Cerdikawan, kamu pasti pernah mendengar atau membaca tentang mikroorganisme. Apa yang ada dalam bayanganmu tentang makhluk hidup yang satu ini? Penyebab berbagai penyakit?

Benarkah mikroorganisme penyebab berbagai penyakit? Tidak ada yang menguntungkan sama sekali? Padahal, Tuhan menciptakan semua makhluk ada manfaatnya lho! Nyamuk dan lalat sekalipun, berguna agar manusia lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungannya.

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, Pinter Kelas kali akan membahas tentang seputar mikroganisme: pengertian, jenis, dan strukurnya.

Pengertian Mikroorganisme

Mikroorganisme terdiri dari dua kata yang dapat kamu artikan masing-masing, kemudian disatukan. Pertama adalah mikro yang artinya sangat kecil, bahkan tidak nampak oleh mata biasa. Kedua, oganisme yang artinya adalah makhluk hidup.

Jadi, mikroorganisme adalah makhluk hidup yang ukurannya sangat kecil. Kamu tidak dapat melihatnya tanpa alat yang disebut mikroskop. Alat yang dapat memperbesar sebuah benda sangat kecil hingga ratusan atau ribuan kali sehingga dapat dilihat oleh mata manusia biasa.

Mikroorganisme menurut Darwis (1992), adalah makhluk hidup yang sangat kecil. Dalam klasifikasinya, yang termasuk jenis ini adalah bakteri, jamur, protozoa, dan algae.

Menurut Fardiaz (1989), makhluk hidup yang namanya merupakan penggabungan dua kata ini adalah makhluk hidup yang ada pada bahan-bahan tertentu dan memerlukan bahan organik untuk pertumbuhan dan proses metabolisme. Makhluk sangat kecil ini jika ada dalam suatu materi dapat menyebabkan perubahan dalam komposisi fisik dan kimia; warna, kekeruhan, dan bau asam.

Mikroorganisme bisa jadi merupakan makhluk yang bersel tunggal (uniseluluer) atau bersel banyak (multiseluler). Mereka mempunyai semua ciri makhluk hidup, yaitu bermetabolisme, bereproduksi, berdiferensiasi, melakukan komunikasi, melakukan pergerakan, dan berevolusi.

Makhluk ini sering disebut juga sebagai mikroba (meski identik sebagai pembawa penyakit). Ilmu yang mempelajarinya disebut mikrobiologi dan orang yang mempelajarinya atau ahli mikrobiologi disebut dengan mikrobiolog. Namun, dalam ilmu medis mikrobiologi lebih dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang cara mikroorganisme dapat menginfeksi tubuh manusia.

Struktur Mikroorganisme

Meskipun mikroba sangat kecil, mereka tentu saja juga mempunyai struktur tubuh. Jika tidak, tentu tidak dapat melakukan aktivitas makhluk hidup bukan?

Secara garis besar, struktur dari makhluk hidup terbagi menjadi dua: sel eukariotik dan prokariotik. Keduanya mempunyai struktur yang berbeda dan kamu dapat melihatnya di bawah ini.

1. Prokariotik

Organisme kecil dengan sel prokaritik dapat dikatakan mempunyai struktur tubuh paling sederhana.

Sel tubuhnya terdiri dari:

  • Lapisan Lendir
    Lapisan ini terletak pada bagian luar dinding sel tetapi tidak melekat dan berfungi sebagai benteng, melindungi bagian dalam sel. Lapisan ini tidak mengisap zat warna sehingga sulit sekali dilihat di bawah mikroskop.

    Lapisan umumnya terdiri dari karbohidrat. Pada beberapa spesies mengandung unsur nitrogen atau posfor.
  • Dinding Sel
    Lapisan yang membungkus sel prokariotik mempunyai pembungkus. Pembungkus yang terletak antara membran sel dan lapisan lendir disebut dinding sel. Dinding sel prokariotik sangat tipis, tetapi kaku sehingga memberi bentuk pada sel secara keseluruhan.

    Fungsi dinding sel adalah memberi bentuk, memberi perlindungan, mengatur keluar masuknya zat kimia, dan berperan dalam pembelahan sel.

    Di bawah mikroskop elektron dinding sel dapat terlihat karena mengisap zat warna.
  • Membran Sitoplasma
    Seperti umumnya sel lain, prokariotik juga mempunyai sitoplasma yang di dalamnya terdapat organel sel. Sitoplasma dibungkus oleh membran sitoplasma.
  • Isi Sel
    Sel prokariotik berisi protoplasma dan berbagai zat. Protoplasma atau sitoplasma ini disebut juga plasma sel yang emngandung karbohdirat, protein, enzim, belerang, kalsium karbonat, dan volutin.

    Volutin adalah suatu zat yang mengandung asam ribonukleat (ARN) dan memiliki sifat basa dan mudah mengisap warna sehingga dapat dengan mudah dilihat dengan mikroskop.
  • Inti Sel
    Tidak semua prokarotik mempunyai inti sel atau nukleus. Bagian ini akan dijelaskan pada jenis-jenis mikroorganisme.

    Di dalam organisme yang memiliki inti sel terdapat DNA dan RNA yang berperan dalam pembelahan sel dan pewarisan sifat.
  • Flagel
    Flagel atau bulu-bulu cambuk sering diseut sebagai alat gerak organisme prokariotik meski tidak semua memilikinya.

    Di bawah mikroskop elektron flagel seperti benang-benang protoplasma yang pangkalnya berada di bawah membran sel. Pangkat tersebut dinamakan dengan rizoblast.

    Flagel terdiri dari protein yang disebut flagelin, berisi protein dan sejenis miosin.
  • Pili atau Fimbrae
    Pili atau fimbrae disebut juga bulu getar. Bulu ini lebih halus dari flagel dan bentuknya lebh lurus.

    Jumlah bulu prokariotik ratusan. Kandungan pili adalah protein yang dinamakan pila, heteropolimer dari 18 asam amino. Beberapa ahli menduga bahwa pili berfungsi sebagai alat berkembangbiak.

2. Eukariotik

Sel eukariotik mikroorganisme mirip dengan hewan dan tumbuhan tingkat tinggi. Sel ini sudah lebih rumit, terdiri dari retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, kloroplas, mikrobotul, mikrofilamen, flagela dan silia, dan dinding sel. Semua bagian sel tersebut mempunyai fungsi yang sama dengan sel apda hewan dan tumbuhan.

Perbedaannya hanya ada pada mikrobotul dan mikrofilamen, dan flagela dan silia.

  • Mikrobotul dan Mikrofilamen
    Keduanya merupakan batang-batang yang sangat tipis ddi dalam stoplasma. Di dalamnya terkandung protein aktin dan miosin yang berperan dalam menyediakan mekanisme pergerakan amuboid. Fungsinya sendiri adalah menjaga bentuk sel dan meningkatkan gerak yang teratur semua komponan dalam sel.
  • Flagela dan Silia
    Flagela dan Silia adalah bulu getar dan bulu cambuk yang lebih kompleks dibandingkan organisme prokarotik.

Jenis-Jenis Mikroorganisme

Dalam klasifikasi makhluk hidup, kamu dapat menemukan mikroorgansime ada di berbagai kelompok. Di bawah ini kelompok yang dimaksud.

1. Eubachteria

Eubachteria merupakan organisme yang dalam kehidupan sehari-hari kamu kenal dengan bakteri. Organisme ini bersel prokariotik dan berukuran sangat kecil, tidak dapat dilihat tanpa mikroskop.

Bakteri mempunyai ciri tidak memiliki membran ini dan tidak memiliki organ yang membran. Beberapa di antara jenisnya ada yang hidup sendiri dan berkoloni. Selain itu, bakteri dapat membelah diri dengan sangat cepat, maksimal 10 menit sekali.

Kebanyakan bakteri menjadi penyebab penyakit, seperti TBC dan thypus. Namun, ada pula bakteri yang berfungsi kebalikan, disebut bakteri baik. Bakteri baik yang paling dikenal ada di saluran pencernaan dan membantu kelancaran proses pencernaan manusia.

2. Archaebacteria

Archaebacteria bukan bakteri meski sama-sama bersel prokarioti. Organisme ini berbeda dengan bakteri dilihat dari tingkat genetis dan susunan kimianya. Mereka umumnya berada di dalam lingkungan ekstrim seperti sumber air panas atau di daerah yang kandungan gas metannya tinggi.

3. Protista

Protista juga merupakan kelompok makhluk hidup sendiri, uniseluler dan tergolong eukatiotik.

Beberapa menyebut bahwa kelompok ini merupakan peralihan dari organisme bersel satu ke hewan dan tumbuhan tingkat tinggi. Ini dikarenakan adanya protista mirip hewan yang disbeut Protozoa an protista mirip tumbuhan berupa jamur lendir.

Beberapa protista dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Namun, ada juga protista seperti Chrorella dan Spirulina yang emnajdi sumber makanan.

4. Fungi

Fungi atau jamur sebagian besar dapat dilihat karena merupakan organisme uniseluler. Namun, ada organisme tergolong fungi yang tidak terlihat karena sangat kecil.

Kamu menyebutnya sebagai ragi. Ragi ini dikenal sangat bermanfaat dalam pembuatan tempe, tape, yogurt, dan lain-lain.

5. Virus

Virus ratusan ribu jenisnya di dunia ini dan dapat berkembangbiak dengan cepat.
Namun, beberapa ahli sering menganggap bahwa virus bukan makhluk hidup. Ciri kehidupan virus hanya terlihat saat dia menginfeksi inangnya.

6. Hewan

Tidak banyak yang memperhatikan bahwa ada makhluk hidup Kingdom Hewan yang termasuk mikroorganisme.

Contoh yang paling umum dari mikrooganisme jenis hewan adalah golongan arthropoda, seperti kutu debu.

Itulah Cerdikawan penjelasan tentang mikroorganisme! Tidak hanya bakteri dan virus saja bukan, jenisnya? Ada pula yang bermanfaat bagi manusia. Untuk penjelasan setiap jenis di atas secara lebih lengkap, Pinter Kelas akan membahasnya di artikel lain.

Author