Cerdikawan, kamu mungkin pernah mendengar sebuah lagu yang berbunyi ,” telur-telur, ulat-ulat, kepompong, kupu-kupu…”. Lagu mainan, entah siapa yang menciptakan. Namun, kalau kamu teliti dengan seksama, kata-katanya menunjukkan proses metamorfosis. Hanya sedikit berbeda dengan pembahasan kali ini tentang metamorfosis nyamuk.

Lagu menunjukkan metamorfosis kupu-kupu. Perubahan bentuk yang paling dikenal dalam dunia Biologi. Meski sesungguhnya masih banyak hewan lain yang mengalami metamorfosis.

Pengertian Metamorfosis

Metamorfosis, seperti banyak istilah lain dalam ilmu pengetahuan berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata: meta, morph, dan osis. Meta artinya sekitar, morph artinya bentuk, dan osis artinya dari.

Jadi, Metamorfosis adalah sebuah perkembangbiakan makhluk hidup yang prosesnya perubahan. Perubahan tersebut meliputi bentuk, struktur, dan fisik.

Tidak semua makhluk hidup mengalami metamorfosis karena banyak yang tidak mengalami perubahan ketika terjadi individu baru.

Misalnya, ayam bertelur dan menetas melahirkan anak ayam. Anak ayam lahir mempunyai struktur, bentuk, dan fisik yang sama dengan ayam dewasa. Berarti ayam tidak mengalami metamorfosis.

Metamorfosis terbanyak terjadi pada makhluk hidup kelompok serangga. Metamorfosis ini ada yang sempurna dan tidak sempurna.

1. Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis sempurna disebut juga holometabolis, di mana perubahan yang terjadi tidak sama dengan induknya.

Kamu ingat dengan metamorfosis kupu-kupu yang terkenal bukan? Telur berubah menjadi ulat, kemudian kepompong, dan kupu-kupu. Bentuk dewasanya adalah kupu-kupu. Telur, ulat, dan kepompong jauh sekali bedanya dengan kupu-kupu yang cantik.

Secara umum, urutan metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago.

Selain kupu-kupu, hewan lain yang juga mengalami metamorfosis sempurna adalah nyamuk dan katak.

2. Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna sering disebut hemimetabolis, di mana perubahan bentuk yang terjadi tidak jauh berbeda dengan induknya. Fase pertama dari metamorfosis adalah larva, setelah itu mengalami pergantian kulit beberapa kali sebelum menjadi dewasa.

Secara umum pertumbuhan metamorfosis tidak sempurna adalah telur – larva – nimfa – dewasa.

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis jenis ini adalah capung, belalang, dan jangkrik.

Tahapan Metamorfosis Nyamuk

Nyamuk, seperti disebutkan di atas termasuk metamorfosis sempurna. Perkembangan nyamuk dapat kamu lihat dalam gambar berikut.

metamorfosis nyamuk
wisnuadi.com

Nyamuk Dewasa

Jumlah nyamuk dewasa jantan dan betina yang keluar dari kepompong 1 : 1.

Biasanya nyamuk jantan akan keluar terlebih dahulu dari kepompong. Keluarnya perlahan dan mengapung di atas air. Selanjutnya sang jantan akan tetap tinggal di sarang sampai nyamuk betina keluar pula dari kepompongnya.

Keduanya tidak langsung keluar dari permukaan air. Jantan mengenali betinanya dari antena yang dimiliki. Suara setiap jenis nyamuk khas sehingga dapat dikenali oleh sesama jenisnya.

Mereka menunggu tubuh dan sayap lebih keras. Tidak lama setelah nyamuk betina keluar, jantan akan segera mengawininya.

Ini dilakukan sebelum betina keluar mengisap darah. Beberapa jenis nyamuk yang mengisap darah hanya betina saja, seperti Aedes aegephty.

Selama hidupnya yang kalau diukur berdasarkan manusia hanya sebentar, nyamuk betina dan jantan hanya sekali kawin. Setelah itu, betina akan menghasilkan telur.

Telur

Sel telur nyamuk betina dibuahi oleh spermatozoa dari jantan sehingga membentuk zigot. Telur diletakkan di atas permukaan air atau lumpur basah oleh betina.

Nyamuk jenis Culex, Culiseta, dan Anopheles meletakkan telur di permukaan air. Sementara itu, nyamuk Aedes di lumpur basah atau air yang tergenang dan tidak menyentuh tanah.

Jumlah telur yang ditetaskan oleh nyamuk betina cukup banyak, sekitar 100 sampai 300 butir. Ukurannya sangat kecil, yaitu 0,5 mm.

Ketika pertama kali ditetaskan warnanya putih. Namun, setelah satu hari biasanya warna berubah menajdi lebih hitam.

Telur nyamuk dapat berkembang dan bertahan selama 2 sampai 3 hari sebelum menjadi larva. Perkembangannya tergantung beberapa faktor, seperti temperatur, ketersediaan air, dan kelembapan.

Telur ini hidup di air. Jika mereka tidak dapat berkembang maka siklus hidup nyamuk langsung terputus.

Larva

Dalam kehidupan sehari-hari kamu mengenal larva sebagai jentik-jentik nyamuk.

Untuk mengetahuinya, kamu dapat meletakkan air tergenang selama beberapa hari, tetapi tidak boleh lebih dari 7 hari. Selama itu, lakukanlah pengamatan! Jika kamu menemukan ada binatang kecil yang bergerak-gerak di permukaannya, kemungkinan besar itu adalah jentik-jentik nyamuk.

Jentik ini keluar dari cangkang telur dan terus tumbuh di permukaan air.

Dalam ilmu Biologi, larva nyamuk yang baru menetas disebut larva instar. Ukurannya sangat kecil dan sukar dilihat. Tahapan perkembangannya hingga 4 kali.

Jentik atau larva ini memperoleh makanan dan bernapas melalui siphon yang terletak di pangkal perut dan nampak seperti snorkel. Larva biasanya memakan makhluk hidup yang lebih kecil dan tinggal di permukaan air, seperti bakteri, alga, dan mikroorganis atau bahan organik.

Kerangka jentik nyamuk terletak di luar atau disebut eksoskeleton yang mirip dengan kepiting. Agar tumbuh dengan normal, jentik biasanya melepaskan rangka luar tersebut.

Pertumbuhan jentik nyamuk juga dipengaruhi beberapa faktor, yaitu suhu air, ketersediaan makanan, kelembapan, dan predator.

Predator nyamuk dalam beberapa ekosistem air, antara lain moluska atau siput dan ikan. Saat terganggu, larva dapat menyelam beberapa saat untuk menyelematkan diri.

Kamu juga dapat menghentikan pertumbuhan jentik nyamuk dengan cara membuang air ke tempat kering dan panas.

Lama fase jentik bervariasi tergantung jenis dan spesiesnya. Namun para ahli menyebutkan di kisaran 8 sampai 10 hari.

Ada beberapa jentik nyamuk yang hidupnya tidak umum. Misalnya Wyeomyia yang hidup dalam air tergenang dalam tumbuhan epifit (seperti anggrek). Selain itu, mereka juga hidup di alam air tergenang dalam pohon periuk kera.

Berbeda halnya dengan Wyeomyia, nyamuk genus Deinocerotes hidup di dalam sarang ketan yang ada di sepanjang pesisir pantai.

Kepompong

Apa bayangan kamu tentang kepompong? Ya, bentuknya mirip dengan kepompong kupu-kupu. Hanya saja kepompong atau pupa nyamuk lebih kecil ukurannya dan bergerak.

Bergerak? Ya, kepompong nyamuk aktif melakukan gerakan di permukaan air meski tidak sekatif jentik. Di fase ini, fungsi pernapasannya secara fisiologis masih berlangsung. Dia menyerap oksigen melewati corong napas yang ada di atas pupa.

Kamu dapat membedakan pupa dengan jentik dari warnanya. Kepompong mempunyai tubuh yang semi transparan dan akan menjadi nyamuk dewasa dalam 1 sampai 2 hari.

Selama menjadi pupa, nyamuk menyiapkan bentuk sayap yang halus.

Itulah materi kali ini tentang metamorfosis nyamuk dari Pinter Kelas.

Kamu mungkin bertanya, manakah yang terlebih dahulu dari tahapan-tahapan di atas? Tidak ada yang dapat menemukannya. Sama dengan pertanyaan lebih dahulu ayam atau telur, para ahli juga tidak dapat menemukan.

Apalagi metamorfosis nyamuk merupakan siklus yang tidak putus. Seandainya satu bagian saja putus maka siklus nyamuk berakhir. Namun, karena jumlah nyamuk sekali bertelur banyak sekali, putusnya satu rantai hidup nyamuk bukan berarti spesiesnya langsung hilang. Serangga termasuk makhluk hidup yang dapat bertahan lama.

Author