompong, masa di mana larva mengalami pengerasan. Pupa mirip dengan hewan yang berhibernasi karena mereka melakukan puasa. Namun, kepompong bertujuan menghasilkan bentuk yang sama dengan induknya.
  4. Nimfa, merupakan hewan muda yang bentuknya mirip dengan dewasa. Namun, di masa ini organ tubuh yang dimiliki belum berfungsi sempurna. Pada masa ini beberapa hewan mengalami molting atau pergantian kulit.
  5. Imago atau hewan dewasa, seperti yang kamu kenal selama ini. Ini merupakan pertumbuhan dan perkembangan paling sempurna dari seekor hewan.

Jenis-Jenis Metamorfosis

Metamorfosis berdasarkan bentuknya terbagi menjadi dua, seperti penjelasan singkat berikut :

  • Metamorfosis sempurna, perubahan bentuk makhluk hidup yang mengalami proses larva yang bentuknya sangat berbeda jauh dengan induk.

    Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna: kupu-kupu, nyamuk, katak, dan semut.
  • Metamorfosis tidak sempurna, perubahan bentuk makhluk hidup yang tidak mengalami proses larva.

    Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah metamorfosis belalang, kecoa, jangkrik, ayam, dan laron.

Belalang

Sebelum memasuki pembahasan selanjutnya, yuk mengenal belalang secara singkat!

Belalang, mempunyai nama umum grasshoper yang biasa digunakan dalam bahasa Inggris.

Spesies belalang di muka bumi, terhitung lebih dari 20.000. Jenis yang paling umum ditemui berwarna hijau atau cokelat, dengan nama ilmiah Melanoplus differentialis.

Jenis binatang ini saring kamu temui memakan daun dan suka melompat. Lompatannya mencapai 20 kali jarak panjang tubuhnya. Keren bukan.

Seperti sudah dituliskan pada jenis metamprfosis di atas, hewan yang berada dalan kelompok Arthropoda jenis insect atau serangga ini mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Jenis belalang yang paling banyak dan mudah ditemui ada 4, yaitu:

  • Belalang Kayu
    Sesuai dengan namanya, belalang ini berwarna seperi kayu atau batang tanaman, cokelat tua. Namun, jenis ini mempunyai ukuran tubuh tidak terlalu besar. Hanya sekitar 88 mm. Di beberapa wilayah, belalang jenis ini banyak dikonsumsi sebagai lauk pendamping nasi.
  • Belalang Sembah
    Belalang ini warnanya mirip dengan belalang daun yang berwarna hijau tetapi mempunyai ukuran tubuh lebih besar. Selain itu belalang yang termasuk ordo Motodeo ini mempunyai tiga bagian tubuh: kepala bulat, badan bagian tengah, dan badan bagian belakang. Kaki depan lebih kecil daripada kaki belakang.
  • Belalang Hijau
    Belalang ini berwarna hijau sehingga sering disebut sebagai belalang daun. Ukuran badannya kecil dan bagian tubuh depan hingga belakang hampir simetris. Bagian kepalanya sangat kecil hampir tidak terlihat. Yang terlihat panjang hanyalah bagian sungut di kepala. Belalang ini yang paling banyak kamu jumpai di kebun.
  • Belalang Batu
    Belalang batu memang mempunyai warna seperti batu, abu-abu kehitaman. Belalang ini mempunyai bentuk yang hampir sama dengan belalang kayu tetapi guratan di bagian tubuhnya sepintas mirip batu.

Proses Metamorfosis Belalang

metamorfosis belalang
wisnuadi.com

Tahapan metamorfosis belalang seperti pada gambar di atas akan dibahas mulai dari telur ya!

1. Telur

Pada dasarnya, sama dengan pertanyaan mana yang lebih dahulu ayam dewasa atau telurnya, tidak ada yang dapat menjawabnya.

Pinter Kelas membahas tahapan awal metamorfosis belalang karena tahapan ini merupakan pertumbuhan dan perkembangan paling awal.

Telur belalang dihasilkan dari pembuahan sel telur belalang betina oleh jantan, sama dengan makhluk hidup lain.

Dalam satu kali pembuahan yang ditetaskan mencapai 10 sampai 300 butir telur.

Waktu antara pembuahan dan menetas tidak dapat ditentukan seperti ayam, tergantung kepada suhu. Belalang yang hidup di daerah tropis menetaskan telurnya lebih cepat.

Sementara belalang di daerah sub tropis akan menetaskan telur setelah berusia sekitar 10 bulan di awal musim panas. Telur yang sudah menetas diletakkan oleh belalang betina di suatu tempat. Biasanya di daun atau batang tanaman dan di dalam tanah.

Belalang yang tinggal di iklim sub tropis meletakkan telurnya di 3 sampai 4 cm dari permukaan tanah. Tujuannya perbuatan tersebut, agar telur tidak rusak karena udara yang dingin saat musim salju.

Bentuk telur belalang kecil sesuai dengan induknya. Kamu dapat memeriksa di kebun, jika ada bagian di daun seperti butiran beras, itulah telur belalang.

2. Nimfa

Ketika telur menetas, awal kehidupan disebut sebagai nimfa muda atau nimfa instar pertama.

Pada fase ini sepintas sudah mirip belalang dewasa. Hanya saja jika dia adalah belalang hijau, maka warna hijaunya lebih muda dan cerah. Selain itu, nimfa ini belum mempunyai sayap. Dia belum bisa terbang.

Nimfa langsung mencari makanan sendiri. Biasanya ia memakan daun yang muda karena masih lunak.

Jadi, kalau kamu menemukan daun tanaman muda di rumahmu bolong-bolong di bagian tengahnya, kemungkinan dia dimakan nimfa belalang jika tidak terlihat belalang dewasa di sekitarnya.

Nimfa belalang yang masih muda ini mengalami proses molting atau pergantian kulit sebanyak 5 sampai 10 kali, tergantung pada jenis atau spesiesnya, keadaan cuaca, suhu, dan kelembapan.

3. Belalang Dewasa

Jika nimfa belalang berhasil bertahan hidup, dia akan menjadi belalang dewasa.

Belalang dewasa ini mempunyai ciri seperti belalang yang kamu kenal. Dia memiliki sayap yang lengkap dan kuat dan dapat dipergunakan untuk terbang. Bagian tubuhnya juga sudah lebih keras. Lompatannya semakin jauh.

Belalang dapat bertahan hidup cukup lama, hingga 12 bulan. Meskipun demikian, cukup jarang yang dapat bertahan cukup lama karena banyak predator di sekelilingnya, seperti burung, tikus, kadal, dan kucing liar.

Dalam beberapa penelitian diketahui bahwa belalang dewasa baru akan menghasilkan telur melalui proses pembuahan dengan pasangannya. Belalang dewasa akan memperoleh fase kematangan seksual 15 hari setelah memasuki fase imago dan bertahan hingga 30 hari.

Nah, sudah tahu kan penjelasan lengkap tahap metamorfosis belalang? Ternyata hidup mereka cukup lama ya? Padahal sekali menetas jumlahnya ratusan. Tidak heran kalau di kebun hama yang satu ini mudah sekali dijumpai.

Author